Gereja Baptis Indonesia Lebo

Gereja Baptis Indonesia Lebo Ini merupakan Akun Halaman Gereja Baptis Indonesia Lebo, berbagi tentang kutipan ayat Firman Tuhan berdasarkan iman Kristen yang Alkitabiah. Atim Salim (GBI.

Kunjungi Akun Utama FB dan IG GBI Lebo untuk mengetahui kegiatan dan pelayanan gereja.

❤👍🔁 Gereja Baptis Indonesia Lebo dalam perjalanan dan perkembangannya mengalami pasang surut dalam jumlah kehadiran jemaat. Beberapa hal yang menyebabkan antara lain karena pindah domisili, pindah keanggotaan, meninggal dunia dan faktor - faktor lainnya. Berawal dari tiga keluarga pioner yang berasal dari beberapa Gereja Baptis Indonesia di Surabaya yaitu Kel. Sudarsono (GBI Gubeng), Kel. Oerip Susanto (GBI Nazareth), dan Kel. Bethesda). Tiga keluarga tersebut merintis persekutuan lokal di sekitar desa Lebo, khususnya di lingkungan perumahan, tempat tinggal mereka. Karena semangat, iman dan oleh kasih anugrah Allah, bertambahlah jumlah keluarga yang bergabung yaitu Kel. Sutedjo (GBI. Peniel), Kel. Supardi (Kel. Bethesda) dan Kel. Supriyadi. Kemudian, banyak jiwa - jiwa baru yang sebelumnya tidak mengenal Kristus, lalu percaya padaNya dan menerima keselamatan untuk bergabung menjadi bagian dari jemaat GBI Lebo. Bersyukur seiring berjalannya waktu, jemaat Gereja Baptis Indonesia Lebo terus berusaha dan berusaha untuk tetap semangat dan bangkit guna membangun keharmonisan dalam melayani Tuhan serta menatap masa depan yang penuh harapan. "Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu saudara - saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia" (1 Korintus 15: 57- 58)


Marilah kita saling bergandeng tangan dengan sehati dan sejiwa. Bekerja sama membangun jemaat ini sebagai gereja Tuhan untuk terus bertumbuh makin sehat dan kuat di dalam Yesus Kristus. Menjadi pancaran berkat bagi semua orang supaya nama Tuhan semakin dipermuliakan. Amin!

🌿 Tetap Hadir, Tetap Bertumbuh“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan b...
04/09/2026

🌿 Tetap Hadir, Tetap Bertumbuh

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” — Kolose 3:23

Tidak semua tempat yang kita datangi akan selalu terasa nyaman.

Kadang, kita hadir di tengah komunitas yang membuat hati lelah. Ada perbedaan karakter, kesalahpahaman, sikap yang mengecewakan, bahkan luka yang mungkin belum sepenuhnya sembuh.

Namun Tuhan tidak selalu meminta kita untuk melarikan diri.

Kadang Dia mengajar kita sesuatu yang lebih sulit:

«Tetap hadir tanpa harus melebur.»

Kita tidak harus mengikuti semua dinamika di sekitar kita agar diterima. Kita boleh memiliki batas. Kita boleh menjaga jarak. Kita boleh memilih keterlibatan yang sesuai dengan kapasitas kita. Menjadi bagian dari sebuah komunitas tidak berarti kehilangan diri sendiri.

«Tetap mengasihi tanpa harus menjadi dekat dengan semua orang.»

Mengasihi tidak selalu berarti memiliki hubungan yang intim. Kita dapat mendoakan seseorang tanpa harus membuka seluruh hidup kita kepadanya. Kita dapat bersikap baik tanpa harus memaksakan kedekatan. Kasih tetap bisa ada, bahkan ketika batas juga diperlukan.

«Tetap melihat masalah tanpa merasa menjadi hakim.»

Kita mungkin melihat sesuatu yang tidak benar. Kita boleh memiliki kepekaan dan membedakan mana yang baik dan tidak. Namun kita tidak mengetahui seluruh perjalanan hidup dan isi hati seseorang. Tuhan tetap menjadi Hakim, sementara kita pun masih berada dalam proses pertumbuhan.

«Tetap melayani tanpa menjadikan pelayanan sebagai panggung.»

Apa pun yang kita lakukan—besar atau kecil—biarlah menjadi persembahan bagi Tuhan. Bukan untuk membuktikan bahwa kita lebih baik. Bukan untuk mencari pengakuan. Bukan untuk memenangkan hati manusia.

Sebab pada akhirnya, Tuhan tidak hanya melihat apa yang dilakukan oleh tangan kita.

Dia melihat hati yang menggerakkannya.

Dan mungkin yang paling sulit adalah:

«Tetap menjadi dirimu tanpa membiarkan luka mengubah hatimu.»

Luka dapat membuat kita pahit. Kekecewaan dapat membuat kita sinis. Perlakuan orang lain dapat membuat kita ingin membalas dengan cara yang sama.

Tetapi kita memiliki pilihan.

Kita boleh terluka, tetapi tidak harus menjadi pahit.
Kita boleh kecewa, tetapi tidak harus kehilangan kasih.
Kita boleh menjaga jarak, tetapi tidak harus membenci.
Kita boleh melihat kekurangan orang lain, sambil tetap mengingat bahwa kita pun sedang bertumbuh.

Jadi, teruslah hadir.

Bukan karena semua orang sempurna.

Bukan karena semua keadaan selalu menyenangkan.

Tetapi karena hidupmu tidak boleh dikendalikan oleh luka.

Tetaplah menjadi pribadi yang Tuhan sedang bentuk.

Dengan batas yang sehat.
Dengan hati yang tetap lembut.
Dengan mata yang mampu melihat.
Dengan kerendahan hati untuk tidak menghakimi.
Dan dengan keberanian untuk tetap melakukan yang benar.

🌿

«Aku tidak harus melebur untuk tetap hadir.
Aku tidak harus dekat untuk tetap mengasihi.
Aku tidak harus menutup mata untuk tidak menghakimi.
Aku tidak harus mencari panggung untuk melayani.
Dan aku tidak akan membiarkan luka menentukan siapa diriku.»

Sebab aku masih dalam proses. Dan Tuhan belum selesai membentukku.

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” — Amsal 4:23

Saat Marah, Siapa yang Pegang Kemudi?Kadang kita berpikir bahwa menjadi dewasa secara rohani berarti tidak boleh marah. ...
03/09/2026

Saat Marah, Siapa yang Pegang Kemudi?

Kadang kita berpikir bahwa menjadi dewasa secara rohani berarti tidak boleh marah. Padahal, marah adalah emosi manusiawi. Yang menjadi persoalan bukan selalu rasa marahnya, tetapi apa yang kita lakukan ketika kemarahan itu datang.

Kemenangan rohani bukan berarti kita tidak pernah merasa kesal, kecewa, atau marah. Kadang kemenangan itu terjadi ketika, di tengah emosi yang sedang naik, kita memilih berhenti sejenak dan memberi Roh Kudus ruang untuk memimpin kita.

Mungkin kita masih ingin membalas. Masih ingin ngomel. Masih ingin meluapkan semuanya. Tapi di momen itu, kita belajar bertanya:

“Tuhan, apa yang seharusnya kulakukan sekarang?”

Memberi Roh Kudus ruang bukan berarti emosi kita langsung hilang dalam sekejap. Tetapi kita memilih untuk tidak membiarkan emosi menjadi pengemudi hidup kita.

Karena marah boleh datang, tetapi tidak harus mengambil alih kemudi.

«“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa.”
Efesus 4:26a»

Dan mungkin, kadang kemenangan terbesar hari ini bukan karena kita berhasil mengubah keadaan, tetapi karena di tengah keadaan yang memancing emosi, kita memilih tetap dipimpin oleh Roh Kudus.

🌿 Sebelum bereaksi, berhentilah sejenak. Berdoalah. Beri Roh Kudus ruang untuk memimpin.

Hidup sebagai Garam 🧂Sawi ini nggak cukup cuma ditaburi garam dari luar. Garamnya harus meresap. Diasinkan. Baru terasa ...
19/08/2026

Hidup sebagai Garam 🧂

Sawi ini nggak cukup cuma ditaburi garam dari luar. Garamnya harus meresap. Diasinkan. Baru terasa lebih nikmat

Begitu juga hidup kita.

Jadi garam dunia bukan berarti merasa diri paling benar, paling rohani, lalu sibuk “menggarami” hidup orang lain. 😌

Garam itu bekerja diam-diam.
Meresap.
Mengubah.
Dan justru terasa ketika ia benar-benar masuk ke dalam.

Yesus berkata, “Kamu adalah garam dunia.” (Matius 5:13)

Jadi pertanyaannya bukan:
“Sudahkah aku menegur orang lain?”

Tapi:
“Sudahkah kehadiranku membuat sesuatu menjadi lebih baik?”

Karena garam yang hanya ada di wadah...
tidak akan mengubah rasa apa pun.

Begitu juga iman yang hanya tersimpan di gereja,
tidak banyak berarti kalau tidak meresap ke dalam kehidupan sehari-hari.

Jadilah garam. Bukan sekadar terlihat seperti garam. 🧂

Kejadian 49:19🔥 Setiap perjuangan akan menguji keteguhanmu. Namun jangan berhenti saat menghadapi tekanan. Tetaplah teku...
05/08/2026

Kejadian 49:19

🔥 Setiap perjuangan akan menguji keteguhanmu. Namun jangan berhenti saat menghadapi tekanan. Tetaplah tekun melangkah dan berharap kepada Tuhan, karena Dia sanggup mengubah pergumulan menjadi kemenangan.

"Ketekunan membawamu bangkit. Pengharapan memberimu kemenangan." 🌿





Kejadian 49: 16-18Kecerdikan dapat membawamu menemukan jalan. Namun hanya hikmat yang mengarahkanmu ke jalan yang benar🕯...
29/07/2026

Kejadian 49: 16-18

Kecerdikan dapat membawamu menemukan jalan. Namun hanya hikmat yang mengarahkanmu ke jalan yang benar🕯️

Saat langkah terasa penuh ketidakpastian, tetaplah berharap kepada Tuhan 🔑

Sebab pengharapan kepada-Nya memberi kekuatan untuk terus melangkah👣
‼️ Ada tiga pesan utama yang dapat kita pelajari dari Dan:

✨ Tuhan memberi setiap orang peran yang berbeda. Dan dipanggil untuk mengadili dan memimpin.

✨ Kecerdikan harus disertai kesetiaan. Strategi tanpa karakter dapat berujung pada penyimpangan.

✨ Harapan tertinggi hanya ada pada Tuhan. Di tengah pembicaraan tentang masa depan suku Dan, Yakub mengingatkan bahwa keselamatan berasal dari Tuhan semata.





Yehuda tidak hanya menerima berkat, tetapi juga kepercayaan untuk memimpin. Kepemimpinan sejati bukan sekadar memiliki p...
24/07/2026

Yehuda tidak hanya menerima berkat, tetapi juga kepercayaan untuk memimpin. Kepemimpinan sejati bukan sekadar memiliki posisi atau pengaruh, melainkan menghadirkan teladan melalui karakter yang setia.
Setiap orang bisa memiliki pengaruh. Namun tidak semua orang meninggalkan teladan. Tuhan mencari pemimpin yang bukan hanya kuat memimpin, tetapi juga setia menjaga karakter. Karena keteladanan adalah pengaruh yang paling bertahan.
Pelajaran yang dapat diambil 🌿
1. Tuhan dapat memilih seseorang menjadi pemimpin bukan karena ia sempurna, tetapi karena anugerah dan rencana-Nya. Yehuda sendiri pernah gagal, tetapi hidupnya berubah.
2. Kepemimpinan sejati lahir dari karakter yang dibentuk Tuhan.
3. Janji Tuhan dapat digenapi melampaui satu generasi. Berkat Yehuda akhirnya mengarah kepada kedatangan Mesias, Yesus Kristus.

Karena itu, Tuhan menetapkan garis kepemimpinan dan kerajaan melalui Yehuda. Sekaligus menjadi pengingat bahwa pertobatan dan perubahan hidup dapat membuka jalan bagi penggenapan rencana Tuhan. 🌿

😱 Kalian pernah mikir gak sih...kok bisa ya kita percaya sama Tuhan Yesus? 🤔Di Matius 16:15-18, Petrus langsung tau kala...
17/07/2026

😱 Kalian pernah mikir gak sih...
kok bisa ya kita percaya sama Tuhan Yesus? 🤔

Di Matius 16:15-18, Petrus langsung tau kalau Yesus itu Mesias. Tapi kata Yesus, itu bukan karena Petrus pinter, melainkan anugerah dari Bapa di surga.

​Sama kayak kita, bisa kenal dan diselamatkan itu murni karena privilege dari anugerah-Nya, bukan karena kita udah jadi anak baik atau berprestasi. It’s all about His grace! ✨

‼️ ​Refleksi hari ini:
Sudahkah kita beneran kenal Dia, dan apa buktinya dalam keseharian kita?

Yuk, obrolin di kolom komentar! 👇




Kejadian 49: 5-7Amarah yang tidak dikendalikan mampu merusak lebih banyak daripada yang kita sadari.Simeon dan Lewi memi...
16/07/2026

Kejadian 49: 5-7

Amarah yang tidak dikendalikan mampu merusak lebih banyak daripada yang kita sadari.

Simeon dan Lewi memiliki keberanian, tetapi membiarkan emosi memimpin tindakan mereka.

Tuhan mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati bukanlah melampiaskan amarah, melainkan menguasainya.

Sebab hati yang dipimpin hikmat akan membawa pemulihan, bukan kehancuran. Karena, Tidak semua yang lahir dari amarah menghasilkan keadilan. Kadang justru meninggalkan luka yang lebih dalam.

Pelajaran yang dapat diambil 🌿

1. Kemarahan terhadap ketidakadilan bisa dimengerti, tetapi kemarahan yang tidak dikendalikan dapat melahirkan dosa yang lebih besar.

2. Tujuan yang benar tidak membenarkan cara yang salah.

3. Konsekuensi dari tindakan dapat berlangsung lama, bahkan memengaruhi generasi berikutnya.

Tuhan sanggup mengubah konsekuensi menjadi panggilan. Pada suku Lewi, hukuman berupa "tersebar" akhirnya dipakai Tuhan menjadi kesempatan untuk melayani seluruh Israel.

Ayat ini mengajarkan bahwa karakter lebih menentukan masa depan daripada kekuatan. Amarah yang tidak dijinakkan dapat merusak warisan seseorang, tetapi Tuhan juga mampu menebus masa lalu ketika ada pertobatan dan kesetiaan. 🌿

Mari belajar mengendalikan emosi, sebab penguasaan diri adalah tanda kedewasaan karakter.

Soli Deo Gloria 🕊





🌱 Kejadian 49:1-4Ga semua orang kehilangan kesempatan karena kurang mampu. Ada yang kehilangannya karena gagal menjaga k...
08/07/2026

🌱 Kejadian 49:1-4

Ga semua orang kehilangan kesempatan karena kurang mampu. Ada yang kehilangannya karena gagal menjaga karakter.

Ruben adalah anak sulung dengan begitu banyak hak istimewa. Namun satu pola hidup yang ga terkendali membuatnya kehilangan kehormatan yang seharusnya ia terima.

Tuhan bisa memberikan talenta, kesempatan, bahkan posisi. Namun semua itu perlu dijaga dengan integritas dan penguasaan diri. Sebab pada akhirnya, karakterlah yang membuat seseorang tetap dipercaya.

🌿 Kok bisa...?

1. Karakter lebih berharga daripada bakat.
Ruben memiliki posisi yang ga dimiliki saudara-saudaranya, yaitu sebagai anak sulung yang notabene punya hak istimewa. Tetapi karakter yang ga terkendali membuatnya kehilangan banyak hal (ayat 3-4). Tuhan ga hanya melihat apa yang kita miliki, tetapi Ia juga memperhatikan gimana kita mengelolanya.

2. Setiap keputusan memiliki konsekuensi. Kesalahan yang dilakukan Ruben ga hilang begitu aja (ayat 4). Memang, pengampunan Tuhan itu nyata, tetapi bukan berarti setiap konsekuensi langsung hilang lenyap. Oleh sebab itu, hikmat dalam mengambil keputusan sangat penting termasuk dalam hal kecil yang keliatannya sepele.

3. Belajar mengendalikan diri.
Yakub menyebut Ruben "bergelora seperti air" (ayat 4). Air yang ga dibendung mengalir ke mana-mana tanpa arah. Begitu juga hidup tanpa penguasaan diri—mudah terbawa emosi, hawa nafsu, atau keinginan sesaat - akan menjerumuskan dalam dosa.

🍀 Apa yang kamu bangun hari ini: hanya kemampuan atau juga karakter?





08/06/2026

Rumput tetangga mungkin terlihat lebih hijau, tapi Tuhan tidak pernah salah menanam kita di tempat bertumbuh.

Tak perlu iri pada yang terlihat cepat berhasil. Tetap takut akan Tuhan, jalani bagianmu dengan setia, karena Dia sudah menyiapkan masa depan yang baik.

"Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."
— Amsal 23:17-18 🌿✨

Hari ini, apa yang lebih memenuhi hatimu: iri pada milik orang lain, atau syukur atas penyertaan Tuhan dalam hidupmu?" 🌿





Address

Jalan Sumatera X-12, Perumahan Bumi Koperasi, Lebo
Sidoarjo
61223

Opening Hours

Wednesday 18:00 - 19:00
Sunday 09:00 - 11:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Baptis Indonesia Lebo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gereja Baptis Indonesia Lebo:

Shortcuts

Share