01/06/2020
Satu dua orang tidak jadi beli di SIS dengan alasan lokasi.
FYI, lokasi SIS berjarak 2,8 km dari jalan raya.
Namun, hampir 200 konsumen tetap membeli di SIS dengan alasan
1. Ga peduli lokasi, yang penting transaksi syar'ie dan terhindar akad ribawi
2. Ga peduli lokasi, yang penting lingkungannya Islami, demi sebuah generasi Madani.
Well, padahal sudah ramai dibahas bahwa Insya Allah kedepannya akan ada 'anak jalan Tol' penghubung Soreang - Pangalengan.
Kabar baiknya, jalur SIS akan terlewati ini.
Jadi, jarak dari exit TOL Soroja menuju perumahan SIS akan lebih bagus, lebih dekat, dan lebih cepat.
Jika Soreang - Pangalengan saja dari 1 jam menjadi 10 menit, apalagi hanya ke SIS 😉.
Imbasnya, tentu saja harga property disekitaran itu akan melesat naik, termasuk SIS.
Lalu siapa yang diuntungkan?
Developerkah?
Saya kira konsumen yang beli di awal project lah yang sangat sangat beruntung.
Yang beli kavling dan rumah ketika SIS masih kebun.
Sekarang SIS sedang berada di tengah project, beberapa rumah sudah terbangun, listrik siap dipasang, jalan didalam perumahan siap dipasangi paving block, mesjid Insya Allah segera menyusul, dan...harga SIS sudah tidak sama dengan awal project ketika masih kebun.
Jauh atau dekat,
Cocok, tidak cocok, saran saya amankan saja dulu kavlingnya, beli saja dulu satu dua unit kavlingnya, lihat kemajuan sekitar lokasi SIS nantinya, jika Anda tetap ingin menjualnya, setidaknya Anda sudah punya profit dari selisih harga kavling nanti.
Khusus Anda peminat kavling, ada harga khusus di pekan ini saja.
Namun, jangan salahkan saya, karena kebanyakan yang beli kavling di SIS pada akhirnya merasa sayang untuk dijual lagi.
Apa kata mereka?
"Kami khawatir tidak menemukan lagi lingkungan Islami seperti disini."
Ada juga..."Ga ah, yang lain takut riba!"
Alhamdulillaah, kami selalu dipertemukan dengan konsumen yang tulus membersamai, Insya Allah...
SHARIA ISLAMIC SOREANG,
Menciptakan lebih dari sekedar tempat tinggal.