18/05/2026
https://youtu.be/JKYMnBmFFxI
*_Senin, 18 Mei 2026_*
*KENIKMATAN SINGKAT, KEBENARAN KEKAL*
_“bahwa sorak-sorai orang fasik hanya sebentar saja, dan sukacita orang durhaka hanya sekejap mata?” (Ayub 20:5)_
Bayangkan seorang anak yang sangat gembira saat memakan permen yang manis. Namun tidak lama kemudian, rasa manis itu hilang dan yang tertinggal hanyalah rasa lengket di gigi, bahkan sakit karena terlalu banyak gula. Kesenangan itu nyata, tetapi sangat singkat dan menyisakan akibat yang tidak menyenangkan. Ilustrasi sederhana ini mencerminkan banyak pengalaman manusia: sesuatu yang tampak menyenangkan di awal, ternyata tidak bertahan lama dan membawa dampak yang menyakitkan.
Dalam Ayub pasal 20, Zofar orang Naama berbicara tentang nasib orang fasik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan dan kenikmatan orang yang hidup dalam kejahatan tidak akan bertahan lama. Menurut Zofar, sekalipun orang fasik tampak berjaya dan berkelimpahan, semua itu hanya sementara, karena pada akhirnya Allah akan menuntut hidup mereka. Gambaran yang digunakan sangat kuat: kejahatan yang terasa manis di mulut akan berubah menjadi racun di perut. Meski perkataan Zofar tidak sepenuhnya adil ketika diarahkan kepada Ayub, pasal ini tetap menyatakan prinsip kebenaran yang penting, yaitu bahwa Allah adil dan tidak membiarkan kejahatan berlangsung tanpa konsekuensi.
Renungan ini mengajak kita untuk memeriksa sumber sukacita dan keamanan hidup kita. Dunia sering menawarkan kesenangan instan, keberhasilan cepat, dan jalan pintas yang tampak menguntungkan, tetapi semuanya tidak kekal. Orang percaya dipanggil untuk hidup dalam kebenaran, sekalipun jalan itu tampak lebih sulit dan menuntut kesabaran. Ayub pasal 20 mengingatkan bahwa nilai hidup tidak diukur dari kenikmatan sesaat, melainkan dari kesetiaan kepada Tuhan. Ketika kita memilih hidup benar dan takut akan Tuhan, kita sedang menanamkan dasar yang kokoh—sukacita yang tidak sementara, melainkan kekal di hadapan Allah. Karena itu, marilah kita berhati-hati terhadap kesenangan yang hanya bersifat sementara. Mintalah hikmat dari Tuhan agar kita dapat memilih jalan yang benar dan berkenan kepada-Nya. (MJ-01)
_*Doa:* Tuhan Yesus, bimbinglah setiap kami untuk selalu hidup dalam jalan kebenaran-Mu, agar kami beroleh sukacita dan hidup yang kekal dari-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin._
Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.