30/05/2026
Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, baik dilakukan secara sengaja atau pun tidak disengaja. Seringkali kesalahan itu terjadi akibat kelalaian atau keteledoran manusia itu sendiri. Memang terkadang berbuat salah merupakan hal yang wajar bagi seorang anak Adam, mengingat manusia sendiri adalah tempatnya salah dan lupa. Namun kendati demikian, tidak wajar sebagai seorang mukmin terus berulang kali jatuh dalam kesalahan yang sama.
Itu sebabnya Nabi Muhammad shallallaahu โalaihi wa sallam pernah memperingatkan umatnya untuk tidak melakukan kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu โanhu, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ูุงู ููููุฏูุบู ุงููู
ูุคูู
ููู ู
ููู ุฌูุญูุฑู ููุงุญูุฏู ู
ูุฑููุชููููู
โTidak selayaknya seorang mukmin dipatuk ular dari lubang yang sama sebanyak dua kali.โ (HR. Bukhari no. 6133 dan Muslim no. 2998)
Ibnu Hajar berkata, โSeorang muslim harus terus waspada, jangan sampai lalai, baik dalam urusan agama maupun urusan dunianya.โ (Fath Al-Bari, 10: 530)
Hadis tersebut mengandung pesan bahwa seorang muslim perlu belajar dari kesalahan yang pernah diperbuatnya. Karena kesalahan yang terjadi di masa lampau dapat dijadikan sebagai sebuah pelajaran yang berharga. Dengan memetik pelajaran dari kesalahan itu, paling tidak ada dua keuntungan yang dapat kita peroleh, yaitu:
1. Tidak mengulangi kesalahan yang dahulu pernah diperbuat.
2. Mampu berhati-hati dalam memilih keputusan yang lebih baik di masa depan.
Sebab seseorang yang jatuh di lubang yang sama atau mengulangi kesalahannya di masa lalu merupakan tanda bahwa ia tidak belajar dalam memetik pelajaran dari peristiwa yang ia alami.
Maka dari itulah, Rasulullah Shallallaahu โalaihi wa sallam senantiasa memerintahkan setiap muslim untuk selalu berhati-hati, waspada, teliti, serta tidak lagi lalai. Karena mukmin yang lalai bisa terperosok, terperdaya, atau tertipu sehingga takutnya akan jatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya.
Kesimpulannya, muslim yang cerdas tak mungkin berbuat dosa yang sama dua kali. Ketika ia sudah berbuat kesalahan, ia terus hati-hati jangan digigit lagi di lubang yang sama. Semoga kita demikian. Wallahu waliyyut taufiq.