Berjalan Bersama Para Kudus

Berjalan Bersama Para Kudus Kisah Orang Kudus harian, beserta kata mutiara yang dapat saya dapatkan dari orang kudus yang diperingati.

•*10 Januari 2026*ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ*Berjalan Bersama Para Kudus**Santo Petrus Orseolo*_Arti Nama_> Petrus : Berasal ...
09/01/2026


*10 Januari 2026*
ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ
*Berjalan Bersama Para Kudus*

*Santo Petrus Orseolo*

_Arti Nama_
> Petrus : Berasal dari bahasa Yunani Πετρος (Petros) yang berarti "batu". > Ini adalah terjemahan yang digunakan dalam kitab Perjanjian Baru untuk nama Aramiac : Cephas (Kefas), yang juga berarti "batu" (Yoh 1:42).

_Profil_
Santo Petrus Orseolo atau Pietro I Orseolo, O.S.B. Cam lahir di pada tahun 928 di Udine, sebuah kota di dekat Venesia dalam sebuah keluarga yang paling berkuasa di Venesia. Nenek moyangnya, Teodota Ipato dan Orso Ipato merupakan orang yang pernah menduduki jabatan Doge (kepala negara) di Venesia. Menikah pada usia 18 tahun dengan Felicia Molipiero dan memiliki seorang anak, pada usia 20 tahun ia sudah menjadi seorang laksamana dan dikenal sebagai komandan Angkatan laut yang cakap dan berhasil menghancurkan para bajak Laut.

Pada tahun 976, Peter IV Candiano yang adalah Doge Venesia pada waktu itu terbunuh dalam sebuah kerusuhan massa yang berniat menggulingkan ia dari kekuasaan. Hal itu dipicu oleh ketidaksetujuan terhadap usaha Candiano untuk menciptakan sebuah pemerintahan monarki. Menurut rumor yang berkembang dan catatan Petrus Damianus, Peter Orseolo berada di balik peristiwa kudeta itu, namun tidak pernah terbukti. Meskipun muncul rumor itu, Orseolo terpilih untuk menempati jabatan Doge Venesia.

Sebagai doge, Orseolo menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam memulihkan ketertiban ke Venesia yang waktu itu dalam situasi kacau dan menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa dalam memperlakukan janda pendahulunya.

Petrus Orseolo juga membangun rumah sakit dan merawat para janda, anak yatim dan peziarah. Dari kantongnya sendiri, ia memulai rekonstruksi kapel ducal, yang sekarang menjadi Basilika Santo Markus, dan istana Doge, yang telah rusak selama revolusi, bersama dengan sebagian besar kota.

Di tengah segala prestasi yang ia raih, pada tanggal 01 September 978 secara diam - diam ia meninggalkan anak - istri serta jabatannya dan menjadi rahib Benediktin di Kamaldoli. Setelah itu ia pindah ke Biara Saint Micel de Cuxa (dalam bahasa Katalan: Sant Miquel de Cuixà) yang terletak di Prades (dalam bahasa Katalan: Prada), perbatasan Perancis dan Spanyol dengan diiringi oleh Abbas Guarin dan tiga orang Venesia, yang termasuk di dalamnya Santo Romualdus.

Selama di Prada, Petrus menunjukkan pola hidup asketik yang luar biasa. Meskipun ia dahulu adalah seorang terhormat, namun di biara ia rela melakukan pekerjaan paling kasar sekalipun. Diketahui ia memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai macam pekerjaan sekaligus. Setelah beberapa tahun di biara, atas dorongan St. Romualdus, ia menjadi pertapa di hutan yang terletak di sekitar biara. Setelah menjalani hidup sebagai pertapa selama tujuh tahun, Petrus Orseolo meninggal dunia pada tahun 987. Tubuhnya kemudian dimakamkan di kota Prades, dan banyak mukjizat yang terjadi di sekitar makamnya.

Referensi:
http://catholicsaints.info/saint-peter-orseolo/
http://katakombe.org/para-kudus/item/petrus-orseolo.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Pietro_I_Orseolo
http://www.saintpatrickdc.org/ss/0110.shtml
Background Image:
https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Pietro_I_Orseolo

•*10 Januari 2026*ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ*Berjalan Bersama Para Kudus**Santo Paus Agathus I*_Arti Nama_> Agathus adalah be...
09/01/2026


*10 Januari 2026*
ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ
*Berjalan Bersama Para Kudus*

*Santo Paus Agathus I*

_Arti Nama_
> Agathus adalah bentuk Maskulin dari nama : Agatha
> Berasal dari kata Yunani αγαθος (agathos) yang berarti : "Baik" atau "indah"

_Nama Lain_
> Pope Saint Agatho
> Agathon

_Perlindungan_
> Palermo, Italia

_Penampilan_
> Paus memegang salib panjang

_Profil_
Santo Paus Agathus adalah paus ke-79 yang memimpin gereja sejak 27 Juni 678 sampai hari kematiannya 10 Januari 681. Tidak ada catatan tentang paus Agathus sebelum ia terpilih menjadi pemimpin gereja. Diperkirakan ia dilahirkan di Sisilia atau Palermo dan sudah menikah selama 20 tahun sebelum kemudian dengan ijin istrinya memutuskan menjadi seorang biarawan di Biara Santo Hermes yang terletak di Palermo. Diketahui bahwa ia adalah seorang usahawan yang sangat berhasil dari segi finansial.

Sebuah versi lain yang kurang populer memperkirakan ia berasal dari Yunani dan menjadi biarawan disebuah biara di Palermo, Sisilia. Di biara ini, ia kemudian diangkat menjadi abbas (pemimpin biara) karena kesalehan hidup dan kepandaiannya.

Kapan ia ditahbiskan menjadi imam tidak diketahui dengan pasti, namun diperkirakan berada di antara golongan kaum klerus ketika terjadi peperangan antara Sisilia melawan Khalifah Islam di pertengahan abad ketujuh. Pengalaman sebagai seorang usahawan yang berhasil membawanya pada jabatan sebagai bendahara gereja di Roma. Ketika Paus Donus wafat, ia terpilih menjadi penerusnya dalam pontifikat.

Tidak lama setelah Paus Agathus menjabat, St. Wilfrid, Uskup York datang kepadanya untuk meminta keadilan. Saat itu Wilfrid telah dibuang dari jabatannya oleh Theodore, Uskup Agung Canterbury, yang telah membagi keuskupan York menjadi tiga dan telah menunjuk tiga uskup baru. Sebuah sinode kemudian diselenggarakan di Lateran, dan diputuskan bahwa sudah selayaknya bila keuskupan York dibagi menjadi tiga, namun seharusnya Wilfrid tetap ditunjuk sebagai uskup di wilayahnya.

Paus Agathus juga melakukan negosiasi antara Tahta Suci dan Konstantinus IV tentang campur tangan Pemerintahan Bizantium dalam pemilihan paus. Konstantinus berjanji pada Agatho untuk menghapuskan atau mengurangi pajak yang harus dibayar para paus kepada kekaisaran pada waktu konsekrasi mereka.

Event besar yang terjadi dalam masa kepemimpinan Paus Agathus adalah Pertemuan Ekumenis VI (disebut juga Konsili Konstantinopel III) yang berlangsung antara tahun 680 - 681, yang terjadi setelah masa penyerangan kaum muslim atas Konstantinopel berakhir. Pertemuan itu terselenggara berkat dukungan Kaisar Byzantium Konstantinus IV. Konsili ini digelar untuk mengutuk ajaran sesat Monothelisme, yang telah diberi kelonggaran oleh para paus pendahulu. Bidaah ini mengajarkan bahwa Kristus hanya mempunyai satu kodrat Ilahi, meskipun Ia memiliki dua kodrat: Ilahi sekaligus duniawi. Sebelum Konsili ini berakhir, Paus Agathus meninggal karena serangan wabah penyakit yang melanda kota Roma dan dimakamkan di basilika Santo Petrus pada tanggal 10 Januari 681. Meskipun ia tidak mengikuti konsili sampai selesai, namun pertemuan yang diselenggarakan itu tercatat mampu mengakhiri pengaruh monothelisme, sekaligus menyembuhkan luka yang terjadi akibat bidaah itu.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Pope_Agatho
http://katakombe.org/para-kudus/item/agathus.html
http://catholicsaints.info/pope-saint-agatho/

•*10 Januari 2026*ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ*Berjalan Bersama Para Kudus**Santo William de Bourges*_Arti Nama_> Topi Baja (Pe...
09/01/2026


*10 Januari 2026*
ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ
*Berjalan Bersama Para Kudus*

*Santo William de Bourges*

_Arti Nama_
> Topi Baja (Pelindung) yang perkasa.

_Nama Lain_
> Guillaume de Bourges
> William Berruyer
> William de Don Jeon
> William the Confessor

_Perlindungan_
> Universitas Paris

_Profil_
William de Bourgess atau Guillaume de Donjeon dilahirkan sekitar tahun 1140 di Puri Arthel di dekat Navers dalam sebuah keluarga bangsawan Perancis yang kaya, sebagai salah satu dari delapan bersaudara putra pasangan Baudoin (Baldwin) de Corbeil dan Eustachia de Châtillon.

Ayahnya, Baldwin mengendaki agar ia meneruskan tradisi keluarga untuk berkarir di bidang militer, sama seperti saudaranya Guy. Namun suatu kesalahan dibuat ayahnya karena mempercayakan pendidikan William kepada Peter, pamannya dari pihak ibu yang adalah Diakon Agung di Soisson. Seperti pepatah yang mengatakan bahwa murid dari seorang santo akan menjadi seorang santo p**a, dalam diri William tumbuh panggilan untuk menjalani hidup religius. Segera ia kehilangan hasrat untuk mengenakan baju zirah, ketentaraan dan karir cemerlang yang ada di depan matanya.

William kemudian mempersiapkan diri untuk menjadi seorang imam dan bergabung dengan biarawan dari ordo Grandmontines (Order of Grandmont). Ketika bergabung dengan ordo itu, ia mempraktekkan semangat matiraga yang luar biasa, sampai pada tahun 1167 terjadi perselisihan di antara anggota ordo. Hal itu membuatnya memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Cistercian, dan menerima jubah ordo di Biara Pontigny yang terletak di selatan Perancis. Pada 1884 ia menjadi kepala biara untuk Fontaine-Jean dekat Sens dan kemudian di Chaalis dekat Senlis dari 1187 hingga 1200. Teman-teman biarawan mengaguminya, meskipun ia sendiri tidak berusaha menampilkan kesan yang baik kepada siapa pun.

St. William memiliki devosi yang mendalam kepada Yesus dalam Sakaramen Mahakudus dan s**a menghabiskan waktu berkontemplasi di kaki altar. Selain itu, ia tampak selalu gembira meskipun sebuah pola matiraga yang cukup keras selalu ia jalani, yaitu dengan berpantang daging dan hanya mengenakan baju dari kain goni. Ketika ia dipilih sebagai pemimpin biara dalam komunitasnya, ia tetap rendah hati. Ketika Uskup Agung Bourges wafat pada tahun 1200, William dipilih untuk menggantikannya. Walau ia bersyukur ditahbiskan sebagai uskup, tetapi sedih karena segala perhatian yang akan diterimanya. Meskipun menjabat sebagai uskup, ia tetap rendah hati dengan melakukan silih bagi jiwanya sendiri dan bagi pertobatan orang-orang berdosa.

Walaupun William s**a menghabiskan waktu bersama Tuhan dalam Sakramen Mahakudus, ia tahu bahwa merupakan kewajibannya sebagai uskup agung untuk pergi berkeliling ke seluruh wilayah keuskupannya dengan senang hati, merayakan Ekaristi dan mewartakan iman. Pembangunan gedung Katedral yang dimulai oleh pendahulunya tahun 1905 berhasil ia selesaikan pada tahun 1208. Kontribusinya juga sangat besar dalam membendung intervensi kerajaan terhadap kaum klerus. Pada saat Paus Innocentius III melarang Raja Philip II menceraikan istrinya, uskup juga terkena dampak dari kemarahan sang raja.

Orang-orang miskin dan yang sakit tidak pernah ia lupakan dengan selalu menghibur mereka dan membawa mereka kepada Kristus. Ketika sedang mempersiapkan diri melawan bidaah Albigenisme (Katarisme), Uskup Agung William diketemukan wafat pada tanggal 10 Januari tahun 1209. Saat itu ia sedang bermeditasi di bawah altar sakramen mahakudus. Kemudian ia dimakamkan di Katedral Bourges. Orang yang berdoa di makamnya mulai melaporkan terjadinya mukjizat-mukjizat.

William dinyatakan kudus pada tahun 1218 oleh Paus Honorius III dan dinyatakan sebagai santo pelindung Universitas Paris.

Referensi:
http://katakombe.org/para-kudus/item/william-de-bourges.html
http://en.wikipedia.org/wiki/William_of_Donjeon
http://catholicsaints.info/saint-william-of-bourges/
https://anastpaul.com/2021/01/10/saint-of-the-day-10-january-saint-william-of-bourges-o-cist-c-1140-1209/

•*09 Januari 2026*ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ*Berjalan Bersama Para Kudus**Beata Paulina-Maria Jaricot*_Arti Nama_> Paulina me...
08/01/2026


*09 Januari 2026*
ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ
*Berjalan Bersama Para Kudus*

*Beata Paulina-Maria Jaricot*

_Arti Nama_
> Paulina merupakan bentuk feminim dari Paulus yang memiliki makna "Kecil", "rendah hati"
> Dalam bahasa Arab, Maria berasal dari kata Maryam yang berarti Lautan kepahitan atau lautan kepedihan. Namun jika dihubungkan dengan kosakata paling serupa dalam bahasa Mesir Mry dapat diartikan sebagai kesayangan atau cintaku.

_Perlindungan_
> Orang Miskin
> Menghadapi Kemiskinan atau Pemiskinan
> Perhimpunan Rosario Hidup (Association of the Living Rosary)
> Perhimpunan Penyebaran Iman (Society of the Propagation of the Faith)

_Profil_
Paulina-Marie Jaricot lahir pada 22 Juli 1799 di Lyon, Perancis, dalam keluarga industriawan yang kaya raya. Pada usia tujuh belas tahun, sebuah kecelakaan serius membuatnya mengalami kerusakan saraf yang memengaruhi gerakan dan bicaranya. Kemudian ibu dan kakak laki-lakinya meninggal. Jaricot mengisolasi diri sementara kesehatannya terus memburuk. Kondisinya, yang sekarang diduga sebagai Sydenham's chorea, perlahan membaik. Ia mulai menjalani kehidupan yang penuh dengan doa, dan pada Hari Natal tahun 1816, ia mengucapkan sumpah keperawanan abadi. Ia mendirikan sebuah perkump**an doa di antara para pelayan perempuan yang saleh, yang anggotanya dikenal sebagai "Réparatrices du Sacré-Coeur de Jésus-Christ".

Paulina memulai dengan langkah-langkah kecil namun mendasar: hidup sederhana, berdoa, dan membantu pekerja di pabrik keluarganya secara rohani maupun material. Awal hidupnya ini menjadi fondasi bagi segala karya besar yang akan dirintisnya. Terinspirasi oleh kisah para misionaris dan didorong kesadaran bahwa seluruh umat beriman dipanggil untuk mendukung misi Gereja, ia menciptakan sistem "perserikatan sepuluh". Setiap anggota berjanji untuk mendoakan para misionaris dan menyumbang satu sen per minggu, sambil mencari sepuluh orang lain untuk melakukan hal sama.

Metode jaring-jaring sederhana ini terbukti luar biasa efektif, mengumpulkan dana dan dukungan doa yang masif dari kaum awam biasa, suatu konsep yang revolusioner pada masa itu. Hal ini akhirnya mengarah pada pendirian Society for the Propagation of the Faith pada tahun 1822, yang didedikasikan untuk mendukung upaya misionaris di seluruh dunia. Pada tanggal 3 Mei 1922 Paus Pius XI menyatakan "Society for the Propagation of the Faith" sebagai "Pontifical".

Pembimbing spiritual Pauline selama bertahun-tahun adalah imam Santo Yohanes Vianney. Pada tahun 1822, ia mengatur pencetakan dan distribusi literatur keagamaan, karena yakin bahwa informasi tentang misi harus dipublikasikan. Kemudian, Serikat yang akan datang menerbitkan Annales, sebuah majalah berkala yang berisi laporan dari berbagai wilayah misi yang bertujuan untuk meningkatkan minat pada Serikat dan misi.

Tidak berhenti di situ, Paulina juga menjadi pelopor dalam gerakan kesadaran sosial. Melihat kondisi buruh pabrik yang menyedihkan di kotanya, ia mendirikan "Dana Kebangkitan Rohani" yang kemudian berkembang menjadi "Perserikatan Hidup Rohani". Karyanya ini bertujuan meningkatkan kondisi spiritual, moral, dan material para pekerja. Ia bahkan membeli sebuah pabrik percontohan untuk menerapkan upah yang adil dan kondisi kerja yang manusiawi, jauh sebelum ajaran sosial Gereja dikembangkan secara formal. Ini menjadikannya salah satu perintis keadilan sosial industrial di abad ke-19.

Namun, perjalanan hidup Paulina tidak mulus. Di puncak karyanya, ia menghadapi tantangan dan penderitaan berat. Beberapa proyek sosial dan investasinya gagal, membuatnya jatuh miskin dan terlilit hutang. Ia bahkan sempat ditipu dan dikucilkan oleh orang-orang terdekat. Dalam kemiskinan dan penyakit, ia tetap menunjukkan ketabahan dan penyerahan diri yang luar biasa. Masa-masa suram ini justru menyempurnakan kekudusannya, di mana ia mempersatukan penderitaannya dengan sengsara Kristus untuk keselamatan jiwa-jiwa. Paulina juga pernah menderita penyakit serius, kemudian ia melakukan perjalanan ziarah ke Mungano, Italia. Di sana, pada tanggal 10 Agustus 1835, ia sembuh, dan yakin bahwa kesembuhannya berkat perantaraan Santa Philomena.

Terlepas dari segala pergumulan, warisan Paulina-Marie Jaricot tetap hidup dan berkembang. Karyanya yang paling abadi, Perserikatan Penyebaran Iman, pada tahun 1922 secara resmi diambil alih oleh Takhta Suci dan menjadi salah satu Karya Kepausan untuk Penyebaran Iman, yang hingga hari ini menjadi sokongan dana dan doa terpenting bagi misi Gereja Katolik di seluruh dunia. Semangatnya melibatkan setiap orang beriman dalam misi global telah mengubah wajah karya misioner Gereja.

Gereja secara resmi mengakui kekudusan hidupnya. Setelah proses panjang, Paulina-Marie Jaricot dibeatifikasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 22 Mei 2022. Gelar Beata yang disematkan kepadanya bukan hanya pengakuan atas karya organisasinya yang genius, tetapi lebih lagi atas hidupnya yang penuh cinta, ketekunan dalam iman, dan pelayanan tanpa pamrih kepada Gereja dan kaum yang paling miskin. Ia menjadi teladan bagaimana seorang awam, dengan kreativitas dan ketekunan, dapat menggerakkan perubahan rohani dan sosial yang berdampak global.

_Referensi_
https://en.wikipedia.org/wiki/Pauline_Jaricot
https://catholicsaints.info/blessed-pauline-marie-jaricot/

•*09 Januari 2026*ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ*Berjalan Bersama Para Kudus**Santo Adrianus dari Canterbury*_Arti Nama_> Nama in...
08/01/2026


*09 Januari 2026*
ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ
*Berjalan Bersama Para Kudus*

*Santo Adrianus dari Canterbury*

_Arti Nama_
> Nama ini berasal dari akar bahasa Latin: Hadria> Hădrĭānus, yang berarti "dari kota Hadria". Kota itu kemudian dipergunakan untuk menamai Laut Adriatik.

_Profil_
Adrianus terlahir dengan nama Hadrian pada tahun 635 di Libya Cyrenaica, Afrika Utara dan meninggal di Canterbury, Inggris, 9 Januari 710. Orang tuanya bermigrasi ke Naples, Italia pada tahun 640 untuk menghindari invasi bangsa Arab ke daerahnya. Dalam usia yang masih sangat muda ia sudah menjadi biarawan Benediktin di Niridanum (atau Nisidanum, karena terletak di p**au Nisida), Pulau Nisida (Nerida) yang terletak di lepas pantai Naples. Adrianus kemudian diangkat menjadi Abbas di tempat itu. Di sana ia berkenalan dengan Kaisar Konstantinus II, yang kemudian memperkenalkannya kepada Paus Saint Vitalian. Singkat cerita ia akhirnya dijadikan penasehat oleh Paus Vitalian.

Setelah wafatnya Santo Deusdedit, uskup agung Canterbury (Inggris), Paus Santo Vitalian memilih Adrian untuk menempati posisi uskup karena pembelajaran dan kesalehannya yang luar biasa. Adrian tampaknya menjadi pemimpin yang sempurna untuk sebuah negara yang baru saja mengenal agama Kristen itu. Namun Adrian menolak mengatakan bahwa dia tidak cocok untuk martabat yang begitu besar, dan mengatakan bahwa dia akan menemukan orang lain yang lebih cocok untuk tugas itu.

Kandidat pertama yang diajukan terlalu rapuh kesehatannya (versi lain menyebutkan bahwa Adrianus menunjuk Andrew, seorang abbas biara di dekatnya yang tentu saja menolak karena merasa inferior jika dibandingkan dengan Adrianus), sehingga Paus kembali memerintahkan agar Adrianus segera menempati jabatan itu. Sekali lagi ia memohon agar diberikan waktu untuk mencari orang yang lebih sesuai. Kebetulan saat itu seorang biarawan berkebangsaan Yunani dari Tarsus bernama Theodore sedang berada di Roma. Adrian menunjukkan Theodore kepada paus. Theodore kemudian bersedia menjadi uskup agung Canterbury, tetapi hanya jika Adrian setuju untuk datang ke Inggris dan membantunya. Adrian siap menyetujui persyaratan ini. Disepakati bahwa Adrian akan menemani Theodore ke Inggris sebagai asisten dan penasihatnya. Pada tanggal 26 Maret 668, Theodore ditahbiskan sebagai uskup agung Canterbury dan dua bulan kemudian keduanya berlayar ke Inggris.

Mereka berdua menjadi tim yang sempurna. Theodore kemudian menunjuk Adrian menjadi Abbas biara Saint Peter yang didirikan oleh St. Agustinus dari Canterbury. Kemudian ia juga memanggil Santo Augustinus untuk menjadi pengajar bahasa Yunani dan Latin, di mana ia selanjutnya mengajar selama 39 tahun. Pada saat itu ilmu dan keutamaan Adrian sangat bermanfaat. Selain pelajaran bahasa, Adrian mengajarkan puisi, astronomi dan matematika, serta Kitab Suci dan moralitas.

Sekolah itu menjadi terkenal karena pengajarannya dan melahirkan banyak tokoh terkemuka seperti Saints Aldhelm dan Oftfor. Bede mencatat bahwa Santo Adrian "sangat terpelajar dalam Kitab Suci, sangat berpengalaman dalam mengelola gereja dan biara, dan seorang sarjana Yunani dan Latin yang hebat". Sebagai tambahan ia juga menyebutkan bahwa semua siswa Adrianus sangat mahir dalam berbahasa Yunani dan Latin, seperti layaknya mereka menggunakan bahasa ibunya.

Abbas juga membantu uskup agung dalam tugas penggembalaannya. Tidak diragukan lagi bahwa perkembangan Gereja Inggris pada zaman Theodore adalah berkat kontribusi besar dari St. Adrian. Mereka berdua sangat berhasil dalam mewartakan Injil di daerah yang relatif masih dihuni oleh kaum pagan.

Di bawah kepemimpinan Adrian, sekolah Canterbury menjadi sebuah pusat pendidikan di Inggris. Selama hidupnya ia dikenal karena mukjizatnya dalam membantu siswa menghadapi kesulitan menguasai pelajaran mereka, dan berbagai mukjizat yang lain dikaitkan dengan makamnya di Gereja Santo Augustinus.

Referensi :
http://www.saintpatrickdc.org/ss/0109.shtml
http://catholicsaints.info/saint-adrian-of-canterbury/
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Adrian_of_Canterbury

•*09 Januari 2026*ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ*Berjalan Bersama Para Kudus**Santo Julianus dan Santa Basilissa dari Antiokhia*_...
08/01/2026


*09 Januari 2026*
ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ
*Berjalan Bersama Para Kudus*

*Santo Julianus dan Santa Basilissa dari Antiokhia*

_Arti Nama_
> Julianus = Variasi dari nama Julius
> Julius adalah nama Romawi yang mungkin berasal dari kata Yunani ιουλος (ioulos) yang berarti : "berjanggut, berbulu halus".
> Basilissa adalah bentuk feminim dari nama Basilius. Berasal dari bahasa Yunani : Βασιλειος (Basileios) yang berarti : Raja

_Perlindungan_
> Arbós, Spanyol
> Argentona, Spanyol
> Campos, Spanyol
> Galliners, Spanyol
> Llissa de Munt, Spanyol
> Morella, Spanyol
> San Julián de Loria, Andorra
> San Julián de Ramis, Spanyol
> San Julián de Vilatorta, Spanyol
> Somió, Spanyol
> Verges, Spanyol

_Profil_
Santo Julian dan Basilissa (wafat sekitar tahun 304) adalah suami-istri. Mereka adalah para martir Kristen yang meninggal di Antiokhia (atau mungkin di Antinoe, Mesir) pada masa pemerintahan Diokletianus di awal abad keempat. Menurut Martyrologi Romawi tanggal kemartiran mereka pada 9 Januari, sementara menurut Menaea Yunani terjadi pada 08 Januari.

Tidak banyak informasi mengenai pasangan suami istri ini. Julianus diperkirakan sudah menjadi Kristen semenjak sebelum menikah dan mempunyai tekad untuk tetap menjaga kesuciannya, namun dipaksa untuk menikah dengan Basilisa oleh keluarganya. Mereka kemudian sepakat untuk saling menghormati kesucian masing - masing. Julianus bahkan berhasil mendorong Basilisa untuk mendirikan sebuah biara untuk para wanita, di mana Basilisa kemudian menjadi seorang superior. Sementara untuknya sendiri, ia mengumpulkan sejumlah besar biarawan dan melakukan arahan mereka.

Cinta akan iman Kristiani mendorong mereka melakukan sesuatu yang gagah berani: mereka mengubah biara mereka menjadi sebuah rumah sakit besar yang mampu menampung hingga 1000 pasien. Dengan demikian, mereka dapat merawat mereka yang sakit dan miskin yang membutuhkan pertolongan mereka (karena alasan ini, Julianus sering disalah artikan dengan St Julianus Hospitaller).

St. Julianus merawat pasien pria, sementara St. Basilissa merawat pasien perempuan. Pasangan ini menemukan Yesus dalam diri orang-orang yang mereka layani. Mereka melakukan apa yang mereka lakukan itu karena cinta, bukan karena uang ataupun maksud-maksud tertentu.

Tidak banyak yang kita ketahui mengenai kehidupan pasangan suci ini. Menurut tradisi bahwa Basilisa wafat lebih dulu setelah menjalani berbagai macam siksaan. Sementara Julianus tetap melanjutkan karya mereka sampai ia mati sebagai martir bersama kelompok yang terdiri dari Celsus (seorang pemuda), Marcionilla (ibu Celsus), Anthony (seorang imam) dan Anastasius (seorang katekumen, yang menjadi Kristen setelah dibangkitkan dari kematian oleh Julianus). Mereka kemudian juga dikenal sebagai para martir dari Antiokhia.

*Setiap Martir Adalah Benih Bagi Pertumbuhan Gereja*

Referensi
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Julian_and_Basilissa
http://catholicsaints.info/martyrs-of-antioch-9-january/
http://katakombe.org/para-kudus/item/julianus.html
http://katakombe.org/para-kudus/item/basilissa.html
http://catholicsaints.info/saint-anastasius-of-antioch/
http://catholicsaints.info/saint-anthony-of-antioch
http://catholicsaints.info/saint-anastasius-of-antioch/
http://catholicsaints.info/saint-basilissa-of-antioch
http://catholicsaints.info/saint-julian-of-antioch
http://catholicsaints.info/saint-marcionilla-of-antioch

•*08 Januari 2026*ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ*Berjalan Bersama Para Kudus**Santo Apolinaris Klaudius*_Arti Nama_> Nama Yunani ...
07/01/2026


*08 Januari 2026*
ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ
*Berjalan Bersama Para Kudus*

*Santo Apolinaris Klaudius*

_Arti Nama_
> Nama Yunani yang diturunkan dari kata Apollo (nama salah satu dewa Yunani kuno)
> Apollo sendiri dalam mitologi Yunani adalah dewa untuk cahaya, matahari, pengobatan, pemanah, pemusik dan penyair. Juga terkenal dengan kemampuan untuk bernubuat dan melihat masa depan.
> Sedangkan klaudius dapat diartikan sebagai kelemahan atau kelembutan.

_Nama Lain_
> Saint Apollinaris the Apologist
> Apollinaris of Hierapolist
> Claudius Apollinaris
> Apollinare of Gerapoli

_Perlindungan_
> Melawan kelaparan
> Penenun
> Tahanan
> kebun anggur
> Bavaria, Jerman
> Keuskupan Linz, Jerman

_Profil_
Santo Apolinaris Klaudius adalah uskup kota Hieropolis, Phyrigia pada abad kedua, yang menjadi terkenal karena perjuangannya melawan ajaran bidaah di masa itu, terutama dari golongan Ecthesis dan Montanisme. Karyanya di antaranya adalah dua buah buku untuk membela iman Kristiani terhadap orang-orang Yahudi dan lima buah buku iman untuk melawan orang-orang kafir.

Pada tahun 177 Apollinaris menerbitkan sebuah "Apologia" bagi umat Kristen, untuk membela ajaran iman dihadapan Kaisar Markus Aurelius. Konon pembelaannya sungguh meyakinkan Kaisar, berkat mukjizat yang dibuatnya tatkala pas**an Kaisar di kepung dan akan dipermalukan oleh Quadi di Moravia. Ke-12 legion tentaranya yang beragama Kristen diajaknya berdoa bersama-sama sebelum bertempur. Hasilnya musuh dapat dikalahkan dengan mudah.

Dalam bukunya yang terkenal, Historia Ecclesiastica (Sejarah Gereja), Eusebius dari Kaisarea menulis tentang Santo Apollinaris dan perjuangannya melawan bidaah Montanisme;

```"Umat beriman dari Asia, pada banyak waktu dan tempat, datang bersama-sama untuk berkonsultasi tentang masalah Montanus dan para pengikutnya, doktrin-doktrin mereka diperiksa, dan dinyatakan asing dan fasik".```

Kapan dan bagaimana Apollinaris meninggal tidak diketahui secara pasti, namun beberapa kalangan memperkirakan ia wafat pada masa pemerintahan Markus Aurelius. Buku-buku dan tulisannya saat ini tidak dapat ditemukan lagi dan dinyatakan hilang. Sementara hari rayanya diperingati setiap tanggal 8 Januari.

Referensi :
http://katakombe.org/para-kudus/item/apolinaris-klaudius.html
http://catholicsaints.info/saint-apollinaris-the-apologist/
https://en.wikipedia.org/wiki/Apollinaris_Claudius

•*08 Januari 2026*ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ*Berjalan Bersama Para Kudus**Santo Laurensius Giustiniani*_Arti nama_> Berasal d...
07/01/2026


*08 Januari 2026*
ɢʀᴜᴘ ᴡʜᴀᴛsᴀᴘᴘ ʟɪᴛᴜʀɢɪ
*Berjalan Bersama Para Kudus*

*Santo Laurensius Giustiniani*

_Arti nama_
> Berasal dari bahasa latin: "Laurentius" yang berarti "Orang Laurentum". > Laurentum adalah nama sebuah kota di Italia pada jaman Romawi kuno.
> Giustiniani merupakan variasi dari Justin yang berarti adil, fair.

_Perlindungan_
> atriarkal Venesia

_Penampilan_
> mendistribusikan bejana Gereja selama masa kelaparan;
> dengan sebuah salib episkopal dan panji-panji dibawa di depannya dan sebuah topi uskup di belakangnya;
> memegang buku, tangannya terangkat untuk memberkati;
> memberi sedekah

_Profil_
Laurensius dilahirkan di Venice, Italia, pada tahun 1381 dalam sebuah keluarga bangsawan, yang telah melahirkan banyak cendekiawan, negarawan, imam dan orang kudus. Namun leluhurnya berpindah ke Konstantinopel karena suatu alasan politik. Meskipun ayahnya, Bernard Giustiniani meninggal ketika ia masih kanak-kanak, ibunya yang saleh benar - benar membaktikan diri untuk kesejahteraan anak - anaknya dan memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang terbaik. Kesalehan ibunya itu mengilhami jalan hidupnya, sehingga sejak kecil Laurensius selalu mengatakan kepada ibunya bahwa ia ingin menjadi seorang kudus, seorang santo. Karena itu ibunya sering berpikir bahwa puteranya telah berkhayal terlalu tinggi.

Ketika usianya sembilanbelas tahun, Laurensius merasa bahwa ia harus melayani Tuhan dengan suatu cara yang istimewa. Laurensius dikatakan memiliki sebuah penglihatan tentang Kebijaksanaan Abadi dalam rupa seorang gadis yang dikelilingi oleh cahaya, yang mengundangnya untuk mencari kebahagiaan itu daripada memuaskan hasrat duniawi. Kemudian ia meminta nasehat kepada pamannya, Marino Querino, yang merupakan seorang imam dari kongregasi St. Agustinus di San Giorgio yang terletak di Pulau Alga, satu mil dari Venesia. Pater Morino mengatakan “Apakah kamu memiliki keberanian untuk meninggalkan kesenangan duniawi dan menghabiskan hidupmu dalam biara dengan melakukan silih?” tanya pamannya. Cukup lama Laurensius tidak menjawab. Kemudian ia menatap salib dan berkata, “Engkau, oh Tuhan, adalah harapanku. Dalam Salib ada ketenteraman serta kekuatan.”

Pater Morino Querino merekomendasikan agar ia mengambil peran sebagai pertapa di rumahnya dulu, yaitu dengan mencoba menjalani kehidupan religius dengan mengesampingkan penghormatan, kekayaan, dan kesenangan duniawi, sebelum memasuki kehidupan religius yang sesungguhnya di biara. Namun ibunya khawatir hal itu akan merusak kesehatannya dan mencoba mengalihkannya dengan mengatur pernikahan.

Tetapi kemudian Laurensius lebih memilih hidup religius dan bergabung Komunitas St. Agustinus di biara pamannya itu. Tugas pertamanya sebagai seorang biarawan Agustin sangat berat, yaitu diminta untuk pergi ke kotanya dan meminta-minta sumbangan bagi biaranya. Ini mungkin juga sebuah ujian yang sengaja diberikan oleh para pemimpin biara bagi putra bangsawan ini. Laurensius tanpa ragu-ragu pergi ke kota untuk mengemis, karena ia tahu bahwa derma uang ataupun barang akan berguna bagi karya Tuhan. Bahkan ia mengetuk pintu rumahnya sendiri dan meminta derma.

Ibunya dengan berlinang airmata membujuknya untuk meninggalkan biara. Tapi karena Laurensius dengan tegas menolak maka sang ibu kemudian berusaha mengisi kantongnya dengan banyak uang dan makanan agar anaknya dapat segera p**ang ke biaranya dan tidak perlu mengemis lagi. Laurensius hanya menerima uang secukupnya dan dua potong roti, lalu pergi ke rumah sebelah untuk meminta derma lagi. Dengan demikian, ia belajar bagaimana mengikis egonya dan mempraktekkan penyangkalan diri. Imannya semakin tumbuh dalam kasihnya kepada Tuhan.

Suatu hari seorang sahabatnya datang membujuk Lorenzo untuk meninggalkan kehidupan di biara. Laurensius dengan indahnya menjelaskan kepada temannya itu tentang betapa singkatnya hidup ini dan betapa bijaksananya untuk melewatkan hidup demi kerajaan surga. Temannya amat terkesan dan malah terdorong untuk menjadi seorang biarawan juga.

Pada 1406, Laurence ditahbiskan menjadi imam dan berkarya di San Giorgio. Kehidupan doa dan matiraga yang sangat mendalam yang dilakukannya seringkali menuntunnya pada suatu pengalaman rohani yang luar biasa dan membuatnya dianugerahi kemampuan untuk menuntun jiwa - jiwa. Air matanya sering mengalir saat ia mempersembahkan Misa Kudus, dan mampu mempengaruhi semua orang yang melihatnya dan menggugah semangat mereka untuk memperbarui iman.

Setelah itu, ia diangkat menjadi pemimpin di kongregasinya, yang mana pada saat ia masuk ke dalam posisi itu sedang berusaha mengadopsi aturan yang berbeda. Laurensius kemudian menyelesaikan aturan ini dengan menulis konstitusinya, sehingga ia seringkali dianggap sebagai pendiri kedua dari ordo para imam ini. Selain itu ia juga banyak berkhotbah dan mengajarkan teologi di berbagai tempat.

Pada tahun 1433 Paus Eugene IV menunjuk Laurensius untuk menjadi uskup di Costello, yang mana daerah Venesia termasuk dalam cakupannya. Meskipun ia sendiri kurang senang akan hal itu, dan memohon agar ditunjuk uskup yang lebih layak, namun pada akhirnya ia menerimanya. Pada waktu ia memasuki katedral, hal itu dilakukannya dengan diam - diam sehingga tidak ada temannya yang mengetahui tentang penunjukannya hingga saat pentahbisannya.

Senat Republik Venesia, khawatir bahwa perubahan ini dapat menyebabkan berkurangnya hak prerogatif mereka, sehingga memulai sebuah persidangan yang membahas tentang jurisdiksi Laurensius. Di hadapan sidang, dengan rendah hati Laurensius mengatakan bahwa ia merasa tidak layak dan terbebani untuk menduduki jabatan yang ia emban sekarang, dan dengan senang hati akan merelakannya jika mereka menghendaki. Sikapnya ini mempengaruhi semua orang yang hadir, dan ia memenangkan dukungan mereka, yang menghendaki agar ia tetap menghormati keputusan dari Tahta Suci.

Karena itu Laurence menerima jabatan barunya dan terus bekerja sekuat tenaga sehingga reputasinya untuk kebaikan dan amal meningkat. Umatnya menyambut dengan gembira karena mengetahui bahwa uskup baru mereka adalah biarawan pengemis yang sehari - hari meminta derma pada mereka. Hati uskup Laurensius yang lembut dan kudus membuat orang berbondong-bondong datang kepadanya setiap hari untuk memohon pertolongannya.

Sebagai uskup di daerah yang disebut sebagai "Jewel of the Adriatic" (Berlian di Laut Adriatik), Laurensius melakukan banyak hal, di antaranya dengan memugar Gereja Santo Markus dan beberapa gereja lainnya; selain itu ia juga meningkatkan keindahan dalam pelayanan, menambahkan paroki-paroki baru, mencoba mengangkat karya pastoral, dan mengilhami baik para imam dari semua golongan dengan teladannya. Segala pertentangan yang terjadi selama masa pemerintahannya dihadapi dengan kesabaran dan kelembutan. Hal ini semakin meningkatkan partisipasi dan semangat umat, yang tak henti berbondong - bondong mendatanginya untuk meminta bantuan spiritual dan material.

Dalam keseharian tidak ada yang mampu menandinginya dalam hal kesederhanaan dan kemurahan hati, meskipun tercatat ia hanya sedikit memberikan bantuan dalam wujud uang kepada seseorang, karena itu adalah pemborosan. Ketika ditanya tentang itu, ia menjawab, "Sedikit tidak akan cukup untukmu; dan jika saya memberimu banyak, itu sama saja dengan merampok orang miskin." Namun di luar itu, tangannya sangat terbuka bagi yang meminta makanan dan pakaian. Bahkan ia rela mencarikan pekerjaan bagi para ibu yang membutuhkan, namun malu untuk mengungkapkan.

Tulisan - tulisan kontemplasi dari St. Laurensius semua menceritakan tentang sebuah kesempurnaan hidup tingkat tinggi yang mengalir dalam kesederhanaan. Menjelang ajalnya, St. Laurensius menolak berbaring di tempat tidur yang nyaman dari bulu yang sudah disediakan baginya. “Tidak boleh demikian!” serunya dengan rendah hati. “Tuhanku terentang di kayu yang keras serta menyakitkan.” Maka, ia pun dibaringkan di atas jerami dan meninggal dunia dengan tenang.

Tidak ada keinginan terakhir yang ia ucapkan, sebagaimana ia juga tidak memiliki apa pun sebagai miliknya. Selama dua hari dalam sakitnya setelah dia menerima sakramen terakhir, banyak warga kota yang datang untuk menerima berkatnya. Selama itu ia bersikeras agar para pengemis pun diterima, sebagaimana kaum elit, dan masing-masing diberikan instruksi singkat untuk terakhir kalinya.

San Lorenzo Giustiniani wafat pada tahun 1455. Semenjak masih hidup ia sudah dihormati, bahkan oleh Paus. Keponakan dan penulis biografinys, Bernardo Giustiniani, menceritakan bahwa Jenazahnya tetap dibiarkan selama 67 hari tanpa penguburan, karena banyaknya orang yang datang untuk memberikan penghormatan. Dan dokter memeriksa tubuh dan tidak dapat memberikan penjelasan untuk keadaannya yang tidak rusak.

Referensi :
http://katakombe.org/para-kudus/item/laurensius.html
http://catholicsaints.info/saint-lawrence-giustiniani/
http://www.saintpatrickdc.org/ss/0905.shtml
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Lawrence_Giustiniani

Address

Margo Asri Gang 14, Puro, Karang Malang
Sragen
57221

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berjalan Bersama Para Kudus posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share