03/11/2022
Motivasi/Semangat saudara2 kita para dermawan-dermawati yang masih terbilang cukup tinggi dalam menginfakkan sebagian kelebihan Rizqi yang dimilikinya untuk pembangunan/pembenahan/operasional tempat2 peribadahan dan pendidikan seperti Masjid, Mushalla, Madrasah, TPQ, Rumah Qur'an dan juga pondok-pondok pesantren serta yang lain-lainnya harus diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terutama oleh para pengelola dan pengurus dari tempat2 ibadah dan lembaga2 pendidikan yang berada di masing-masing wilayah setempat. Saudara2 kita para dermawan/dermawati saya yakin tidak haus sanjungan atas harta benda yang telah mereka infakkan, mereka juga tidak pernah merasa jumawa ketika nama2 mereka diabsen satu per satu lewat corong Masjid/Mushalla bersamaan nilai nominal sumbangannya. Tetapi bentuk apresiasi yang mereka butuhkan adalah bagaimana supaya segala sesuatu yang pernah mereka infakkan tersebut baik berupa harta benda, tenaga, dan pikiran tersebut bisa memberikan manfaat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya baik untuk pembangunan/pembenahan fisik bangunan lebih-lebih lagi bahkan ini mungkin sudah menjadi lebih wajib hukumnya yaitu memakmurkan Masjid/Mushalla/Madrasah dengan meningkatkan intensitas, kuantitas juga kualitas kegiatan peribadahan, keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan yang ada di dalamnya. Para dermawan dermawati, baik diniatkan untuk dirinya maupun untuk keluarganya yang sudah almarhum/almarhumah tentunya sedang setia menunggu aliran pahala "SHADAQAH JARIYAH" sebagaimana yang telah disampaikan dalam Hadits Rasulullah SAW :
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ – رواه مسلم والترمذيّ وأبو داود والنسائيّ وابن حبّان عن أبي هريرة
Ketika seorang manusia meninggal dunia, maka amalannya terputus kecuali tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mau mendoakannya. Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam at-Tirmidzi, Imam Abu Dawud, Imam an-Nasa`i, dan Imam Ibnu Hibban bersumber dari Sayyidina Abu Hurairah ra.
LALU BAGAIMANA MUNGKIN BANGUNAN MEGAH, MEWAH, DAN BERTINGKAT TERSEBUT AKAN BISA MENGALIRKAN PAHALA SHADAQAH JARIYAH JIKA KITA TIDAK MENGISI DAN MEMAKMURKANNYA. DIA HANYA AKAN BERDIRI KOKOH DAN MEGAH SEBAGAI TONTONAN, PEMANIS, PENGHIAS DUNIA SEMATA.
Maka mari saudara-saudaraku seiman sekeyakinan, jangan berfikir bahwa ini adalah hanya tugas pengurus/pengelola saja tetapi menjadi kewajiban kita semua tanpa kecuali sebagai bagian dari hamba Allah, ummat Nabi Besar Muhammad SAW untuk mengisi dan memakmurkannya.
Lampiran video sekedar pemanis saja Guys....!!! (Aktivitas Sore Mushalla/TPQ Nurul Huda Tanggak).
Allohummar Hamna Bil Qur'an.