Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Semarang

Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Semarang Organisasi Perempuan NU Organisasi

30/01/2022

Masih album Harlah NU ke 96

Konfercab Muslimat NU Kota Semarang
09/03/2021

Konfercab Muslimat NU Kota Semarang

Saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun, Milad yang ke-95 untuk Nahdlatul Ulama. Semoga Allah Swt. senantiasa merahmat...
31/01/2021

Saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun, Milad yang ke-95 untuk Nahdlatul Ulama. Semoga Allah Swt. senantiasa merahmati dan memberkahi Nahdlatul Ulama serta warga Nahdliyin di seluruh dunia. Mari kita dukung terus Nahdlatul Ulama agar bergerak dan terus berkontribusi memperkuat kehidupan bangsa Indonesia dan memajukan peradaban dunia dengan spirit Islam Nusantara yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Presiden mengatakan bahwa sejak sebelum Indonesia merdeka, NU telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya mencapai kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, organisasi ini meneruskan kontribusinya dengan turut mengisi pembangunan negara.
“Kita semua bersyukur, alhamdulillah, dan berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama yang senantiasa konsisten membela Pancasila, membela Bhinneka Tunggal Ika, membela Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945,”

Kepala Negara menambahkan, di tengah perubahan dan tantangan zaman yang semakin kompleks, NU juga berada di garda terdepan dalam membela kepentingan bangsa dan negara.
“Kita semua melihat bukti Nahdlatul Ulama berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menggerakkan semangat nasionalisme, dan semangat toleransi serta dalam melawan segala bentuk radikalisme dan terorisme,” tuturnya.
Presiden berharap agar peran strategis para kiai, ibu nyai, dan santri NU yang bersama-sama seluruh pemangku kepentingan bangsa ikut membangun masa depan Indonesia dapat terus berlanjut. Apalagi di saat bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan era revolusi industri jilid keempat dan kompetisi global yang harus dilalui bersama-sama demi keberlangsungan bangsa dan kemajuan umat.
“Saya bangga menyaksikan para nahdliyin muda, para santri berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat yang berbasis pesantren,” ujarnya.

Setiap mengunjungi pesantren-pesantren, imbuh Presiden, dirinya merasakan optimisme karena melihat para santri tidak hanya paham ilmu agama tetapi juga memiliki semangat kewirausahaan.
“Bahkan, saat ini para santri sudah melek digital dan tidak sedikit yang menjadi pelopor teknologi informasi yang bisa membawa manfaat nyata bagi negara ini,” pungkasnya.(setkab)

Publikasi : 30 Januari 2021 by admin

26/04/2019

KENAPA KAUM TERDIDIK DAN RAJIN IBADAH MENJADI PENYEBAR HOAX?
******************

Tulisan bagus
Oleh : Kiyai Jamaluddin Mohammad ☺️

Seorang doktor lulusan Timur Tengah aktif sekali mengirim berita-berita hoax di hampir semua group WA yang ia ikuti. Kawan satu almamaternya dulu mencoba mengingatkan bahwa berita-berita yang ia share adalah hoax, tapi ia hanya menanggapi, “Saya tahu. Sekarang kan kita sedang berperang. Dalam perang apapun boleh dilakukan, termasuk membunuh orang.”

Inilah salah satu alasan kenapa hoax tumbuh subur, mudah sekali menyebar, dan gampang beranak-pinak. Dalam kasus di atas, hoax disebarluaskan justeru oleh orang berpendidikan tinggi. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Kemenkominfo, kalangan terpelajar (S1) justeru yang banyak terpapar hoax. Mengapa? Ada banyak teori menjelaskan soal ini.

Sekarang ini, terutama dalam pergaulan di media sosial, kita memasuki sebuah era yang orang menyebutnya “post-truth” (pasca kebenaran). “Post” di situ bisa diartikan “setelah” atau “melampaui”. Di era post truth orang tidak lagi peduli pada “kebenaran” sebuah fakta. Bahkan, orang tidak lagi mempermasalahkan atau mempertanyakan “kebenaran”.

Jika Abad Modern ditandai sebuah diktum dari Descartes “cogito ergo sum” (aku berpikir maka aku ada), era post-truth mundur kembali sebelum Abad Modern. Kebenaran tidak lagi diukur berdasarkan nalar dan rasionalitas, melainkan ditentukan emosi dan perasaan. Jika sebuah informasi didapat sesuai kepentingan dan perasaan, ia akan dengan mudah diterima dan disebarluaskan meskipun secara nalar kacau dan tidak sesuai dengan fakta (hoax)

Hoax bukan sekadar kabar bohong karena orang yang memproduksi atau yang menyebarluaskan tidak merasa bahwa ia sedang berbohong. Orang berbohong masih mengakui kebenaran. Ia hanya berusaha menyembunyikan kebenaran itu. Namun, bagi pembuat dan penyebar hoax, tidak akan pernah merasa dan mau mengakui bahwa ia sedang mengelabui kebenaran. Ia tidak peduli bahkan bersikap masa bodoh dengan kebenaran, karena ia sedang bermain-main dengan emosi, perasaan, dan kepentingan.

Oleh karena itu, tidaklah aneh dalam Pilpres ini kita menghadapi sekelompok orang yang mengatasnamakan dan mengidentifikasi diri sebagai “moslem cyber army” (MCA) yang sampai hari ini masih getol memproduksi dan menyebarluaskan hoax.

Bukankah berbohong, menyebar fitnah dan mengadu domba dilarang islam? Mengapa mereka mengaku muslim? Sebagai muslim yang waras dan masih mengakui nilai-nilai luhur islam tentu akan terus menjaga keselarasan dan keseimbangan antara ajaran dan praktik keagamaan. Muslim yang waras tidak menyerang hoax dengan hoax karena sama halnya menghianati nilai-nilainya sendiri. Sebaliknya, ia akan konsisten menjunjung tinggi kebenaran, bersikap dan bertindak jujur, selalu menjaga perdamaian dan keharmonisan.

Meskipun mengaku sedang memperjuangkan islam, nilai-nilai tersebut tidak berlaku bagi pembuat hoax. Ia akan bersikap dan bertindak masa bodoh asalkan tujuan dan cita-cita politiknya tercapai. Dalam imajinasinya Pilpres kali ini adalah “perang” melawan musuh Islam. Untuk membuat, menciptakan, dan menyeret orang dalam situasi perang, maka dibuatlah hoax-hoax bahwa lawan politik mereka “anti-Islam”, “keturunan orang kafir”, “mengkriminalisasi ulama”, dll.

Hoax-hoax itu dibuat dan dijadikan senjata untuk menjatuhkan lawan politik. Menurut mereka, dalam situasi perang apapun boleh dilakukan. Prinsip mereka “al-harbu khid’atun” (perang adalah tipu muslihat).

Mereka tidak tahu dalam perang sekalipun, Nabi Muhammad SAW tetap patuh dan memperhatikan etika perang, seperti tidak boleh merusak tempat ibadah, membunuh anak-anak, perempuan dan manula, menebang pohon, dll.

Jadi, bersikap masa bodoh, menghalalkan segala cara, mengabaikan nilai-nilai dan norma-norma agama bukanlah ajaran islam. Apalagi hanya untuk persoalan politik praktis. Namun, saya yakin sekali, logika seperti ini tidak akan diterima mereka.

Dalam imajinasi kelompok “islam politik”, selama sebuah negara atau pemerintahan belum menerapkan “ syariat islam” (syariat dalam pengertian mereka) maka masih disebut negara/pemerintah “jahiliyyah” atau bahkan “darul harb” (negara perang). Bagi mereka, perjuangan menuju cita-cita politik adalah perjuangan menegakkan agama.

Orang atau kelompok orang yang tidak setuju atau mencoba menghalang-halangi mereka langsung dicap musuh Islam yang harus “diperangi”. Bahkan, bagi kalangan Jihadis, mereka disebut “taghut” yang halal darahnya.

Islam politik menganggap seluruh ajaran, praktik juga simbol-simbol keagamaan sebagai bagian dari identitas politik. Salat sebagai ritual keagamaan individual (ibadah mahdah) saja dimaknai sebagai pesan dan identitas politik. Sejatinya bukan agama yang mereka pejuangkan melainkan “psudo agama” sebagai bungkus kepentingan politik

Inilah alasan kenapa saya tidak Golput pada Pilpres kali ini. Ada satu keadaan yang memaksa saya berhadapan dengan petualang-petualang politik berjubah agama yang bersekutu dengan “thanos” untuk merebut dan menghancurkan rumah bersama bernama PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45).

Sumber
https://islami.co/kaum-terdidik-taat-ibadah-penyebar-hoax/

Mengikuti Peringatan Hari Kartini di GOW Kota Semarang dg TajukDg  Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kecerdasan Anak Bang...
25/04/2019

Mengikuti Peringatan Hari Kartini di GOW Kota Semarang dg Tajuk
Dg Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kecerdasan Anak Bangsa Melalui Gemar Makan Ikan

01/02/2019
Ancab Semarang Barat
01/02/2019

Ancab Semarang Barat

Address

Semarang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Semarang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share