Marhaban Ya Ramadan

Marhaban Ya Ramadan Marhaban Ya Ramadhan
dapatkan Seputar bulan Puasa

15/05/2018
Yuk buruan di Order, buat pesiapan Ramadhan & Lebaranhawatir kenabisan & Harganya Naik di Bulan Depan.for fast respond, ...
20/04/2018

Yuk buruan di Order, buat pesiapan Ramadhan & Lebaran
hawatir kenabisan & Harganya Naik di Bulan Depan.

for fast respond, chatt me on
08I-8I8-7686



14/06/2017

Apa Kamu Rela Meninggalkan Malam Lailatur Qodar, Malam 1000 bulan hanya karena Ngantuk ?

25/06/2016
21/06/2016

Surat Perpisahan Tamu Agung Ramadhan
Saudaraku,
Aku akan p**ang...
Sudah setengah bulan an bertamu namun seringkali aku ditinggal sendirian.
Walau sering dikatakan istimewa namun perlakuanmu tak luar biasa.
Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh...
Alqur'an hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonan.
Sholat tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.
Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanja Lebaran.
Malam dan siang mu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.
Tak p**a banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.
Saudaraku, aku seperti tamu yang tak diharapkan. Hingga, sepertinya tak akan menyesal kau kutinggalkan.
Padahal aku datang dengan kemuliaan, seharusnya tak p**ang dengan kesia-sia'an.
Percayalah,
Aku p**ang belum tentu akan kembali datang, sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkan.
Masih ada beberapa hari kita bersama,
Semoga kau sadar sebelum aku benar-benar p**ang...
"Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang akan dipertanggungjawabkan dengan panjang".
Bumi Allah, Ramadhan 1437 H

Hakikat PuasaHakikat puasa itu bukan pada menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa. Hakik...
07/06/2016

Hakikat Puasa
Hakikat puasa itu bukan pada menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa. Hakikat puasa ada di dalam bagaimana kita melawan musuh Allah yaitu syetan. Sementara tunggangan syetan itu syahwat. Artinya jika kita bisa mengendalikan tunggangan syetan kita bisa mengalahkan syetan. Menahan diri dari makan, minum, jimak, dan seterusnya itu hanya bungkus dari puasa. Tapi bukan esensi puasa. Puasa yang sebenarnya adalah saat kita bisa menjadi tuan bagi syahwat kita, untuk selanjutnya kita menjadi tuan bagi diri kita sendiri. Dengan begitu kita menjadi orang merdeka dan bukan menjadi budak bagi nafsu syahwat kita, karena misi Islam adalah memerdekakan manusia dari perbudakan hingga perbudakan yang paling samar yaitu perbudakan syahwat.
Jika tujuan puasa adalah menciptakan pribadi yang bertakwa, maka takwa itu bukan aktifitas lahiriyah saja, namun takwa lebih dari itu takwa adalah aktifitas batiniyah. Menjadi orang bertakwa menurut Imam Al-Laiys Rahimahullah bisa melalui tujuh jalan yaitu:
1. Membersihkan hati
Untuk bisa bertakwa kita harus bisa membersihkan hati dari rasa curiga, prasangka buruk, iri, dengki, benci, dan berbagai kotoran hati.
2. Mengendalikan lisan
Untuk bisa menjadi manusia yang bertakwa kita harus bisa mengendalikan lisan kita dari perkataan yang haram seperti fitnah, gosip, perkataan cabul, umpatan, memaki-maki, marah-marah, hingga perkataan-perkataan yang tidak berguna meski itu tidak haram. Perkataan bisa berupa yang keluar dari mulut bisa keluar dari pena dan alat tulis lainnya. Semua itu harus dijauhkan dari yang haram dan yang tidak berguna.
3. Mengendalikan perut
Untuk menjadi orang yang bertakwa kita harus bisa memastikan bahwa perut kita bersih dari makanan haram baik itu haram karena zatnya haram, haram karena cara memperolehnya, atau haram karena berbahaya bagi kesehatan. Perut adalah sumber dosa dan sumber penyakit maka tidak heran jika Imam Al-Ghazali pernah berwasiat bahwa tidak ada wadah yang paling dibenci oleh Allah Ta'alaa selain perut yang penuh berisi makanan halal. Artinya biar pun yang masuk ke dalam perut kita adalah makanan halal tapi jika mengisi perut dengan cara berlebihan itu akan sangat dibenci oleh Allah.
4. Mengendalikan tangan
Seorang yang bertakwa haruslah bisa mengendalikan tangannya dari mengambil yang haram, yang bukan haknya, bahkan yang syubhat. Artinya seorang yang bertakwa haruslah berhati-hati dalam mencari rejeki, jangan-jangan rejeki yang kita dapatkan justru diperoleh dengan mengambil hak orang lain atau barang yang syubhat.
5. Mengendalikan kaki
Seorang yang bertakwa haruslah bisa mengendalikan kakinya sehingga kaki itu tidak melangkah kecuali untuk kebaikan, ibadah, dan ketaatan. Jangan sampai kaki kita ini melangkah menuju tempat maksiat atau untuk hal-hal yang tidak berguna.
6. Mengendalikan mata
Seorang yang bertakwa haruslah mengendalikan mata dari melihat yang haram atau yang syubhat. Mata terkadang menjadi pangkal dari kedurhakaan dan perzinaan. Karena itu syetan selalu berjaga-jaga di depan mata kita untuk mengelabuinya.
7. Mengendalikan ketaatan
Seorang yang ingin menjadi orang yang bertakwa harus lah bisa memastikan bahwa ketaatannya hanya untuk Allah Ta'alaa. Namun dia haruslah berhati-hati karena di dalam ketaatan itu ada racun paling berbahaya bernama 'riya'.
Jadi jika puasa itu adalah dalam rangka menjadikan diri kita bertakwa maka puasa itu harus memenuhi tujuh elemen takwa di atas. Jadi ada berapa banyak di antara kita yang sudah benar-benar puasa?

Puasa Bukan Merubah Jam MakanHakikat puasa Ramdhan sebenarnya bukan hanya di siang hari bulan Ramadhan saja. Karena puas...
07/06/2016

Puasa Bukan Merubah Jam Makan
Hakikat puasa Ramdhan sebenarnya bukan hanya di siang hari bulan Ramadhan saja. Karena puasa Ramadhan adalah pada seluruh hari di bulan Ramadhan baik siang maupun malamnya. Karena menahan diri dari makan, minum, hubungan seks, dan keluarnya sperma secara sengaja di siang Ramadhan hanya sebuah alat bantu untuk kita bisa menjalani puasa yang sebenarnya. Karena puasa yang sebenarnya adalah madrasah yang melahirkan alumni-alumni ahli takwa (muttaqin), dan takwa tidak akan tercapai tanpa kemampuan muroqobah yaitu merasa diawasi. Dan pengawasan Allah tidak hanya di siang hari bulan Ramadhan saja. Pengawasan Allah adalah 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 12 bulan setahun. Artinya di malam Ramadhan pun kita tetap diawasi oleh Allah Ta'alaa. Dan di malam-malam Ramadhan tidak lah berarti bahwa kita bebas melampiaskan nafsu kita, termasuk hal ini adalah nafsu makan.
Puasa tidak berarti jam makan kita dirubah menjadi malam hari. Bahkan menjadikan malam hari sebagai ajang balas dendam makan sebanyak-banyaknya. Justru di malam-malam Ramadhan seharusnya kita semakin meninggalkan syahwat duniawiyah dan fokus mencari Rahmat Allah, ampunan Allah, dan keridhoan Allah. Malam-malam Ramadhan tidak berarti kita tidak berpuasa. Lahiriyah kita memang diberi hak untuk makan untuk tetap menjaga kesehatan. Namun puasa dari syahwat berlebihan, seperti makan banyak, syahwat marah, syahwat benci, syahwat dengki, syahwat berprasangka buruk, tetaplah harus dikekang. Karena puasa bukan hanya merubah jam makan. Puasa adalah proses pelepasan diri dari syahwat dunia menuju perjalanan abadi menuju Allah Ta'alaa.

Address

Jalan Jend A. Yani
Serang
42111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Marhaban Ya Ramadan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category