Iman, Islam dan Ihsan

Iman, Islam dan Ihsan Untuk berbahagia di dunia ada ilmunya, demikian p**a untuk akhiratmu.

14/12/2024

Manusia cenderung melihat kekurangan, karena langsung terasa sakit,tidak nyaman. Sedangkan nikmat yang terbiasa diterima tak dirasakannya. Ah itu kan biasa. Sedangkan kenyataannya banyak kebutuhannya yang seakan telah tersedia dengan sendirinya. Kebanyakan manusia memang tidak pandai bersyukur, apalagi sempat menghitung nikmat yang begitu melimpah banyak. Sehingga kekurangan sedikit dirasa beban yang berat, sebaliknya nikmat yang banyak dianggap angin lalu, itulah sumber sulitnya manusia bersyukur.

22/05/2023

Kebahagiaan selalu dicari.....namun seiring perjalanan hidup, pengalaman bertambah, kesaksian menjadi sahabat yang membenarkan, bahwa apa yang dipikirkan dan diangankan tak sesuai dengan apa yang dialami. Maka makin bertambah usia tentu makin jelas tentang keadaan yang nyata atau yang duialami tak selalu sama dengan angan2. Lalu akan menuju kemanakah langkah kaki manusia kearah masa depan hidupnya..? Tentu hanya satu jawaban...kesenangan yang sempurna, atau kata lain adalah kabahagiaan. Apakah Kebahagiaan..?

Kebahagiaan bisa dijelaskan sebagai perasaan senang, damai, tenteram, aman yang menetap.
Rumah yang mampu menjadi perlindungan, teman hidup yang bisa di andalkan, pekerjaan yang menjamin kesejahteraan, harta benda yang melimpah, kesehatan yang selalu terpelihara, hati yang lapang dan tenteram, ...dan masih banyak lagi, yang bila diringkas adalah segala masalah kehidupan yang mampu diatasi.

Bisa diurai lagi unsur kebahagiaan adalah hal yang bersifat lahir, dan batin. Yang terlihat dan yang tidak terlihat. Dilihat dari susunan anatominya bisa di pilah menjadi Pelaku, lingkungan dan capaian, Pelaku adalah subyek manusia itu sendiri, saya, engkau, dia, mereka dan kami.Lingkungan adalah tempat kita hidup dan menjalani kehidupan, yaitu dunia dan seisinya. sedangkan capaian adalah keadaan yang menetap pada dirisi pelaku. Jadi 3 hal yang menentukan kebahagiaan adalah: Manusia, Dunia dan keadaan yang menetap adalah kehidupan setelah hidup didunia berakhir.

Siapakah Manusia, mampukah dia mengenali dirinya sendiri ?
Apakah dunia ini ? ,akankah dunia akan ada selama lamanya? Dan bagaimana keadaan kehidupan setelah kita mati ? Maka agar kita faham apakah bahagia yang hakiki itu dan bagaiman cara mencapainya ? maka kita akan mempelajari 3 hal tersebut diatas.

1. Manusisa
2. Hakekat Dunia
3. Kehidupa setelah mati.

bersambung.....

Hidup adalah menjumpai masalah....dan untuk itulah kita hidup, menghadapi masalah, apapun itu.  Tak terbayangkan hidup t...
20/10/2021

Hidup adalah menjumpai masalah....dan untuk itulah kita hidup, menghadapi masalah, apapun itu. Tak terbayangkan hidup tanpa masalah...dan hidup adalah kesempatan untuk menjawabnya sehingga selesai masalah itu. Kemudian setelah itu mau tak mau kita akan menjumpai masalah yang lain lagi....yang akan kita urai...kita selesaikan..lalu pasti akan muncul yang lain...kita hadapi dan kita selesaikan,... muncul dan selalu muncul lagi.... Ibarat air yang mengalir ..kearah daerah yang lebih rendah...hidup adalah gerak air mengalir...maka tiadalah kehidupan jika tiada gerakan mengalir...bayangkan air yang tergenang, diam tiada gerakan alias diam, tiada perubahan...tiada perkembangan, mandheg. Maka masalah adalah cara Tuhan untuk mewujudkan karunianya, bimbinganNya dan nikmat Nya. Apapun masalahnya tentu sudah ditentukan dan disesuaikan dengan setiap masing2 diri manusia, yang tentu akan berbeda dan bersifat khusus untuk diri manusia yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan tiap individunya. Sebanyak jumlah manusia yang hidup, sebanyak itulah masalah yang ada dan harus dihadapinya. Masalah adalah batu gerinda yang selalu siap mengikis dan membentuk setiap pribadi untuk berubah menuju kebentuk kepribadian yang berbeda dengan bentuk sebelumnya....maka, kepribadian adalah kebutuhan fitrah manusia yang akan mengalami perubahan terus menerus, yang secara berangsur akan membentuk ratusan dan ribuan perubahan. Demikianlah proses pertumbuhan, berubah dan berubah terus menerus, berkembang menuju bentuk akhirnya, menuju kesempurnaan...kematangan jiwa. kebahagiaan. Bagaikan aliran air sungai yang mengalir dari hulu di daerah pegunungan menuju hilir, dan akhirnya sampai di dataran muara pantai menuju samudera. Dari setitik air kebodohan menuju samudera kebijaksanaan.
sampangan 13 Rabi'ul awal 1443

07/10/2020

HALAMAN YANG HILANG...*

Seorang guru bertanya kepada muridnya tentang pelajaran sejarah dunia,
_"Nak, siapakah Barack Obama itu?"_

_"Penjual es krim, Pak."_

Guru tersebut terkejut mendengar jawaban muridnya.
Ia bertanya sekali lagi.
Si murid tetap memberi jawaban yang sama.

Sang guru kembali mengulang pertanyaannya dengan jengkel,

_"Nak, bukankah biografi Barack Obama ada di buku paket. Apa kamu sudah membacanya?"_

_"Sudah, Pak. Barack Obama adalah penjual es krim..!"_

Sang guru semakin emosi mendengar jawaban seperti itu.
Ia perintahkan si murid mengeluarkan buku paket miliknya, dan membuka halaman tentang Obama.

Pada buku si murid, biografi Obama hanya ada satu halaman.
Kisah hidup Obama berhenti pada saat masih remaja, di usia 16 tahun ia memperoleh pekerjaan sebagai pelayan kedai es krim di kota Honolulu, negara bagian Hawaii.

Guru tersebut menyadari ternyata pada buku si murid, halaman kedua hilang.

Mungkin tersobek tidak sengaja, atau bisa jadi memang dari penerbit buku tersebut halamannya kurang selembar.

Pantas ia tidak tahu kelanjutan sejarah hidup Obama hingga menduduki kursi presiden ke-44 di Amerika.

Guru tersebut benar, ketika ia mengatakan bahwa Barack Obama adalah presiden.
Karena kenyataannya memang demikian.

Tetapi muridnya juga benar.
Karena sejauh yang ia baca, Obama adalah penjual es krim.

Jadi dalam cerita tersebut keduanya sama-sama benar.

Lalu mengapa terjadi perselisihan...??

Karena sang guru tidak menyadari bahwa ada halaman yang hilang.
Begitu ia tahu, akhirnya ia memaklumi jawaban murid tersebut.

Saudaraku...
Apa yang terjadi dalam kehidupan kita sejatinya juga serupa dengan kisah ini.

Hampir semua perbedaan pendapat antara dua orang, sebenarnya hanya disebabkan karena adanya *"halaman yang hilang"*,
adanya perbedaan pengetahuan dan pemahaman.

Saat seorang suami berselisih dengan istrinya, redamlah dulu emosi.
Sebab yang perlu kita cari tahu adalah dimana *"halaman yang hilang"* itu.?

Ketika orang tua berseberangan dengan anaknya,
carilah dulu *"halaman yang hilang"* tersebut.
Bukan langsung melampiaskan kemarahan kepada anak.

Karena dalam perbedaan pendapat bukan berarti ada yang benar dan ada yang salah.

Bisa jadi kedua pendapat benar. Namun menjadi berbeda, karena ada *"halaman yang hilang"* di antara keduanya.
Allah swt berfirman:

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ

_"Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu (emosi), karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah (yang benar)."_
(QS. Shad : 26)

Semoga tidak ada "halaman yang hilang" dalam persahabatan diantara kita...

KESEMPURNAAN......adalah wujud yang ada dimana mana, setiap tempat yang mengambil ruang tentu ada karena adanya kesempur...
04/10/2020

KESEMPURNAAN......adalah wujud yang ada dimana mana, setiap tempat yang mengambil ruang tentu ada karena adanya kesempurnaan itu, kalau tidak, mustahil ruang itu ada. Adanya penyaksian ruang juga membutuhkan saat, detik dan menit menit, sehingga penyaksian dapat dilaksanakan. Maka kita butuh 2 hal ruang dan waktu. Ada satu lagi yaitu penyaksian, kita...kamu...mereka...dan semua makhluk semesta.
Pengelolaan...pemeliharaan. Andai ruang dan waktu tidak dikelola setiap saat maka lenyaplah kesaksian. Haruslah ada kesempurnaan yang menggenggam ruang dan waktu. Mungkinkah ruang mewujud tanpa waktu? mustahil..! Demikian p**a adakah waktu bisa mewujud tanpa ruang....tentu tidak mungkin. Coba renungkan sejenak keadaan ini...bahkan tiba2 sangat terasa kata : sejenak adalah atribut waktu. Muncul p**a kalimat "dimana mana"yang adalah atribut ruang yang meluas melebar dan meninggi hingga sejauh imaginasi kita mampu menembus menuju tepi tepi jagad raya ini....dan ajaib, perjalanan imaginasi ini juga butuh waktu. Pertanyaannya: kapan perjalanan menuju tepi ruang jagad raya ini akan berhenti, hingga sampai di batas paling akhir dari ruang jagad raya ini? dan andai kata kita sampai disana , adakah ruang lain diluar batas tepi jagad raya ini ? harus ada ....yaitu keabadian dan kesempurnaan, sebab kalau anda meneruskan perjalanan imaginasi anda akan dibutuhkan waktu yang melebihi lamanya hidup anda...sedangkan waktu andapun hanyalah pemberian dari kesempurnaan itu, agar anda menjadi saksi adanya kesempurnaan itu..yaitu penyaksian berbagai keindahan yang ....tiada henti.

Kenapa Iman..?Iman adalah ruh dari amal. Dari Iman akan muncul berbagai keadaan yang mempengaruhi hati. Keadaan hati itu...
10/07/2020

Kenapa Iman..?

Iman adalah ruh dari amal. Dari Iman akan muncul berbagai keadaan yang mempengaruhi hati. Keadaan hati itulah buah dari Iman. Iman adalah pemahaman tentang keberadaan segala sesuatu yang diyakini bahwa itu adalah kebenaran, sehingga bila pemahaman itu makin jelas dan nyata akan menimbulkan keyakinan. Datangnya Iman adalah suatu proses yang ajaib, boleh jadi dengan cara berusaha, atau sebaliknya tanpa usaha.

Momen kedatangannya sangat menyenangkan, ibarat kegelapan yang tersibak oleh datangnya cahaya, melegakan dan memuaskan,atau seperti tegukan air segar disaat dahaga menimpa diri seorang yang kehausan. Iman adalah karunia berupa ilmu, yang dengan ilmu tersebut diperoleh sedikit atau banyak informasi tentang wujud, yang menunjukkan keberadaan segala sesuatu. Ibarat cahaya yang menyingkap segala tutup yang sebelumnya menutupi wujud dibaliknya,

Maka makin tinggi dan penting wujud sesuatu itu makin bernilai pemahaman yang diperolehnya. Maka iman yang membawa kepada pengenalan wujud yang paling tinggilah yang paling dibutuhkan manusia. Wujud paling tinggi adalah wujud yang tidak ada lagi yang bisa mengatasinya, bahkan Wujud itulah yang mengatasi segalanya, maka wujud itu harus satu. Karena wujud itu harus berada dipaling atas maka dia tak butuh selainnya, maka dari itu ia harus sempurna.

20/06/2019

Some Fishes go to their chief and ask him:

Where is the sea ? You don’t aware that the water surround you were there since you were born in water.

Like the wave rush to shore, you can look to the wave if the wave drive on the sea surface, But there is only ocean. Where is the bubbles, where is currents, stream, and you can see that is all the water.

The wind and moving of leaves, rice field waving, flying birds, playing kites and jump with parachute, you call it is all wind. But where is the wind. You can not see them.
We are not aware and see the wind like the fish don’t see the water

But we believe it..

02/03/2019

ESENSI SINERGI MANUSIA

LIMA BELAS abad yang lalu sebelum banyak masyarakat dunia mengenal konsitusi tertulis, bersamaan tahun pertama Hijrah pada tahun 622 M, Rasulullah Muhammad telah membuat “Piagam Madinah” yang dikenal konstitusi tertulis pertama di dunia dan sangat luar biasa.

Penyebutan konstitusi tertulis pertama di dunia ini bukan tanpa dasar. Sebab konstitusi Aristoteles Athena yang ditulis pada papirus, ditemukan oleh seorang misionaris Amerika di Mesir baru pada tahun 1890 dan diterbitkan pada tahun 1891, itupun tidak dianggap sebuah konstitusi. Tulisan-tulisan hukum lainnya pada perilaku masyarakat kuno telah ditemukan, tetapi tidak dapat digambarkan sebagai konstitusi.

Sementara itu, sejarahnya konstitusi Amerika Serikat baru disusun beberapa tahun setelah pernyataan kemerdekaan Amerika Serikat (AS) yang ditanda tangani pada tahun 1776. Itupun mengalami banyak perubahan (amandemen).

Namun “Piagam Madinah” (Madinah Charter) adalah konstitusi tertulis pertama mendahului Magna Carta, yang berarti Piagam Besar, disepakati di Runnymede, Surrey pada tahun 1215. Landasan bagi konstitusi Inggris ini p**a yang menjadi rujukan Amerika membuat konstitusi yang selama ini dianggap oleh Barat sebagai “dokumen penting dari dunia Barat” dan menjadi rujukan/model banyak negara di dunia.

Kehadiran “Piagam Madinah” nyaris 6 abad mendahului Magna Charta, dan hampir 12 abad mendahului Konstitusi Amerika Serikat ataupun Prancis.

Kandungan “Piagam Madinah” terdiri daripada 47 pasal, 23 pasal membicarakan tentang hubungan antara umat Islam yaitu; antara Kaum Anshat dan Kaum Muhajirin.

24 pasal lain membicarakan tentang hubungan umat Islam dengan umat lain, termasuk Yahudi.

“Piagam Madinah” atau juga dikenal “Perjanjian Madinah” atau “Dustar al-Madinah” juga “Sahifah al-Madinah” dapat dikaitkan dengan Perlembagaan Madinah karena kandungannya membentuk peraturan-peraturan yang berasaskan Syariat Islam bagi membentuk sebuah negara (Daulah Islamiyah) yang menempatkan penduduk berbagai suku, ras dan agama (yang tinggal di Madinah/Yatsrib kala itu adalah kaum Arab Muhajirin Makkah, Arab Madinah, dan masyarakat Yahudi yang hidup di Madinah).

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam telah mencontohkan prinsip konstitusionalisme dalam perjanjiannya dengan segenap warga Yatsrib (Madinah).

“Piagam Madinah” yang dibuat Rasulullah mengikat seluruh penduduk yang terdiri dari bebagai kabilah (kaum) yang menjadi penduduk Madinah.

Inilah isi Undang-Undang Dasar tertulis yang terdiri dari 47 pasal itu:

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Ini adalah piagam dari Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, di kalangan Mukminin dan Muslimin (yang berasal dari) Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka;

(1). Sesungguhnya mereka (kaum Muhajirin dari Makkah, kaum Anshat dari Madinah dan kaum yang menggabungkan diri dengan mereka dalam wilayah Madinah) itu merupakan satu umat, diantara komunitasmasyarakat lain.
(2). Kaum Muhajirin dari Quraisy tetap dalam kebiasaan mereka dalam bahu-membahu membayar diyat (tebusan atas pembunuhan) di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara baik dan adil di antara Mukminin.
(3). Banu ‘Auf tetap dengan kebiasaan mereka dan bahu-membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara kaum Mukminin.
(4). Banu Sa’idah tetap dengan kebiasaan mereka bahu-membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara kaum Mukminin.
(5). Banu Al-Hars tetap dengan kebiasaan mereka bahu-membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara Mukminin.
(6). Banu Jusyam tetap dengan kebiasaan mereka bahu-membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara Mukminin.
(7). Banu An-Najjar tetap dengan kebiasaan mereka bahu-membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara Mukminin.
(8). Banu ‘Amr bin ‘Awf tetap dengan kebiasaan mereka bahu-membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara Mukminin.
(9). Banu Al-Nabit tetap dengan kebiasaan mereka bahu-membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara Mukminin.
(10). Banu Al-‘Aws tetap dengan kebiasaan mereka bahu-membahu membayar diyat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara Mukminin.
(11). Sesungguhnya Mukminin tidak boleh membiarkan orang lain dalam menanggung beban yang berat dalam tebusan dan diyat diantara mereka tetapi membantunya dengan baik dalam poembayaran tebusan atau diyat tersebut.
(12). Seorang Mukmin tidak diperbolehkan membuat menyalahi perjanjian yan telah dibuat dengan Mukmin lainnya tanpa persetujuan dari padanya.
(13). Orang-orang Mukmin yang taqwa harus menentang orang yang mencari atau menuntut sesuatu secara zalim, atau bermaksud jahat, atau melakukan permusuhan dan kerusakan di kalangan Mukminin. Setiap orang harus bersatu dalam menentang kedzaliman tersebut, sekalipun itu dilakukan oleh anak dari salah seorang di antara mereka.
(14). Seorang Mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya untuk membantu orang kafir. Tidak boleh p**a orang beriman membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman.
(15). Jaminan Allah itu satu untuk seluruh kaum. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat dalam hubungan kekarabatan. Sesungguhnya Mukminin itu saling membantu, dan tidak boleh bergantung kepada golongan yang lain.*/bersambung.. “Tak Ada Perlindungan Bagi Kaum Quraisy Makkah..

Arifin Ismail, bahan diambil dari Kitab Shirah Ibnu Hisyam, Darul Qutub, Beirut, 2001)

Empat arkara yang harus ada dalam mencapai keutamaan hidup:1. Itiqad yang sahih yang tidak dicampuri bid'ah.2.Taubatan n...
21/02/2019

Empat arkara yang harus ada dalam mencapai keutamaan hidup:

1. Itiqad yang sahih yang tidak dicampuri bid'ah.
2.Taubatan nasuha yang menutup jalan kembali ke
ma'siyat.
3. Meminta rela sekalian lawan, sehingga padamu tdk
bergantung hak dari seorangpun juga.
4. Mempelajari ilmu syari'at sekeian yang dengannya
engkau dapat menjalankan perintah Allah dgn seksama
dan sebagian ilmu akhirat, yg dengan dia engkau
boleh berhareaaap lepas dari segala bencana.

surat dari Imam al Ghazali kepada para murid2 nya

Pisau dan roti ( sarana dan masalah )Seseorang yang sangat membutuhkan penyelesaian masalah yang menimpanya akan dihadap...
09/02/2019

Pisau dan roti ( sarana dan masalah )

Seseorang yang sangat membutuhkan penyelesaian masalah yang menimpanya akan dihadapkan pada 3 hal : 1. Bagaimana cara menyikapi masalah itu 2. Alat atau sarana apa yang dibutuhkan dan 3. Kapan tindakan dilakukannya.

3. Waktu . Luka yang perih pada tubuh wadagnya tentu lebih mendorong untuk bersegera menyembuhkannya, namun luka dihati yang menggelisahkan boleh jadi bahkan ditunda untuk diselesaikannya. Ini menyangkut waktu yaitu no.3 tentang kapan. Waktu adalah bagaikan es yang terletak dibawah sinar matahari, panas dan selalu meleleh...sampai es atau waktu itu mencair semua, bahkan disusul oleh penguapan hingga air lenyap tak berbekas. Waktu yang panjang adalah umur manusia didunia ini....yang mulai mencair ketika manusia lahir, dewasa, tua dan akhirnya lenyap, mati.

Cara menjawab masalah, menyangkut pemahaman kita terhadap dampak dan jenis masalah. Ada yang jenis masalahnya bersifat pribadi atau menyangkut keluarga, lingkungan bahkan lingkup yang lebih luas lagi. Dampak adalah kerugian yang muncul sehubungan dengan pembiaran masalah tersebut, bisa perlahan dan bisa sangat cepat bahkan seketika ( no.1 ) . Kerugian yang timbul bisa kecil, sedang atau sangat fatal akibatnya. Bencana alam adalah contoh masalah yang berdampak luas, sangat cepat terjadi, dan bersifat fatal. Tsunami Aceh merenggut jiwa manusia hingga ratusan ribu jumlahnya. Cara untuk menjawabnya tentu dengan melakukan persiapan2 jauh
hari sebelum masalah tersebut terjadi. Menandai daerah rawan di sepanjang pantai dataran rendah yang menghadap jalur tektonik aktif, membuat peta evakuasi penyelamatan, sehingga jika tanda2 tsunami muncul dapat dihindari dampak tsunami tersebut.

Dalam hal penjawab akibat masalah, Prasarana dan sarana yang pokok juga perlu difahami penggunaan dan fungsinya dan tentu ketersediaannya. Ini menyangkut no.2; sebagai contoh : Apa hubungan sepeda dengan sehat..?

Nah akhirnya, apa hubungan ke 3 hal diatas dengan: Iman amal dan kehidupan manusia..? Iman adal keyakinan yang muncul karena keyakinan dari pemahaman tentang masalah kehidupan. Amal adalah tindakan untuk menjawab pemahaman yang telah diyakini. Kehidupan adalah jatah waktu yang tak bisa di ciptakan lagi dalam kehidupan ini.

Lain kesempatan akan kita urai kenapa iman itu sebanding dengan amal seseorang.

Barokallah,
Sampangan 9 Febr 2019

Address

Semarang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Iman, Islam dan Ihsan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Iman, Islam dan Ihsan:

Share