07/02/2023
๐พ๐ฟ๐๐พ๐ฟ๐๐พ๐ฟ๐๐พ๐ฟ๐๐ฟ
๐๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ฃ๐๐๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐๐ถ ๐๐๐ฑ๐๐ ๐ฌ๐ฒ๐๐๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ ๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ฎ
Hati adalah pusat lambang cinta, dan cinta adalah kerinduan yang sangat manusiawi. Jika kita membuka mata dan hati terhadap dunia di sekitar kita, kita menjadi sadar bahwa banyak orang merasa kesepian, hidup tanpa cinta, hidup dalam situasi kekerasan, perjuangan dan terpaksa berpisah dengan orang yang dicintai. Dengan melihat situasi seperti itu yang sedang terjadi di tengah-tengah kita, dapatkah kita menjadi saksi dari kasih Yesus dan Maria?
Di saat Maria mengandung Yesus, hati mereka erat bersatu. Sepanjang hidup Yesus, Dia mencintai umat-Nya dengan seganap โhati", sebagaimana halnya dengan Maria. Yesus adalah Gembala yang Baik, yang siap memberikan nyawaNya bagi domba-dombaNya, mengorbankan diriNya karena cinta.
Maria mengorbankan diri karena cinta dengan cara yang berbeda. Dalam bacaan Injil berbicara tentang Yesus ditemukan dalam Bait Allah, dan "ibu-Nya menyimpan semua perkara itu dalam hatinya" (Luk 2: 51). Tanggapannya merupakan tanggapan kontemplatif, sambil merenungkan misteri itu dalam hatinya. Kedua hati mengalami penderitaan, tetapi cinta merupakan pusat hidup mereka.
Gambaran dari kedua Hati ini menunjukkan kepada kita tentang cinta tanpa batas yaitu Hati Yesus dan Maria, yang mengundang kita untuk membuka hati kita sendiri untuk menanggapi kasih karunia, dengan mempersembahkan diri kita secara total kepada Tuhan.
Hati Yesus dan Maria yang penuh cinta menjadi pengingat bagi kita masing-masing untuk membiarkan kasih Hati Yesus dan Maria membimbing hati kita sendiri untuk menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh umat kita pada saat ini. Mari kita terus saling mendukung satu sama lain dengan hati.