HKBP Lumban Tonga Tonga

HKBP Lumban Tonga Tonga Ressort Butar Toruan
Lumban Tonga Tonga kec.Siborongborong
Rumah Tuhan Yang dijadikan untuk Pemberitaan Injil
Tuhan Yesus memberkati ! HORAS !

DISTRIK XVI HUMBANG HABINSARAN

TUHAN ALLAH MEMBERKATI KITA SEMUA ! SYAHLOM _____HORAS

18/10/2025

Sikap Berdoa

Perjuangan panjang melawan suatu penyakit kronis telah membuat Jimmy menderita. Walau rindu meluangkan waktu bersama Allah setiap pagi, dengan berdoa dan merenungkan firman-Nya, Jimmy kesulitan menemukan posisi duduk yang tidak membuatnya kesakitan. Ia sudah menggeser tubuhnya dari satu sisi ke sisi yang lain, tetapi tidak juga menemukan posisi yang nyaman. Akhirnya, dalam keputusasaannya, ia berlutut. Namun, tanpa diduga, sikap seperti berdoa itu ternyata dapat mengurangi rasa sakit pada tubuhnya. Jadi, di hari-hari berikutnya Jimmy pun mengambil waktu bersama Allah dengan berlutut—posisi yang membuatnya nyaman sembari berdoa kepada-Nya.

Yosafat, raja Yehuda, juga bergumul—bukan dengan rasa sakit, melainkan dengan ancaman dari musuh-musuhnya (2 Taw. 20:1-2). Raja “menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan” (ay. 3). Seluruh bangsa Yehuda juga ikut mencari “pertolongan dari pada Tuhan” (ay. 4). Allah mendengar doa-doa mereka, lalu Roh-Nya menghinggapi seorang Lewi bernama Yahaziel, yang menyampaikan pesan penghiburan Allah bagi sang raja: “Janganlah kamu takut dan terkejut . . . Tuhan akan menyertai kamu” (ay. 15,17). Kemudian “berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah” dan semua orang “sujud di hadapan Tuhan dan menyembah kepada-Nya” (ay. 18).

Pada masa-masa yang sulit dan menyakitkan, kita dapat mengalami kedekatan dengan Allah melalui cara yang ajaib. Ketika Dia menolong kita untuk tunduk pada kehendak-Nya dalam sikap hati yang penuh doa, kita dapat mengalami penghiburan dan damai sejahtera di dalam Dia.

Oleh: Tom Felten

18/10/2025

Cr. tt

06/05/2022

Mazmur 139:23-24 TB
Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

“ Syukur dalam Keadaan Apapun”I Tesalonika 5 : 16 - 18“Bers**acitalah senantiasa,Tetaplah berdoa, mengucap syukurlah dal...
28/08/2021

“ Syukur dalam Keadaan Apapun”

I Tesalonika 5 : 16 - 18
“Bers**acitalah senantiasa,Tetaplah berdoa, mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
● Bers**acitalah, Berdoalah, Dan Bersyukurlah Selalu didalam Tuhan Saudara pembaca yang dikasihi dan diberkati Tuhan, tentunya dalam hidup ini saat kita mengucap syukur pasti sesuatu hal yang gampang-gampang susah.
Kita bisa saja mengucap syukur Ketika kita mendapat sesuatu yang terbaik dalam hidup ini baik bertambah usia, mendapat jabatan, ataupun mendapatkan berkat yang terbaik dari Tuhan, pasti kita akan cepat untuk mengucap syukur.
Tapi mampukah kita mengucap syukur ketika kira mengalami hal yang sulit entah itu masalah, pergumulan hidup, mengalami sakit penyakit ataupun hal yang tidak menyenangkan?
Firman Tuhan saat ini menyapa kita untuk mengucap syukurlah dalam berbagai hal, tentunya ketika mendengar ungkapan berbagai hal berarti didalamnya, baik susah maupun senang, baik s**a maupun duka.
Mengapa kita perlu mengucap syukur ?
● Karena Mengucap Syukur Adalah Kehendak Allah, Tuhan mau kita sebagai Anak Tuhan untuk mampu mengucap syukur dalam segala hal.
Ketika kita mengucap syukur, kita melakukan kehendak Allah.
● Mengucap Syukur Adalah Kunci Kebahagiaan karna Kekayaan tidak dapat memberi kita kebahagiaan yang sejati, begitu p**a dengan jabatan, tapi kunci kebahagiaan adalah selama kita mampu mensyukuri hidup ini. Ketika kita mengucap syukur, kita membuka diri untuk bahagia.
Mungkin kita bisa bertanya, bagaimana mungkin saya dapat mengucap syukur sedangkan hidup saya mengalami pergumulan, ada masalah yang begitu berat.
Jadi bagaimana kita dapat mengucap syukur?
Ingat dalam hidup ini ada begitu banyak hal yang harus disyukuri, karena seberat apapun hari yang kita lalui ingatlah bahwa selalu ada hal untuk disyukuri.
Karna Tuhan masi memberikan nafas hidup yang bisa kita rasakan sampai detik ini mengucap syukurlah,ketika kita masih bisa makan apapun menuhnya mengucap syukurlah karna banyak orang disekitar kita sulit untuk makan, ketika kita masih memiliki tempat untuk berlindung dari panas dan hujan mengucap syukurlah.
Seberat apapun masalah pergumulan kita selalu ada hal untuk disyukuri.
Hal-hal yang baik atau buruk, keberhasilan atau kegagalan, sakit atau sehat, dalam kelimpahan atau kekurangan, s**a atau duka, adalah warna-warni dalam kehidupan manusia tetaplah berdoa dan mengandalkan Tuhan. karena satu hal yang seharusnya menguatkan kita adalah "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan," (Roma 8:28), karena itu tetaplah mengucap syukur apa pun keadaannya.
Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

Renungan Minggu oleh:
Pdt Michael Maicky Frans STh
Melayani di jemaat GMIM Bait-Lahim Talete Satu, Wilayah Tomohon Dua

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Mengucap Syukur dalam Keadaan Apapun, https://manado.tribunnews.com/2019/04/27/mengucap-syukur-dalam-keadaan-apapun?page=2.
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: Alexander Pattyranie

“Bers**acitalah senantiasa,Tetaplah berdoa, mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi

"SURAT KECIL DARI TUHAN"Kepada  :  *KAMU*Tanggal :  HARI INI Dari        :  *TUHAN* Perihal   :  DIRIMU Ini *AKU*, *AKU*...
06/03/2017

"SURAT KECIL DARI TUHAN"

Kepada : *KAMU*
Tanggal : HARI INI
Dari : *TUHAN*
Perihal : DIRIMU

Ini *AKU*,
*AKU* yang akan menangani semua masalahmu..

Dan ingat,
Bila dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri, Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu.
Tetapi, serahkanlah masalahmu itu kepadaKu.
*AKU* akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang *AKU* tentukan sendiri.

Semua masalahmu PASTI akan *AKU* selesaikan, tetapi sesuai jadwalKu, bukan jadwalmu.

Setelah semua masalahmu kamu serahkan kepadaKu, Janganlah kamu pikirkan dan khawatirkan.
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal-hal BAIK yang sedang terjadi padamu sekarang.

Bila kamu terjebak kemacetan di jalan, Janganlah marah, sebab masih banyak orang di dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya.

Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja, Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun-tahun tanpa pekerjaan.

Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang-orang
yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai.

Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang-orang
yang harus lembur siang malam tanpa libur utk menghidupi keluarga dan anak-anaknya.

Bila kendaraanmu mogok dan mengharuskan kamu berjalan kaki, Janganlah marah, Pikirkanlah
orang-orang cacat yang sangat ingin merasakan berjalan di atas kaki sendiri.

Bila kamu melihat di cermin rambutmu mulai beruban, Janganlah bersedih, sebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang-orang yang dalam perawatan Kemoterapi.

Bila kamu merenungi makna hidupmu di dunia ini & merenungi apa tujuan hidup mu ini.....

*Bersyukurlah...*
karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka.

Bila kamu memutuskan untuk meneruskan surat ini ke orang lain, *AKU* melihat kamu punya rasa ber terima Kasih.

Kamu telah menyentuh kehidupan mereka dalam banyak hal yang tidak pernah kamu bayangkan.

APAPUN KEADAAN KITA BELAJARLAH MENGUCAP SYUKUR, KRN TDK ADA ALASAN UNTUK KITA TDK BERSYUKUR BUKTINYA KALAU SAMPAI SAAT INI KITA ADA ITU KARENA KEBAIKAN TUHAN, AAMIIN.. GBU
Cc :)

www.kristianitas.com

Minggu 5 Maret 2017Nas Bacaan: Roma 5:12 – 19 Adam dan Kristus Jika manusia berkarya, maka mutlak senantiasa membutuhkan...
06/03/2017

Minggu 5 Maret 2017
Nas Bacaan: Roma 5:12 – 19

Adam dan Kristus

Jika manusia berkarya, maka mutlak senantiasa membutuhkan sebuah proses. Manusia tidak dapat menciptakan sesuatu, sebagai tukang sihir. Dengan sim salabim abrakadabra, langsung jadi ciptaannya. Sebaliknya jika Allah berkarya, maka dengan serantak akan jadi dan tidak harus ada proses di dalamnya. Allah menjadikan alam semesta dengan firman-Nya. Ia berfirman jadilah matahari, langsung jadi, tanpa membutuhkan sebuah proses. Allah tidak membutuhkan proses dalam menciptakan sesuatu.

Allah pun berkarya untuk menyelamatkan manusia dari keberdosaannya. Untuk membahas karya ini, kita harus memahami pemahaman Alkitab tentang ke beradaan manusia di mata Allah. Adam yang kita kenal sebagai manusia pertama, di mata Allah, ia adalah seluruh totalitas manusia yang ada di dalam alam semesta ini. Di dalam dia ada manusia pertama yang ada di dunia ini, juga manusia yang terakhir yang lahir di dunia ini. Itulah sebabnya Paulus dalam surat I Korintus mengatakan Adam adalah manusia pertama, dan Yesus adalah manusia kedua. Sebab Yesus adalah patron manusia yang bangkit dari antara orang mati dan hidup dengan pola hidup yang baru, berbeda dengan hidup seantero umat manusia di dunia ini.

Ketika manusia pertama itu berdosa, maka totalitas manusia berada di dalam dosa. Sebab pohon mangga hanya dapat berbuahkan mangga. Orang Batak hanya akan melahirkan orang Batak p**a. Tidak mungkin jadi orang Jawa. Adam sebagai orang dosa, hanya akan melahirkan orang dosa p**a. Dosa dipandang Allah bukanlah masalah moral, melainkan masalah relasi dengan Allah. Adam menyimpang, maka seluruh keturunannya pun akan menyimpang juga. Tidak boleh tidak, itulah konsep Alkitab tentang dosa.

Untuk mengatasi masalah manusia itu, Allah berkarya di dalam diri Yesus Kristus. Karya Allah langsung mengatasi masalah seluruh umat manusia di dalam Kristus Yesus. Allah tidak harus menantikan seluruh umat manusia hadir dulu di dunia ini, barulah ia berkarya. Jika di dalam Adam seluruh umat manusia ada di dalam dirinya, maka karya Allah di dalam Kristus pun melihat seluruh manusia berada di dalam diri Yesus Kristus.

Yesus menjalani satu kehidupan yang taat seratus persen di hadapan Allah. Ia mati di kayu salib untuk menerima hukuman Allah atas keberdosaan manusia. Karena Ia manusia juga, maka Ia menjadi personifikasi seluruh umat manusia menerima hukuman atas dosa. Paulus mengatakan: Ia yang tidak mengenal dosa, telah dibuat-Nya menjadi dosa – dosa seluruh umat manusia – supaya di dalam Dia kita dibenarkan Allah.

Yesus bangkit dari antara orang mati. Ia menjalani satu kehidupan yang baru, bahkan duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang Mahakuasa. Ia adalah personifikasi dari seluruh orang percaya. Yesus benar di hadapan Allah, maka seluruh orang percaya yang dihisapkan kepada Dia menjadi benar. Jika Yesus kudus adanya, maka seluruh orang percaya kudus adanya. Oleh karena satu orang berdosa, yakni Adam maka manusia berdosa, maka oleh karena satu orang, yakni Yesus Kristus, semua orang dibenarkan. Itulah karya Allah yang hanya sekali berkarya langsung menyelesaikan persoalan manusia.

Ada yang mengatakan: jika kita sudah dibenarkan, maka marilah kita terus berbuat dosa, toh kita sudah dibenarkan. Orang ini adalah orang yang belum dibenarkan, sekali pun ia mengatakan demikian. Jika saudara jatuh ke dalam lumpur dan ada air bersih, lalu kita dibersihkan, adakah orang yang mengatakan: marilah kita jatuh ke dalam lumpur sebab toh ada air bersih yang membersihkan kita. Orang itu adalah orang yang paling bodoh di dunia ini. Siapa yang mau jatuh ke dalam lumpur. Jika saudara belum melihat adalah lumpur kemanusiaan, maka saudara belum pernah dibersihkan oleh darah Tuhan Yesus. Saudara adalah orang yang dalam dosa dan belum dibersihkan.

Sudahkah saudara dibersihkan oleh karya Tuhan Yesus, yang wujudnya sekali dan untuk selama-lamanya.

God’s timing is perfect. Trust Him with the details.He is always with you; even when you don’t understand."Those who kno...
28/02/2017

God’s timing is perfect.
Trust Him with the details.
He is always with you; even when you don’t understand.
"Those who know your name trust in you, for you, Lord, have never forsaken those who seek you."
-Psalm 9:10

26/02/2017

Minggu 26 Februari 2017
Nas Bacaan: Mazmur 2:1 – 12

Raja Mesias

Nas kita disebut orang sebagai mazmur Mesianis, mazmur yang berbicara tentang Mesias. Gereja melihat kegenapan dari nas ini, dalam peristiwa kematian Yesus di kayu salib. Kita dapat melihatnya di dalam Kisah Para Rasul 4:27-28 “Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.”

Kita melihat dari sudut pandang para penguasa dunia ini, atas keberadaan Sang Mesias. Dunia senantiasa marah dengan ditinggikannya Mesias. Hal ini sangat jelas kita lihat dalam kasus gubernur Jakarta sekarang ini. Ahok dengan berani mengungkapkan imannya di hadapan orang banyak. Keberaniannya mengundang marah dari para penguasa dunia ini. Namun kita melihat di dalam nas kita sudut pandang Allah atas kemarahan penguasa dunia. Allah menertawakan tindakan dari para penguasa dunia ini, atas Dia yang diurapi-Nya. Hal ini sangat jelas di dalam diri Yesus Kristus. Penguasa dunia marah dan menyalibkan Yesus. Melalui penyaliban itu, Yesus masuk ke dalam kemuliaan. Ia bangkit dari antara orang mati, dan diberitakan di antara bangsa-bangsa. Para raja bertekuk lutut di telapak kaki sang Raja Mesias, Raja di atas segala raja, Tuhan dari segala tuan.

Di tengah kegaduhan suara dari penguasa dunia ini, atas sang Mesias yang ditinggikan, terdengar suara yang menasihati agar para penguasa dunia mau menerima pengajaran dan berbakti kepada Tuhan alam semesta. Ternyata Allah tidak langsung menghukum orang yang menolak orang yang diurapinya. Dunia diminta untuk beribadah kepada Tuhan. Adaalah tugas Gereja untuk memberitahukan kepada umat manusia untuk beribadah kepada Allah semesta alam.

Ini adalah sebuah pelajaran berharga bagi kita. Allah menertawakan rencana orang dunia atas Mesias Allah di dunia ini. Di sepanjang sejarah umat manusia, Allah membangkitkan orang-Nya untuk membawa pembaharuan di muka bumi ini. Mereka sering ditertawakan dan dilawan arus utama dunia ini. Namun mereka tidak pernah kalah. Pada akhir kisah pergumulan para pejuang kebenaran, kemenangan adalah bagian mereka. Sejarah Gereja membuktikan hal tersebut.

Pada akhir sejarah dunia, penghukuman Allah akan menjadi bagian dari semua orang. Sang Raja Mesias akan datang sebagai hakim yang menghakimi semua orang. Orang yang dibawah penguasaan-Nya akan dilantik menjadi penguasa bersama dengan Dia. Sementara orang yang menentang Dia, akan menerima penghukuman yang kekal. Kita menantikan hari itu dengan s**acita, karena kita akan menerima mahkota kehidupan dan kemuliaan. Turutkah saudara dilantik menjadi rekan sekerja Allah untuk memerintah alam semesta ini?

26/02/2017

“TAAT KEPADA KETENTUAN TUHAN…” Sahabat yg baik hati, selamat hari minggu & salam dari Pearaja - Tarutung! Firman Tuhan pada Minggu ESTOMIHI hari ini (Maz. 2: 1-12) adalah khabar baik tentang konfirmasi dan afirmasi kemahakuasaan Tuhan atas segala sesuatu.

Dalam catatan sejarah dunia dan sejarah gereja, bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa silih berganti membangun dan merencanakan penentangan terhadap Tuhan Allah. Bahkan orang-orang yg sangat berhikmat di dunia ini sering berupaya untuk meyakinkan umat untuk tidak percaya kepada kemahakuasaan Tuhan. Mereka bertekad, berupaya keras dan melakukan segala upaya supaya umat berpaling dari Tuhan.

Tetapi sebagaimana diungkapkan pemazmur, tindakan mereka adalah kesiasiaan. Sebab sesungguhnya, tidak ada kekuatan atau hikmat manusia yg melebihi kuasa dan kemampuan Tuhan. Sekali Tuhan bertindak, tidak ada seorang pun yg bertahan. Sekali Tuhan berbicara, semuanya akan bungkam. Jika Tuhan murka, maka semua penentang-penentang Dia dalam bahaya.

Tuhanlah yg menentukan raja-raja dan penguasa-penguasa di dunia ini. Jika Tuhan mau Dia bisa mengangkat dan menurunkan siapa saja pun sesuai dengan keinginanNya. Mazmur 2 ini menyatakan bahwa sesungguhnya Dialah yg melantik raja di Sion - gunung Tuhan yang kudus. Tentang Dia dikatakan, “AnakKu engkau! Engkau telah Kuperanakkan hari ini.” Dalam Kitab Perjanjian Baru nats ini dikutip sebagai pernyataan akan keberadaan Mesias – Jesus Kristus Juruselamat, Anak Allah yang kepadaNya segala kuasa dan otoritas diberikan ( Kisah 4).

Yesuslah Mesias yang menjadi realisasi berbagai nubuatan dalam Perjanjian Lama, termasuk dalam Mazmur ini. Dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada dia atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa!” ( Filipi 2: 10-11).

Saudaraku, di Minggu Estomihi (Engkaulah Gunung Batu Perlindunganku) hari ini, kita diajak supaya tanpa bimbang dan ragu menyatakan komitmen dan kesetiaan kita pada Mesias – satu-satunya yang diurapi Tuhan menjadi penguasa atas segalanya, Yesus Kristus Juruselamat. Percaya kepada Yesus dan bersama Dia, kapan dan dimanapun, serta dalam kondisi apapun, kita tidak akan kecewa. Tuhan memberkati dan semakin memperkokoh iman percaya kita kepada DIA!

Dear friends, wherever you are and whatever you do today, I wish you a wonderful Sunday! Let us be assured that our LORD is sovereign over all things. God is above all rulers and powers. Be blessed & SMILE!

Address

Jalan GEREJA DESA LUMBAN TONGA TONGA KEC. SIBORONGBORONG TAPANULI UTARA SUMATERA UTARA.
Siborongborong
22474

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HKBP Lumban Tonga Tonga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share