Gereja BNKP Sibolga

Gereja BNKP Sibolga Gereja BNKP Sibolga
Pimpinan Jemaat : Pdt. Sitti Suarny Ge'e, S.Th

Jl. Hiu No. 30 - 32, Sibolga Kota
Telp. (0631) 21887
Kota Sibolga

BANUA NIHA KERISO PROTESTAN

Banua Niha Kriso Protestan (disingkat BNKP) adalah sebuah kelompok Gereja Kristen Protestan yang ada di Pulau Nias, Sumatera Utara. Kantor Pusat Sinode BNKP berada di Jl. Sukarno No. 22, Gunung Sitoli, Nias – Sumatera Utara 22813. SEJARAH

Agama Kristen pertama-tama dibawa ke p**au Nias oleh misi Katolik dari Perancis, yaitu Missions Etrangers de Paris, namun pekerjaan

itu berlangsung singkat saja, dari 1832-1835. Masuknya berita Injil melalui Misi Protestan ke Pulau Nias dimulai pada tahun 1865 oleh penginjil Jerman, E. Ludwig Denninger dari Rheinische Missionsgesellschaft (RMG) pada tanggal 27 September 1865. Tanggal 27 September ini dijadikan sebagai "Hari Yubelium BNKP". Badan misi ini untuk sementara waktu dikirimkan dari Kalimantan. Pada saat itu penduduk p**au itu memeluk agama leluhur. Hingga tahun 1900, ketika pemerintah kolonial Belanda masuk, pertumbuhan gereja di sana berlangsung lambat sekali. Baptisan pertama dilakukan pada 1874. Sekitar 15 tahun kemudian (1890), jumlah orang Kristen yang telah dibaptis baru mencapai 706 orang. Jumlah ini bertambah hingga 20.000 orang pada 1915. Dari 1915-1920 komunitas Kristen di Nias mengalami kebangunan rohani yang besar, sehingga terjadilah pertumbuhan yang sangat pesat. Pada tahun 1921 sudah 60.000 orang dibaptiskan - pertambahan sejumlah 40.000 orang hanya dalam waktu lima tahun. Pada tahun 1936 Sinode BNKP yang pertama dibentuk dan hingga tahun 1940 dipimpin oleh seorang misionaris Jerman. Kebangunan rohani berikutnya (1938-1942, 1945-1949) tidak hanya melahirkan pertumbuhan tetapi juga perpecahan gereja (Fa’awösa khö Geheha and Fa’awösa khö Jesu). Sementara itu di Nias berkembang p**a Gereja Advent dan Gereja Katolik Roma. Namun BNKP tetap merupakan Gereja terbesar, yang mencakup 60% dari seluruh penduduk. Oleh karena itu, Gereja ini merupakan faktor yang penting dalam berbagai segi kehidupan masyarakat di p**au itu. Gereja ini boleh dikatakan mempersatukan masyarakat Nias menjadi satu kesatuan etnik dan bahasa. Bahasa Nias utara dijadikan bahasa Alkitab dan Gereja. Alkitab lengkap dalam bahasa Nias diterbitkan pada 1913. Saat ini, dari sekitar 800.000 penduduk, sekitar 73% beragama Kristen Protestan, 18% Katolik Roma, dan 7% beragama Islam, sementara sisanya memeluk agama leluhur. BNKP kemudian meluas sampai ke seluruh pelosok desa bahkan di kota-kota besar Indonesia, seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota kecil lainnya. Makna nama

Makna dan arti BNKP "Banua Niha Keriso Protestan" adalah persekutuan orang-orang kudus yang telah dibabtis dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, sebagai perwujudan nyata dari tubuh Kristus. BNKP mengaku bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN dan Juruselamat dunia, Raja Damai, Kepala semua pemerintahan dan penguasa serta Kepala Gereja yang disaksikan di dalam Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Pelayanan masa kini

BNKP aktif dalam melaksanakan pelayanan pendidikan, kesehatan dan pekerjaan sosial. Gereja ini menerbitkan majalah Turia Röfa (Berita Salib). Tanggal 27 September diperingati sebagai hari Yubelium BNKP. Kini BNKP hadir p**a di luar P. Nias, seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota kecil lainnya. Sekretariat

Kantor Sinode BNKP beralamat di:

Jl.Soekarno No.22
Gunungsitoli, Nias
Sumatera Utara 22813
Indonesia
Telepon: (0639) 21448
Fax: (0639) 323-127

03/09/2017

Santapan Harian
Tak Usah Dibantah
Mazmur 109

Ada suatu ungkapan yang sering kali kita dengar di masyarakat Indonesia. Ungkapan tersebut berbunyi seperti ini: "Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan." Sebab pembunuhan mengambil nyawa orang, sedangkan fitnah membunuh mental, karakter, dan mencemarkan nama baik seseorang.

Wajar saja kalau kita tidak s**a difitnah, bahkan Allah pun membenci fitnah. Karena itu, Allah memerintahkan bangsa Israel tidak mengucapkan saksi dusta terhadap sesama (Kel 20:16). Secara praktis hukum kesembilan dari Dasa Titah mengajak kita menjauhi gosip dan fitnah. Andaikata difitnah orang, apa yang akan kita lakukan? Secara spontan kita pasti menyangkal atau mengonfirmasi kabar yang tersiar. Terkadang sakit hati mendorong kita menyumpahi para pemfitnah agar mereka celaka, pendek umur, jatuh melarat, tak diampuni dosanya, dan dikutuk hidupnya, seperti tertulis di Mazmur 109:6-20.

Padahal kita tahu betul bahwa Allah menghendaki kita bersabar menghadapi para pemfitnah. Sepatutnya kita meneladani Raja Daud yang memasrahkan nasibnya kepada Tuhan (21). Meskipun Daud berhak melakukan pembalasan, namun ia menyerahkan hak tersebut ke dalam tangan Tuhan. Ia percaya bahwa Allah akan bertindak memberikan pembelaan. Karena itu, janganlah kita merasa terganggu dengan fitnah maupun gosip. Lawanlah hal itu dengan pikiran dan perbuatan positif. Tindakan meluruskan fitnah hanya membuang waktu dan menguras tenaga kita. Apa pun alasannya mereka tidak akan percaya karena hatinya sudah dibutakan sehingga tidak bisa melihat kebenaran.

Apakah kita masih berlelah-lelah membela diri atau malahan menyumpahi para pemfitnah? Marilah kita mengoreksi diri karena tindakan itu tidak diperkenan oleh Allah. Allah menghendaki kita mengampuni dan menyerahkan masalah itu dalam tangan-Nya. Jadikan fitnahan sebagai sarana untuk mengasah kita memiliki karakter seperti Kristus. Dengan demikian, hidup kita memuliakan Tuhan dan menjadi daya tarik bagi orang lain untuk mengenal Injil Kristus. [wr_wrs]

01/09/2017

Santapan Harian
Latihan Disiplin Rohani
Ibrani 12:1-11

Film yang berjudul "Sepatu Dahlan" menceritakan masa kecil Dahlan Iskan. Meskipun berkekurangan, orangtua Dahlan mendidik anak-anaknya untuk disiplin. Pernah sep**ang sekolah, Dahlan kepergok mencuri sebatang tebu di perkebunan negara. Walau hanya sebatang, Dahlan tetap dihukum dengan sabetan rotan oleh orangtuanya. Ayah Dahlan berkata: "Bapakmu memang miskin, tetapi itu tidak berarti anak Bapak boleh mencuri. Sekarang mencuri sedikit, lama-lama mencuri banyak, merugikan semua orang!" Sejak hari itu, Dahlan berhati-hati dalam bertindak.

Bapa surgawi juga menghendaki anak-anaknya dapat hidup disiplin dan bertanggung jawab dalam bertindak. Meskipun Allah itu kasih, namun Ia tidak pernah memanjakan anak-anak-Nya agar mereka dapat menjadi dewasa serupa Kristus. Sebab Kristus adalah teladan disiplin rohani bagi kita dalam melawan dosa. Kedisiplinan dan ketaatan Kristus kepada Bapa surgawi telah dibuktikan di kayu salib. Sedangkan pergumulan dan kesulitan kita melawan dosa belum sampai level mencucurkan darah (4). Memang harus diakui bahwa yang kita hadapi belum sebanding dengan penderitaan Kristus. Meskipun begitu, kita perlu belajar terus-menerus dari teladan Kristus.

Pengamsal menyerukan jangan sampai kita menolak didikan Tuhan dan jangan bosan atas peringatan-Nya (Ams 3:11). Semuanya itu dilakukan Bapa untuk membangun kehidupan rohani yang disiplin. Jika Allah tidak mendidik umat-Nya, maka kita tidak dianggap sebagai anak, melainkan anak-anak gampang (8).

Disiplin rohani tidak hanya membimbing kita untuk dewasa, tetapi juga memuliakan Allah dan mengambil bagian dalam kekudusan-Nya (10). Proses pendisiplinan membutuhkan kerja keras, namun hasilnya adalah buah kebenaran dan damai sejahtera (11).

Berbahagialah kita yang dianggap anak oleh Allah. Sukacita dan damai sejahtera Allah akan memayungi hidup kita. Yakinlah bahwa disiplin Allah atas hidup kita akan membuat kita menjadi pribadi yang diperkenan-Nya. [wr_wrs]

30/08/2017

Santapan Harian
Iman adalah Sumber Keberanian
Ibrani 11:23-31

Salah satu cara untuk mengembangkan diri adalah mempunyai keberanian keluar dari rasa nyaman dalam zona aman kita. Mencari alternatif jalan kehidupan dan tidak terpaku pada satu sisi kehidupan saja. Karena hidup ini penuh dinamika, maka nikmatilah!

Musa memiliki segala kenyamanan di Mesir karena ia menjadi anak angkat Putri Firaun. Kehidupan mewah dan megah tidak membuatnya lupa akan identitas dirinya yang sebenarnya (24). Untuk melindunginya dari kekejaman Raja Mesir, keluarganya menyembunyikannya selama tiga bulan. Setelah dirasa tidak mungkin menyembunyikannya lebih lama lagi, orangtuanya menghanyutkan bayi Musa dalam keranjang di sungai Nil, dengan harapan akan ditemukan Putri Firaun. Akhirnya, bayi Musa ditemukan oleh Putri Firaun, diadopsi sebagai anak, dan dibesarkan di lingkungan istana.

Musa berani membela bangsanya dari ketidakadilan Raja dan penduduk Mesir. Puncaknya adalah ketika Musa memimpin bangsanya keluar dari tanah Mesir (27) atas perintah Allah. Keberanian itu dimulai dari keluarganya yang mencari jalan untuk menjaga keselamatan hidup Musa. Tindakan itu didasarkan oleh iman kepada Allah. Mereka percaya bahwa Allah akan memelihara umat-Nya.

Rahab yang dipandang sebagai wanita berdosa siap menerima risiko ketika ia menyembunyikan para pengintai dari Israel (31). Perbuatannya dipandang baik oleh Allah sehingga Rahab diselamatkan, sedangkan kota Yerikho dihancurkan dan penduduknya dibinasakan. Di sini Musa dan Rahab berani keluar dari zona nyaman sehingga mereka mendapatkan kebaikan yang lebih besar.

Iman menjadi sumber keberanian bagi orang percaya melakukan kehendak Allah. Bukan karena mengandalkan kekuatan sendiri atau orang lain, tetapi didasarkan pada cinta kepada Allah. Dalam situasi yang sesulit apa pun belajarlah bersyukur. Karena kita harus selalu menyatakan kehendak-Nya walalupun tantangan di depan mata sangat besar. Percayalah bahwa kuasa-Nya memampukan kita melewati badai kehidupan. [wr_wrs]

MINGGU TRINITASIKATA - KATA PENGHIBURAN UNTUK SIONYesaya 51:1-8 (TB)  Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang ...
27/08/2017

MINGGU TRINITASI

KATA - KATA PENGHIBURAN UNTUK SION
Yesaya 51:1-8 (TB)

Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali.
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia.
Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan s**acita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.
Perhatikanlah suara-Ku, hai bangsa-bangsa, dan pasanglah telinga kepada-Ku, hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran akan keluar dari pada-Ku dan hukum-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa.
Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah p**au-p**au menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan.
Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah ke bumi di bawah; sebab langit lenyap seperti asap, bumi memburuk seperti pakaian yang sudah usang dan penduduknya akan mati seperti nyamuk; tetapi kelepasan yang Kuberikan akan tetap untuk selama-lamanya, dan keselamatan yang dari pada-Ku tidak akan berakhir.
Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.
Sebab ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian dan gegat akan memakan mereka seperti memakan kain bulu domba; tetapi keselamatan yang dari pada-Ku akan tetap untuk selama-lamanya dan kelepasan yang Kuberikan akan lanjut dari keturunan kepada keturunan.

http://www.bibleforandroid.com/v/8586a07fe84d

12/08/2017

RASA TAKUT DAN PUTUS ASA JANGAN DIPELIHARA

Salah satu penyebab ketakutan adalah adanya ancaman dari lawan. Sementara putus asa adalah kondisi kejiwaan yang merasa dan menganggap bahwa apa yang diinginkan tidak akan tercapai atau kondisi batiniah yang menganggap adanya kesenjangan antara apa yang diinginkan dengan apa yang dialaminya, sehingga putus pengharapan akan masa depan yang lebih baik.

Nabi Elia dalam Kitab Raja-raja 19:1-18 mengalami rasa takut yang hebat ketika ia diancam dibunuh oleh Izebel, permaisuri raja Ahab. Akibatnta Elia putus asa karena merasa gagal dalam pelayanan, sampai ia meminta kepada Tuhan untuk mengambil nyawanya (mati). Akibat ketakutan dan putus asa yang dialami Elia menyebabkan:
1. Elia salah menilai Tuhan bahwa tidak berbuat apa-apa dalam pelayanannya.
2. Elia salah menilai kondisi disekitarnya bahwa sebenarnya tidak seburuk apa yang ia lihat dalam kacamata keputusasaannya.
3. Elia tidak dapat melihat lagi campur tanga Tuhan dalam hidupnya.

Dalam kondisi ketakutan dan keputusasan yang dialami Elia, hanya Tuhanlah Penghibur Sejati, sehingga Elia bisa bangkit dan bersemangat kembali dalam pelayanan.

Roma 10:13 " Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan."

Selamat Hari Minggu & Selamat Beribadah ... Tuhan memberkati.

18/06/2017

Keluaran 19:2-8 (TB) Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu.
Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: "Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel:
Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.
Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."
Lalu datanglah Musa dan memanggil para tua-tua bangsa itu dan membawa ke depan mereka segala firman yang diperintahkan TUHAN kepadanya.
Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: "Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan." Lalu Musa pun menyampaikan jawab bangsa itu kepada TUHAN.

http://www.bibleforandroid.com/v/f5e90952682d

Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu. Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: "Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kaube...

19/02/2017

Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.x1 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar p**i kananmu, berilah juga kepadanya p**i kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena menging...

16/07/2016

Penglihatan tentang Allah
Yehezkiel 1:1-28

Ketika menerima panggilan dari TUHAN, Yehezkiel sedang berada di tepi sungai Kebar di negeri orang Kasdim (1-3). Ia bersama raja, para pembesar, dan para pemimpin agama harus meninggalkan Bait Allahnya, bahkan terusir dari negerinya. Mereka berada dalam situasi tanpa pengharapan akan siapa pun, bahkan terhadap Allah.

Di tengah situasi itu, Yehezkiel dipanggil TUHAN untuk melakukan tugas pelayanannya. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 5 bulan yang ke-4 tahun ke-30 (1; bdk. Bil 4:3-4, 30, 35, 39, 43, 47). Ini merupakan tahun ke-5 pembuangan Yoyakhin, yaitu 592 sM (2). Panggilan Allah terhadapnya dinyatakan melalui kekuasaan Allah yang meliputinya (3) dan penglihatan berupa angin badai dan empat makhluk hidup yang menyerupai manusia (bdk. 10:20 Kerub, 1Taw 28:18; Mz. 18:11) yang mengikuti arah roh itu pergi (4-12, "roh" mengacu kepada Roh Allah ay.20). Ia juga melihat bara api yang menyala-nyala dan dan roda-roda yang berjalan di samping dan mengikuti makhluk-makhluk hidup itu (13-21) dan cakrawala yang dapat memperdengarkan seperti suara yang Maha Kuasa di atas kepala mahkluk hidup itu (22-24). Di atas cakrawala itu, ada takhta yang diduduki oleh seorang manusia yang mengkilap seperti sinar (25-28). Kemuliaan ini membuat Yehezkiel bersujud dan mendengarkan suara-Nya.

Allah tahu bahwa umat dan hamba-Nya sedang dalam kelemahan dan putus asa. Meski pembuangan itu merupakan akibat pelanggaran mereka, Allah datang membangkitkan hamba dan umat-Nya untuk kembali bersandar kepada-Nya. Sebelum memerintahkan Yehezkiel, Allah terlebih dahulu memberi penglihatan akan kemuliaan-Nya untuk membangkitkan mereka. Allah tetap ada dan sama berdaulat, bahkan di tempat pembuangan umat-Nya sekalipun. Allah kita tidak dibatasi oleh situasi dan wilayah.

Meski tidak mengalami penglihatan spektakuler, kasih Allah tetap atas umat-Nya. Kuasa dan kemuliaan-Nya tetap sama, bahkan dalam "pembuangan."

Selamat beraktifitas n' TYM.

28/06/2016

#
2 Timotius 2:14-26

Timotius menghadapi persoalan yang tidak mudah dalam pelayanannya. Ia berhadapan dengan para pengajar sesat yang s**a bersilat lidah dan mengacaukan (14), s**a omongan kosong, dan hidup penuh kefasikan (16-18). Paulus menasihatkan Timotius agar berusaha menjadi pekerja Kristus yang pantas sehingga para pengajar sesat itu tidak menemukan celah untuk menjatuhkan Timotius dan mencemarkan nama Tuhan.

Dalam rangka menjadi pekerja Kristus yang layak, Paulus menasihatkan dua hal kepada Timotius, yaitu: Pertama, bijak dalam perkataan (14-19, 23-26). Artinya, tidak malu memberitakan kebenaran (15), tidak mempertengkarkan hal-hal yang tidak layak (23-24), dan melayani dengan kelemahlembutan (25). Kedua, menjaga kesucian (20-22) dengan menjauhi nafsu, mengejar keadilan, kesetiaan, kasih, dan kedamaian (22). Perhatikan bahwa di tengah peliknya persoalan yang ditimbulkan oleh para pengajar sesat di Efesus, Timotius didorong untuk menghadapi mereka dengan bijaksana dan tidak dengan kekerasan (25). Meski ada beberapa orang yang dengan jelas telah menyimpang dari kebenaran (17-18), namun Paulus menasihatkan Timotius untuk menghadapinya dengan lemah lembut (25). Dengan demikian, mungkin saja Tuhan memberi kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan mengenal kebenaran yang sejati. Orang-orang itu dapat tersesat akibat jerat Iblis yang menjerumuskan mereka (26).

Tidak jarang sebagai pemimpin rohani, kita tidak sabar dalam membimbing seseorang yang telah melenceng dari kebenaran dan dengan mudah mengucilkannya dari komunitas umat Allah. Sebelum kita mengkonfrontir orang yang tersesat, hendaklah terlebih dahulu kita belajar untuk menjadi bijak dalam perkataan dan menjaga kesucian hidup sehingga orang lain atau iblis tidak menemukan celah untuk menjatuhkan kita dan mempermalukan Kristus. Dengan kelemahlembutan, kita akan dimampukan Allah dalam anugerah-Nya untuk membimbing dan mengarahkan orang tersebut ke jalan yang benar. [TYM]

31/12/2015
31/12/2015

Pemahaman bahwa TUHAN berkuasa mutlak atas waktu, baik waktu lampau, sekarang dan yang akan datang, menjadi kekuatan bagi kita dalam mengakhiri Tahun 2015 dan akan memasuki Tahun 2016.

Karena itu, selama jantung kita masih berdetak berarti kita masih dapat bersyukur, menghitung berkat Tuhan dalam hidup kita. Sepatutnya kita bersyukur atas kebaikan Tuhan yang melimpahi dan melingkupi kita selama kita masih hidup dan selama Tahun 2015 yang sesaat lagi kita lewati.

Selamat mengakhiri Tahun 2015 dengan rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan dan pertolongan-Nya dan marilah kita percayakan diri dalam perlindungan-Nya untuk menyongsong Tahun Baru 2016.

Tuhan memberkati.

26/12/2015

Kepada Siapa Kita Percaya?
Mikha 5:9-14

Penyelamatan Allah terhadap Israel ditandai dengan pelenyapan kuda dan kereta perang. Penyelamatan-Nya itu ditandai dengan pemusnahan peralatan militer. Pada kenyataannya, manusia sering bertumpu pada alat perangnya. Tak ketinggalan juga dengan umat Israel. Mereka mengandalkan alat tempur canggih sehingga melupakan Tuhan yang telah menciptakan mereka sebagai bangsa. Mungkin mereka lupa, pembebasan dari Mesir bukanlah karena kekuatan senjata. Israel menyaksikan bahwa kekuatan persenjataan Mesir luluh lantak di hadapan Allah.

Tak hanya peralatan militer yang dimusnahkan, Mikha bernubuat: "Aku akan melenyapkan alat-alat sihir dari tanganmu, dan tukang-tukang peramal tidak akan ada lagi padamu" (Mi 5:11). Pada kenyataanya, manusia lebih s**a menaruh kepercayaannya pada jimat, ketimbang kepada Allah. Manusia lebih s**a memercayakan dirinya pada jimat yang bisa dipegang. Tukang ramal pun akan turut dilenyapkan karena manusia lebih s**a mendapatkan kepastian tentang masa depannya. Manusia cenderung memercayakan masa depannya pada ramalan yang menyenangkan hatinya. Pada kenyataannya memang tidak ada ramalan yang buruk. Biasanya ramalan selalu baik, karena peramal memang ingin mendapatkan keuntungan dari ramalannya. Bahkan, jika ramalan itu ternyata buruk, selalu ada jalan keluar agar pelanggan ramalan dijauhkan dari hal buruk. Suatu ironi bahwa ramalan bisa diubah sesuai selera.

Patung-patung dan tugu-tugu berhala pun tak luput dari pemusnahan. Manusia cenderung menyembah apa yang kelihatan, meski buatan sendiri. Itulah kenyataan hidup Israel. Mereka tak lagi s**a memercayakan diri kepada Allah yang tak kelihatan, tetapi kepada patung dan berhala yang bisa dilihat.

Manusia cenderung percaya pada senjata canggih, jimat, ramalan yang menenteramkan hati, dan patung yang bisa dilihat. Sebagai umat percaya, kepada siapakah kita memercayakan diri kita?

Tuhan Yesus Memberkati.
Amin......

Address

Jalan Hiu No. 30/32 Sibolga
Sibolga
22512

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja BNKP Sibolga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share