Majid Farm

Majid Farm Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Majid Farm, Jalan Plemburan nomor 7A, Sleman.

Orderan BPTP Yogyakarta.TerimakasihWA.me/6287839457275
24/08/2022

Orderan BPTP Yogyakarta.
Terimakasih
WA.me/6287839457275

Ready telur ayam kampung. Harga 2.300, min order 10butir. Promo GRATIS ongkir unt 10 pembeli pertama ( dalam Ringroad). ...
07/08/2022

Ready telur ayam kampung. Harga 2.300, min order 10butir. Promo GRATIS ongkir unt 10 pembeli pertama ( dalam Ringroad). Order = WA.me/6287839457275

08/07/2022

Setuju?

Ready lele size 6-8/kg skitar 50kg. Utara UGMwa.me/6287839457275
03/04/2022

Ready lele size 6-8/kg skitar 50kg. Utara UGM
wa.me/6287839457275

Waspada anak anak yang sudah 10thun keatas harus dipisahkan tidurnya dari orang tuanya bahkan tidak boleh satu selimut  ...
06/03/2022

Waspada anak anak yang sudah 10thun keatas harus dipisahkan tidurnya dari orang tuanya bahkan tidak boleh satu selimut sama saudaranya sendiri baik itu sejenis apalagi beda jenis ... Berikut artikelnya bagus banget di baca buat pelajaran kita ...
======================================
*Awas! Usianya Sudah 10 Tahun*

Anak shalih/shalihat adalah harta yang tak ternilai harganya. Ia tak bisa disanndingkan dengan jenis kekayaan apapun di dunia

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

SUATU ketika seorang laki-laki datang menemui saya. Usianya kira-kira 30 tahun atau sedikit kurang dari itu. Di teras masjid, ia bertanya perihal kemenakan perempuannya yang mulai menampakkan gejala aneh. Usia kemenakannya waktu itu sekitar 14 tahun; usia kelas 2 atau 3 SLTP.

“Dia kelihatan tidak s**a kalau saya ada urusan yang berkait dengan akhwat atau pembicaraan saya menyinggung soal wanita,” demikian laki-laki itu mengeluh, “Sepertinya dia cemburu. Apa yang demikian ini wajar?”

Masih ada berbagai keluhan senada tentang kemenakannya yang semakin menunjukkan sikap menyukai paman, bukan dalam hubungan antara kemenakan terhadap pamannya. Tetapi antara seorang wanita muda yang tengah jatuh cinta kepada seorang lelaki pujaan hatinya. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana ini sebenarnya? Sebuah pertanyaan yang sangat luas.

Saya kemudian menanggapi pertanyaan laki-laki tersebut dengan mengajukan pertanyaan, “Apakah masih sering tidur dengan kemenakan ketika dia sudah berusia sepuluh tahun?”

Pertanyaan ini ternyata mengejutkan. Ia balik bertanya dengan raut muka menampakkan keheranan, “Kan wajar? Dia kemenakan saya. Masa paman mempunyai perasaan yang aneh-aneh terhadap kemenakannya sendiri? Apa itu berpengaruh? Lho, kok bisa usia sepuluh tahun?”

Itulah. Perkara ini kelihatan wajar. Ya, seorang paman tidak punya pikiran macam-macam ketika bercerita kepada kemenakan perempuan sambil tiduran dalam satu tempat tidur. Yang terbersit hanya menyenangkan kemenakan yang mungkin dilakukan sembari membacakan cerita-cerita menarik. Masalahnya adalah, Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam telah melarang.

Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah jika enggan melakukan shalat bila telah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur di antara mereka.” (HR. Abu Dawud).

Sangat jelas perintah dalam hadis ini. Kita hendaknya memisahkan tidur anak dari orangtua begitu usianya menginjak 10 tahun. Seorang anak perempuan hendaknya tidur terpisah dari saudaranya yang laki-laki. Ia pun tidak lagi boleh tidur bersama dengan orang dewasa laki-laki, sekalipun itu bernama pamannya sendiri. Satu lagi, seorang anak perempuan tidak boleh lagi tidur dalam satu selimut dengan anak perempuan. Seorang anak laki-laki juga tidak boleh tidur dalam satu sarung dengan sesama laki-laki, meskipun itu kakak atau adiknya sendiri.

Inilah petunjuk yang dapat kita petik dari hadis riwayat Abu Dawud tersebut. Sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah apa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Melanggar ketentuan Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal ini akan sangat riskan. Penyimpangan perilaku seksual dapat terjadi pada diri anak. Bentuk penyimpangan itu dapat secara nyata terlihat dalam perilaku-perilaku seksual, misalnya dorongan untuk melakukan hubungan seksual dengan teman bermain, binatang atau boneka. Dapat p**a dalam bentuk perilaku-perilaku agresif, semisal berkelahi atau menunjukkan keberanian meminum minuman keras di hadapan lawan jenis.

Berbagai kasus tindakan asusila yang dilakukan oleh remaja belasan tahun, tidak sedikit yang dapat kita runut akarnya dengan memahami hadis ini. Ada memang, dan itu tidak sedikit, anak-anak yang mengalami gejolak seksual sehingga melakukan kejahatan bersebab tayangan p***ografis, baik dari melihat VCD p***o maupun paparan p***ografis yang ada di smartphone miliknya maupun orangtua. Ada orangtua yang menjauhkan diri dari mengakses p***ografi, tapi membiarkan group WA atau yang sejenisnya memuat konten p***ografis.

Usia sekitar 9 atau 10 tahun (ingat, dalam hadis tersebut 10 tahun merupakan hitungan Qamariyah yang lebih pendek masanya), merupakan titik yang sangat rawan. Perempuan dapat mencapai aqil baligh pada usia ini dengan ditandai adanya menarche (menstruasi pertama). Sementara anak laki-laki pada umumnya akan mengalami ihtilam (mimpi basah) sekitar 2 atau 3 tahun sesudah usia itu. Sekalipun demikian, di masa sekarang semakin banyak anak yang mengalami ihtilam lebih awal dibanding anak-anak di masa sebelumnya. Usia 10 tahun pun boleh jadi sudah ada yang menjadi muhtalim (orang yang mengalami mimpi basah).

Pada masa ini, bayangan seksual mulai mengganggu pikiran anak, bahkan dapat berpengaruh sangat kuat jika anak tidak memiliki kebiasaan produktif, sementara pada saat yang sama kerap terpapar p***ografi. Tumbuh dorongan dalam diri mereka untuk menyukai lawan jenis serta mengalami kemesraan dengannya. Di saat yang sama, lantaran dorongan untuk mengalami kemesraan tersebut, ada jurang yang dapat menggelincirkan mereka ke dalam penyimpangan sehingga mereka menyukai sesame jenis. Itulah sebabnya, mereka tidak diperkenankan tidur dalam satu sarung dengan sesama jenis.

Istilah amrad yang menunjukkan tahap perkembangan antara usia 10-15 tahun, memiliki konotasi dengan cantik-cantiknya seorang remaja laki-laki. Inilah masa anak bersemangat. Kemana semangat itu mengarah? Tergantung dari apa yang hadir kepadanya, yang paling dominan menghiasi hidupnya. Dominan bukan terutama berkait dengan seringnya anak bertemu dan berinteraksi dengan sesuatu, tetapi berhubungan dengan apa yang paling berkesan dan membanggakan. Pertanyaannya, apakah yang hadir dalam dirinya adalah missi suci berbentuk idealism yang kokoh ataukah justru iklan-iklan tak senonoh berbagai produk yang meski dikutuk, dibeli juga produknya? Ataukah senandung nyanyian yang tak jelas syairnya?

Inilah hal-hal yang perlu kita perhatikan ketika merenungi kenakalan anak-anak “masa kini” yang semakin mengkhawatirkan. Kejahatan seksual (saya tidak s**a menyebutnya sebagai kenakalan) kerap berawal dari kecerobohan orang-orang dewasa di sekitarnya, termasuk orangtua. Na’dzubillahi min dzaalik. Karena itu, jangan segan-segan untuk meninggalkan group WA dan sejenisnya apabila di dalamnya ada anggota yang kerap berkirim gambar maupun konten p***o lainnya. Persahabatan dapat Anda jaga dengan cara lain (jika seandainya memang perlu dijaga), tetapi tidak dengan mengorbankan idealism atas anak.

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dan anak-anak kita serta keturunan kita dari fitnah syahwat maupun fitnah syubhat. Semoga Allah Ta’ala sucikan kita dan keturunan kita hingga Yaumil-Qiyamah, betapa pun banyaknya dosa-dosa kita saat ini. Allahumma aamiin.

Saya tidak akan membicarakan berbagai kecerobohan orangtua di saat anak mulai memasuki usia 10 tahun hingga ke masa-masa remaja. Saya hanya ingin mengajak Anda untuk merenungi kembali dua hal penting berkait dengan aurat dan pendidikan anak. Pertama, menegakkan perintah Allah ‘azza wa Jalla di dalam Al-Qur’an surat An-Nuur ayat 58-60 berkait dengan waktu-waktu aurat yang tiga. Ini sangat perlu kita perhatikan. Kedua, menjaga anak-anak dari terpapar oleh maksiat, termasuk akibat primal-scene (melihat orangtua berhubungan) akibat tidak adanya kehati-hatian atau karena lengah.

Semoga catatan sederhana ini bermanfaat dan mendapatkan barakah dari Allah Ta’ala.*

12/02/2022

Cara Mendidik Anak

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpesan"Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tu...
02/11/2021

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpesan
"Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka."

Usia 10 tahun adalah batas akhir antara fase Tamyiz (7-10) dan menuju fase Murohaqoh (11-14), ini fase paling kritis karena persiapan menuju AqilBaligh (sinnu bulugh atau sinnu taklif) pada usia 15 tahun.

Maka indikasi keberhasilan pendidikan anak di usia 7-10 tahun dan siap memasuki usia persiapan Mukalaf yaitu 10 - 14 atau 10-15 tahun, ditunjukkan pada hadits di atas, yaitu bagaimana agar anak tak perlu sampai dipukul dalam hal mengerjakan sholat, dan juga siap untuk dipisahkan.

Mendirikan sholat dengan istiqomah adalah indikator penting bagi kesiapan untuk menuju kedewasaan, karena makna sholat teramat dalam bagi kehidupan seseorang, diantaranya adalah adab kepada Allah, kemampuan fokus, kemampuan untuk terkoneksi ke langit (spiritual bypassing), kemampuan kontemplasi, kemampuan mengatur diri (self regulation) juga kesiapan bersosial (berjamaah) dsbnya yang amat dibutuhkan untuk menjadi manusia dewasa.

Karenanya, perlu diupayakan program antara 7-10 tahun, agar tidak perlu "dipukul" pada usia 10 tahun. Walau "dipukul" merupakan perintah, namun sekalipun terpaksa dilakukan adalah bukan pukulan hukuman namun pukulan pendidikan yang berbeda dengan hukuman orang dewasa, yaitu tidak boleh memalukan, tidak boleh pada bagian kehormatan (wajah, kemaluan) dan juga tidak boleh melukai atau membekas atau menyakitkan yang memunculkan dendam.

Jika tak pernah punya program apapun, hanya "menyuruh nyuruh", lalu anak meninggalkan sholat ketika usia 10 tahun, lalu kita memukulnya, maka itu zhalim.

Jadi fokusnya bukan kepada "memukul" namun menyiapkan program terbaik sejak dini sampai usia 10 tahun, agar anak mau patuh dengan kecintaan dan kesadaran dari dalam dirinya (intrinsic motivation - niyyat) yang akan permanen sepanjang hidupnya, bukan sekedar patuh karena takut atau robotik dan mekanistik.

Teratur menjalankan sholat (Self regulation) dan "Kamar dipisah" (Self Confidence) pada usia 10 tahun adalah indikator perkembangan fitrah yang sangat dibutuhkan untuk persiapan memasuki tahap menempa anak (Self Development & Other Development) pada usia 11 -15 agar mukalaf pada saat usia 15 tahun.

Apabila pada Usia 10 tahun luput dari dua hal ini, maka kita akan berhadapan dengan suasana dimana anak sudah tak mau "diatur atur" sejak usia 10 karena menjelang dewasa, namun tak memiliki kemampuan dan kesadaran mengatur dirinya sendiri juga kemampuan untuk percaya diri.

Inilah awal kekacauan terjadi, rusaknya hubungan orangtua dan anak, anak jadi nampak melawan dan nakal, sholat masih disuruh suruh sehingga merepotkan, sok dewasa namun sangat kekanak kanakan, banyak aktifitas yang tak produktif dilakukan dsbnya. Kalau sudah begitu apakah itu salah mereka?

JIka mau jujur, mari kita tunjuk hidung kita sendiri, ini semua tentulah itu salah kita para orangtua yang gagal membersamai selama usia dini sampai usia 10 tahun, gagal merancang program yang selaras fitrah sehingga gagal menyiapkan dua indikator penting yang dipesankan oleh Rasulullah SAW. Kemudian menuai badai.

Lalu bagaimana sesungguhnya tahap tahap dalam pendidikan yang selaras fitrahnya? Apa yang harus dipersiapkan pada usia 0-10 tahun agar dua indikator itu dapat dipenuhi?

Copas : Ust Harry S

31/10/2021

Cara menegur anak kecil, Semoga bermanfaat ✌️.

Infonya bagus bangeet 😍S**a bingung kan ya kalau anak cerita tadi dipukul/dinakalin/disakiti temannya.harus berani melaw...
29/10/2021

Infonya bagus bangeet 😍

S**a bingung kan ya kalau anak cerita tadi dipukul/dinakalin/disakiti temannya.

harus berani melawan, harus dibalas atau malah terima dan memaafkan?

Nah ini ada tips bagus dari Psikolog bagaimana sebaiknya sikap yang kita ajarkan pada anak 😊

Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah ( Aqil Baligh)Dear Parents…Salah satu kewajiban orang tua adalah menyiapkan putra ...
29/10/2021

Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah
( Aqil Baligh)

Dear Parents…

Salah satu kewajiban orang tua adalah menyiapkan putra putrinya memasuki masa puber / baligh. Biasanya anak perempuan yang lebih sering dipersiapkan untuk memasuki masa menstruasi. Jarang, para ayah yang menyiapkan anak laki-lakinya menghadapi mimpi basah. Ini adalah tanggung jawab Ayah untuk membicarakannya kepada mereka. Mengapa harus ayah ? Karena anak laki-laki yang berusia di atas 7 tahun, membutuhkan waktu yang lebih banyak dengan ayahnya, dari pada dengan ibunya. Dan jika bicara seputar mimpi basah, ibu tentu tidak terlalu menguasai hal-hal seputar mimpi basah dan tidak pernah mengalaminya bukan ? Namun, bila karena satu hal, ayah tak sempat dan tidak punya waktu untuk itu, ibu-lah yang harus mengambil tanggung jawab ini.

🚜Tips Menyiapkan Anak Laki-laki Menghadapi Mimpi Basah

Untuk pertama kali, kita akan membicarakan tentang apa itu mimpi basah, dan bedanya mani dengan madzi, dan apa yang harus dilakukan jika keluar cairan tersebut. Agar anak bisa membedakan antara mani dengan madzi, persiapkan terlebih dahulu alat-alatnya :

⚽Untuk mani : Aduk kanji/tepung sagu dengan air, jangan terlalu encer, hingga masih ada butir-butir kecilnya. Beri sedikit bubuk kunyit, hingga menjadi agak kuning. Taruh di wadah/botol.

⚽Untuk madzi : Beli lem khusus, seperti lem UHU. Berikutnya siapkan waktu khusus dengan anak untuk membicarakannya.

🚜Apa saja yang harus disampaikan :

⚽Pertama, sampaikan kepada mereka bahwa saat ini mereka telah tumbuh berkembang menjadi remaja, dengan adanya perubahan-perubahan pada fisik mereka. Dan sebentar lagi mereka akan memasuki masa puber / baligh.

Contoh : “Nak.. ayah lihat kamu sudah semakin besar saja ya..Tuh coba lihat tungkai kakimu sudah semakin panjang, suaramu sudah agak berat. Waah..anak ayah sudah mau jadi remaja nih. Nah, ayah mau bicarain sama kamu tentang hal penting menjelang seorang anak menjadi remaja atau istilahnya ia
memasuki masa puber / baligh”

⚽Di awal, mungkin mereka akan merasa jengah dan malu. Namun, yakinkan kepada mereka, bahwa membicarakan masalah tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tua, yang nanti akan ditanyakan oleh Allah di akhirat.

⚽ Ketika berbicara dengan anak laki-laki yang belum baligh, gunakan the power of touch. Sentuh bahu atau kepala mereka. Hal ini telah dicontohkan oleh Rosulullah Muhammad yang sering mengusap bahu atau kepala anak laki-laki yang belum baligh. Hal ini dapat menumbuhkan keakraban antara ayah dengan anak. Jika sudah baligh, mereka tidak akan mau kita sentuh.

⚽Gunakan juga jangkar emosi (panggilan khusus, yang bisa mendekatkan hubungan kita dengan anak), misalnya: nak, buah hati papa, jagoan ayah, dan lain-lain.

🚜Sampaikan kepada anak kita : Tentang mimpi basah & mani

⚽Bahwa karena ia telah memiliki tanda-tanda / ciri-ciri memasuki masa puber, maka pada suatu malam nanti, ia akan mengalami mimpi sedang bermesraan dengan perempuan yang dikenal ataupun tidak dikenal. Dan pada saat terbangun, ia akan mendapatkan cairan yang disebut mani. (Kita beri tahukan kepada mereka contoh cairannya, yaitu cairan tepung kanji yang telah kita persiapkan). Peristiwa itu disebut mimpi basah.

⚽Jika seorang anak laki-laki telah mengalami mimpi basah, tandanya ia sudah menjadi seorang remaja / dewasa muda. Dan mulai saat itu, ia sudah bertanggung jawab kepada Tuhan atas segala perbuatan yang ia lakukan, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Pahala dan dosa atas perbuatannya itu akan menjadi tanggungannya. Dalam agama Islam, ia disebut sudah mukallaf.

⚽Beritahukan kewajiban yang harus dilakukan setelah mengalami mimpi basah (sesuai dengan ajaran agama masing-masing).Dalam Islam, orang yang mimpi basah diwajibkan untuk mandi besar /mandi junub, yaitu :

1⃣Bersihkan kemaluan dari cairan sperma yang masih menempel.

2⃣ Cuci kedua tangan.

3⃣ Berniat untuk bersuci

4⃣Berwudhu.

5⃣Mandi, minimal menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dan ke bagianj sebelah kiri sebanyak tiga kali, hingga seluruh anggota tubuh terkena air.

6⃣Cuci kaki sebanyak tiga kali.

⚽ Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

🚜 Tentang madzi

⚽Jika ia melihat hal-hal / gambar-gambar yang tidak pantas dilihat oleh anak (gambar yang tak senonoh), maka bisa jadi, ia akan mengeluarkan cairan yang disebut madzi. (Kita beri tahukan
kepada mereka contoh cairannya, yaitu lem UHU).

⚽Cara membersihkannya cukup dengan : mencuci kemaluan, mencuci tangan lalu berwudhu.

⚽ Ingatkan kepadanya, jika ia tidak melakukannya, ia tidak bisa sholat dan tidak bisa membaca Al Qur’an.

⚽Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa yang telah kita sampaikan.

🚜Hal penting yang harus kita ingat sebelum membicarakan masalah ini kepada anak adalah kita berlatih dahulu bagaimana cara menyampaikannya. Mengapa ? Agar komunikasi yang akan kita lakukan tidak tegang, dan berjalan dengan hangat. Agar anak merasa nyaman dan ia dapat menerima pesan yang kita sampaikan dengan baik.

Selamat mencoba …

Address

Jalan Plemburan Nomor 7A
Sleman
55581

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majid Farm posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share