05/06/2026
SANTO BONIFASIUS – Orang Suci yang mengalahkan Petir
Tahun 675 lahirlah Winfrid di Inggris. Saat berumur 7 tahun sudah masuk biara karena terpesona melihat biarawan berdoa.
40 tahun dia hidup sebagai biarawan yang pintar. Tapi hatinya gelisah.
Di Biara, dia mendengar bahwa orang-orang Jerman masih menyembah pohon dan petir.
Tahun 719 dia jalan kaki ke Roma dan bertemu Paus Gregorius II yang kemudian mengganti namanya menjadi Bonifasius, artinya Pembuat Kebaikan.
Paus memberi satu tugas untuk segera mengKristenkan Jerman.
Tahun 723 dia sampai di Geismar. Di sana berdiri Pohon Keramat Dewa Thor. Pohon oak raksasa yang disembah ribuan orang.
Mitosnya jelas : siapa yang berani menebang, harus siap mati disambar petir.
Bonifasius datang membawa kapak. Orang-orang menontonnya, nunggu dia mati.
Ayunan pertama. Ayunan kedua. Ayunan ketiga. BRUAKK! Pohon tumbang.
Suasana hening, tidak ada petir tidak ada kutukan. Hanya ada Hamba Tuhan berdiri ditengah reruntuhan.
Hari itu juga ribuan orang bertobat dan mereka minta dibaptis. Kayu pohon dewa itu dipotong untuk membuat Kapela.
Seumur hidupnya, selama 30 tahun dia keliling Jerman. Dia mendirikan 5 keuskupan, bangun Biara Fulda dan membina imam-imam yang hidupnya berantakan. Orang-orang menjulukinya Rasul Jerman.
5 Juni 754, saat umur 79 tahun. Harusnya Santo Bonifasius pensiun. Namun dia memilih pergi menjadi misionaris lagi ke Belanda.
Saat dia mau memberikan Krisma untuk umat baru, sekelompok perampok kafir menyerang.
Bonifasius melarang pengawalnya melawan. Dia mengangkat Kitab suci untuk menahan pedang.
"Jangan lawan. Terima pedang ini," katanya. Pedang itu menancap menembus kitab. Santo Bonifasius wafat sambil memeluk Kitab Suci, bersama 52 temannya.
Santo Bonifasius dikenang setiap 5 Juni. Dipercaya sebagai oelindung dari takhayul. Orang Suci yang membuktikan bahwa Tuhan lebih kuat dari petir.