Komplek Ali bin Abi Thalib Pondok Pesantren Al-Fathaniyah

Komplek Ali bin Abi Thalib Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Komplek Ali bin Abi Thalib Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Tengkele Serang Banten

*۞ﺑِﺴۡـــﻢِ ﭐﻟﻠّٰﻪِ ﭐﻟﺮَّﺣۡـﻤَـٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺣِـــﻴْﻢ۞*SEJARAH SHOLAWAT QOTADAHPada perang Uhud, umat muslim awalnya mendapat...
07/03/2021

*۞ﺑِﺴۡـــﻢِ ﭐﻟﻠّٰﻪِ ﭐﻟﺮَّﺣۡـﻤَـٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺣِـــﻴْﻢ۞*

SEJARAH SHOLAWAT QOTADAH

Pada perang Uhud, umat muslim awalnya mendapatkan kemenangan.
Namun, karena kaum muslim tidak mengindahkan perintah Rasulullah SAW, akhirnya pada perang Uhud kaum muslim dapat terpukul mundur.
Banyak para sahabat yang syahid serta terluka.
Rasulullah SAW terkepung musuh, dahi dan bibir beliau terluka serta mengeluarkan darah.

Qatadah bin Nu’man yang melihat hal itu, segera mendekati Rasulullah SAW.
Qatadah yang berani langsung memosisikan dirinya sebagai tameng Rasulullah, dengan busur pemberian Rasulullah ia melawan musuh dengan gagah berani.
Qatadah bin Nu’man atau dengan nama asli Abdul Khatib termasuk kaum Anshar.
Qatadah sering kali mengikuti perang bersama Rasulullah dan kaum muslim lainnya.

Setelah perang Uhud usai banyak para sahabat yang terluka termasuk Qatadah. Sebuah anak panah mengenai matanya saat ia melindungi Rasulullah SAW. Anak panah itu menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.
Mata Qatadah terburai keluar hingga ia memegangnya dengan telapak tangannya.
Darahnya pun terus mengucur.
Keluarganya sangat sedih melihat penderitaan Qatadah.

“Qatadah, ijinkan kami mencari tabib agar ia memotong saja bola matamu,” kata keluarga Qatadah.
Qatadah ikhlas andai seterusnya matanya buta.
“Lagi p**a, tabib mana yang sanggup mengobati matamu? Engkau akan buta dengan luka seperti itu,” kata mereka lagi.

Kabar mengenai sakitnya Qatadah terdengar oleh Rasulullah SAW.
Lalu Rasulullah mengutus seseorang untuk memanggil Qatadah.

“Wahai Qatadah, Rasulullah telah mendengar perihal sakit yang engkau derita. Beliau memintamu untuk datang menghadap,” kata utusan tersebut.

“Baiklah aku akan datang menemui Rasulullah SAW,” jawab Qatadah. Ia pun segera berangkat menuju kediaman Rasulullah.

“Assalamu’alaikum, wahai Rasulullah…,” sapa Qatadah.
“Wa’alaikumsalam, wahai sahabatku. Kemarilah!”

Qatadah masuk dengan memegangi salah satu bola matanya yang menggelantung keluar.
Saat melihatnya, Rasulullah menangis dan berdo'a untuk Qatadah,

“Ya Allah, sesungguhnya Qatadah telah melindungi wajah Rasul-Mu dengan wajahnya sendiri. Maka jadikanlah mata yang terluka itu lebih baik dan lebih tajam dari mata satunya,”

“Kemarilah, sahabatku. Mendekatlah kepadaku,” kata Rasulullah SAW.
Qatadah menurut. Ia meringsut mendekati Rasulullah SAW.
Lalu Rasulullah SAW memegang bola mata Qatadah, lalu memasukan kembali bola mata Qatadah yang terburai tersebut ke dalam pelupuknya.

Subhanallah.....
Atas ijin Allah. Seketika itu, mata Qatadah sembuh seperti semula, seolah tidak pernah terluka.
Allah telah memberikan mukjizat-Nya kepada Rasulullah. Dokter mana pun tidak akan mampu melakukannya.
Qatadah sangat senang karena matanya telah sembuh, bahkan penglihatan Qatadah lebih baik dari sebelumnya.

SHOLAWAT QATADAH

* Dibaca setiap pagi 10 x
* Lalu tiupkan di kedua ibu jari
* Lalu usapkan di kedua mata kita

Fadhilah nya insya Allah penglihatan mata kita selalu terpelihara sampai hari tua dan terhindar dari penyakit mata,
Insya Allah
Dgn Berkah Rasulullah dan Berkah Sholawat kepada Rasulullah.


💖 اللهم صل على سيدنامحمد وعلى ال سيدنامحمد 💖

FUNGSI DAN KEWAJIBAN NEGARA Dalam "halaqah", pengajian/diskusi melingkar di Fahmina, pada suatu hari, aku lupa tanggalny...
17/02/2021

FUNGSI DAN KEWAJIBAN NEGARA

Dalam "halaqah", pengajian/diskusi melingkar di Fahmina, pada suatu hari, aku lupa tanggalnya, aku ditanya soal fungsi dan kewajiban negara dalam Islam.

Aku menjawab begini:

1. Negara didirikan, diadakan atau dibentuk sebagai wadah bagi warganya untuk memeroleh kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Dan itu untuk semua warga negara/rakyatnya, bukan untuk sebagian besar atau sebagian kecil rakyat.

2. Para pengelola negara adalah para pelayan bagi seluruh warga negara. Untuk tugas dan jasanya itu mereka diberikan upah yang sesuai dengan fungsi dan pekerjaannya itu.

3. Pengelola negara (pemerintahan) oleh karena itu wajib bersikap netral, imparsial dan bertindak adil kepada seluruh warganya, apapun agama/kepercayaannya atau identitas primordial lainnya.

4. Tugas dan kewajiban mereka adalah menjaga, melindungi dan menyediakan/memfasilitasi ruang aman dan tenteram bagi semua, bukan bagi sebagian besar atau apalagi sebagian kecil warganya dan tidak untuk memiskinkan, mendiskriminasi, menyingkirkan atau menyengsarakan mereka.

5. Dalam rangka itu p**a, negara tidak hanya wajib menyediakan tempat untuk didiami warganya dan tidak p**a sekedar menjadi ruang untuk mempertemukan manusia dengan manusia lainnya di sana, tetapi lebih dari ia juga hadir untuk memerdekakan semua manusia dari belenggu kezaliman (ketidakadilan) serta menjamin persahabatan dan persaudaraan kebangsaan dan kemanusiaan.

Salah seorang mahasiswa yang ikut dalam halaqah ini bertanya, apakah ada dalil atau dasar untuk pandangan ini?. Aku menjawab : Ya. "Shahifah al-Madinah"/ "Mitsaq al-Madinah"/ "Dustur al-Madinah", Piagam Madinah/Konstitusi Madinah.

6. Piagam Madinah merupakan landasan konstitusi sekaligus pengikat nilai dan norma yang ada dalam masyarakat Madinah (Nation State Madinah). Penyusunan naskah Piagam Madinah juga melibatkan seluruh komponen masyakat Madinah saat itu. Nabi memimpin penyusunan piagam ini. maka Di idalamnya sarat nilai-nilai demokrasi. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung di dalam Piagam Madinah ini antara lain; persamaan, kebebasan, hak asasi manusia, musyawarah, dan toleransi.

16. 02.2021
HM

OSIS Al-Fathaniyah, Cetak Generasi yang PASTI Melalui LDKS
14/02/2021

OSIS Al-Fathaniyah, Cetak Generasi yang PASTI Melalui LDKS

Serang, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Al-Fathaniyah Menyelenggarakan Kaderisasi Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) selama tiga hari dua malam be…

"Islam itu agama yang penuh dengan kasih sayang, karena itu berprasangka, menuduh orang munafik, mengkafirkan orang, tid...
30/01/2021

"Islam itu agama yang penuh dengan kasih sayang, karena itu berprasangka, menuduh orang munafik, mengkafirkan orang, tidak boleh. Apalagi sesama muslim". (KH. Matin Syarkowi, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang)

______________________

NGAJI NIHAYATUZZAIN: "Masuknya Waktu Sholat"Qori ' : Abah KH. Matin SyarkowiPimpinan Pondok Pesantren Al-FathaniyahTengk...
12/01/2021

NGAJI NIHAYATUZZAIN: "Masuknya Waktu Sholat"

Qori ' : Abah KH. Matin Syarkowi
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah
Tengkele, Kota Serang Banten

Ngaji Kitab Nihayatuz Zain: Penjelasan Masuknya Waktu Sholat | KH. Matin Syarkowi______Kitab Nihayatuz Zain merupakan salah satu kitab fiqih mazhab Syafi’i y...

10/01/2021

"Rasulullah ﷺ Bersabda : Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengangkat pandangannya ke langit sambil membaca :
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
☝🏻maka akan dibukakan baginya delapa pintu Surga dan dia akan masuk dari pintu mana saja yang dia sukai."
(H.R Ahmad No : 116).

07/01/2021

Diriwayatkan dari Aus bin Aus, Rasulullah SAW bersabda: ان من افضل ايامكم يوم الجمعة فيه خلق ادم و فيه قبض وفيه النفخة وفيه الصعقة فاكثروا من الصلاة علي فيه فان صلاتكم معروضة علي
Artinya, "Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah Hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptaan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian akan dipersembahkan kepadaku".

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/76046/nilai-lebih-baca-sholawat-pada-hari-jumat

AHLAN WA SAHLANCHANNEL YOUTUBE : AL-FATHANIYAH OFFICIAL
07/01/2021

AHLAN WA SAHLAN
CHANNEL YOUTUBE : AL-FATHANIYAH OFFICIAL

Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, pada awalnya bernama Al-Ikhlas dengan lokasi hanya beberapa meter dari jalan raya, yaitu tepat berseberangan dengan penziarah...

Address

Jalan Raya Pandeglang KM. 03 Komplek. Tembong Indah (Tengkele) Kec. Cipocok Jaya
Serang
42126

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Komplek Ali bin Abi Thalib Pondok Pesantren Al-Fathaniyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share