28/05/2017
TAWA "MALAIKAT" DI MESJID
Pengusiran dan penghardikan anak-anak di mesjid menjadi pemandangan biasa di Indonesia.
Mata-mata tajam dan kata-kata kasar keluar dari Badan Keamanan Mesjid "jahiliyah" kecamuk antara wajah sangar orangtua di rumah yang menghalaunya ke mesjid dan wajah seram Badan Keamanan Mesjid "jahiliyah" yang mengusirnya, seolah merengut kebahagiaan masa kecilnya.
Jika anak-anak muslim berlari, riang, tawa di mesjid itulah ciri khas anak-anak. Tetapi kalau yang berlari dan tertawa itu orangtua baru layak di usir. Mereka sebenarnya "malaikat" yang sedang bergembira di rumah Robb-Nya.
Bahkan Hasan dan Husein pernah menaiki tubuh Rasulullah saat mengimami sholat para sahabat. Rasulullah sujud begitu lama.
Hingga ada sahabat yang bertanya "mengapa lama sekali sujudmu ya Rasulullah" .
Rasul mnjawab "Tadi Hasan dan Husein naik ditubuhku, aku khawatir kalau aku bangkit mereka terjatuh, ku biarkan mereka puas bermain".
Dalam riwayat yang lain Rasulullah mempercepat sholatnya karena ada tangis anak kecil yang memanggil ibunya yang sedang ikut berjama'ah bersama Rasulullah.
Itulah mesjid Nabi yang tak sepi dari anak-anak kecil. Lalu mesjid apa yang anti dengan anak-anak kecil? Layaklah para Badan Keamanan Mesjid "jahiliyah" diberi pemahaman yang utuh tentang mesjid sebagai pusat peradaban Islam.
Sultan Muhammad Al-Fatih penakluk Konstantinopel pernah berkata : "Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid. Waspadalah. Saat itu kalian dalam bahaya."
Marhaban ya Ramadan || Selamat Beribadah Puasa.