25/05/2026
Di hari yang dijanjikan Allah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, masih banyak manusia yang melalaikannya. Hari Arafah bukan sekadar tanggal dalam kalender hijriyah, tetapi momentum besar yang Allah muliakan. Sebuah hari ketika pintu ampunan dibuka luas, doa-doa diijabah, dan pahala dilipatgandakan. Betapa ruginya jika hari semulia ini berlalu tanpa ibadah terbaik yang mampu kita lakukan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.”
(HR. Muslim)
Satu hari puasa, namun Allah hadiahkan pengampunan dua tahun dosa. Inilah kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Maka jangan biarkan Hari Arafah berlalu hanya dengan kesibukan dunia, sementara kesempatan besar penghapus dosa ada di depan mata.
Bukan hanya puasa, Hari Arafah juga menjadi waktu terbaik memperbanyak sedekah. Sebab di hari-hari mulia, amal kebaikan dicintai Allah dan pahala dilipatgandakan. Sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan menjadi pemberat timbangan amal, membuka pintu keberkahan rezeki, dan menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara yang membutuhkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini (10 hari pertama Dzulhijjah).”
(HR. Bukhari)
Maka setiap rupiah yang dikeluarkan di hari-hari ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi pahala yang nilainya berlipat di sisi Allah. Puasa menguatkan hubungan kita dengan Allah, sedekah menguatkan hubungan kita dengan sesama.
Mari hidupkan Hari Arafah dengan puasa, doa, dzikir, dan sedekah terbaik kita. Jangan sampai kita menjadi bagian dari orang-orang yang lalai pada hari penuh kemuliaan ini. Semoga Allah menerima amal kita, menghapus dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita dengan keberkahan 10 hari terbaik di bulan Dzulhijjah. 🤍