24/11/2014
"Persembahan Hidup"
NATS: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."(Luk 21:3-4)
Bapak/Ibu serta saudara-saudariku Yang Terkasih dalam Kristus. Tuhan Yesus amat sangat berkenan jika kita memberikan apa yang akan kita persembahkan itu dengan hati kita dan bukan dengan keterpaksaan atau ada maunya. Yang dimaksud oleh Tuhan Yesus dengan "memberi dari kekurangan"
(Luk 21:4) bukan semata-mata diukur dari harta. Tetapi Tuhan melihat dari nilai ketulusan kita yang memberikan persembahan kepada-Nya.
Saya ingin mensharingkan sebuah cerita bahwa beberapa waktu yang lalu ada seorang teman saya sesama pembawa Firman yang bercerita bahwa dia sedang bertengkar dengan teman saya yang lain yang juga biasa bertugas membawakan Firman. Pada saat itu saya juga sedang ada acara di Gereja. Di Gereja, teman saya bercerita bahwa dia tidak mau bertugas dengan teman saya yang lain tadi karena teman saya yang lain ini telah menukar jadwal pelayanan seorang teman saya yang lain lagi yang seharusnya tugasnya bersamaan dengan teman saya yang ini. Pada saat teman saya ini bercerita, teman saya ini juga sakit tifus. Dan yang bagi saya lebih heboh adalah sebelum teman saya ini bercerita kejadian yg sesungguhnya, teman saya yang bertengkar dengan dia ini sms ke nomor handphone yg inti dari isi sms tersebut itu adalah bahwa dia menyuruh saya untuk bertugas dengan dia karena dia bertengkar dengan teman saya yang sakit ini. Namun saya tidak jawab. Setelah saya mendengar cerita teman saya yang sakit, saya dan teman saya yang sakit ini membuat siasat bahwa saya dan dia tetap ke Gereja namun harus sembunyi dan baru keluar setelah ibadah di jam pertama selesai. Setelah ibadah jam pertama selesai, kami keluar untuk bertemu dengan Pastor dan menceritakan kejadian sesungguhnya. Setelah teman saya yang sakit ini bercerita, saya dan teman saya masuk ke dalam karena teman saya mau mengikuti ibadah di jam yang kedua. Setelah besoknya saya di sms oleh teman saya yg bertengkar dengan teman saya yg sakit tadi. Isi smsnya adalah begini,"Di, u tak suruh tugas sama aq kok u g tugas?". Saya berpikir sejenak dan saya jawab dia begini,"Cik, saya tidak bertugas karena saya ada urusan.". Dia menjawab lagi,"Jangan bohong u. Aq dapat laporan bahwa u ada didalam Gereja waktu ibadah di jam yang kedua!". Saya berpikir sejenak lalu saya jawab,"Cik, aq memang didalam Gereja. Tapi aq ada didalam Gereja karena aq harus menemani Cik Ratna(teman saya yg saat itu sakit tifus) yang lagi sakit.". Lalu akhirnya dia diam.
Yang ingin saya ungkapkan dalam sharing saya ini adalah
1. Saya tidak mau bertugas karena dipaksa
2. Saya menyetujui siasat yang dibuat oleh teman saya itu bukan hanya karena dia sedang sakit, tapi juga karena saya tidak mau dijadikan bahan tarik ulur.
Semoga Tuhan Memberkati kita. Amen