HKBP Sidoarjo

HKBP Sidoarjo Huria Kristen Batak Protestan Sidoarjo. HKBP Sidoarjo.

12/03/2017

Minggu 12 Maret 2017

Nas Bacaan: Mazmur 121:1 – 8

Tuhan Penolong yang Setia

Orang Israel yang tinggal di perantauan diwajibkan untuk beribadah di bait Allah yang ada di Yerusalem sepaling tidak sekali dalam seumur hidup. Maka seluruh orang Yahudi di perantauan pun mempersiapkan diri untuk mengadakan perjalanan jauh menuju kota Yerusalem. Perjalanan itu penuh dengan bahaya di perjalanan. Oleh karena itu orang memikirkan keselamatannya dalam perjalanan.

Mazmur ini adalah bagian dari Mazmur ziarah orang Israel menuju kota Bait Allah, yakni Yerusalem. Di sepanjang jalan mereka melihat banyak gunung-gunung. Seperti biasanya di zaman itu, orang menganggap bahwa di atas gunung itu ada dewa dewa bersemayam. Itulah sebabnya kita membaca di dalam Alkitab orang Israel mengadakan mezbah di bukit bukit pengorbanan.

Karena orang menemukan masalah keamanan di perjalanan, ada orang yang sering mengadakan kurban persembahan di atas gunung gunung itu, dengan harapan dewa yang diam di dalamnya akan memberikan perlindungan di perjalanan yang mereka tempuh. Pemazmur pun melihat gunung gunung yang tinggi itu. Ia bertanya di dalam hatinya: akankah ia akan meminta pertolongan kepada para dewa dewa yang dipercaya orang bukan Israel?

Ia mengambil kesimpulan dengan tegas, pertolongan yang akan datang kepadanya bukan dari para dewa dewa itu, tetapi dari Allah Israel yang telah mengadakan perjanjian dengan umat-Nya. Pemazmur tahu dengan persis bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kakinya goyah, di malam hari yang gelap pun, Tuhan tidak akan tertidur terlelap. Pemazmur sampai dua kali mengungkapkan hal itu, suatu tanda bahwa apa yang dikatakannya itu adalah sebuah kenyataan.

Pada akhirnya pemazmur sampai juga ke Yerusalem dengan tidak kurang apa pun juga. Maka pemazmur mengatakan: Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya. Tuhan yang menjaga peziarah ini keluar dari rumahnya di negeri yang jauh, dan menjaga dia di perjalan, sebab matahari tidak menyakiti dia di waktu siang dengan panas teriknya yang menyengat dan bulan pun tidak menyakiti dia dengan rasa dingin yang membuat kita menggigil. Tuhan juga yang akan menjaga dia waktu keluar dari Yerusalem dan masuk ke dalam rumahnya di negeri yang jauh.

Kita pun dapat mengatakan bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan kita untuk masuk ke dalam kerajaan yang kekal di surga kelak. Kita tidak perlu memandang gunung gunung dunia ini, yang mampu juga memberikan pertolongan bagi para pemohon. Walaupun tidak kekal sifatnya. Orang percaya berpaut erat dengan Allah Bapa yang dikenal di dalam Yesus Kristus.

Matahari dan bulan dalam wujud pergumulan tidak akan menyakiti kita, sebab Allah adalah penjaga kita. Ia tidak pernah terlelap di sepanjang perjalanan. Ia tetap awas memperhatikan kita. Kita pasti tiba di negeri baka dengan tidak kurang satu apa pun juga. Hanya kita harus mau keluar dari jalan dunia ini, dan masuk ke dalam perjalanan ziarah iman bersama dengan Allah di bawah tuntunan Roh Kudus.

Catatan akhir yang dapat kita renungkan dari nas kita ini ialah: di dalam tata ibadah penutupan peti mati di Gereja HKBP, pendeta memberkati jenazah itu dengan berkat: Tuhan memberkati engkau keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya. Persis seperti yang disuarakan pemazmur. Orang yang meninggal itu sudah keluar dari kehidupan manusia dan masuk ke dalam persekutuan yang baru dengan Allahnya di dalam Yesus Kristus.

Sumber: HKBP

10/03/2017

Jumat 10 Maret 2017

Lebih Besar
Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.
I Rajaraja 3:11 – 12

Kisah Raja Salomo memohonkan sesuatu kepada Allah, adalah sebuah kisah yang familiair bagi kita. Sebuah kesempatan yang luar biasa diberikan Allah kepada Salomo. Ia boleh meminta apa saja yang dikehendakinya, lalu Allah akan memberikan apa yang dipohonkannya itu bagi dia. Namun kenyataan, Salomo tidak meminta sesuatu yang memenuhi hasrat kemanuisaannya. Ia memohon hikmat untuk memerintah dengan benar seturut kehendak Allah.

Rasul Paulus mengatakan kepada Jemaat Efesus, Allah memberikan kepada kita jauh lebih besar dari apa yang kita pohonkan. Hal itu dikatakannya dalam Ef 3:20: “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Kita dapat menemukan tiga kisah yang sama, dimana orang yang memohonkan permohonannya menerima jauh lebih besar dari permohonannya.

Kisah pertama adalah kisah Raja Salomo ini. Salomo mendapatkan jauh lebih besar dari apa yang dimintanya. Kisah yang kedua ialah: pemungut cukai yang datang ke Bait Allah dan berdoa. Ia hanya memohonkan pengampunan akan dosanya. Namun Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa ia dibenarkan Allah. Kata dibenarkan punya arti, orang tersebut dipandang Allah tidak berdosa. Bukankah hal itu jauh lebih besar dari pengampunan?

Kisah ketiga ialah: penyamun yang disalibkan bersama dengan Tuhan Yesus di kayu salib. Penyamun itu mengatakan agar ia diingat oleh Yesus, pada saat Ia datang kelak. Ia tidak berharap apa apa untuk saat ia disalibkan. Ia hanya memohon agar diingat kelak tatkala Yesus datang dalam kemuliaan. Namun Yesus mengatakan kepadanya: “Hari ini engkau bersama dengan Aku di Firdaus.” Penyamun itu tidak hanya akan diingat di masa depan, tetapi pada saat itu juga, ia sudah bersama dengan Yesus di Firdaus. Tidakkah hal tersebut sesuatu yang luar biasa?

Ada orang yang mengatakan bahwa angka tiga adalah angka yang menunjuk kepada Allah sendiri, hal itu sudah diyakini orang Yahudi dari sejak purba kala. Jika kita menerima hal tersebut sebagai kebenaran, maka Alkitab yang menuturkan tiga kisah tentang Allah memberi lebih banyak dari apa yang dipohonkan orang adalah sebuah fakta. Paulus pun sudah mengatakannya dalam kutipan ayat dari surat Efesus di atas. Dengan demikian kita dengan penuh keyakinan akan dapat berkata, bahwa Allah senantiasa memberikan kepada kita, jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan.

Pada satu saat, satu keluarga jalan jalan ke daerah pendesaan, mereka naik mobil kecil, sehingga muatannya jadi sesak. Di pedesaan itu hujan turun dengan derasnya hingga mengakibatkan banjir. Di tengah jalan mereka melihat satu keluarga kecil sedang berjalan dalam keadaan kebasahan untuk mengungsi. Karena tidak dapat menampung mereka turut di mobil, maka sang bapa mengeluarkan dompetnya dan me ngeluarkan seluruh uang yang ada di dompet itu dan diberikan kepada keluarga tadi. Mereka pun melanjutkan perjalanannya. Namun setelah beberapa saat, sang bapa berkata: apakah hanya itu uang yang ada di tangan kita? Ia meminta semua anggota keluarga mengeluarkan dompet masing masing, dan mengosongkannya.

Mereka pun kembali kepada keluarga kecil tadi. Si bapa meminta kembali uang yang sudah diberikannya kepada keluarga itu. Si penerima mengembalikan uang itu dengan rasa kesal. Tetapi si bapa menaruh uang itu kembali ke tangan orang tadi dan menambahkan uang yang ada di tangan anggota keluarga. Apa yang mereka berikan jauh lebih banyak dari apa yang sudah diberikan kala pertama kalinya. Allah pun sering melakukan hal seperti itu kepada kita di dalam hidup ini. Namun satu hal yang pasti ialah: Ia memberikan kepada kita jauh lebih banyak dari yang kita doakan.

Sumber: HKBP

Selamat hari Minggu, Selamat Beribadah:Tuhanku, bila hati kawanku...1. Tuhanku, bila hati kawanku terluka oleh tingkah u...
19/06/2016

Selamat hari Minggu, Selamat Beribadah:

Tuhanku, bila hati kawanku...
1. Tuhanku, bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku,
dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.

2. Jikalau tuturku tak semena dan aku tolak orang berkesah,
pikiran dan tuturku bercela, ampunilah.

3. Dan hari ini aku bersembah serta padaMu, Bapa, berserah,
berikan daku kasihMu mesra. Amin, amin.
https://youtu.be/-PAvsYesL3w

By Trinity Brass Section GKI Kebayoran Baru. Personel : Irene (Piano), Ole (Bass), Roy (Drum), Julian (Alto Sax), Lina (Alto Sax), Nungki (Trumpet), Christia...

18/06/2016

Anda bisa posting kegiatan, HKBP Sidoarjo disini.
FB Page: fb.com/hkbpsidoarjo

Acara martading hata amang Guru Huria GS.Hutahaean br. Sihombing di HKBP Sidoarjo
28/02/2016

Acara martading hata amang Guru Huria GS.Hutahaean br. Sihombing di HKBP Sidoarjo

28/01/2016

Silahkan Share gambar2 kegiatan HKBP Sidoarjo disini.
fb.com/hkbpsidoarjo

20/10/2011

Horas...Salam Sejahtera...

Address

Jalan Pahlawan VII
Sidoarjo
61211

Opening Hours

08:00 - 10:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HKBP Sidoarjo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category