Gereja Baptis Indonesia Lebo

Gereja Baptis Indonesia Lebo Ini merupakan Akun Halaman Gereja Baptis Indonesia Lebo, berbagi tentang kutipan ayat Firman Tuhan berdasarkan iman Kristen yang Alkitabiah. Atim Salim (GBI.

Kunjungi Akun Utama FB dan IG GBI Lebo untuk mengetahui kegiatan dan pelayanan gereja.

❤👍Share Gereja Baptis Indonesia Lebo dalam perjalanan dan perkembangannya mengalami pasang surut dalam jumlah kehadiran jemaat. Beberapa hal yang menyebabkan antara lain karena pindah domisili, pindah keanggotaan, meninggal dunia dan faktor - faktor lainnya. Berawal dari tiga keluarga pioner yang be

rasal dari beberapa Gereja Baptis Indonesia di Surabaya yaitu Kel. Sudarsono (GBI Gubeng), Kel. Oerip Susanto (GBI Nazareth), dan Kel. Bethesda). Tiga keluarga tersebut merintis persekutuan lokal di sekitar desa Lebo, khususnya di lingkungan perumahan, tempat tinggal mereka. Karena semangat, iman dan oleh kasih anugrah Allah, bertambahlah jumlah keluarga yang bergabung yaitu Kel. Sutedjo (GBI. Peniel), Kel. Supardi (Kel. Bethesda) dan Kel. Supriyadi. Kemudian, banyak jiwa - jiwa baru yang sebelumnya tidak mengenal Kristus, lalu percaya padaNya dan menerima keselamatan untuk bergabung menjadi bagian dari jemaat GBI Lebo. Bersyukur seiring berjalannya waktu, jemaat Gereja Baptis Indonesia Lebo terus berusaha dan berusaha untuk tetap semangat dan bangkit guna membangun keharmonisan dalam melayani Tuhan serta menatap masa depan yang penuh harapan. "Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu saudara - saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia" (1 Korintus 15: 57- 58)


Marilah kita saling bergandeng tangan dengan sehati dan sejiwa. Bekerja sama membangun jemaat ini sebagai gereja Tuhan untuk terus bertumbuh makin sehat dan kuat di dalam Yesus Kristus. Menjadi pancaran berkat bagi semua orang supaya nama Tuhan semakin dipermuliakan. Amin!

Kabar baik... Beritakan !Beritakan... Kabar Baik !!Media sosial tentunya sudah mewarnai kehidupan kita sehari-hari di er...
13/05/2025

Kabar baik... Beritakan !
Beritakan... Kabar Baik !!

Media sosial tentunya sudah mewarnai kehidupan kita sehari-hari di era jaman kekinian. Seolah tiada hari tanpa eksistensi di jagad maya.

Perkembangan teknologi begitu pesatnya sehingga kabar apapun dari ujung bumi sekalipun seketika itu p**a kita akan mendengar dan mengetahuinya.

Apa yang ada saat ini... Kemudahan, kemajuan, bahkan kecanggihan menjadi suguhan, santapan tiap insan. Selalu mengikuti topik terkini menjadi tuntutan.

Bagaimana dengan Firman Tuhan...? Kabar baik yang senantiasa relevan di setiap zaman.

Apapun media yang tersedia... kiranya menjadi alatNya agar berita kebenaran tentang keselamatan kekal tersampaikan.
Kini, Gereja Baptis Indonesia Lebo hadir di platform tiktok dengan akun gbilebo.

Dapatkan updates setiap harinya tentang renungan Firman Tuhan serta pengajaran Alkitabiah yang akan menolong kita tuk semakin mengenal dan mengikuti Sang Kebenaran.

Soli Deo Gloria 🕊

10/05/2025

Hai... Hai... Hai... Semuanya 😄

Shalom...
Salam Sejahtera Dalam Kasih Kristus

Kini Gereja Baptis Indonesia Lebo telah memiliki channel di UTube dan tentunya hadir untuk kita semua 😍

Jangan lewatkan kabar baik yang akan dibagikan setiap harinya berupa renungan pagi, pengajaran tentang iman kristen dalam mengikuti dan menjadi murid Yesus Kristus yang berkenan di hati Bapa 🥰

Tentunya berdasarkan pada pengajaran yang benar sesuai Firman Tuhan yang tercatat dalam Alkitab yang akan menolong serta menguatkan iman percaya kita untuk semakin mengakar dan bertumbuh pengenalan akan Dia 😇

Kepoin yuuuuk...!!!!😊

Follow... 👣
Like... 👍
Share... 🗣️
Subscribe 🛎

Kabar baik... Beritakan!!!
Beritakan... Kabar baik!!!

Soli Deo Gloria 🕊

19/04/2025
Dalam Keheningan namun bukan kehampaan...kesunyian dan pilu sesah napas langit tertahan.Angin berbisik lirih, membawa se...
18/04/2025

Dalam Keheningan namun bukan kehampaan...
kesunyian dan pilu sesah napas langit tertahan.
Angin berbisik lirih, membawa serta jejak langkah kaki yang berlumuran...
dalam palung relungjiwa, terukir duka mendalam.

Di kayu salib yang kasar, bermahkotahkan duri tajam...
terbentang kasih yang tak terperi.
Seorang Anak Manusia, menanggung beban dosa dunia...
Setiap paku yang menembus, mengurai luka...
Setiap tetes darah yang jatuh, penebusan bagi jiwa yang telah jatuh tersesat dalam dosa.

Terlalu berharga... Terlalu mahal... Terlalu mulia...
Semua oleh karena KasihNya, nyata bagi manusia.
Di balik kegelapan, terpancar terang kasih yang abadi
Kehidupan kekal bukti dari sebuah Janji
Maut telah dikalahkan !!!

Siapakah manusia sehingga layak beroleh anugrahNya...?
Sampai kapan manusia menikmati tenggelam dalam dosa dan nista... Bersikeras dan tak mau percaya...?
Masih adakah hati nurani manusia yang murni...?
Tuk merespon panggilan Allah dalam keselamatan ilahi.

Ingatlah... Pertobatanmu sungguh berarti setiap hari.
Karena DIA... Kita beroleh selamat.

Memperingati JUMAT AGUNG.

Menurutmu... apakah suatu hal yang lumrah... wajar... dan maklum... Jika di gereja terjadi perselisihan... gesekan antar...
10/03/2025

Menurutmu... apakah suatu hal yang lumrah... wajar... dan maklum... Jika di gereja terjadi perselisihan... gesekan antar pengikut... bahkan, saling sikut untuk menjadi yang terbaik diantaranya? Apakah selalu dapat dibenarkan... bersembunyi dibalik “manusia” yang lemah dalam kedagingan sebagai alibi?

Siapakah Yesus Kristus? Mengapa percaya Yesus Kristus? Mengapa mengikut Yesus Kristus? Mengapa dibaptis dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus? Apa itu gereja? Mengapa ada gereja? Mengapa bergereja? Mengapa harus melayani? Siapa yang dilayani? Untuk apa melayani? Apa yang didapat dari melayani? Bagaimana melayani dengan benar? Layakkah untuk melayani? Mampukah menjadi pelayan yang menyenangkan hati yang dilayani?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas seringkali kita dengar ketika mengikuti khotbah mingguan selama ibadah. Topik umum yang ga jarang juga untuk dibahas. Pertanyaan sederhana namun membutuhkan pemahaman yang benar untuk mengerti jawabannya. Percuma kita pandai dalam kata dan bahasa, akan tetapi pemahaman sedangkal aliran sungai yang menjalar ditepian semak. Lalu, hubungannya apa dengan pelayanan dan perselisihan?

Manusia merupakan makhluk sosial. Tak ada program studi yang memungkiri hal itu. Karena memiliki sifat sosial, maka secara fundamental manusia membutuhkan lingkungan atau suatu komunitas dengan sesamanya untuk saling berinteraksi memahami satu dengan yang lain guna bertahan hidup, berkembang secara fisik, mental dan emosional. Karena adanya interaksi satu manusia dengan manusia lainnya, apalagi manusia itu sendiri bukan diciptakan sebagai robot yang tidak memiliki kehendak bebas. Manusia... satu ciptaan unik dan sempurna diantara ciptaan yang ada, memiliki akal dan budi, serta kehendak bebas. Suatu kehendak yang mau digunakan untuk taat atau sebaliknya. Lagi-lagi, diberhadapkan dengan suatu pilihan... bertumbuh, berjalan ditempat, bahkan kemunduran. Apa yang bertumbuh? Apa yang berjalan di tempat? Apa yang mengalami kemunduran? Tentu saja... kualitas si manusia itu sendiri.

Dalam melakukan pelayanan, entah digereja atau ditempat lain... Pastinya kita tidak akan berjalan sendiri. Ada orang lain yang berdampingan dengan kita dan bersama-sama akan berusaha menyatukan hati dan pikiran agar sejalan dan sesuai dengan Firman Tuhan. Namun, kenyataannya yang seringkali terjadi membangun hal demikian tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hati-hati dengan Hati.

Pernahkah kita mendengar ungkapan dalam bahasa Jawa, “kesenggol sengkring”. Apabila diartikan dalam bahasa Indonesia, “kesenggol” memiliki makna terkena sedikit, tidak sengaja bersentuhan, bersinggungan dengan sesuatu. Sedangkan, “sengkring” dalam konteks ini bisa merujuk pada perasaan yang tiba-tiba, terkejut atau kaget. Jadi, secara umum “kesenggol sengkring” bisa diartikan sebagai perasaan yang tersentak yang bisa mengacu pada kondisi mudah tersinggung. Walaupun manusia merupakan ciptaan yang paling sempurna, kenyataannya tak ada manusia yang sempurna menjalani kehidupan yang ada. Kelebihan dan kekurangan diri saling berdampingan mengisi hari-hari. Meskipun manusia penuh dengan kekurangan, ada pertolongan yang nyata untuk memampukan yaitu Roh Kudus. Firman Allah yang hidup merupakan tali kekang yang akan mengendalikan tindak tanduk hidup yang kita jalani. Apabila urusan pribadi dengan Tuhan beres maka kehidupan yang hidup itu akan terpancar dengan sendirinya. Dalam kehidupan bergereja, bahkan dalam pelayanan kita menjadi berkat bukan batu sandungan. Sulit? Tentu saja hal ini tidak mudah. Kita memerlukan latihan yang berlangsung seumur hidup untuk menjadi pelayan yang bertumbuh, berkualitas, dan berkenan dihadapanNya.

Selama latihan, kita akan mengalami jatuh-bangun. Namun, jika kita fokus dan menilik kembali diawal tentang apa yang menjadikan motivasi kita dalam pelayanan, maka seiring waktu kita akan semakin dikuduskan. Jangan takut akan kegagalan yang berulang, tetapi takutlah jika tidak membersihkan hal -hal yang tidak beres dalam motivasi. Meskipun seekor siput sangat berjalan lambat, namun jika ia tetap berjalan dan fokus pada tujuan... alhasil ia akan mencapai garis akhir yang sudah ditentukan. Kalau kita sudah menerima kualitas yang benar dan teruji, barulah kita mempertumbuhkan kuantitasnya. Selamat melayani. 🕊

Source image:
Photo by Markus Spiske on Unsplash

Kabar baik mana yang kebaikannya melebihi injil? Diseluruh penjuru dunia bahkan dijagat maya sekalipun, adakah sukacita ...
22/02/2025

Kabar baik mana yang kebaikannya melebihi injil? Diseluruh penjuru dunia bahkan dijagat maya sekalipun, adakah sukacita yang melebihi berita keselamatan bagi umat manusia? Suatu anugrah nyata yang telah diberikan oleh Allah secara cuma-cuma bagi manusia yang mau percaya. Percaya dalam namaNya yang berkuasa untuk menyelamatkan dari lumpur dosa kematian roh dan jiwa.

Memiliki keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Didalam Injil, nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada Iman. Sehingga dikatakan, orang benar akan hidup oleh iman (Roma 1: 16-17). Iman kepada siapa? Tentu iman pada Allah yang hidup dan yang sejati, yang dinyatakan dalam pribadi Yesus Kristus.

Ketika Injil yang menyelamatkan itu tinggal dan hidup dalam diri, maka secara otomatis Injil akan mengambil kendali atas hidup kita. Ia akan menjadi pelita yang menuntun kita dalam kebenaran. Meskipun jalan yang kita lalui merupakan jalanan yang terjal dan seolah tak ada tempat yang aman sebagai perlindungan. Sangat disayangkan apabila keselamatan itu kita miliki sendiri. Memang bukan hak kita untuk memilih Keselamatan, tapi Dialah yang menetapkan kita sebagai pilihan (Yohanes 15: 16).

Apa yang harus kita lakukan sebagai perwujudan dari iman yang menyelamatkan? Sederhana... menjadi saksi Kristus yang hidup melalui kehidupan yang dijalani. Menjadi saksi Kristus... satu hal yang mudah untuk dikatakan dan tentunya membutuhkan hikmat untuk melakukannya. Bukan suatu perkara yang mudah. Bukan hanya sekedar berkata-kata firman dimulut saja. Bukan sekedar beribadah tiap minggu, mengisi kolom kehadiran di gereja semata. Bukan sekedar dikenal sebagai seorang Kristen yang rajin pelayanan dan hebat dalam kepemimpinan belaka. Jauh dari itu semua... menjadi saksi Kristus yang hidup berarti memahami panggilan sebagai seorang pengikut Kristus. Apa yang dipikirkan... Apa yang dikatakan... Apa yang dilakukan... mencerminkan pribadi Kristus. Sehingga kehidupan Kristus yang hidup dalam kita menghidupi kehidupan orang lain disekitar agar lebih hidup. Hidup yang bagaimana? Hidup yang berkenan dan menyukakan hati Bapa. Mungkinkah kita melakukannya sendiri? Tidak mungkin. Peran Roh Kudus, itulah yang kita butuhkan. Setiap saat, setiap detik kita akan senantiasa diperhadapkan dengan pilihan. Melakukan yang benar atau sebaliknya. Hubungan yang dekat dan harmonis dengan Allah akan sangat membantu kepekaan kita merasakan pimpinan Roh Kudus.

Sampai kapan menjadi saksi Kristus menceritakan tentang Kabar Baik? Sampai kita dinyatakan selesai oleh Dia Sang Pemberi Mandat dan kembali pada Bapa di Sorga. Mengabarkan Injil merupakan keharusan dan kita tidak memiliki alasan untuk memegahkan diri. Paulus mengatakan, “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan injil” (1 Korintus 9:16). Jadi baik atau tidak baik waktunya, injil harus senantiasa diceritakan dan kita sebagai pengikutNya harus siap sedia (2 Timotius 4:3)

image source:
Photo by Blake Cheek on Unsplash

Tema besar karya Allah sejak awal penciptaan yaitu Kasih. Allah sangat membenci dosa, namun Ia sangat mengasihi manusia ...
16/02/2025

Tema besar karya Allah sejak awal penciptaan yaitu Kasih. Allah sangat membenci dosa, namun Ia sangat mengasihi manusia (Roma 5: 8, Yohanes 3:16). Meskipun manusia yang diciptakan menurut rupa dan gambar Allah telah jatuh dalam dosa, Allah berkenan mencari manusia (Kejadian 3:9). Hingga hari ini, Allah tetap mencari manusia yang telah kehilangan kemuliaan Allah untuk dipulihkan. Melalui pribadi Yesus Kristus yang kepadaNya Allah berkenan, merupakan jalan yang ditentukan oleh Allah sendiri untuk memperoleh keselamatan sejati, yaitu kehidupan kekal bersama dengan Allah di Sorga.

Mengapa Yesus Kristus, satu-satunya jalan?
Bila orang mengatakan banyak jalan menuju Roma, lain halnya dengan keselamatan. Secara gamblang Allah menegaskan hanya ada satu jalan untuk menuju sorga (Yohanes 14:6).
Perlu kita ketahui dan pahami bahwa Firman Allah telah menjadi manusia (Yohanes 1:1, 9, 14, 18 dan Ibrani 1:2-3). Banyak orang mengira ada jalan yang disangka lurus tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 16:25). Kebenaran itu sendiri menekankan bahwa diluar Kristus Yesus tidak ada pengharapan sejati yaitu terkait kehidupan selanjutnya setelah kematian. Yesus Kristus telah memikul dosa-dosa kita, dan oleh karena bilur-bilurnya kita telah menjadi sembuh (1 Petrus 2:24). Yesus Kristus adalah bentuk nyata kasih karunia Allah yang dinyatakan pada kita. Hanya oleh kasih karunia Allah saja, kita beroleh keselamatan dan diselamatkan.

Iman percaya pada Yesus Kristus juga tidak sia-sia. Sebab, meskipun Yesus Kristus telah mati gantikan kita diatas kayu salib (1 Petrus 3:18), Dia telah bangkit pada hari ketiga. Hal itu membuktikan bahwa maut telah dikalahkan dan kuasanya dipatahkan. Yesus Kristus memegang kendali atas segalanya serta ada pengharapan didalam Dia bagi orang yang percaya (Roma 10: 9-13).

Hiduplah dalam kebenaran selama menjalani hidup di dunia ini untuk menjadi saksi Kristus yaitu memberitakan injil di tiap kesempatan, entah baik atau tidak baik waktunya. Tuhan telah menetapkan bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil (1 Korintus 9: 14 dan 16, Matius 23:4)

Soli Deo Gloria 🕊

Ikhtisar Khotbah Minggu: Bp. Bondan SN, S, Th
Penulis: HG

image source: Photo by Raff Liu on Unsplash

Bulan Desember akan segera tiba. Momen dan suasana yang dinanti oleh umat Kristiani di seluruh penjuru dunia. Apa yang t...
28/11/2024

Bulan Desember akan segera tiba. Momen dan suasana yang dinanti oleh umat Kristiani di seluruh penjuru dunia. Apa yang terlintas dalam pikiranmu ketika terbesit kata “Desember”? Sebagian besar pasti setuju hal itu berkaitan dengan natal. Sebagian lagi juga setuju jika Desember adalah bulan terakhir ditahun 2024 dan akan memasuki tahun baru yaitu 2025 dimana bayang-bayang ketidakpastian global siap menghantui.
Jika kita salah satu pemilih yang setuju bahwa Desember identik dengan suasana natal, bagaimana sebaiknya kita menyikapinya? Apakah arti natal bagimu? Sudah siapkah engkau secara pribadi menyongsong natal dengan tepat?

Natal... salah satu peristiwa paling fenomenal yang pernah terjadi di alam manusia. Tentu saja, peristiwa ini mendapat respon yang beragam oleh orang-orang yang merayakannya. Di berbagai sudut kota dibelahan dunia yang penduduknya mayoritas Nasrani, pasti berhiaskan ornamen-ornamen indah dan berkilauan, warna-warni lampu temaram berkelap kelip disepanjang jalan, pohon cemara yang seringkali digunakan untuk lambang pohon Natal menjulang tinggi dengan indahnya ditengah lapangan dimana seringkali dikunjungi orang-orang untuk berkumpul. Bahkan bangunan-bangunan yang ada baik itu gedung pemerintahan, pertokoan, gereja, maupun rumah tinggal sekalipun tak luput dari hiasan yang bernuansa natal. Orang- orang mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya... pesta, pakaian baru yang indah, serta sajian makanan lezat musiman yang hanya kita jumpai saat perayaan. Apakah ini salah? Apakah ini bertentangan dengan iman? Tentu saja, tidak. Ini merupakan bagian dari tradisi dan budaya tentang bagaimana manusia mengekspresikan kesukacitaannya menyambut natal. Lalu, bagaimana sebaiknya menyikapi natal? Masing-masing pribadi memiliki kebebasan untuk bagaimana menyikapinya. Namun, perlu kita pahami bahwa Natal melebihi dari keindahan gemerlap hiasan yang disajikan dunia dan kita membutuhkan sikap yang tepat dalam menyikapinya. Natal berkaitan dengan kekristenan... dan kekristenan bermula dari kerendahan hati.

Natal merupakan momen inkarnasi Allah-pencipta semesta alam, absolut dan berdaulat- memiliki darah dan daging supaya menjadi sama dengan manusia dalam pribadi Yesus Kristus (matius 1: 18-25 dan Ibrani 10:5b). Mengapa Natal perlu hadir di tengah umat manusia? Manusia berdosa membutuhkan keselamatan (roma 3:23 dan 5:19). Selain itu, upah dosa adalah maut (kematian kekal). Manusia berdosa berupa daging yang sedang mengalami peperangan dengan kegelapan (roma 6:23). Manusia berdosa dibawah bayang-bayang hukuman, penghakiman, serta maut. KedatanganNya yang pertama ke dunia telah direncanakan Allah sedemikian rupa dengan sempurna. Dalam Mazmur 40:8 dan Yesaya 7:14 dinyatakan nubuat tentang kedatangan Yesus Kristus serta kelahiranNya yang agung (Yesaya 9:5-6). Kalimat “Aku datang” (mazmur 40:8 dan Ibrani 10:7) diucapkan oleh Allah sendiri dalam pribadi Yesus Kristus, suatu proklamasi yang dinyatakan TUHAN tentang anugrah keselamatan (natal) yaitu anugrah yang diberikan pada manusia yang percaya dan mengikut Yesus Kristus. Sedangkan, kalimat “melakukan kehendakMu” menjurus pada rencana penebusan manusia untuk beroleh keselamatan melalui momentum penyaliban (paskah) yang diakhiri dengan kalimat, “Aku pergi kepada Bapa” (Yohanes16:28) mengindikasikan rencana keselamatan sudah digenapi, sukses, dan sudah selesai, ditandai oleh kebangkitanNya dan kenaikanNya kembali ke sorga. Semua peristiwa penting yang dialami oleh Yesus Kristus di muka bumi sejak awal hingga akhir, sudah tertulis di nubuat para nabi.
Anugrah keselamatan melalui inkarnasi Yesus Kristus yang dimulai dengan peristiwa kelahiran, mengalami ujian, mati dan bangkit pada hari ketiga, kemudian naik ke sorga adalah plot keselamatan yang begitu sempurna. Jika Yesus Kristus tidak mati, tidak ada yang menggantikan manusia untuk bebas dari upah dosa. Sebab, Allah tidak berkenan pada korban bakaran untuk menghapus dosa (Ibrani 10:4-7). Dosa manusia tidak bisa ditebus oleh darah binatang, tapi hanya bisa ditebus oleh darah Anak Domba Allah, yaitu Yesus Kristus (Ibrani 2:10-15). Kristus menyerahkan diri dan mati untuk menebus dosa-dosa kita menurut kehendak Allah dengan menggenapi rencanaNya (Galatia 1:3-4). Dan karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus (Ibrani 10:10).
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian p**a oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar (Roma 5:19)

Selamat menyongsong natal 😇

SoliDeo Gloria🕊

Image source: https://www.jigidi.com/jigsaw-puzzle/2uutpw6g/our-savior-s-birth/

Tidak ada kata terlambat untuk belajar...Hanya ada kata penyesalan...Membaca kutipan diatas agak terasa menggelikan. Gim...
26/11/2024

Tidak ada kata terlambat untuk belajar...
Hanya ada kata penyesalan...

Membaca kutipan diatas agak terasa menggelikan. Gimana ga, memang ga ada batasan usia untuk belajar ... untuk berusaha memahami hal baru yang belum pernah dilakukan. Namun, ketika menemukan sesuatu yang "klik" dari hal atau sesuatu yang dipelajari... Satu kalimat nyeletuk melintas di pikiran... "Kok, ga dari dulu aja ya gini"
Terkesan seenak jidat menertawakan waktu yang telah berlalu seolah sia-sia. Penyesalan sepintas. Untungnya, penyesalan ini ga harus berlarut jadi bubur halus. Masih ada secercah asa yang patut dibanggakan yaitu kesadaran diri untuk menjadi versi diri yang lebih baik dari sebelumnya... Mau belajar... Mau mengerti... Mau bangkit.

Trus... Apa kaitannya dengan Firman Tuhan...?
Tentu saja tiap hal yang ada dalam kehidupan ini ga terlepas korelasinya dengan Firman Tuhan. Apa yang sudah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang akan terjadi... di dunia ini... Semuanya masih berkaitan dengan Firman Tuhan.

Masih ingat dengan ayat... "Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan" (Amsal 1:7)

Amsal Salomo dengan gamblang mengatakan, takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Takut disini bukan berarti rasa ketakutan seperti ketika melihat hantu. Takut yang dimaksud adalah rasa yang begitu gentar, hormat penuh, kagum dan tunduk atas kedaulatan serta keabsolutan Tuhan sebagai Pencipta dan Penguasa atas segalanya, sumber dari segala sumber. Hal ini menjadikan dasar dari pengetahuan yang sejati.

Suatu permulaan pengetahuan yang benar dan bernilai sesuai standar Allah yang mahatinggi. Jika kita menghormati Tuhan dan mencariNya dengan membangun relasi intim, kita akan membuka diri untuk menerima hikmat dan pengetahuan yang benar.

Sedangkan, orang bodoh... Lebih tepatnya orang yang bersikap dan bertingkah laku bodoh... Mereka menganggap remeh pentingnya membangun hubungan dengan Allah. Seringkali yang terjadi, mereka lebih memilih jalan mereka sendiri yang mereka anggap benar. Merasa tahu banyak hal. Sayangnya, tindakan semacam ini malah membuat diri mereka tersesat dan keblinger. Masih betah hidup dalam kebodohan?

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, membangun hubungan dengan Tuhan sama seperti membangun fondasi yang kuat untuk siap menghadapi tiap tantangan hidup. Selalu ada yang baru yang bisa kita pelajari melalui Firman Allah yang tertulis di Alkitab. Sehingga kita tak akan meremehkan nasehat, teguran yang baik dari Tuhan.

Nah, selama napas masih berhembus... adalah kesempatan bagi kita untuk belajar... belajar... dan belajar. Belajar banyak hal disegala bidang... Apapun itu, utamakan membangun relasi dengan Tuhan. Karena hidup senantiasa berkaitan dengan pembelajaran. Jangan biarkan rasa penyesalan hinggap, sehingga yang tersisa hanya kata terlambat.

image source, thank to:
https://unsplash.com/photos/grayscale-photography-of-person-covering-face-Zi8-E3qJ_RM?utm_content=creditShareLink&utm_medium=referral&utm_source=unsplash

Shalom... Salam Sejahtera dalam kasih Kristus 😊Kalo kamu berdomisili di Kota Sidoarjo dan sekitarnya atau pas lagi berku...
26/11/2024

Shalom...

Salam Sejahtera dalam kasih Kristus 😊

Kalo kamu berdomisili di Kota Sidoarjo dan sekitarnya atau pas lagi berkunjung di kota ini dan bingung mau beribadah kemana... cari yang terdekat dari jangkauan...

Yuuuuk, join bareng kami di:

Gereja Baptis Indonesia Lebo - Sidoarjo
Perumahan Bumi Koperasi
Jalan Sumatra Blok X No 12
Rt.18/Rw.05 Lebo

Temukan kami di Google Map, klik tautan berikut:
https://maps.app.goo.gl/mzfTCpMP9svpeUsLA

Patokan dari jalan raya:
Dari arah Kota Sidoarjo=> Setelah Kantor Balai Desa Lebo (Sebelah Kanan), Masuk pintu gerbang Perumahan Bumi Koperasi. Dari pintu gerbang, lurus terus hingga ujung mentok ada pos. Lalu belok kiri. Rumah Ibadah ada disisi sebelah kiri.

Dari arah Krian=> Setelah Puspa Lebo (Pertanian), masuk pintu gerbang Perumahan Bumi Koperasi (Sebelah kiri jalan). Dari pintu gerbang, lurus terus hingga ujung mentok ada pos. Lalu belok kiri. Rumah Ibadah ada disisi sebelah kiri.

Simpan postingan ini ya, biar ga bingung mencari-cari kala ingin berkunjung 😄

Kehadiranmu sangat dinanti...
Kami kan senang menyambutmu sebagai salah satu keluarga di dalam Allah 🥰

Tuhan Yesus memberkati

image source
thanks to: https://unsplash.com/photos/people-standing-near-white-cross-uDT0QlDT5U0?utm_content=creditShareLink&utm_medium=referral&utm_source=unsplash

Address

Jalan Sumatera X-12, Perumahan Bumi Koperasi, Lebo
Sidoarjo
61223

Opening Hours

Wednesday 18:00 - 19:00
Sunday 09:00 - 11:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Baptis Indonesia Lebo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gereja Baptis Indonesia Lebo:

Share