23/07/2016
CARA MEMBACA ALQURAN AGAR BERPENGARUH BAGI DIRI SENDIRI,ORANG LAIN,DAN JIN
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﺷﺮﻑ ﺍﻻﻧﺒﻴﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ وصحبه أجمعين.أما بعد:
Tulisan saya kali ini merupakan jawaban dari sebab kenapa ketika membaca Alquran sama sekali tidak mendatangkan pengaruh baik terhadap diri sendiri,orang lain,dan jin yang sedang merasuki.Didalam ilmu ruqyah syar'iyah cara yang akan kita bahas ini wajib digunakan karena termasuk rukun atau pilar yang harus ada sehingga pengaruh bacaan itu bisa kita dapatkan atau keberkahan Alquran itu bisa diturunkan oleh Allah سبحا نه وتعالى kepada pembacanya, orang lain,atau sesuatu yang dibacakan baik manusia,jin,binatang,atau benda lainnya.Sebelum kita masuk kepada pembahasannnya terlebih dahulu kita harus memenuhi semua rukunnya dan ini harus ada agar maksud kita membaca Alquran atau do'a dapat berpengaruh.Inilah rukun-rukunnya:
1.Niat atau maksud membaca
2.Memahami apa yang dibaca
3.Menghadirkan,dan menggambarkan,atau menyamakan makna-makna ayat-ayat alquran dengan penyakit yang sedang diderita pasien.
Ketiga rukun diatas harus atau wajib ada bila kita ingin mendapatkan keberkahan Alquran yang kita baca.Saya tidak akan membahas rukun yang pertama dan kedua karena keduanya sudah sama-sama kita ketahui.Saya hanya akan membahas rukun yang ke tiga dan inilah pokok pembahasan dalam tulisan saya kali ini yang saya maksudkan.Pembahasan ini dikenal dengan nama:
القراءة التصويرية
Secara bahasa adalah:"BACAAN YANG DIGAMBARKAN ATAU DIBAYANGKAN".
Secara istilah adalah:"
القراءة التصويرية :هي استحضار معاني الايات وتصويرها أثناء القراءة علي المريض فلا يكفي مجرد القراءة فقط.
"Menghadirkan,dan menggambarkan,atau menyamakan makna-makna ayat-ayat alquran dengan penyakit yang sedang diderita pasien.Jadi tidak cukup hanya membaca saja".
Untuk lebih jelasnya atau agar kita lebih memahaminya,saya akan berikan beberapa contoh dan contoh ini saya bagi menjadi dua yaitu:
1.Contoh pengaruh bacaan terhadap diri sendiri dan orang lain.
2.Contoh pengaruh bacaan terhadap jin yang sedang merasuki
Mari kita mulai dengan contoh yang pertama:
-Apa yang dilakukan oleh Rasululloh SAW ketika beliau dan Abu Bakar رضي الله عنه sedang duduk-duduk didepan ka'bah dan waktu itu istri Abu Lahab datang ingin menyakiti Rasululloh SAW dengan membawa kapak.Melihat keadaan ini Abu Bakar sangat takut dan khawatir bila Rasululloh SAW dicelakai.Namun Rasululloh SAW mengatakan kepada sahabatnya ini:" Jangan khawatir dia tidak akan melihat saya".Lalu Rasululloh SAW membaca ayat berikut:
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا.
"Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup".(Al-Isra':45).
Setelah Rasululloh SAW membaca ayat diatas dan ketika istri Abu Lahab sampai didekat tempat duduknya Rasululloh SAW dan Abu Bakar ra,dia hanya melihat Abu Bakar dan tidak melihat Rasululloh SAW.Mari kita fokus ke kata terakhir dari ayat diatas yaitu:"Hijaabam mastuuro"/dinding yang tertutup.Kata dinding yang tertutup ini digambarkan atau disamakan dengan mata yang tertutup.Kita tentu tidak akan meragukan niat dan keimanan Rasululloh SAW ketika membaca ayat diatas sehingga keberkahan apa yang beliau baca langsung diturunkan oleh Allah SWT.Cara ini bisa kita gunakan apabila tidak ingin terlihat oleh musuh atau orang yang kita takuti.Ingat jangan digunakan untuk kejahatan!Kalau digunakan dalam kejahatan dan berhasil,maka ketahuilah itu dibantu oleh setan.Itu adalah tipu dayanya.Jadi hati-hatilah.Ini perbedaan antara wali Allah dan wali setan.Camkan baik-baik!
-Imam Ahmad bn Hambal رحمه الله ketika meruqyah perempuan yang sulit melahirkan, beliau menuliskan ayat berikut di piring yang bersih lalu tulisan ayat ini di bersihkan dengan air dan diminumkan kepada seorang perempuan yang sulit melahirkan dan setelah meminumnya dia langsung melahirkan.Inilah ayatnya dan do'a yang dtulis:
Do'a yang diambil dari hadits Ibnu Abbas رضي الله عنه :
لا إله إلا الله الحليم الكريم، سبحان الله وتبارك الله رب العرش العظيم، والحمد لله رب العالمين.
Adapun ayat nya adalah:
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا.
Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari".(An-Nazi'at:46).
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ ۚ بَلَاغٌ.
"Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup".(Al-Ahqaf:35).Perhatikan kalimat diayat pertama dan kedua:"melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari".Dan "seolah-olah mereka tidak tinggal didunia melainkan sesaat disiang hari".Disini Imam Ahmad bn Hambal menggambarkan waktu siang dan sore adalah waktu yang cepat berganti dan digambarkan pada bayi yang didalam perut ibunya agar keluar dengan cepat seolah-olah pergantian yang cepat antara waktu siang dan sore.Cara ini bisa kita gunakan untuk meruqyah perempuan yang sulit melahirkan.Silahkan diamalkan!
-Ibnu Taimiyah رحمه الله ketika meruqyah perempuan yang mengalami pendaharan beliau menggunakan ayat berikut:
وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
"Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim".(Hud :44).Disini Ibnu Taimiyah رحمه الله menggambarkan bumi seperti manusia dan pendarahan seperti air.Kemudian menggambarkan 'telanlah airmu' dengan berhentinya pendarahan.Jelasnya ruqyah dengan menghadirkan dalam benak kita atau menggambarkan dan menyamakan makna ayat dengan penyakit itu wajib kita lakukan bila kita ingin agar Allah menurunkan keberkahan firman-firman-Nya.Cara ini harus ada dan harus menjadi perhatian peruqyah maupun pasien.Disinilah perlunya kita mengetahui ciri-ciri penyakit agar kita bisa menggunakan cara diatas dan cara kedua yang akan dijelaskan.Ingat Alquran itu obat untuk segala macam penyakit.Camkan baik-baik!
2.Pengaruh bacaan terhadap jin yang sedang merasuki.
-Bila kita ingin membatalkan sihir kita biasa memakai ayat-ayat pembatal sihir diantaranya:
فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ
"Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya" Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan".(Yunus: 81).Disini peruqyah menggambarkan sihir yang menimpa pasien seperti sihir tukang sihir Fir'aun dan akan di hancurkan oleh Allah SWT sebagaimana kehancuran sihir tukang sihir Fir'aun.
-Bila ingin menyiksa jin kita bacakan ayat-ayat berikut:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ وَالصَّافَّاتِ صَفًّا * فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا * فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا * إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَاحِدٌ * رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ * إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ * وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ * لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَىٰ وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ * دُحُورًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ * إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
1.Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya.
2.Dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat).
3."Dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran.
4.Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.
5.Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya.
6.Dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.
7.Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang.Dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka.
8.Syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat.
9.Dan mereka dilempari dari segala penjuru.Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal
10.akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang".(As-Saaffat 1-10).
Perhatikan ayat 9 yaitu kata 'dilempari' disini peruqyah menggambarkan dalam benaknya setan yang merasuki dilempari.Kemudian diayat 10 perhatikan kata 'dikejar oleh suluh api'.Disini juga peruqyah menggambarkan dalam benaknya suluh api yang mengejar setan yang sedang merasuki.Demikianlah contoh-contoh bagaimana merealisasikan ilmu ruqyah yang tersebut diatas,namun hal yang perlu diingat adalah memakai cara ini kita sebagai manusia yang lemah,yang tidak mengetahui yang ghoib hanya bisa menggambarkan makna-makna ayat yang kita baca sebatas menggambarkan saja dalam benak kita dan jangan sampai menggambarkar kaifiyahnya/bagaimana bentuk gambarannya.Kaifiyah hanya hak Allah dan itu masalah ghoib.Kita tidak bisa masuk ke sana.Jelasnya itu hanya Allah yang tau.Tugas kita hanya beriman saja.Terakhir lebih kurangnya mohon maaf.Semoga bermamfaat.Aamiiiin.
وصل الله على محمد وآله وصحبه وسلم.والخمد لله رب العالمين.والله اعلى واعلم