Situbondo Mengaji

Situbondo Mengaji Dakwah dan Kajian Sunnah Situbondo
Donasi Dakwah: BSI (451) 2022120002

ILMU MAKIN BERTAMBAH, NAMUN DIRI TAK KUNJUNG MEMBAIK?Sebelum menilai sejauh apa ilmu kita bertambah, mari bertanya kepad...
11/09/2026

ILMU MAKIN BERTAMBAH, NAMUN DIRI TAK KUNJUNG MEMBAIK?

Sebelum menilai sejauh apa ilmu kita bertambah, mari bertanya kepada diri sendiri: Apakah ilmu ini membuat kita semakin takut kepada Allah? Apakah akhlak kita menjadi lebih baik? Ataukah kita hanya semakin merasa lebih benar daripada orang lain?

Ilmu yang berkah tidak hanya memenuhi kepala. Ia juga memperbaiki niat, melembutkan hati, dan menumbuhkan amal.

Karena itu, Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat.” (HR. Muslim)

Sebab ilmu yang sebenarnya adalah ilmu yang membawa kita semakin dekat kepada Allah, bukan sekadar membuat kita semakin banyak mengetahui.

Silakan bagikan tulisan ini. Semoga Allah ﷻ catat sebagai amal jariyah.

Dukung operasional dakwah dan pembangunan masjid melalui:
🏦 Bank Syariah Indonesia (BSI)
✨ Situbondo Mengaji (2022120002)
🕌 Masjid At-Taubah (7301791757)

Ikuti konten dakwah lainnya di:
🌐 FB | IG | TikTok: Situbondo Mengaji
🎥 YouTube: Situbondo Mengaji

LEBIH BAIK DIBAYAR SEKARANG DI DUNIA DARIPADA NANTI DI AKHIRATSebagian orang begitu mudah meremehkan utang. Ketika tidak...
09/09/2026

LEBIH BAIK DIBAYAR SEKARANG DI DUNIA DARIPADA NANTI DI AKHIRAT

Sebagian orang begitu mudah meremehkan utang. Ketika tidak mampu membayar, ia menghindar bahkan menghilang. Lebih buruk lagi, ada yang sebenarnya mampu, tetapi sengaja menunda pembayaran.

Padahal, orang yang benar-benar tidak mampu hendaknya jujur dan meminta kelonggaran. Adapun orang yang mampu tetapi sengaja menunda pembayaran, maka ia telah berbuat zalim.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Penundaan pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah kezaliman.” (HR. Bukhari)

Jangan mengira terbebas dari hukuman hanya karena urusan itu belum selesai di dunia. Seberat apa pun usaha untuk melunasi utang, manusia masih bisa bersabar. Namun, siapa yang sanggup menanggung azab di akhirat?

Nabi ﷺ bersabda, “Barang siapa memiliki kezaliman terhadap saudaranya, baik terkait kehormatan maupun sesuatu yang lain, hendaknya ia meminta kehalalan darinya hari ini, sebelum datang hari ketika tidak ada lagi dinar dan dirham. Jika ia memiliki amal saleh, akan diambil darinya sesuai kadar kezalimannya. Jika ia tidak memiliki kebaikan, dosa orang yang dizalimi akan diambil lalu dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari)

Silakan bagikan tulisan ini. Semoga Allah ﷻ catat sebagai amal jariyah.

Dukung operasional dakwah dan pembangunan masjid melalui:
🏦 Bank Syariah Indonesia (BSI)
✨ Situbondo Mengaji (2022120002)
🕌 Masjid At-Taubah (7301791757)

Ikuti konten dakwah lainnya di:
🌐 FB | IG | TikTok:
🎥 YouTube: Situbondo Mengaji

08/09/2026

Cintai Sewajarnya
Benci Sewajarnya

Cintailah orang yang engkau cintai sewajarnya saja
Bisa jadi suatu hari ia menjadi orang yang engkau benci

Dan bencilah orang yang engkau benci sewajarnya saja
Bisa jadi suatu hari ia menjadi orang yang engkau cintai

ZAMAN NOW HARUS BANYAK BERDOA BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI UTANGDahulu, orang yang hendak berutang harus memberikan jami...
04/09/2026

ZAMAN NOW HARUS BANYAK BERDOA BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI UTANG

Dahulu, orang yang hendak berutang harus memberikan jaminan. Kini, cukup bermodalkan KTP, utang begitu mudah didapatkan. Banyak orang berutang bukan karena kebutuhan, tetapi demi memenuhi keinginan.

Padahal utang bukan perkara ringan. Ia bisa menjadi beban pikiran, menghilangkan ketenangan, bahkan merenggangkan hubungan.

Jangan bangga ketika mudah mendapatkan utang. Bisa jadi, sesuatu yang terlihat mudah hari ini justru menjadi beban yang sulit dilepaskan di akhirat nanti.

Jauh sebelum zaman pinjaman online, kartu kredit, dan cicilan yang begitu mudah, Rasulullah ﷺ telah mengingatkan umatnya tentang bahaya utang.

Beliau ﷺ bahkan banyak berlindung kepada Allah dari utang: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang.” Ketika ditanya mengapa beliau banyak berlindung dari utang, beliau ﷺ menjawab: “Sesungguhnya seseorang apabila terlilit utang, ia akan berbicara lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dukung operasional dakwah dan pembangunan masjid melalui:
🏦 Bank Syariah Indonesia (BSI)
✨ Situbondo Mengaji (2022120002)
🕌 Masjid At-Taubah (7301791757)

Ikuti konten dakwah lainnya di:
🌐 FB | IG | TikTok:
🎥 YouTube: Situbondo Mengaji

28/08/2026

MENANTUMU

Maklumi ia sebagaimana engkau memaklumi anakmu.

Ia memiliki kelebihan, sebagaimana anakmu memiliki kelebihan.

Ia memiliki kekurangan, sebagaimana anakmu memiliki kekurangan.

Menantumu bukanlah orang lain. Ia seperti anakmu, mahram selamanya.

INILAH HAKIKAT DUNIA YANG BANYAK DIPEREBUTKANAda yang saling mencela, memfitnah, bahkan berbuat zalim hanya demi mendapa...
28/08/2026

INILAH HAKIKAT DUNIA YANG BANYAK DIPEREBUTKAN

Ada yang saling mencela, memfitnah, bahkan berbuat zalim hanya demi mendapatkan kekayaan, jabatan, dan berbagai kenikmatan dunia lainnya. Hingga lupa bahwa dunia hanyalah sementara dan tiada artinya dibandingkan kehidupan akhirat.

Rasulullah ﷺ pernah melewati bangkai anak kambing yang telinganya kecil. Beliau kemudian bersabda:
“Siapa di antara kalian yang mau membeli bangkai ini dengan satu dirham?” Para sahabat menjawab, “Kami tidak menginginkannya sedikit pun. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau ﷺ bersabda, “Apakah kalian s**a jika bangkai ini diberikan kepada kalian secara cuma-cuma?” Mereka menjawab, “Demi Allah, seandainya pun masih hidup, kami tidak akan mengambilnya karena cacat. Apalagi sudah menjadi bangkai.” Maka beliau ﷺ bersabda, “Demi Allah, sungguh dunia lebih hina bagi Allah daripada bangkai ini bagi kalian.”
(HR. Muslim)

Silakan bagikan tulisan ini. Semoga Allah ﷻ catat sebagai amal jariyah.

Dukung operasional dakwah dan pembangunan masjid melalui:
🏦 Bank Syariah Indonesia (BSI)
✨ Situbondo Mengaji (2022120002)
🕌 Masjid At-Taubah (7301791757)

Ikuti konten dakwah lainnya di:
🌐 FB | IG | TikTok:
🎥 YouTube: Situbondo Mengaji

MENGALAH BUKAN BERARTI LEMAH, MEMAAFKAN BUKAN BERARTI MEMBIARKAN KEZALIMANKita sering memilih mengalah, berharap orang l...
21/08/2026

MENGALAH BUKAN BERARTI LEMAH, MEMAAFKAN BUKAN BERARTI MEMBIARKAN KEZALIMAN

Kita sering memilih mengalah, berharap orang lain akan sadar dan berubah. Namun kenyataannya, tidak semua orang memahami kebaikan. Ada yang justru semakin melunjak, tidak menghargai, bahkan menganggap sikap mengalah sebagai kelemahan.

Mengalah adalah kemuliaan, tetapi bukan berarti kita harus terus membiarkan diri dizalimi. Memaafkan bukan berarti membiarkan orang lain terus berbuat semena-mena. Ada kalanya kita perlu bersikap tegas.

“Dan orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim, mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya dari Allah.” (QS. Asy-Syura: 39-40)

Silakan bagikan tulisan ini. Semoga Allah ﷻ catat sebagai amal jariyah.

Dukung operasional dakwah dan pembangunan masjid melalui:
🏦 Bank Syariah Indonesia (BSI)
✨ Situbondo Mengaji (2022120002)
🕌 Masjid At-Taubah (7301791757)

Ikuti konten dakwah lainnya di:
🌐 FB | IG | TikTok:
🎥 YouTube: Situbondo Mengaji

Address

Situbondo

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Situbondo Mengaji posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share