Sabilu Taubah Official

Sabilu Taubah Official Menyebarkan Dakwah,Ilmu dan Nasihat Menuju Jalan Taubat, Official Account of Majelis Sabilu_Taubah
(5)

Yang jauh mendekat yang dekat merapat
29/05/2026

Yang jauh mendekat yang dekat merapat

28/05/2026

Tetep banyak jamaah yang ingin datang ke pondok walaupun Rutinan lagi libur

Segenap Keluarga Besar Majelis Ta’lim Sabilu_Taubah mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Ada 1447H. Untuk itu kami mengumu...
27/05/2026

Segenap Keluarga Besar Majelis Ta’lim Sabilu_Taubah mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Ada 1447H.

Untuk itu kami mengumumkan dengan adanya kegiatan di Majelis maka Rutinan Malam Jumaat Pembacaan Maulid Simtudduror
Kamis, 28 Mei 2026 DILIBURKAN.

Rutinan akan aktif kembali Senin, 01 Juni 2026.
Sampai jumpa di rutinan selanjutnya, Barokallah.

Segenap Keluarga Besar Majelis Ta’lim Sabilu_Taubah mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H.Momentum kurban sebeg...
26/05/2026

Segenap Keluarga Besar Majelis Ta’lim Sabilu_Taubah mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Momentum kurban sebegai pengingat kita semua bahwa sesunggahnya dunia dan seisinya adalah milik Allah SWT.

Inilah Makna Dibalik Pertemuan Gus Iqdam dan Gus MuwafiqMalam itu, pelataran Majelis Sabilu Taubah menjelma seperti laut...
24/05/2026

Inilah Makna Dibalik Pertemuan Gus Iqdam dan Gus Muwafiq
Malam itu, pelataran Majelis Sabilu Taubah menjelma seperti lautan manusia yang bergelombang pelan oleh lantunan selawat. Lampu-lampu di sekitar panggung berpendar laksana kunang-kunang yang sedang menjaga doa-doa agar tidak jatuh ke bumi. Sound Khidmah berdiri tegak seperti saksi bisu yang merekam ribuan cerita, keluh, dan harapan yang dibawa masing-masing jamaah.

Malam itu Gus Iqdam mengawali dengan kisah pertemuannya bersama Gus Muwafiq di sebuah pengajian di Wonosobo.

Wajah Gus Iqdam tampak sumringah ketika mulai bercerita. Senyumnya seperti matahari pagi yang perlahan menghangatkan suasana malam.

“Kalih Gus Muwafiq niku lucu kulo,” kata Gus Iqdam sambil tertawa kecil.

Jamaah pun mulai fokus mendengarkan. Ada yang tersenyum sebelum cerita selesai, seolah mereka sudah tahu bahwa malam itu akan ada tawa yang menyelip di antara nasihat.

“Dadi aku ki neng jeding… kulo kan wes dikabari Jebor: ‘Gus pun jam wolu Gus niki… njenengan ndang raup-raup riyen. Cuci muka…’”

Suasana mulai cair. Beberapa jamaah menahan tawa sambil membayangkan kejadian itu.

“Mari neng jeding aku ijeh raup… aku gek raup ki moro-moro ono seng ndodog jedingku. Jrog… jrog… jrog… jrog…”

Tangan kanan Gus Iqdam bergerak menirukan orang mengetuk pintu. Jamaah langsung pecah tertawa. Candaan sederhana itu terasa hidup karena disampaikan dengan jujur dan apa adanya. Di situlah humor religius bekerja dengan halus. Tawa tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi jembatan dakwah agar hati lebih mudah menerima pelajaran. Dalam teori humor religius dalam komunikasi dakwah, candaan yang ringan mampu mencairkan suasana tanpa menghilangkan makna dan adab.

“Aku wes persiapan… Jebor ki mendo popiye to… kebelet nguyuh yo kebelet… tapi sek to…”

Jamaah kembali tertawa. Namun di balik tawa itu, tersimpan pelajaran tentang manajemen emosi. Gus Iqdam bercerita bahwa saat itu dirinya sempat menahan rasa marah karena mengira yang mengetuk pintu adalah Jebor. Hatinya sudah bersiap untuk ngomel ketika keluar dari kamar mandi.

“Aku metu ki wes persiapan nesu… wes arep metu lha kok Yai Muwafiq… Gus Muwafiq. Akhire malah sungkem. Lhoh njenengan…?”

Mendengar bagian itu, tawa jamaah berubah menjadi senyum penuh makna. Kemarahan yang tadinya menggelegak mendadak luluh hanya karena melihat sosok yang dihormati. Seperti hujan yang tiba-tiba reda sebelum jatuh menjadi badai.

“Weh nguyoh suwe ora eram,” cerita Gus Iqdam menirukan ucapan Gus Muwafiq saat itu.

Gelak tawa kembali pecah. Akan tetapi, di balik kisah sederhana itu tersimpan fenomena yang dekat dengan kehidupan manusia. Dalam teori fenomenologi, seseorang memahami makna hidup dari pengalaman yang dialaminya secara langsung. Gus Iqdam tidak sedang mengajarkan teori rumit, tetapi memperlihatkan bagaimana pengalaman kecil di kamar mandi justru berubah menjadi pelajaran besar tentang menghormati orang lain dan mengendalikan diri.

“Akhire… yo sungkem wae awak dewe… awak dewe panggah menghormati beliau, piyantun sepuh…” ucap Gus Iqdam dengan nada lembut.

Kalimat itu meluncur sederhana, tetapi terasa seperti embun yang jatuh pelan ke hati jamaah. Di situlah tampak nilai adab sebelum ilmu dan sikap andhap asor yang masih dijaga Gus Iqdam. Meski dikenal ribuan orang dan dicintai banyak jamaah, beliau tetap menundukkan diri di hadapan ulama yang lebih sepuh. Seolah ilmu setinggi apa pun tidak akan bercahaya tanpa dihiasi hormat dan kerendahan hati.

Dari kisah sederhana itu, jamaah belajar bahwa hidup tidak selalu tentang menjadi paling hebat. Terkadang, kemuliaan justru lahir dari kemampuan menahan emosi, menghormati orang lain, dan tetap rendah hati meski berada di atas panggung kemasyhuran. Candaan bisa menjadi jalan dakwah dan adab adalah pakaian paling indah bagi orang berilmu. Sebab manusia yang besar bukanlah yang selalu dipuji banyak orang, melainkan yang tetap mampu menundukkan egonya di hadapan sesama.

*Abdullah Al-Kafi
Pegiat Literasi/Penulis Buku Gus Iqdam/Guru MTs Negeri 2 Magelang.



Pamotan, Rembang. Tiada nikmat yang benar-benar melebihi kesempatan untuk bisa berkumpul dengan para alim ulama.Dalam ra...
24/05/2026

Pamotan, Rembang. Tiada nikmat yang benar-benar melebihi kesempatan untuk bisa berkumpul dengan para alim ulama.

Dalam rangka Harlah SMK dan PP. Arrohmaniyah Pamotan, Rembang menjadi momentum berkumpulnya umat baginda Nabi yang penuh cinta dengan sholawat, serta mendengarkan sepatah duapatah kata ilmu dari para alim ulama.

Semoga kita semua senantias dalam lindungan serta keberkahan Allah SWT. Aamiin.

Rembang, 23 Mei 2026

𝐒𝐢𝐧𝐠 𝐡𝐚𝐩𝐞𝐧𝐞 𝐝𝐢𝐥𝐢𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐟𝐨𝐭𝐨 𝐢𝐤𝐢, 𝐦𝐮𝐠𝐚-𝐦𝐮𝐠𝐚 𝐫𝐞𝐣𝐞𝐤𝐢𝐧𝐞 𝐥𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫 𝐭𝐮𝐫 𝐛𝐚𝐫𝐨𝐤𝐚𝐡. 𝐀𝐚𝐦𝐢𝐢𝐧. 🤲
21/05/2026

𝐒𝐢𝐧𝐠 𝐡𝐚𝐩𝐞𝐧𝐞 𝐝𝐢𝐥𝐢𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐟𝐨𝐭𝐨 𝐢𝐤𝐢, 𝐦𝐮𝐠𝐚-𝐦𝐮𝐠𝐚 𝐫𝐞𝐣𝐞𝐤𝐢𝐧𝐞 𝐥𝐚𝐧𝐜𝐚𝐫 𝐭𝐮𝐫 𝐛𝐚𝐫𝐨𝐤𝐚𝐡. 𝐀𝐚𝐦𝐢𝐢𝐧. 🤲

Rangkaian kegiatan bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf telah berjalan dengan lancar, penuh khidmat, ...
21/05/2026

Rangkaian kegiatan bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf telah berjalan dengan lancar, penuh khidmat, dan dipenuhi keberkahan.
Semoga di setiap lantunan sholawat bukan hanya menjadi suara yang terdengar indah, tetapi juga doa yang melangit, mengetuk hati, dan menenangkan jiwa.

Di bawah langit yang sama, kami belajar bahwa cinta kepada Rasulullah ﷺ mampu menyatukan langkah, menghangatkan ukhuwah, dan menguatkan hati untuk terus berjalan di jalan kebaikan.
“Sholawat bukan sekadar lantunan, melainkan cahaya yang menuntun hati pulang menuju ketenangan.” (Rabu, 20 Mei 2026)

Yang hp nya di lewati foto ini, Semoga Berjodoh Dunia Akhirat & Rezekinya lancar Aamiin
20/05/2026

Yang hp nya di lewati foto ini, Semoga Berjodoh Dunia Akhirat & Rezekinya lancar Aamiin

20/05/2026

Suatu Nikmat yg tidak akan terlupakan bisa mengiringi Beliau🥹🤍

Address

Jalan Raya Karanggayam
Srengat
66152

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sabilu Taubah Official posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share