Suatu hari dua orang sahabat lama bertemu dan berkeliling dikampung halaman mereka untuk mengenang masa –masa kecil yang dilaluinya di kota itu. Satu diantara mereka sukses menjadi pengusaha pabrik sabun dan yang lain sukses menjadi seorang Pendeta. Inilah sepenggal dari percakapan mereka. Pengusaha : Saya melihat banyak Gereja didirikan, Sekolah Theologia mencetak Theolog theolog yang hebat tapi
tetap saja begitu banyaknya kejahatan terjadi disekeliling kita. Pendeta sahabatnya hanya bisa diam sebab apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu bukan isapan jempol belaka melainkan sebuah fakta yang tidak dapat ia pungkiri. Pejalanan mereka berlanjut dan ketika melewati satu perkampungan yang kumuh ,penduduknya berpakaian kusut dan kumal, badan kotor dan bau tidak sedap serta nampak tidak sehat. Maka timbul ide untuk “membalas” perkataan sahabatnya. Sekarang ini beredar produk-produk sabun yang beraneka merek dan kwalitas dan salah satunya yang kamu produksi. Tapi saya melihat percuma banyak pabrik sabun didirikan sebab kenyataannya masih banyak masyarakat yang kotor, kumal ,bau tidak sedap dan tidak sehat. Dengan nada yang meninggi sahabatnya yang pengusaha berkata : Terang saja mereka kotor, kumal bau dan tidak sebab mereka mandi dan mencuci pakaian tidak pakai sabun. Lalu Pendeta senyum dan berkata lirih : Iya ,sebanyak apapun gereja didirikan, sebanyak apapun Sekolah-sekolah theologi mencetak theolog tapi jika manusia tidak memakai Firman Tuhan yang diberitakan oleh para Theolog melalui gereja-gereja Tuhan, maka hasilnya pun seperti yang kita lihat sekarang kejahatan terus terjadi bahkan berkembang. Iman kristiani yang kita miliki adalah “produk” dari berita Firman Tuhan yang diberitakan para Theolog melalui Gereja –gerja Tuhan. Tapi semua itu akan menjadi sia-sia jika tidak kita “pakai” dalam hidup keseharian kita, tidak kita jadikan “gaya hidup “ kekristenan kita. Saya bersyukur melalui Yayasan Kasih Kristus yang saya dirikan bersama para rekan seiman akan menjadi cara Tuhan bagi saya untuk “menjadi produk” Tuhan yang tidak hanya saya dengar tapi saya “ pakai” dalam hidup saya. Amin
TUHAN MEMBERKATI