07/03/2023
Terangi Makam orang tua/keluarga dengan wakaf Semen untuk pembangunan masjid al-Muhajirin kaum dhuafa' daerah tertinggal.
Masjid ini begitu diharapkan segera rampung pembangunannya, supaya dapat ditempati beribadah dan menghafal al-Qur'an serta belajar agama. Namun berbagai keterbatasan, di mana masyarakat setempat sebagai BURUH PECAH BATU APUNG, yang penghasilannya hanya 10 ribu perhari. ongkos pecah batu apung hanya 2 ribu perkarung, mereka hanya dapat 5 karung pecahan batu apung perhari. berarti penghasilan kotor mereka hanya 10 ribu perhari. untuk makan saja tidak cukup??? apa lagi untuk membiayai pembangunan.
Masjid dibangun di atas tanah wakaf.
atas tekad dan keyakinan yang kuat, Allah akan mengetuk hati para dermawan untuk ikut andil membangun Rumah Allah.
hubungi WhatsApp👇👇👇
https://wa.me/+6285960303004
yukk wakaf semen mulai 50 Ribu, klik👇👇
http://masjid-babussalam-peduli-umat.com/wakaf-pembangunan-masjid-al-muhajirin-kaum-dhuafa
banyak keutamaan sedekah baik secara langsung di dunia maupun nanti di akhirat kelak. orang-orang yang meningal dunia memohon dihidupkan kembali untuk bersedekah.
Sedekah, ternyata membuat para mayit, orang-orang yang sudah meninggal, ingin dikembalikan lagi ke dunia barang sebentar, hanya untuk bersedekah. Hal tersebut diabadikan dalam Al-Quran surah Al-Munafiqun ayat 10:
رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ
“Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…”
Ada apa dengan sedekah? Mengapa mereka, para mayit tersebut, tidak mengatakan, “Aku akan shalat, aku akan puasa, aku akan haji dan umroh?” Mereka minta kembali ke dunia barang sebentar, lalu bersedekah semampunya, setelah itu kembali lagi ke alam kubur.
Ini karena, “Seseorang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Imam Ahmad).
lalu, bagaimana kita membantu ayah-ibu-saudara kita yang sudah wafat?
Jawabannya, sedekah atas nama almarhum/almarhumah. Tentang hal ini, Rasulullah shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya oleh Sa’ad bin Ubadah, berdasarkan hadits yang dinarasikan oleh Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, “Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Imam Bukhari: 2756) Begitulah cara kita menolong orang-orang yang sudah wafat, dengan cara mengeluarkan sedekah atas nama mereka. Harta yang disedekahkan itu bisa dari harta si mayit, bisa p**a dari harta sanak saudara atau harta anak untuk kedua orangtua mereka.Sedekahkanlah harta atas nama si mayit, karena mereka sangat berharap kembali ke dunia hanya untuk bisa bersedekah. Karena itu, wujudkanlah keinginan mereka itu, agar mereka tercatat sebagai orang-orang shalih.