01/12/2022
*DUNIA HANYA MILIK EMPAT GOLONGAN*
________________________________________
عن أبي كبشة الأنماري رضي الله عنه؛ أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم ... قال: { إنما الدنيا لأربعة نفر: عبد رزقه الله مالا وعلما فهو يتقي فيه ربه، ويصل فيه رحمه، يعلم لله فيه حقا، فهذا بأفضل المنازل، وعبد رزقه الله علما ولم يرزقه مالا فهو صادق النية يقول: لو أن لي مالا، لعملت بعمل فلان فهو بنيته فأجرها سواء، وعبد رزقه الله مالا ولم يرزقه علما فهو يخبط في ماله بغير علم لا يتقي فيه ربه، ولا يصل فيه رحمه، ولا يعلم لله فيه حقا، فهذا بأخبث المنازل، وعبد لم يرزقه حالله مالا ولا علما فهو يقول: لو أن لي مالا لعملت فيه بعمل فلان فهو بنيته فوزرهما سواء} .
_Bersumber dari Abu Kabsyah Al Anmariy radhiyallahu anhu, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "... Sesungguhnya dunia ini hanyalah milik empat golongan: (1) orang yang dikaruniai harta kekayaan dan ilmu oleh Allah, dia memanfaatkan harta kekayaannya untuk meningkatkan kualitas takwanya kepada Allah, untuk menyambung silaturrahim, dan dia mengetahui bahwa pada harta kekayaannya ada hak Allah (yang harus disalurkan kepada yang berhak), maka inilah kedudukan yang paling utama. (2) Seorang hamba yang dikaruniai ilmu oleh Allah namun tidak diberi harta kekayaan, dengan niat yang tulus dia mengatakan, 'Andaikata saya memiliki harta kekayaan, niscaya saya akan beramal seperti si fulan', maka pahala keduanya sama. (3) Seorang hamba yang dikaruniai harta kekayaan oleh Allah, namun tidak diberi ilmu, lalu ia menggunakan harta kekayaannya secara serampangan tidak sesuai dgn ilmu (petunjuk dari Allah) yang mana harta tsb tidak digunakan dlm rangka bertakwa kepada Rabbnya (Allah Taala), tidak dimanfaatkan untuk menyambung silaturrahim, dan ia tidak mengetahui bahwa pada harta kekayaan tsb ada hak Allah, maka ini kedudukan terburuk. (4) seorang hamba yang tidak dikaruniai harta kekayaan dan tidak (juga) ilmu oleh Allah, ia berkata, 'Andaikata saya punya harta kekayaan, niscaya saya akan melakukan seperti apa yang dilakukan si fulan', maka dgn sebab niat itu dosa keduanya sama"._
*Shahih: Sunan Imam Tirmidzi hal 525, no 2325; Sunan Imam Ibnu Majah hal 701, no 4228, keduanya terbitan Maktabah Al Ma'arif Riyadh; Al Ala-ur Rabbaniyyah Syarhul Arba'in An Nawawiyyah hal 25 -26, terbitan Dar Ibnil Jauziy Riyadh, cetakan pertama 1436 H (MAJ)*