23/12/2023
Rumah Lama
Seorang bermaksud menjual rumahnya. Ia memasang iklan dan tak lama kemudian seseorang datang dan ingin membeli rumah itu. Ia bertanya, ”Berapa harganya?”
“Lima puluh juta rupiah.”
“Baik, hari ini juga saya akan bayar. Satu bulan lagi saya akan kembali. Harap rumah ini dikosongkan,” pesan si pembeli.
Setelah si pembeli pergi, si pemilik rumah berpikir-pikir dalam hatinya, “Aku tadi memberikan harga Rp50 juta dan langsung disetujui. Padahal terjual Rp40 juta sudah bagus. Sebagai bonus, biarlah aku beli cat dan rumah ini akan kucat kembali supaya lebih indah kelihatannya. Nanti kalau orang itu datang, biar tidak menyesal telah membeli rumah ini.”
Setelah berpikir seperti itu, pemilik rumah tersebut membeli cat dari sedikit uang hasil penjualan rumah itu, dan ia mulai membersihkan rumahnya sampai kelihatan lebih bagus dari pada semula.
Satu bulan kemudian orang yang membeli rumah datang kembali. Mula-mula ia agak kebingungan mencari rumah itu, sebab sudah berubah. Untung dia melihat si pemilik rumah sedang duduk-duduk di serambi depan rumahnya.
Setelah mengucapkan salam, si pembeli bertanya, “Mengapa rumah ini dicat?”
“Ya, supaya rumah ini kelihatannya lebih bagus.”
Si pembeli berkata, “Maaf, saudara salah paham. Rumah ini akan saya bongkar. Saya tidak berminat dengan bangunan yang lama, karena saya akan mendirikan rumah baru yang lebih besar, lebih bagus, dan lebih nyaman untuk tempat tinggal saya.”
Saudara, ilustrasi diatas adalah contoh sederhana bagaimana Allah tidak berkenan dengan hidup kita yang lama.
Pada saat kita menerima Kristus, sebenarnya Allah menciptakan suatu makhluk baru. Seperti kata Alkitab, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17).
Written by Multimedia Graha Bethany
Monday, 08 October 2012
Ayat Bacaan : Yesaya 42:18-25; 2 Korintus 5:17
“……. Sebab kepada-Nya kita telah berdosa, dan orang tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjuk-Nya (Yesaya 42:24)