11/09/2014
Hidup Dalam Kebenaran Firman Oleh: Kirenius Wadu Pendahuluan Berbicara mengenai kebenaran Firman Tuhan, semua orang Kirsten akan mengatakan bahwa Firman Tuhan itu benar adanya. Firman itu hidup dan Firman itu penuh kuasa, entah kuasa dalam menyembuhkan, memberi kekuatan, kuasa untuk mengenal Allah melalui CiptaanNya dengan membaca sejarah Alkitab dari Kitab Kejadian, berkuasa untuk menuntun setiap orang yang percaya untuk tetap beriman kepada Allah. Namun terkadang ada begitu banyak orang-orang Kristen yang sangat sedikit memahami kebenaran Firman Tuhan, yang hanya membacanya sambil lalu dan melewatinya begitu saja, membaca hanya untuk mengetahui fakta sejarah saja, yang kemudian membuat mereka tidak ada bedanya dengan orang-orang Farisi yang tahu kebenaran namun tidak melakukannya. Tidak banyak yang dapat memaknai Firman Tuhan itu sebagai suatu kebenaran yang hidup, penuh kuasa yang sanggup membuat mereka dapat hidup benar karena mereka memelihara Firman itu dan begitu juga Firman itu dapat memelihara mereka. ISI Firman Itulah sebabnya begitu banyak orang kuatir akan hidupnya, merasa Tuhan tidak ada, ketika menghadapi masalah seolah-olah mereka ditinggalkan Tuhan. Orang-orang yang seperti ini bisa dikategorikan dalam bentuk bayi Rohani. Jika ia sudah memulai pelayanan bertahun-tahun namun tidak ada perkembangan mengenai kedewasaan Rohani, kemungkinan ia belum dapat menyerap Firman itu dalam dirinya, bahkan ia belum menghidupkan Firman itu sendiri. Padahal Yesus sendiri mengatakan bahwa jangan kuatir akan apa yang kamu makan, atau yang kamu makan dan apa yang kamu minum, sedangkan burung diudara yang tidak bekerja saja Tuhan tetap pelihara, namun mengapa manusia perlu kuatir? Bukankah kita manusia yang melebihi burung-burung diudara? Kalimat “jangan” dalam perkataan Yesus tadi merupakan kalimat perintah langsung kepada kita. Bila perlu tidak ada kekuatiran dalam hidup kita, asalkan kita memiliki keteguhan dalam memelihara kebenaran Firman Tuhan.