24/05/2015
♡ PERASAAN KAMI SAMA, CINTA KAMI SAMA, KAMI SALING MENYAYANGI DALAM SUATU TANDA KURUNG BAHWA "KEYAKINAN KAMI BERBEDA" … harus bagaimana?
(Ini adalah artikel yang perlu disimak oleh pasangan yang memiliki problema kepercayaan berbeda yang dirasa menghambat hubungan)
Jujur ya, masalah percintaan itu tidak hanya dialami anak muda! Benar?♥
Mau anak muda, mau duda, mau janda, mau anda pun juga pasti mengalami yang namanya suatu benturan perasaan positif … keinginan besar untuk menjaga serta terus berada dalam jangkauan dekat antara satu orang dengan satu orang lainnya, yang biasa disebut "attention; feeling impacts" atau kondisi dimana seseorang dapat merasa sangat amat nyaman ketika berada bersama orang yang dirasanya cocok mendapatkan benturan perasaan darinya itu …
Hasilnya bisa berupa perhatian, perlindungan, kasih sayang, atau hal positif lainnya yg bisa dilakukan …
Itu definisi mudah dari Cinta itu sendiri …
Orang tua kepada anaknya …
Seseorang kepada sahabatnya …
Cucu kepada kakeknya …
Anda kepada ……… *ehem* nya ♡wuu ╯﹏╰
Okelah saya rasa tidak usah dijelaskan pun yang namanya Cinta itu dirasakan saja bisa!
Tapi sudahkah anda mencintainya dengan benar?
Kebahagiaan itu adalah saat adanya timbal balik yang positif dari seseorang yang kita kasihi, siapapun itu …
Tapi disini kita membicarakan asmara, jadi hanya berkaitan tentang dua pribadi asing yang berusaha bersatu, atau bahasa gaulnya "pacar" …
Saya memang bukan tipe orang yang s**a pacar²an, tapi saya tahu banyak tentang beberapa hal yang patut disingkap sebagai masalah yang paling sering dialami …
Dan disini saya bicarakan jika saja …
Anda menjalani hubungan, dan anda berlokasi rumah … ya mau itu dekat atau jauh dari "dia yang dikasihi", saya rasa itu bukan masalah, lagip**a saya berani bertaruh sejauh apapun kalau anda dan "dia yang dikasihi" sama-sama ingin bersatu, jarak itu hanya seperti 5 huruf kecil saja …
Perbedaan tradisi, derajat, kondisi ekonomi, tinggi badan, warna kulit dll itu hal biasa yang "HANYA AKAN" menjadi masalah yang dialami jika salah satu pihak merespon negatif, jadi bukan topik utama kita disini …
Yang menjadi masalah adalah …
BAGAIMANA JIKA KEBERSAMAAN KAMI, CINTA YANG KAMI PERJUANGKAN BERDUA BERLABUH PADA KONDISI YANG MENGINGATKAN KAMI BAHWA AKU BERNIAT MENERUSKAN INI SEBAGAI SEORANG KRISTEN TAPI DIA TIDAK?
Ini selalu menjadi masalah diatas semua masalah asmara, dan selalu penyadaran akan ini keluar di akhir!
Kok bisa sih?
Pertanyaan saya hanya ini :
"Kalau anda berkata cinta di awal, & anda masih sempat menjalaninya, kenapa masalah kepercayaan harus disadari belakangan?"
Begini …
Anda seorang Kristen yang taat …
Anda mencintai "dia yang dikasihi" …
Apa yang anda lakukan jika kepercayaan "dia yang dikasihi" berbeda dengan anda?
(1) Jika saya ingin dia bahagia, saya harus mengalah, saya akan tinggalkan iman Kristen saya untuknya!
(2) Saya mencintainya, tapi saya tidak mau meninggalkan Tuhan Yesus, saya akan mengajak dia berjalan bersama saya, meskipun saya tahu resikonya saya mungkin akan kehilangan dia!
(3) Saya & dia ingin sama-sama bahagia, biarlah kami berjalan menurut keyakinan kami masing-masing! Yang penting kami bisa bersama!
Saya yakin anda belum bisa menyatakan salah satu dari pilihan diatas, karena saya lihat anda masih terus membaca sampai titik ini, tapi ayolah, saya akan mencoba membuka tabir yang benar untuk anda, semoga bisa membantu!
Kenapa saya katakan anda belum memilih?
Kalau memang sudah, membaca judul artikel ini pun niat anda membukanya pasti takkan ada!
Barangkali anda mau meyakinkan diri sendiri kalau memang sudah memilih, siapa tahu saja …
Baik …
Nomor 1, menunjukkan "ANDA TIDAK MENCINTAI DIA"
Nomor 2 menunjukkan "ANDA TIDAK MENCINTAI DIA"
dan …
Nomor 3 pun menunjukkan "ANDA TIDAK MENCINTAI DIA"
Apapun pilihan anda, anda tidak mencintai dia!
"(?) Kok loe malah ngomongin gue cinta apa ngga sama dia sih? yang gue tanyain 'kan gimana kalo kepercayaan kita beda? kenapa lari ke teori psikis gini?"
3 pilihan ini pun bermuara pada pertanyaan anda, jadi perhatikan baik² disini!
SEMUA HUBUNGAN ANDA ITU BERPUSAT PADA SATU KALIMAT :
"ANDA - MENCINTAI - DIA"
Coba lihat nomor 1,
Apakah anda akan mengimani kepercayaannya hanya karena anda mencintainya?
Itu bukan cinta!
Jika benar cinta, kalian berdua harus bersama-sama merasa bahagia, disini, anda tidak merasa bahagia karena anda memaksakan ketidakbahagiaan anda demi kebahagiaannya!
Dia sudah akan tahu kalau anda tidak akan senang mengambil keputusan itu, karena anda hanya ingin menyenangkannya saja …
Anda memang mencintainya … tapi … jika nomor 1 yang terjadi … dia tidak mencintai anda!
Sekarang ke nomor 2!
Apakah anda berani mengajaknya memikul salib bersama dengan anda?
Resiko besar?
Ya itu pasti!
Hanya sedikit orang yang mau memikul salib (Mat 16:24) atau berjalan melalui celah yang sempit! (Mat 7:14)
Apalagi hanya untuk alasan "demi berbahagia bersama anda", bisa pikir dua kali dia nanti …
Tapi itulah mengapa dikatakan resikonya besar, untuk menunjukkan Jalan Yang Benar kepada seseorang itu dibutuhkan keyakinan mereka akan Tuhan Yesus & campur tangan Tuhan sendiri! *kembali ke dalam kehendak Bapa*
Kenapa saya katakan anda tidak mencintainya jika melihat nomor 2?
Karena dari sudut pandang Kristus, anda tidak mencintainya secara Rohani jika dia tidak menerima undangan Sorgawi anda!
Ingat! Secara rohaniah!
Pilihan kedua ini hanya diambil sekitar ½/7 pasangan kebanyakan …
Kemungkinan berhasil sangat sedikit …
Resiko sakit hati? Besar sekali!
Nomor 3?
Kalian memutuskan untuk "TIDAK TERPENGARUH KONFLIK KEPERCAYAAN ANTARINDIVIDU" supaya kalian berdua tidak bertengkar, tidak cekcok, tidak iri, tidak benci, & yang paling penting, tidak berpisah!
Ini paling parah!
Kalian mementingkan nafsu belaka dibandingkan masa depan yang terencana!
Kalau memang anda cinta, anda akan memikirkan banyak pertimbangan jalan hidup anda bersama "dia yang dikasihi" di masa mendatang!
Rasa cinta itu pasti sudah diluar kepala, tidak perlu jadi alasan materil anda untuk bersama dengan dia! Alasan selanjutnya adalah bagaimana anda bisa membahagiakannya!
Jadi pilihan ketiga ini hanya dilatarbelakangi oleh nafsu anda kepada "dia yang dikasihi" saja, tidak ada alasan lain yang berarti!
Ingat, Cinta harus bahagia!
Bukan karena yang penting anda punya pacar ganteng/cantik, seksi, macho, keren, gaul, anda jadi tidak mau alasan apapun menjadi penyebab perpisahan buatnya …
Jadinya lari ke : "lebih baik jalani saja 'buta-buta'an' yang penting kita bersatu!"
Ini bodoh!
Ini mengarahkan kepada satu kalimat yang sama … anda tidak mencintai dia!
Miris ya?
Tapi memang beginilah kenyataan sekarang!
Orang banyak menjual Iman mereka demi sebuah kenikmatan duniawi, tapi apakah anda salah satu dari "MEREKA YANG MENJUAL KENIKMATAN DUNIAWI DEMI IMAN?"
Anda lebih memilih Yesus daripada "dia yang dikasihi"?
Anda lebih memilih kehilangan dia jika Yesus yang anda utamakan?
Anda lebih memilih mengajak "dia yang dikasihi" menderita salib bersama anda?
Disinilah akhir dari penjelasan saya!
Sekarang saatnya konklusi; jawaban yang bisa anda lakukan dari semua yang ada diatas …
Bukan tiga, hanya satu …
Perhatikan!
Cinta itu dilandaskan berbagai aspek!
Jika anda yakin dengan "dia yang dikasihi", maka saatnya untuk jujur pada diri anda sendiri!
Apakah anda mencintai dia?
Karena jika "ANDA MENCINTAI DIA", anda akan memikirkan seluruh hidupnya, seluruh kebahagiannya yang hanya akan dilalui bersama anda!
Kalau anda mencintainya, anda tidak akan membuat kepercayaannya menjadi alasan pelepas tonggak hubungan dengannya!
Kalau anda mencintainya, anda akan berjalan bersama dia jika anda yakin bahwa anda bisa membuatnya bahagia dengan membawa jiwanya sejalan dengan iman anda!
Kalau anda mencintainya, anda tidak akan sanggup melihat bahwa namanya harus ditiadakan dari Buku Kehidupan Tuhan!
Kalau anda mencintainya, dia harus mendapatkan keselamatan Sorga seperti hal-nya anda!
Kalau anda mencintainya, anda akan berkomitmen kuat bahwa anda tidak hanya akan membahagiakannya saat dia masih hidup saja, tapi bahkan sampai bumi berlalu nanti!
"JIKA ANDA BERNIAT MENGAJAKNYA MENGIKUT YESUS …"
Anda tidak harus menjamin kehidupannya kelak akan sebahagia keadaannya sekarang!
Tapi anda akan menjamin bahwa dia akan aman; selamat bersama anda dalam Tangan Tuhan!
Anda akan menjamin bahwa anda akan terus berada dengannya, hidup & mati!
Anda akan menjamin bahwa kebersamaan itu abadi di dunia maupun melewati maut nantinya!
Anda akan menjamin bahwa anda & dia akan selalu berdampingan & takkan terpisahkan, duniawi maupun sorgawi!
Dan yang terpenting …
JIKA ANDA MENCINTAINYA, ANDA AKAN MEMBAGIKAN KASIH KRISTUS KEPADANYA DENGAN SUKACITA, MESKIPUN PADA AKHIRNYA DIA TIDAK MENERIMA & MEMILIH MENINGGALKAN ANDA, TETAPI JIKA ANDA SAJA PALING TIDAK SUDAH MAMPU MENUNJUKKAN JALAN KESELAMATAN UNTUK DIA YANG ANDA KASIHI, saya sendiripun takkan bisa bayangkan seberapa keras tepuk tangan & sorak sorai malaikat-malaikat di Sorga melihat kegigihan & ketulusan anda yang bukan hanya sekedar membahagiakan seseorang yang anda kasihi, membagikan kasih, tetapi juga memberikannya karunia terbesar dari Kristus!
Anda membuktikan bahwa cinta anda untuknya adalah sama besar seperti cinta Tuhan Yesus untuk anda!
Jadi sekarang saya tanya kepada anda …
Sudahkah anda mencintanya dengan benar?