YHWH YIREH_Never Walk Alone.

YHWH YIREH_Never Walk Alone. Melalui kesaksian, ayat mas, ilustrasi, pokok doa dan berbagai informasi lain... Mari berjuanglah untuk senantiasa menjadi Berkat..

1 Petrus 3:9b-13
"Hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. Sebab mata

Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?

09/06/2015

Siapa pemilik kekuasaan di dunia dan akherat???

"Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah dari padaNya namanya Almasih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah"
(Qs. 3 Ali Imran 45)

09/06/2015

Shalom

10/02/2015

Melihat objek terlalu dekat, akan menyulitkan anda untuk melihat dgn baik fungsi, bentuk, dan aspek2 dlm objek tersebut..
Lalu bagaimana jika: Terlalu dekat dengan seseorang?
Apakah anda juga kesulitan untuk melihat mereka dgn bijak?
Apakah anda sulit untuk menegur kesalahannya?
Apakah anda justru sulit mengghargai mereka?
Apakah anda sudah dibutakan atau bahkan tidak melihat sama skali..

KebenaranNya itu mutlak dan tak ada yg dapat mengmaklumkannya..

07/11/2014

renungan: PraNatal

YESUS ADALAH INKARNASI ALLAH
INKARNASI ALLAH : ALLAH MENJADI MANUSIA

1. Sebuah Pertanyaan Kritis
Salah satu pertanyaan kristis dalam memahami Allah adalah mengapa Allah mau capek-capek turun menjadi manusia menyelamatkan manusia. Bukankah Allah adalah Mahakuasa? Sebenarnya gampang buat Allah untuk menyelamatkan manusia dengan kuasa-Nya. Bisa saja Dia melakukannya dari “langit” tempat kerajaan-Nya memerin tah. Bukankah Allah kita membuat segala sesuatu yang mustahil menjadi mungkin terjadi?
Pertanyaan tersebut begitu menggelitik pergumulan iman kita. Ini menunjukkan betapa terbatasnya manusia untuk memahami Allah. Kita tidak bisa 100% mengetahui cara kerja Allah, rencana-Nya dalam menyelamatkan manusia melalui jalan penderitaan mulai dari kelahiran sampai kematian-Nya.
Buletin Pembinaan kali ini mencoba memberi jawaban dari pertanyaan kritis di atas. Tentu saja bahasan kali ini masih terkait dengan peristiwa Natal yang baru saja kita peringati.

2. Manusia Berdosa yang Tidak Bisa Menyelamatkan Dirinya sendiri
Semua manusia di muka bumi ini tidak luput dari dosa. Rasul Paulus dalam surat Roma 3: 9-20 menyatakan bahwa tidak ada satupun manusia yang tidak berdosa (ay.10 bdn. ay. 23). Keberdosaannya terlihat ketika manusia tidak mencari Allah; menyeleweng dari kebenaran, tidak berbuat baik, kata-kata mereka penuh dengan tipu daya dan sumpah serapah, cepat menumpahkan darah, tidak takut kepada Allah, dll. (ay. 11-18).
Dalam keadaan yang berdosa, maka manusia tidak bisa menghapus dosanya dan menyelamatkan dirinya dari maut yang adalah upah dari dosa (Roma 6:23). Seumpama gambar yang sudah rusak sama sekali dan tidak seorang pun yang dapat memperbaikinya. Begitulah manusia adanya. Bukan cuma maut yang harus ditang gung oleh manusia, tetapi kesendirian, ketakutan dan kesulitan mengendalikan napsu dan keinginan menjadi bagian dari hidup manusia sampai saat ini.

3. Oleh karena itu sejak awal kejatuhan manusia, Allah telah berencana menyelamatkan manusia. Hanya Allah saja yang mampu menyelamatkan manusia! Berbagai strategi dalam menyelamatkan manusia telah dilakukan Allah. Mulai dari re-kreasi (penciptaan kembali) kehidupan melalui peristiwa air bah dan bahtera Nuh, pemanggilan Abraham dan pemilihan Israel sebagai bangsa pilihan yang dibebaskan-Nya dari penjajahan Mesir, memilih raja, bahkan mengirimkan nabi-nabinya. Namun semua cara itu ternyata tidak membuat tersambungnya hubungan Allah dengan manusia. Manusia tetap berkubang dan terbelenggu dalam dosa. Allah Turun Tangan Langsung.

Akhirnya Allah mengeluarkan “kartu truff-nya” dalam menyelamatkan manusia. Sebenarnya “kartu truff” ini bukanlah hal yang baru karena Allah pun sudah menubuat-kannya ketika Allah berkata kepada ular yang menggoda manusia pertama berbuat dosa. “…keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya” (Kej. 3: 15b). “Kartu truff” adalah hadirnya Yesus Kristus yang adalah Allah sendiri yang datang untuk menyelamatkan manusia.
Sampai di sini kita kembali dibingungkan oleh pertanyaan kritis diatas, mengapa Allah harus datang sendiri untuk menyelamatkan manusia; mengapa Dia tidak memakai kuasa-Nya saja menyelamatkan dari surga?
DR. Andar Ismail dalam bukunya “Selamat Natal” mengemukakan bahwa sebenarnya Allah bisa saja lepas tangan, masa bodoh dengan manusia yang berdosa. Bisa juga Dia gatal tangan, hukum dan habisi manusia, ciptakan lagi yang baru. Atau angkat tangan, putus asa dengan “kenakalan” manusia. Namun Allah tidak menempuh ketiga cara tersebut; Dia memilih turun tangan langsung menyelamatkan manusia. Hanya satu alasan mengapa Dia menempuh cara turun tangan langsung seperti yang tertulis dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” . Karena Allah penuh kasih dan peduli terhadap dunia ini!
Cara yang digunakan Allah dalam menolong manusia yang berdosa adalah dengan turun menjadi manusia. Allah menjadi manusia yang mewujud dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Peristiwa inilah yang kemudian dikenal dengan inkarnasi Allah.
4. Inkarnasi Allah: Sebuah Misteri Ilahi
Indonesia kaya dengan mitos dan legenda. Salah satu mitos dan legenda yang terkait dengan kepercayaan masyarakat adalah dewa/dewi yang turun ke bumi, berubah wujud menyamarkan dirinya menjadi manusia. Pertanyaannya sekarang adalah apakah inkarnasi Allah sama seperti tindakan para dewa/dewi?
Inkarnasi berasal dari kata Latin, incanatio (“in” : masuk ke dalam; “caro/carnis”: daging). Secara bebas kata ini bisa kita artinya: “masuknya Allah ke dalam daging manusia dalam diri Yesus Kristus. Inilah yang tertulis dalam Yohanes 1: 1, 14 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah… Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”
Hal inilah yang menunjukkan perbedaan antara tindakan dewa/dewi yang menyamar menjadi manusia dengan inkarnasi Allah. Allah tidak menyamar dengan mengenakan tubuh manusia. Allah tidak kelihatannya seperti manusia. Tetapi Allah sungguh-sungguh menjadi manusia. Salah satu ciri bahwa Allah menjadi manusia yaitu Yesus melalui proses kelahiran yang berasal dari kandungan seorang anak dara bernama Maria; sebuah proses yang lazim bagi kehadiran manusia. Selain itu Yesus hidup dan bertumbuh seperti layaknya manusia. Beberapa catatan Alkitab mengemukakan bagaimana Yesus bertumbuh besar secara fisik dan rohaninya (Luk. 2: 53). Dia makan bersama murid-murid-Nya. Dia menangis (Yoh. 11:35). Dia mengalami ketakutan (Luk. 22: 44).
Namun harus diakui inkarnasi Allah ini tidak seluruhnya dapat kita pahami. Wajar saja manusia adalah mahluk ciptaan yang sangat terbatas. Sebab Allah adalah pencipta yang maha tidak terbatas. Jelas tidak mungkin bagi manusia memahami Allah sejelas-jelas dan selengkap-lengkapnya. Kita yang berusaha merasionalkan Allah (dalam arti berusaha memahami Allah dengan mengandalkan rasio) akan kecewa.
Salah satu yang menjadi misteri Ilahi adalah catatan yang ditulis dalam beberapa kitab Injil; yakni Matius 1: 20 “…sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus”; Lukas 1: 35 “…Roh Kudus akan turun atasmu…”. Dua catatan ini yang kemudian dalam rumusan Pengakuan Iman kita dinyatakan sbb.: “…dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria…”
Ketika kita mencoba merenungkan apa yang tertulis dalam kedua kitab Injil tadi, kita memang dapat menyaksikan bahwa Yesus bukan hanya manusia saja; tetapi Dia juga adalah Allah karena proses kelahiran-Nya tidak lepas dari Allah. Disinilah kita memahami bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia; Allah 100% dan manusia 100%. Bukan setengah Allah dan setengah manusia.
Tetapi jangan pernah berpikir bahwa proses kehadiran-Nya sebagai manusia melalui proses persetubuhan antara Roh Kudus dengan Maria, seperti layaknya kehadiran anak dalam keluarga melalui proses persetubuhan pria dan wanita. Inilah yang menjadi misteri Ilahi yang terus terang sulit untuk dijelaskan secara rasio. Namun hal ini tidak mengurangi kepercayaan terhadap inkarnasi Allah. Kita harus mengakui bahwa ketika berbicara tentang Allah, tidak seluruhnya kita bisa jelaskan dan mengerti secara rasio; diperlukan sisi lain yang amat kuat yaitu kita menerimanya secara iman.

5. Allah yang Menyertai Manusia
Kita akan merayakan Natal. Sesungguhnya saat itulah kita merayakan inkarnasi Allah. Allah menjadi manusia yang menunjukkan kepada kita betapa sayangnya Allah kepada kita, manusia. Dia turun tangan langsung karena manusia tidak bisa menye lamatkan dirinya sendiri. Allah peduli dengan kehidupan kita.
Selain menunjukkan kasih Allah, peristiwa inkarnasi Allah memberikan kita keyakinan iman bahwa:
1. Allah yang kita sembah bukanlah Allah yang jauh, yang tidak bisa dijangkau oleh manusia. Karena Dia adalah Allah yang menjadi manusia, maka Dia menjadi dekat dengan manusia, yang dapat dijumpai kapan saja dan dimana saja, kita ingin menjumpainya.
2. Allah yang kita sembah adalah Allah yang memahami dan mengerti segala pergumulan kita. Dia turut merasakan apa yang kita rasakan, menanggung apa yang kita tanggung, termasuk penderitaan kita karena Dia sudah terlebih dahulu menderita untuk kita (lih. Ibr. 4: 15 “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”). Karena itu kita mengenal Allah kita pun sebagai sahabat yang bersimpati dan berempati terhadap kita.

Kedua hal ini kiranya dapat menjawab pertanyaan kritis di depan mengapa Allah mau turun menjadi manusia? Dia pakai cara ber-inkarnasi agar dekat dan mengerti kehidupan manusia, ciptaan-Nya yang sempurna namun kehilangan kemuliaan Allah karena dosa. Dia memang bisa menyelamatkan manusia dari tempat-Nya yang tinggi, namun hal ini tidak akan pernah membuat manusia merasa dekat dengan-Nya. Inkarnasi Allah juga membuat kita yakin bahwa Allah kita adalah Allah yang selalu hadir memberikan kekuatan kepada kita untuk melawan dosa.
Hal inilah yang menandai bahwa Dia adalah Allah yang menyertai manusia. Immanuel.

SUMBER : SAHABAT SURGAWI

07/11/2014

SIKAP HIDUP ORANG KRISTEN

Matius 7:1-12. Menarik untuk diperhatikan bahwa khotbah di bukit ini merupakan rangkaian khotbah yang sangat terstruktur. Di pasal 5 dan 6, Yesus berbicara mengenai diri pribadi atau jati diri orang Kristen, bagaimana orang Kristen harus memiliki watak seperti Kristus. Yesus menetapkan standar karakter yang tinggi bagi pengikut-pengikut-Nya. Orang Kristen harus memiliki karakter yang lebih unggul dari dunia, sehingga terlihat perbedaan antara pengikut Kristus dan yang bukan. Kemudian di pasal 7, Yesus berbicara tentang hubungan orang Kristen dengan orang lain dan Bapa Surgawi. Jika kita memiliki karakter Kristus maka kita harus mempraktekkannya. Dalam teks pembacaan ini ada 3 sikap yang perlu dilakukan seorang pengikut Kristus.

1. Sikap terhadap Saudara Seiman (ayat 1-5,12)

a. Jangan menghakimi (1-5)
Yesus secara khusus mengangkat hal ini karena sikap ini sering kali kita lakukan dan sering kali p**a kita tidak sadar bahwa kita sudah melakukannya. Seringkali kita lebih melihat kesalahan atau kekurangan saudara kita yang cuma sedikit namun tidak menyadari kesalahan/kekurangan kita yang banyak.

Pelarangan Yesus untuk menghakimi tidak berarti menutup mata terhadap kesalahan dan kekurangan saudara-saudara kita. Yesus tidak sedang bermaksud menghilangkan sikap kritis kita untuk menyatakan kesalahan orang lain. Pelarangan ini jangan membuat kita menjadi takut untuk menyatakan kesalahan atau memberikan kritikan kepada orang lain jika memang itu perlu untuk dilakukan. Sebaliknya, arti menghakimi adalah:
· Berusaha mencari-cari kesalahan orang lain untuk menjatuhkannya.
· Memberikan cap atau label atau julukan pada seseorang padahal orang itu tidaklah seperti itu. Mungkin memang orang itu pernah melakukan suatu kesalahan, namun tidak menjadi kebiasaannya.
· Menyalahkan atau menuduh seseorang sebelum tahu persoalan yang sebenarnya, lalu memberi hukuman terhadap orang tersebut.
· Menganggap diri selalu benar sedangkan orang lain selalu salah. Sikap-sikap seperti itulah yang dikatakan oleh Yesus sebagai sikap menghakimi.

b. Perlakukan orang lain seperti kita mau diperlakukan (ayat 12)
Pada ayat 1-5, Yesus melarang kita untuk menghakimi dengan mencari-cari kesalahan, menuduh, memberi cap pada orang lain karena kita tidak lebih baik dari orang lain. Kita masih manusia yang masih bisa bersalah karena itu Yesus menasihatkan supaya kita menghargai dan menjaga perasaan sesama kita. Kita tentu mau diperlakukan dengan baik, maka kita harus lebih dahulu bersikap baik dan memperlakukan orang lain dengan baik. Jika kita mau dihargai, kita harus menghargai orang lain. Jika kita mau orang tersenyum kepada kita, tersenyumlah lebih dulu. Jika kita tidak mau dibenci, janganlah membenci orang lain.

Yesus mengatakan bahwa ayat ini merupakan inti dari hukum Taurat. Jika kita sudah melakukan dan mempraktekkannya maka kita sudah melakukan hukum Taurat. Jadi marilah kita memperlakukan saudara-saudara kira sebagaimana kita mau diperlakukan.

2. Sikap terhadap ”anjing” dan ”babi”
Sepintas mendengar ucapan ini kita bisa kaget karena terkesan sangat kasar, padahal sebelumnya Yesus menganjurkan kita untuk bersikap baik terhadap orang lain. Tentu ada alasan Yesus mengatakan hal demikian. Salah satu alasannya adalah karena Yesus adalah pribadi yang jujur dan tidak s**a kompromi. Jika ya, dikatakan ’ya’, jika tidak dikatakan ’tidak’. Yesus bersikap baik terhadap orang lain namun dalam kasus-kasus tertentu yang bersifat prinsipil dalam hubungannya dengan kebenaran, Yesus bersikap tegas tanpa kompromi. Di beberapa bagian Injil terdapat perkataan Yesus yang keras. Yesus dengan berani mengatakan Herodes Antipas sebagai ’serigala’ karena kejahatannya (Lukas 13:32), Yesus menyebut ahli Taurat dan orang Farisi ’kuburan yang dilabur putih’ dan ’keturunan ular beludak’ (Mat. 23:27,33) karena kemunafikan mereka.

Kita memang tidak boleh menghakimi, menuduh, mencari-cari kesalahan orang lain tetapi jika ada terjadi kesalahan janganlah disembunyikan atau kompromi. Lalu siapakah yang disebut Yesus sebagai ’anjing’ dan ’babi’? Kata ’anjing’ ini tidak sama dalam Matius 15:26 (perempuan Kanaan). Anjing dalam Mat 15:26 adalah sejenis anjing peliharaan yang disayangi tuannya, tetapi dalam teks ini, anjing yang dimaksudkan adalah anjing liar yang jorok yang berkeliaran di jalan dan hidup dengan makan sampah. Babi adalah binatang haram bagi orang Yahudi dan juga binatang yang senang mengorek-ngorek tanah dengan mulutnya. Kedua binatang ini menggambarkan orang yang menolak dan melecehkan Firman Tuhan, lalu menghina dan mengejek Tuhan. Sedangkan mutiara menggambarkan berita Injil. Kedua kata ini tidaklah ditujukan kepada seorang pencuri atau perampok atau penjahat lainnya, namun ditujukan kepada seorang yang dengan sadar memandang remeh Injil atau Firman Tuhan. Bisa jadi dia adalah seorang yang terhormat dalam masyarakat, orang yang kaya, namun tidak mau menerima Firman, malah menolak dan menghina Allah terang-terangan. Kepada orang seperti inilah Yesus melarang kita untuk terus memberitakan Injil.

Jadi sikap kita terhadap orang seperti ini adalah jika kita sudah memberitakan Injil namun ia terus menolak bahkan melecehkan Injil, maka jangan lagi beritakan Injil kepadanya karena ia malah akan semakin merendahkan martabat Injil dan menghina Allah.

3. Sikap terhadap Bapa di Surga (ay. 7-11)
Setelah mengajarkan sikap terhadap sesama, maka Yesus beralih kepada hubungan dengan Bapa di surga. Dalam teks ini secara khusus menyorot hubungan dengan Bapa dalam hal pengabulan doa. Frasa ini menunjukkan suatu kedekatan yang erat antara anak dan Bapa dimana sebagai anak kita harus menjalin hubungan yang erat dengan Bapa dalam doa supaya kita dimampukan melakukan perintah-Nya.

Ketika kita mengharapkan sesuatu dari Bapa, Yesus mengajarkan untuk ”mintalah..., carilah..., dan ketoklah....” maka Bapa pasti akan memberi yang terbaik. Hal berdoa ini sangat sederhana tetapi mengandung unsur yang sangat penting yang harus kita ketahui dan lakukan:
a. Pengetahuan. Bapa akan memberi sesuai dengan kehendak-Nya karena itu kita harus tahu apa yang menjadi kehendak-Nya agar doa kita dikabulkan. Cara untuk mengetahui adalah belajar dan merenungkan Firman-Nya serta bersekutu erat dengan-Nya.
b. Iman. Jika kita sudah mengetahui kehendak Bapa maka unsur lain yang perlu ada adalah iman. Kita harus mengimani dan sungguh-sungguh percaya maka pasti Dia akan mengabulkan doa kita sesuai kehendak-Nya.
c. Keinginan. Kita tahu kehendak Bapa, kita mengimani bahwa Bapa pasti memberi, dan memang itu sangat kita inginkan atau butuhkan, percayalah Bapa pasti akan memberikannya.

Marilah kita memiliki sikap yang benar dalam berhubungan dengan sesama kita dan teristimewa dalam hubungan kita dengan Bapa di surga.

10/08/2014

Slamat malam...

21/04/2014

Selera humor yang baik itu bukan menertawakan orang lain, tapi lebih kepada bagaimana dia bisa menertawakan dirinya sendiri dan melihat sisi lucu dan baik dari segala sesuatu.

21/04/2014

Yohanes 11:5-6
Yesus membiarkan kesengsaraan terjadi atas martha dsn kkaknya untuk kebaikan yang lebih besar.
Dan itu semua bermuara pada definisi "kebaikan yang sesungguhnya".
Mereka menginginkan Lazarus sembuh dari sakit, tetapi Yesus menginginkannya Lazarus bangkit dari kematian. Wow.... Perspektif surga..!

Mari kita belajar lebih peka dlm perspektifNya. Krn ada rncangan smpurna di sana.!

26/01/2014

Keadilan absolut vs Kasih tanpa syarat

Jika Allah adil, Ia harus menghukum dosa.
Jika Allah kasih, Ia harus mengampuni dosa.
Bagaimana Allah dapat menjadi kedua-duanya?

Jawabannya:
Contoh sempurna bagaimana kasih dan keadilanNya bertemu adalah pada “Kayu Salib”. Dalam kasihNya Allah mengutus Putra-Nya untuk membayar upah atas dosa-dosa kita sehingga KEADILANNYA DAPAT TERPUASKAN DAN KASIHNYA TERSALURKAN.

Allah adalah "kudus secara adil" dan "adil secara kudus". Artinya, keadilanNya terlihat di dalam kasihNya, dan kasih-Nya terpancarkan secara adil.

Slamat malam, have a nice weekend!

11/12/2013

Kisah uang Rp 1000 dan Rp 100.000.

Uang Rp 1000 & Rp 100.000 sama2 terbuat dari kertas, sama2 dicetak & diedarkan oleh BI. Ketika bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar dimasyarakat, 4 bulan kemudian mereka bertemu lg secara tdk sengaja didlm dompet seorang pemuda. Kemudian diantara kedua uang tsb terjadilah percakapan.

Yg Rp 100.000 bertanya kpd Rp 1000,
"Knp badan km begitu lusuk, kotor dan bau amis?
"Rp. 1.000 menjawab, "Karena aku begitu keluar dari Bank langsung ditangan orang2 bawahan dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan ditangan pengemis"

Lalu Rp.1000.bertanya balik kpd Rp 100.000, "Knp km kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih? Dijawabnya, "Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik, & beredarnyapun di restoran mahal, di mall & jg hotel2 berbintang serta keberadaanku selalu di jaga dan jarang keluar dari dompet"

Lalu Rp 1000 bertanya lg, "Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?"

Dijawablah, "Belum pernah" Rp 1000 pun berkata lg,
"Ketahuilah walaupun aku hanya Rp 1.000, tetapi aku selalu mampir di rumah TUHAN dan ditangan anak2 yatim,
bahkan aku selalu bersyukur kpd TUHAN.
Aku tdk dipandang bukan sebuah nilai, tetapi adalah sebuah manfaat

Akhirnya menangislah Rp 100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tetapi tdk begitu bermanfaat selama ini.

Jd bukan seberapa besar penghasilan kita, tetapi seberapa bermanfaat penghasilannya dipakai utk memuliakan TUHAN dan sebagai Channel of blessing bagi orang yg tdk mampu.
Karena kekayaan bukanlah utk kesombongan!!

10/12/2013

Jika KEKAYAAN bisa membuat orang BAHAGIA, tentunya ADOLT MERCKLE, orang TERKAYA dari JERMAN, tidak akan menabrakkan badannya ke KERETA API...

Jika KETENARAN bisa membuat orang BAHAGIA, tentunya MICHAEL JACKSON, penyanyi TERKENAL di USA, tidak akan meminum OBAT TIDUR hingga OVERDOSIS...

Jika KEKUASAAN bisa membuat orang BAHAGIA, tentunya G. VARGAS, Presiden BRAZIL, tidak akan menembak JANTUNGNYA...

Jika KECANTIKAN bisa membuat orang BAHAGIA, tentunya MARLIN MONROE, artis CANTIK dari USA, tidak akan meminum ALKOHOL dan OBAT DEPRESI hingga OVERDOSIS...

Jika KESEHATAN bisa membuat orang BAHAGIA, tentunya THIERRY COSTA, Dokter Terkenal dari PERANCIS, tidak akan membunuh dirinya akibat acara di TELEVISI..

Ternyata, BAHAGIA atau tidaknya hidup seseorang itu, BUKAN ditentukan oleh seberapa KAYANYA, TENARNYA, CANTIKNYA, KUASANYA, SEHATNYA atau SESUKSES apapun hidupnya.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu BAHAGIA adalah PILIHANNYA SENDIRI.

"Kalau KEBAHAGIAAN bisa DIBELI, pasti orang² kaya akan MEMBELI KEBAHAGIAAN itu. Dan kita akan SULIT mendapatkan KEBAHAGIAAN karena sudah DIBORONG oleh mεrεƙα."

"Kalau KEBAHAGIAAN itu ada di suatu TEMPAT, pasti belahan lain di bumi ini akan KOSONG karena semua orang akan kesana berkumpul dimana KEBAHAGIAAN itu berada ."

Ketenangan, kenyamanan, dan kebahagiaan hanya dapat diperoleh dalam YESUS. Bersyukurlah untuk surga yang sudah YESUS janjikan pada kita. Karena tidak ada jalan lain menuju KEBAHAGIAAN KEKAL itu selain pada YESUS.

- (Injil Yohanes 14:6)
"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

- (Qs. 43 Az Zukhurf 61)
" Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat karena itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus"

Yesuslah satu-satunya jalan menuju KEBAHAGIAAN KEKAL."

Address

Sidoarjo

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when YHWH YIREH_Never Walk Alone. posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to YHWH YIREH_Never Walk Alone.:

Share