Masjid Assalaam Damai

Masjid Assalaam Damai Organisasi Keagamaan

Rapat Persiapan Ramadhan 1441 Hijriah, Masjid Assalam Damai (Gedawang Permai)Alhamdulillah
17/03/2020

Rapat Persiapan Ramadhan 1441 Hijriah, Masjid Assalam Damai (Gedawang Permai)
Alhamdulillah

07/12/2018

🕌 Laporan Panitia Renovasi Masjid Assalaam.

✅ Per. 23 Nopember 2018.

_⬇Total Penerimaan Uang :_
*Rp. 1.384.534.415,-*

_➡Total Pengeluaran Uang :_
*Rp. 1.377.848.590-*

_Sisa :_
_💰Kas+di Jasawanta :_
*Rp. 3.751.300,-*
_🏦Bank_: *Rp. 2.934.525,-*

_Alhamdulillah,_ pekerjaan kubah Masjid Assalaam telah selesai.

*Rencana Pekerjaan Selanjutnya :
✅ Interior ( Granit Dinding, Tiang, dan Lantai ).
🔸Kebutuhan Granit :
*736 M2*
🔸Total Harga Granit :
*Rp. 259.210.418,-*
🔸Harga Rata-rata/M2
*Rp. 352.500,-*

↔ Ukuran Granit/Lembar.
*▶ Dinding, 80x80 Cm, Brown Portofino*
*🔼 Tiang, 80x80 Cm, Spanish Marble*
*⏏ Lantai, 60x120 Cm, Caesario Grigio*

☪ Semoga infaq, sedekah, amal jariyah bapak/ibu/saudara/saudari diterima oleh Alloh Swt dan mendapatkan balasan yang berlipat dan berlimpah dari Alloh Swt.
_Aamiin Yaa Mujibassailiin... 🤲🏻_

Update proses renovasi Masjid Assalaam Damai
28/10/2018

Update proses renovasi Masjid Assalaam Damai

Assalamualaikum wrwbPEMBANGUNAN MASJID MEMBUTUHKAN DUKUNGAN DANALokasi/ alamat :Perumahan Gedawang Permai I, blok D, kel...
22/03/2018

Assalamualaikum wrwb
PEMBANGUNAN MASJID MEMBUTUHKAN DUKUNGAN DANA

Lokasi/ alamat :
Perumahan Gedawang Permai I, blok D, kel. Gedawang, kec. Banyumanik, Semarang Jawa Tengah.

Kegiatan yg sdh berjalan :
1. Sholat berjama'ah
2. Sholat jum'at
3. TPQ
4. Pengajian Anisa
5. Pengajian umum
6. Kajian Islam
7. Bakti sosial

Kondisi saat ini, atap kubah msh sementara, belum ada tembok kanan, kiri dan depan, sehingga kalau hujan, netes dan air masuk masjid.

Infaq, sodaqoh jariyah, dapat disalurkan melalui :

1. Kotak infaq Masjid As-Salam.

2. Bank Syariah Mandiri, No rek : 777 890 8907
An : Kusyoto Thayib dan Agus Mubaroq qq Panitia Renovasi Pembangunan Masjid As-Salam.

3. BPD Jateng, no rek : 3-146-00887-8, an : Panpem Masjid As-Salam.

Semoga menjadi amal soleh, kalau info ini disebarluaskan

Wassalam.
Panitia Renovasi Pembangunan Masjid
As-Salam.

Kusyoto Thayib
0813 2578 3109 (wa)
Rustono, SE,MM
0815 6675 296 (wa)
Agus Mubaroq
0812 4902 0319 (wa)
Suwarno, SH,MM
0812 2679 8884 (wa)

Masjid Untuk Masa Depan Mereka...Masjid Assalaam Gedawang Permai kini memiliki hampir 100 anak peserta Taman Pendidikan ...
17/03/2018

Masjid Untuk Masa Depan Mereka...

Masjid Assalaam Gedawang Permai kini memiliki hampir 100 anak peserta Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang digelar sore hari. Peserta berasal dari warga hingga radius yang cukup jauh dari masjid. Masjid Assalaam termasuk pelopor di Gedawang dan tetap istiqomah menjaga TPA nya tetap berjalan baik, dengan program yang terus berkembang.
Mereka tetap bahagia dan bersemangat meski masjid mereka belum selesai direnovasi.
Masjid Assalaam adalah masa depan bagi mereka, tempat mereka belajar adab dan ilmu di usia dini, sampai suatu hari mereka mengingat semua kenangan indah yang mereka dapatkan dari Masjid...
Mari bantu mereka dengan berinfaq.
Saat ini Panitia pembangunan Masjid Assalaam sedang mengumpulkan dana untuk tahap pembangunan Kubah Masjid yang membutuhkan hingga Rp 270.000.000,.
Mohon doa dan dukungan kaum muslimin sekalian.
Untuk itu bagi para pembaca yang budiman yang berkenan menyisihkan sebagian Rizqinya untuk pembangunan masjid Assalaam bisa datang langsung ke Masjid Assalaam Perumahan Gedawang Permai I, atau melalui nomor Rekening;

Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Ahmad Yani Semarang No. Rek 777-890-8907 a.n Kusyoto Thayib dan Agus Mubarok qq. Panitia Renovasi Pembangunan Masjid Assalaam Damai
atau
BPD Jateng Cab. Banyumanik, No Rek 3-146-00887-8 a.n Panpem Masjid Assalaam
Jazakumullaah Khairan Katsir

Meski masjid masih dalam proses Renovasi pembangunan.. tapi tetap tidak menghalangi jamaah utk memakmurkannya...Karena M...
10/03/2018

Meski masjid masih dalam proses Renovasi pembangunan.. tapi tetap tidak menghalangi jamaah utk memakmurkannya...
Karena Masjid juga pusat kegiatan sosial kemasyarakatan...
Sekilas info ~~ Mohon doa dan dukungan para pembaca, Panitia Pembangunan Renovasi Masjid Assalaam saat ini masuk ke Tahap Pembangunan Kubah dan membutuhkan biaya kurang lebih Rp 270.000.000,-
Untuk itu bagi para pembaca yang budiman yang berkenan menyisihkan sebagian Rizqinya untuk pembangunan masjid Assalaam bisa datang langsung ke Masjid Assalaam Perumahan Gedawang Permai I, atau melalui nomor Rekening;
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Ahmad Yani Semarang No. Rek 777-890-8907 a.n Kusyoto Thayib dan Agus Mubarok qq. Panitia Renovasi Pembangunan Masjid Assalaam Damai

atau

BPD Jateng Cab. Banyumanik, No Rek 3-146-00887-8 a.n Panpem Masjid Assalaam
Jazakumullaah Khairan Katsir

Alhamdulillaah, kami masih diberikan kemudahan, taufiq dan inayah dari Allaah Ta'ala..70 orang lebih Jama'ah masjid Assa...
23/10/2017

Alhamdulillaah, kami masih diberikan kemudahan, taufiq dan inayah dari Allaah Ta'ala..

70 orang lebih Jama'ah masjid Assalaam bahu membahu ngedak bagian atas lantai 2 masjid Assalaam Damai (Gedawang Permai). Termasuk ibu-ibu yang khusus bertugas di dapur umum.

Ini bukan kerja bakti pertama Jamah Assalaam :) pekerjaan yang harusnya dikerjakan oleh truk molen dengan belalai untuk Cor ketinggian, dengan semangat kebersamaan dan niat ibadah, para jama'ah penuh keceriaan menyelesaikan pekerjaan ini sejak 7.30 pagi hingga 12.00 WIB.

InsyaAllaah bagi jama'ah, masjid adalah tempat terpautnya hati, tempat bersyiar, arena berjuang, sekaligus tempat kembali dari segala penat kehidupan dunia :) Dengan berbagai program sosial, program kajian rutin, kultum rutin, TPQ bagi anak-anak sekitar, juga peringatan hari besar islam, dan banyak program lain, kami berupaya untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, yang Rahmatan lil 'Aalamiin.

Masjid Assalaam tercinta ini belum selesai pembangunannya, bagi kaum Muslimin sekalian yang ingin menginfaqkan sebagian harta nya bagi pembangunan masjid bisa menghubungi Ta'mir Masjid

Semoga Allaah Ta'ala selalu meridhoi kami.
Aamiin...

Hujan-hujananlah karena ada berkah didalamnya..Oleh : Budi Ashari Lc.[Ilustrasi Gambar beberapa anak2 TPQ Assalaam sedan...
24/09/2017

Hujan-hujananlah karena ada berkah didalamnya..

Oleh : Budi Ashari Lc.

[Ilustrasi Gambar beberapa anak2 TPQ Assalaam sedang hujan2an riang gembira ]

Saya mengajak siapapun. Pasti yang paling senang anak-anak kita. Ayo nak, hujan-hujanan....

Karena ini bukan sekadar sebuah kesenangan bermain dengan rintik dari langit yang memang sangat menyenangkan. Juga bukan sekadar penelitian ilmiah tentang manfaat hujan, yang baru hangat dibahas hari-hari ini.

Hal ‘sepele’ ini perlu dibahas karena anak-anak pasti senang hujan-hujanan.
Sementara para orangtua hari ini cenderung berkata: jangan, nanti sakit, nanti masuk angin, nanti demam, nanti pilek, dst...

Apakah itu konsep parenting yang benar?
Dengarkan kisah Anas bin Malik radhiallahu anhu berikut ini:

ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻧَﺲٌ : ﺃَﺻَﺎﺑَﻨَﺎ ﻭَﻧَﺤْﻦُ ﻣَﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻣَﻄَﺮٌ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺤَﺴَﺮَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺛَﻮْﺑَﻪُ، ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﺻَﺎﺑَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﻄَﺮِ، ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻟِﻢَ ﺻَﻨَﻌْﺖَ ﻫَﺬَﺍ؟ ﻗَﺎﻝَ : « ﻟِﺄَﻧَّﻪُ ﺣَﺪِﻳﺚُ ﻋَﻬْﺪٍ ﺑِﺮَﺑِّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ »
Anas berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kehujanan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya: Ya Rasulullah, mengapa kau lakukan ini?
Beliau menjawab, “Karena ia baru saja datang dari Tuhannya ta’ala.” (HR. Muslim)

An Nawawi menjelaskan hadits ini,
“Maknanya bahwa hujan adalah rahmat, ia baru saja diciptakan Allah ta’ala. Maka kita ambil keberkahannya.

Hadits ini juga menjadi dalil bagi pernyataan sahabat-sahabat kami bahwa dianjurkan saat hujan pertama untuk menyingkap –yang bukan aurat-, agar terkena hujan.” (Al Minhaj)

Ibnu Rajab dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi pun sengaja hujan-hujanan seperti Utsman bin Affan.

Demikian juga Abdullah bin Abbas, jika hujan turun dia berkata: Wahai Ikrimah keluarkan pelana, keluarkan ini, keluarkan itu agar terkena hujan.

Ibnu Rajab juga menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib jika sedang hujan, keluar untuk hujan-hujanan. Jika hujan mengenai kepalanya yang gundul itu, dia mengusapkan ke seluruh kepala, wajah dan badan kemudian berkata:

Keberkahan turun dari langit yang belum tersentuh tangan juga bejana
Abul Abbas Al Qurthubi juga menjelaskan,
“Ini yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mencari keberkahan dengan hujan dan mencari obat. Karena Allah ta’ala telah menamainya rahmat, diberkahi, suci, sebab kehidupan dan menjauhkan dari hukuman. Diambil dari hadits: penghormatan terhadap hujan dan tidak boleh merendahkannya.” (Al Mufhim)

Bahkan para ulama; Al Bukhari dalam Shahihnya dan Al Adab Al Mufrod, Muslim dalam Shahihnya, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnafnya, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubro. Semuanya menuliskan bab khusus dalam kitab-kitab hadits mereka tentang anjuran hujan-hujanan.
Apa masih ada yang sangsi?

Bahwa hujan-hujanan dianjurkan...
Mengapa kita menuduh hujan yang berkah sebagai sumber malapetaka??

Kita sebagai orangtua tentu bisa mengamati kebugaran anak kita hari itu. Saat hujan turun. Kalau mereka tidak terlalu bugar kita bisa melarangnya. Tetapi kalau mereka sedang sehat dan bugar, mengapa kita larang. Tak usah khawatir. Hujan adalah keberkahan. Adalah kesucian. Hujan adalah pengirim ketenangan. Hujan bahkan penghilang kotornya gangguan syetan.

Selesai hujan-hujanan, silakan disuruh mandi, mengguyur kepalanya, minum madu, habbatus sauda’ dan lainnya. Agar kekhawatiran itu pergi. Dan keberkahan lah yang telah mengguyur kepala dan sekujur badan mereka.
Sudah siap?
Ayo...

http://www.parentingnabawiyah.com/index.php/artikel--keluarga/anak-parenting/168-ayo-hujan-hujanan

21/09/2017

Puisi “Selamat Tahun Baru Kawan”
oleh KH Mustofa Bisri (Gus Mus) Ahmad Mustofa Bisri

dibacakan oleh Ust. Sungaji dalam acara Kajian dan Gebyar Muharram 1439 H
Masjid Assalaam Damai (Gedawang Permai)

-------

Selamat Tahun Baru Kawan

Kawan, sudah tahun baru lagi
Belum juga tibakah saatnya kita menunduk memandang diri sendiri
Bercermin firman Tuhan, sebelum kita dihisab-Nya

Kawan siapakah kita ini sebenarnya?
Muslimkah, mukminin, muttaqin,
kholifah Allah, umat Muhammadkah kita?
Khoirul ummatinkah kita?

Atau kita sama saja dengan makhluk lain atau bahkan lebih rendah lagi
Hanya budak perut dan kelamin
Iman kita kepada Allah dan yang ghaib rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan
Lebih pipih dari kain rok perempuan
Betapapun tersiksa, kita khusyuk didepan masa
Dan tiba tiba buas dan binal disaat sendiri bersama-Nya
Syahadat kita rasanya lebih buruk dari bunyi bedug,atau pernyataan setia pegawai rendahan saja.
Kosong tak berdaya.

Shalat kita rasanya lebih buruk dari senam ibu-ibu
Lebih cepat dari pada menghirup kopi panas dan lebih ramai daripada lamunan 1000 anak pemuda.
Doa kita sesudahnya justru lebih serius memohon enak hidup di dunia dan bahagia dis urga.
Puasa kita rasanya sekadar mengubah jadual makan minum dan saat istirahat, tanpa menggeser acara buat syahwat, ketika datang rasa lapar atau haus.

Kita manggut manggut, ooh...beginikah rasanya dan kita sudah merasa memikirkan saudara saudara kita yang melarat.
Zakat kita jauh lebih berat terasa dibanding tukang becak melepas penghasilanya untuk kupon undian yang sia-sia
Kalaupun terkeluarkan, harapan pun tanpa ukuran upaya-upaya Tuhan menggantinya lipat ganda
Haji kita tak ubahnya tamasya menghibur diri, mencari pengalaman spiritual dan material, membuang uang kecil dan dosa besar.

Lalu pulang membawa label suci asli made in saudi "HAJI"
Kawan, lalu bagaimana dan seberapa lama kita bersama-Nya
atau kita justru sibuk menjalankan tugas mengatur bumi seisinya,
mensiasati dunia khalifahnya,

Kawan, tak terasa kita semakin pintar, mungkin kedudukan kita sebagai khalifah mempercepat proses kematangan kita paling tidak kita semakin pintar berdalih
Kita perkosa alam dan lingkungan demi ilmu pengetahuan
Kita berkelahi demi menegakkan kebenaran,mengacau dan menipu demi keselamatan
Memukul, mencaci demi pendidikan
Berbuat semaunya demi kemerdekaan
Tidak berbuat apa apa demi ketenteraman
Membiarkan kemungkaran demi kedamaian pendek kata demi semua yang baik halallah sampai yang tidak baik.

Lalu bagaimana para cendekiawan, seniman, mubaligh dan kiai sebagai penyambung lidah Nabi
Jangan ganggu mereka
Para cendekiawan sedang memikirkan segalanya
Para seniman sedang merenungkan apa saja
Para mubaligh sedang sibuk berteriak kemana-mana
Para kiai sibuk berfatwa dan berdoa
Para pemimpin sedang mengatur semuanya
Biarkan mereka di atas sana
Menikmati dan meratapi nasib dan persoalan mereka sendiri

KH Ahmad Mustofa Bisri

Puisi ini terdapat dalam buku Antologi Puisi Tadarus karya Gus Mus, terbitan Adicita Karya Nusa Yogyakarta, 2003.

21/09/2017

Puisi “Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana”
oleh KH Mustofa Bisri (Gus Mus)
dibacakan oleh Ust. Muchlis Fauzi dalam acara Kajian dan Gebyar Muharram 1439 H
Masjid Assalaam Damai (Gedawang Permai)

""
Kau ini bagaimana
Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kapir

Aku harus bagaimana
Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, kau menyontohkan yang lain

Kau ini bagaimana
Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilNya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau s**a damai, kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bisshowab

Kau ini bagaimana
Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana
Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis

Aku harus bagaimana
Kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana
Aku bilang terserah kau, kau tidak mau
Aku bilang terserah kita, kau tak s**a
Aku bilang terserah aku, kau memakiku

Kau ini bagaimana
Atau aku harus bagaimana
""
-1987-

Address

Gedawang Permai 1
Semarang
50266

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Assalaam Damai posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share