Darius Ap, S.Pd

Darius Ap, S.Pd Ini Adalah Halaman Resmi Darius Ap, S. Pd. Halaman ini akan memberikan informasi Pendidikan, Teknologi, dan Budaya kepada Anda

25/10/2025
Di dunia yang dipenuhi opini, berpikir jernih adalah sebuah keterampilan langka dan mahal. Salah satu hambatan terbesar ...
30/06/2025

Di dunia yang dipenuhi opini, berpikir jernih adalah sebuah keterampilan langka dan mahal. Salah satu hambatan terbesar dalam berpikir jernih adalah logical fallacies atau sesat pikir: kekeliruan dalam bernalar yang terlihat logis di permukaan, namun cacat secara struktural. Buku seperti “The Art of Thinking Clearly” karya Rolf Dobelli dan “Introduction to Logic” karya Irving M. Copi telah memetakan berbagai bentuk sesat pikir yang, jika dibiarkan, bisa menjadi racun dalam percakapan, perdebatan publik, bahkan pengambilan keputusan politik.

Berikut ini 5 jenis sesat pikir paling umum yang sering menyelinap dalam argumen sehari-hari mungkin termasuk yang Anda gunakan tanpa sadar.

1. Ad Hominem – Menyerang Pribadi, Bukan Argumen

Contoh sehari-hari:
“Ah, dia bicara soal kejujuran, padahal dulu pernah ketahuan bohong.”
Alih-alih membantah argumennya, kita menyerang karakternya.

Dalam logika, ini disebut ad hominem—serangan terhadap orang, bukan isi pikiran. Sebuah argumen tidak otomatis salah hanya karena pembawanya punya masa lalu buruk. Seperti dalam pengadilan, bukti lebih penting daripada reputasi saksi.

⸻

2. Straw Man – Menyederhanakan Argumen Lawan agar Mudah Diserang

Contoh:
Seseorang berkata, “Kita perlu mengatur ulang sistem pendidikan,”
lalu dibalas dengan, “Jadi kamu ingin menghapus sekolah?”

Itu bukan tanggapan yang jujur, melainkan menyederhanakan secara ekstrem agar mudah diserang. Ini disebut straw man fallacy—kita menciptakan “orang-orangan sawah” dari argumen lawan, lalu memukulnya. Ini tidak hanya merusak dialog, tetapi juga membunuh nuansa.

⸻

3. False Dilemma – Seolah Hanya Ada Dua Pilihan

Contoh:
“Kamu mendukung saya, atau kamu musuh saya.”
Pernyataan ini menutup ruang tengah, seolah dunia hanya terdiri dari hitam dan putih. Padahal kenyataannya, ada spektrum yang luas antara dua kutub ekstrem.

Buku Logic: A Very Short Introduction oleh Graham Priest menyebut ini sebagai “penyederhanaan realitas yang membahayakan.” Dunia nyata penuh kompleksitas. Menyempitkan pilihan menjadi dua adalah bentuk manipulasi.

⸻

4. Slippery Slope – Dari A Lalu Langsung ke Z Tanpa Bukti

Contoh:
“Kalau kita membolehkan siswa memilih baju sendiri, nanti mereka bakal pakai bikini ke sekolah!”

Sesat pikir ini meyakinkan kita bahwa satu langkah kecil pasti mengarah ke kehancuran total. Padahal tidak semua perubahan akan berkembang ke arah ekstrem. Tanpa bukti hubungan kausal, ini hanyalah imajinasi liar yang dibungkus dengan nada serius.

⸻

5. Appeal to Popularity – Karena Banyak yang Percaya, Maka Benar

Contoh:
“Semua orang percaya teori ini, masa kamu nggak?”
Atau versi populernya: “Ini udah viral, berarti pasti bener dong!”

Dalam buku The Demon-Haunted World, Carl Sagan mengingatkan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh banyaknya orang yang percaya, tapi oleh bukti dan penalaran. Sejarah penuh dengan mayoritas yang keliru—termasuk saat dulu dunia percaya bumi itu datar.

Sesat pikir bukan hanya jebakan orang lain, tapi juga jebakan bagi pikiran kita sendiri. Dengan mengenali bentuk-bentuknya, kita bisa belajar membedakan argumen yang kokoh dan yang palsu.

Mana dari 5 sesat pikir ini yang paling sering kamu lihat di media sosial atau obrolan sehari-hari?

Sumber gambar : meta AI

🌊 “Orang Biak Tidak Melawan Laut, Mereka Mendengarkannya”Bagi orang Biak, laut bukan sekadar tempat mencari ikan.Laut ad...
22/06/2025

🌊 “Orang Biak Tidak Melawan Laut, Mereka Mendengarkannya”

Bagi orang Biak, laut bukan sekadar tempat mencari ikan.
Laut adalah saudara tua, tempat berkomunikasi dengan alam, dan sumber hidup yang harus dihormati.

Nelayan Biak tidak asal melaut.
Sebelum berangkat, mereka perhatikan angin, arus, cahaya bulan, dan burung laut.
Jika angin dari utara terlalu kencang, atau ombak membawa busa aneh, mereka tidak akan turun ke laut, walaupun stok makanan habis.

Itu bukan takut.
Itu tanda bahwa laut sedang “tidak mau diganggu”.

Dan ketika hasil tangkapan banyak, sebagian ikan tidak dijual semua. Beberapa dikembalikan ke laut atau dibagikan ke tetangga, sebagai bentuk syukur dan keseimbangan.

Di Biak, hidup bukan soal siapa paling cepat atau paling kaya.
Tapi siapa yang bisa hidup berdampingan dengan alam, tanpa serakah.

Itulah mengapa banyak orang tua Biak berkata:

> “Kalau ko baku lawan dengan alam, ko pasti kalah. Tapi kalau ko dengar baik-baik, dia bisa jadi mama yang sayang.”

Banyak sistem pendidikan modern dibangun di atas model lama: mencetak individu yang patuh, teratur, dan siap memasuki du...
18/06/2025

Banyak sistem pendidikan modern dibangun di atas model lama: mencetak individu yang patuh, teratur, dan siap memasuki dunia kerja industri. Fokusnya adalah pada keterampilan teknis, bukan pada kemampuan berpikir mandiri. Anak-anak diajari untuk mengikuti aturan, mengerjakan soal dengan jawaban tunggal, dan menghindari kesalahan—bukan untuk mempertanyakan, mengeksplorasi, atau menciptakan hal baru.

Akibatnya, kita menciptakan lulusan yang terampil secara teknis, tapi sering kali bingung ketika dihadapkan pada masalah kompleks yang membutuhkan kreativitas, empati, dan pemikiran kritis. Mereka terbiasa diarahkan, bukan mengambil arah. Padahal, di dunia yang cepat berubah, pemikir lebih dibutuhkan daripada pengikut. Pendidikan semestinya mencetak manusia yang utuh—yang tahu bagaimana belajar, bukan hanya apa yang harus dihafal.

Filosofinya menyentuh akar dari krisis pendidikan: bahwa sekolah seharusnya menjadi taman pemikiran, bukan jalur produksi. Dunia tidak butuh lebih banyak robot manusia, tapi lebih banyak manusia yang bisa melihat secara luas, berpikir secara dalam, dan bertindak secara bijak. Maka jika kita ingin menciptakan masa depan yang lebih baik, sistem pendidikan perlu diubah dari mesin pencetak pekerja menjadi ruang pengasuhan pemikir bebas.

DAMPAK TAMBANG NIKEL RAJA AMPAT PADA KELESTARIAN LINGKUNGAN LAUTAkifitas pertambangan nikel di Raja Ampat berpotensi mer...
11/06/2025

DAMPAK TAMBANG NIKEL RAJA AMPAT PADA KELESTARIAN LINGKUNGAN LAUT

Akifitas pertambangan nikel di Raja Ampat berpotensi merusak ekosistem laut melalui sedimentasi dan pencemaran. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat, namun dalam jangka panjang, kerusakan yang ditimbulkan bisa mengganggu keberlangsungan terumbu karang dan habitat ikan.

Dalam jangka pendek akan terasa ketika musim hujan tiba. Air hujan yang turun akan mengalirkan sisa-sisa dari produksi tambang, yang terlihat langsung pada kualitas warna air di laut. Sedimentasi yang terbawa ini pada akhirnya akan mengendap dan menutup permukaan terumbu karang. Hal ini menghambat masuknya sinar matahari yang sangat dibutuhkan terumbu karang untuk bertahan hidup. Kerusakan ini akan mengakibatkan ikan bermigrasi ke tempat-tempat baru karena habitat awalnya rusak.

Layaknya makhluk hidup pada umumnya, ikan juga memiliki naluri bertahan hidup dan akan berpindah ke wilayah lain yang masih layak huni. Namun, tidak semua spesies mampu bermigrasi dalam jarak jauh.

Malangnya, ikan-ikan yang tidak mampu bermigrasi jauh akhirnya akan mati—entah di perjalanan atau di habitat lamanya yang sudah rusak karena sedimentasi dari pertambangan. Jika hal ini terjadi, dalam jangka panjang biodiversitas yang saat ini sangat berlimpah di Raja Ampat akan punah.

Beberapa ahli menyampaikan bahwa pendataan keanekaragaman hayati yang ada di Raja Ampat bisa memerlukan waktu hingga 100 tahun.

Pulau Gag memiliki spesies endemik yang berharga, yakni Palem Raja Ampat yang hanya tumbuh di Raja Ampat, khususnya di Pulau Gag. Adanya aktivitas pertambangan mengancam kelestarian Palem Raja Ampat. Meskipun ada teknologi pengolahan air limbah seperti IPL untuk memastikan air yang dikembalikan ke laut bersih, tetapi potensi terjadi pencemaran tetap ada, apalagi bila pengawasannya lemah, seperti yang telah terjadi di Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Pengadaan kolam limbah tempat pembersihan air sebelum dibuang kelaut kerap mencemari air laut karena proses pembersihan limbah yang tidak cermat. Semakin cermat pengolahan limbah, semakin mahal biaya produksi.

Oleh karena itu penting sekali menjaga kebersihan laut Raja Ampat, mengingat kawasan tersebut kaya akan ekosistem lautnya dan merupakan pusat keanekaragaman terumbu karang dunia. Raja Ampat ini adalah surganya terumbu karang dunia, dimana 75% spesies terumbu karang dunia ditemukan di sini. Kerusakan akibat sedimentasi dan polutan dari aktivitas tambang akan mengakibatkan kehilangan bagi Indonesia, dan juga kehilangan bagi dunia.

Dampak jangka panjang dari sedimentasi dan pencemaran akibat tambang menunjukkan bahwa persoalan ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi soal keberlanjutan ekosistem global.

Menjaga kebersihan laut Raja Ampat berarti menjaga warisan bumi yang tidak tergantikan.

Secara umum, literasi sering dimaknai sebagai kemampuan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung. Definisi ini banyak...
04/06/2025

Secara umum, literasi sering dimaknai sebagai kemampuan dasar untuk membaca, menulis, dan berhitung. Definisi ini banyak dipakai dalam program-program pendidikan formal dan kebijakan negara. Namun dalam konteks bangsa yang terjajah, tertindas, atau terpinggirkan, pengertian literasi harus diperluas. Literasi bukan hanya sekadar kemampuan teknis, melainkan suatu kesadaran kritis untuk memahami realitas, mengartikulasikan pengalaman, dan memperjuangkan perubahan.

Literasi dalam konteks pembebasan adalah literasi yang membebaskan pikiran dari ketakutan, kebodohan struktural, dan dominasi ideologi luar. Ia bukan sekadar soal mengeja huruf, melainkan upaya untuk membaca dunia—memahami struktur penindasan yang terjadi dan menemukan kekuatan kolektif untuk melawannya.

Dalam pandangan Paulo Freire, Pendidikan pembebasan (Education for liberation) adalah proses dialogis yang menempatkan manusia sebagai subjek, bukan objek pendidikan. Freire menegaskan bahwa “membaca kata harus disertai dengan membaca dunia.” Artinya, seseorang tidak benar-benar melek huruf jika ia tidak memahami konteks sosial-politik yang melingkupinya. Membaca teks harus disertai dengan kesadaran atas ketimpangan, sejarah penjajahan, dan bentuk-bentuk kekuasaan yang bekerja dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi rakyat Papua, pendekatan ini sangat penting. Pendidikan selama ini tidak banyak memberi ruang untuk mempertanyakan kekuasaan, sejarah lokal, bahasa ibu, atau nilai-nilai adat. Akibatnya, meski banyak yang lulus dari sekolah, tidak semua memiliki keberanian dan daya kritis untuk menggugat ketidakadilan yang menindas bangsanya. Literasi pembebasan hadir untuk menjembatani jurang ini—menumbuhkan kesadaran, membangun keberanian, dan memupuk kebanggaan terhadap identitas sendiri.

Literasi yang membebaskan juga mendorong keberpihakan. Ia tidak netral. Dalam situasi penindasan, bersikap netral sama dengan memihak penindas. Oleh karena itu, gerakan literasi di Papua harus berpihak pada rakyat tertindas, pada kebenaran sejarah, dan pada hak setiap manusia untuk berpikir dan berbicara bebas. Literasi semacam ini adalah landasan bagi perjuangan, bukan pelengkap program formal.

Dengan memahami literasi sebagai alat pembebasan, kita tidak lagi sekadar mengajarkan membaca dan menulis, tetapi membangkitkan daya hidup, daya pikir, dan daya juang. Di situlah literasi menjadi bagian dari revolusi sunyi yang mampu mengubah kesadaran kolektif, dan pada akhirnya, mengubah masa depan bangsa.


Media sosial adalah revolusi dalam cara manusia berkomunikasi. Ia membuka akses bagi siapa saja untuk menyuarakan pendap...
03/06/2025

Media sosial adalah revolusi dalam cara manusia berkomunikasi. Ia membuka akses bagi siapa saja untuk menyuarakan pendapat, tanpa harus melalui seleksi redaksi, kompetensi, atau tanggung jawab publik yang biasanya dimiliki oleh jurnalis atau akademisi. Ini bisa menjadi kekuatan demokratisasi informasi, tetapi juga membuka ruang yang sangat luas bagi disinformasi, kebodohan, dan kebisingan yang tidak produktif.

Ketika semua orang diberi panggung yang sama besar, suara yang paling keras sering kali mengalahkan suara yang paling bijak. Bukan kebenaran yang menang, tapi yang paling viral. Akibatnya, opini yang dangkal, penuh prasangka, atau bahkan kebohongan bisa menyebar lebih cepat daripada analisis yang mendalam dan bertanggung jawab. Popularitas menggantikan kompetensi sebagai ukuran kebenaran.

Masalahnya bukan karena semua orang bisa bicara—itu adalah hak asasi. Masalahnya muncul ketika masyarakat kehilangan kemampuan untuk membedakan mana yang layak didengar. Tanpa budaya literasi dan berpikir kritis, media sosial justru menjadi tempat di mana emosi mentah, kesimpulan instan, dan kebisingan kolektif menjadi norma. Dalam dunia seperti ini, panggung tak lagi menuntut isi, hanya sensasi.

Gambar dibuat dengan meta AI

Ilmu adalah investasi masa depan yang tak ternilai harganya. Mari kita tanamkan semangat cinta ilmu sejak dini dan terus...
01/05/2025

Ilmu adalah investasi masa depan yang tak ternilai harganya. Mari kita tanamkan semangat cinta ilmu sejak dini dan terus belajar sepanjang hayat. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2025.

Petrus Kafiar (nama lahir Noseni, sekitar 1864 atau 1873 – 2 Agustus 1926) merupakan guru penginjil beragama Kristen Pro...
26/04/2025

Petrus Kafiar (nama lahir Noseni, sekitar 1864 atau 1873 – 2 Agustus 1926) merupakan guru penginjil beragama Kristen Protestan yang bekerja di daerah Teluk Cenderawasih, Papua pada pergantian abad ke-20. Mula-mulanya hidup dengan kepercayaan animisme, dia dibawa ke Pulau Mansinam (di Kabupaten Manokwari sekarang) untuk mengenyam pendidikan dalam sekolah Kristen dan dibaptis pada tahun 1887.[1] Setelah melanjutkan pendidikannya di Seminari Depok pada 1892–1896, dia kembali ke Pulau Mansinam untuk membantu pekabaran Injil dari Zending di Papua Belanda kepada Suku Arfak yang tinggal di pesisir utara Pulau Papua.

Dia dianggap sebagai orang asli Papua pertama yang mendapatkan gelar sarjana sekaligus menjadi guru pertama
dan menjadi Pembawa ijin ke Biak dan Supiori
Pada tanggal 26 April 1908


Address

Jalan Poros
Sorong
98451

Opening Hours

09:00 - 17:00

Telephone

+6285186895001

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Darius Ap, S.Pd posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Darius Ap, S.Pd:

Shortcuts

Share