13/06/2026
Pemkab Sragen menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan musim kemarau 2026. Sebanyak 34 desa di 9 kecamatan masuk zona rawan berdasarkan SK Bupati Sragen. BPBD Sragen juga menyiapkan 500 tangki air bersih untuk mengantisipasi kebutuhan warga jika terjadi krisis air selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, Triyono Putro, mengatakan hingga pertengahan Juni belum ada wilayah yang terdampak kekeringan. Namun kewaspadaan ditingkatkan karena intensitas hujan mulai berkurang, sementara puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus–September.
Status siaga darurat berlaku hingga akhir Juni dan dapat diperpanjang sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Jika kekeringan semakin parah, status dapat ditingkatkan menjadi Tanggap Darurat Kekeringan melalui keputusan bupati.
Daftar 34 desa rawan kekeringan meliputi: Kecamatan Tangen (Dukuh, Ngrombo, Galeh, Katelan, Jekawal, Denanyar, Sigi), Sumberlawang (Ngargotirto, Ngargosari, Cepoko, Tlogotirto, Kacangan, Pagak), Mondokan (Sumberejo, Sono, Pare, Jekani, Gemantar), Sukodono (Juwok, Gebang, Baleharjo, Karanganom), Jenar (Ngepringan, Banyurip, Jenar), Miri (Gilirejo Baru, Gilirejo, Bagor), Gesi (Poleng, Srawung, Slendro, Gesi), Masaran (Sepat), dan Tanon (Kalikobok).
Baca Selengkapnya di solopos espos id
Judul : Sragen Siaga Darurat Kekeringan, 34 Desa di 9 Kecamatan Masuk Zona Rawan
Sragen © 2026 Sragen Info