Masjid Al Mujahidin Batang Malas, Kab. Kep. Meranti: Antik & Bersejarah

Masjid Al Mujahidin Batang Malas, Kab. Kep. Meranti: Antik & Bersejarah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Masjid Al Mujahidin Batang Malas, Kab. Kep. Meranti: Antik & Bersejarah, Religious organisation, Selat Panjang Kel. , Tebing Tinggi, Kep**auan Meranti, Selatpanjang.

12/02/2025

Ketua PW Nandlatul Ulama (NU) Riau, KH. Abdul Halim Mahali mengatakan bahwa NU Riau Siap Memberikan Kontribusi Positif Terhadap Pembangunan Daerah.

05/01/2025

PEKANBARU - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Riau menghadiri acara Hari Amal Bhakti atau HAB Kementerian Agama Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau pada 3 Januari 2025 di Lapangan Loka...

08/07/2024

MENANTI KETUA NU RIAU YG PANTAS...?

Calon Ketua NU Provinsi Riau pada pilihan tahun 2024 memiliki tantangan besar karena harus segera mampu berkontribusi nyata bagi pelbagai kemajuan di Tanah Melayu ini. Artinya, seorang ketua NU Riau harus handal, bukan seorang pemimpin yang tidak kompeten. Tentu memprihatinkan jika Provinsi Riau memiliki seorang ketua NU yang hanya bisa memajang nama, mencari pamor atau bahkan memperkaya diri dengan jabatan sebagai pimpinan NU sekelas provinsi. NU Riau butuh pemimpin yang juga bisa mendukung berbagai program PBNU, yang sedang menghadirkan NU untuk international. Karena, NU memang ikut berperan sebagai force untuk dunia.

Satu hal penting harus disadari oleh siapapun yang "berani" mencalonkan diri atau dicalonkan. Yaitu, NU – Nahdlatul Ulama – secara organisasi adalah organisasinya para ulama/kyai, sehingga seseorang perlu berkaca siapa dirinya jika akan memimpin organisasi NU. Disini, rasa malu sangat penting. Sebab, malu dan iman saling terkait. Jika hilang salah satunya, maka hilanglah yg lainnya (HR. Al Hakim). Malu adalah akhlaq Islam (HR. Ibnu Majah). Artinya, malu adalah bagian dari iman (HR. Bukhari dan Muslim).
Riau saat ini, di tahun 2024, sesungguhnya sedang krisis tokoh NU (crisis of NU prominent figures) yang berkemampuan komprehensif, yaitu a) tokoh yang luar biasa keilmuan agama maupun pengetahuan umumnya, b) tokoh yang memiliki network ke pemerintahan maupun lainnya, c) tokoh yang kuat financial background-nya.

Tak juga dapat disangkal bahwa situasi saat ini di tahun 2024 sangat mencemaskan. Pertama, sejumlah calon Ketua NU Riau yg layak atau pantas ternyata tidak ingin maju karena kesibukan masing-masing dalam karir dan aktivitas lainnya.
Kedua, potensi munculnya calon ketua NU Provinsi Riau yang tidak berkapasitas atau tidak berkemampuan. Lebih parah lagi adalah jika, misalnya, calon ketua NU yang muncul hanya berambisi jabatan dan kemudian menggunakan organisasi Nahdlatul Ulama untuk kepentingan diri dan golongannya.

Semua pihak harus sadar bahwa NU bukan barang dagangan, yang untuk naik sebagai ketua NU harus mengeluarkan uang puluhan juta rupiah serta kemudian NU secara organisasi digunakan untuk kepentingan politik atau memperkaya diri. Jika yang menjadi ketua NU adalah sosok yang tidak berlatarbelakang pesantren, tidak bisa berbahasa Arab atau tidak mampu membaca kitab kuning, tidak berpengetahuan luas tentang sejarah berdirinya NU dan para ulama atau kiai yang berperan, tidak handal dalam menyikapi isu-isu kekinian berskala nasional maupun internasional, maka kesemua hal ini sebenarnya tidaklah bermasalah. Yang penting, yang bersangkutan ingin benar-benar mengabdi untuk kemajuan Nadhlatul Ulama.

Masalah paling besar adalah jika seseorang bernafsu menjadi ketua NU hanya untuk memperkaya diri dengan “menjual nama NU”, ditambah dengan ketidakmampuan keilmuan agama maupun umum seperti diulas diatas, maka nasib NU di Bumi Melayu Riau akan sangat membahayakan. Kita semua termasuk Anda pembaca yang budiman pastilah mendambakan kehadiran seorang ketua NU Provinsi Riau yang berkapasitas dan memiliki jiwa pengabdian tinggi.

yang layak

Sejauh yang saya simak serta lihat dan seterusnya, ada beberapa calon pimpinan NU Provinsi Riau yang layak atau pantas. Saya kategorikan, mislanya, calon yang berdomisili di wilayah Kota Pekanbaru. Diantaranya adalah;
1. Prof. Dr. KH Muhammad Syaifuddin, Guru Besar UIN Suska – Pekanbaru. Beliau ini memiliki segudang pengalaman dan juga menjabat Pengurus NU Provinsi Riau bersama saya sejak tahun 2015 era Ketua NU Drs. H. Tarmizi Tohor, MA
2. Dr. KH Ghozali Syafi'i, pengurus NU Riau yang sudah puluhan tahun. Beliau alumnus Ponpes Tebuireng, Jombang – Jawa Timur. Aktivitas kesehariannya adalah Dosen UIN Suska Riau dan MUI Provinsi Riau. Beliau juga pernah menjabat Ketua NU Kota Pekanbaru dan salah satu Dewan Pendiri PWNU Riau. Maknanya, Kyai Ghozali sangat mengerti tentang NU Riau. Tak heran jika beliau dikenal sangat aktif dalam berbagai kegiatan PWNU Riau.
3. Ir. Harmansyah atau Pak H. Ucok juga sudah lama berkiprah sebagai pengurus NU Riau, khususnya di bidang Tanfidziyyah NU (manajerial organisasi harian). Juga, aktif di Dewan Pengurus MUI Riau. Ir. H. Harmansyah, dikenal dengan Pak H. Ucok. Beliau piawai dalam lobi atau komunikasi.

Adapun calon yang berdomisili di Kab/Kota, diantaranya adalah;
1. Dr. KH. Kholid Junaidi, M.Pd, Pengasuh Ponpes Hidayatul Mubtadiin di wilayah Kab. kampar dan jg dosen UIN Suska. Alumnus Ponpes Lirboyo, Kediri – Jawa Timur. Beliau ini energetik, punya semangat tinggi. Juga, pernah Pengurus PWNU Riau. Saya percaya dengan capability-nya.
2. Kyai Masdaruddin Ketua PCNU Bengkalis. Keilmuwannya tak diragukan. Ia juga handal kitab kuning.

NU Riau tidak akan malu jika memiliki pimpinan Tanfidziyyah dari nama-nama diatas. Sebab, untuk menyongsong masa depan NU Riau yang lebih berwibawa, seorang Ketua NU wajib bisa bahasa arab atau kitab kuning, meski harusnya kompetensi ini cukup dimiliki oleh orang-orang yang akan duduk di Syuriah NU (Dewan Fatwa istilahnya).

Selain itu, Ketua NU Riau kali ini diharapkan bisa mewujudkan adanya Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan mampu membuat terobosan untuk memiliki Sekretariat atau Kantor PWNU Riau yang mandiri dan layak untuk menggelar berbagai pertemuan, dll.

Syuriah NU Riau

Sejumlah nama berikut – disamping yang lainnya karena tidak sempat disebut satu persatu – sepertinya layak dan pantas di jajaran pimpinan atau jajaran Syuriah NU Riau. Diantara basic reasoning-nya adalah mereka berkemampuan membaca kitab kuning dan menjelaskan maknanya.

1. Prof. Dr. KH Syaifuddin. Ini jika beliau tidk berkenan menjadi Ketua NU Riau. Atau, Dr. KH. Ghozali Syafii, inipun jika beliau tidak maju sebagai calon Ketua NU Riau. Dr. Ghozali Syafii adalah alumnus Ponpes Tebuireng Jombang milik Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari. Selain itu, Dr. Ghozali Syafii pernah menjabat Ketua NU Kota Pekanbaru, termuda pada tahun 1994 se-Indonesia. Beliau juga menjabat Syuriah NU Riau selama 10 tahun dan sekarang Tim Caretaker Bidang Syuriah.

Jika Dr. KH. Ghozali Syafii lebih memilih maju sebagai Rois Syuriah NU Riau dan gagal, maka bisa dipastikan "ada sesuatu yang tidak beres" dalam proses pemilihannya. Kecuali, jika ada ulama atau kiai dari kab/kota yang lebih sepuh usianya dari Kiai Ghozali maju serta pernah menjabat di PCNU kab/kota, maka tidak akan menjadi persoalan. Atau, ada yang lebih senior saat di Syuriah NU Riau, maka Kiai Ghozali bisa saja mundur dari pencalonan.
2. Prof. Dr. Asmal May,
Beliau Guru Besar Fiqih UIN Suska dan pernah Pengurus PWNU Riau
3. KH Ahmad Syuhada, Tandun Kab. Rokan Hulu
Beliau pengasuh Ponpes Babussalam Kec. Tandun, Kab. Rokan Hulu
4. KH Ramlan, Syuriah PCNU Bengkalis dan tokoh NU Bengkalis
5. Dr. Kyai Iman Ghozali
Beliau Dosen STAIN Bengkalis dan Ketua MUI Kab. Meranti
6. KH Abu Yazid Pengasuh Ponpes Al Hisa Kota Pekanbaru
7. KH Syahruddin Kasim
Beliau adalah Ulama/Kyai Meranti, Pengasuh Ponpes Raudhatul Ulum Playar Kundur – Meranti, Pimpinan Majelis Taklim Rasulullah SAW Kab. Meranti dan Badal Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah.
8. Kyai Muhammad Nurdin Pengasuh Ponpes Al-Muawanah Alahair, Kab. Kep. Meranti
9. Kyai Mudhofir Basyir, Ponpes Nurul Huda Al-Islami Kota pekanbaru
10. Dr. Robithoh Alamhadi Faisal Pengasuh Ponpes Jabal Nur Kandis, Siak
11. KH Muhaimin Pengasuh Ponpes Amanah Bandarsungai, Kec. Sabak Auh, Siak.
12. Dst

Mustasyar NU

Selain Para Kepala Daerah atau Pejabat Tinggi di pemerintahan, sejumlah nama – selain yang lainnya – yang layak di jajaran Mustasyar NU Riau adalah sebagai berikut:
1. KH Busyro Ponpes Al Munawarah Kota Pekanbaru. Beliau adalah salah satu sesepuh NU Riau, yang berjuang keras mempertahankan tanah hibah milik NU di Jl. KH Ahmad Dahlan Pekanbaru. Beliau mengetahui siapa saja orang-orang oknum yang merampas tanah NU Riau.
2. Syekh KH Bunyamin Bin KH Imam Affandi Semukut, Meranti
3. KH Hasbullah Tanjung Samak, Meranti
4. KH Sholeh Tasik Putri Puyu, Meranti
5. KH Ali Mutarom Lubuk Batu Jaya, Indragiri Hulu
6. KH Badrussholeh Sungai Pagar, Kampar
7. KH Imam Sibawaihi, Kampar
8. Kyai Aminullah Sanusi, Pengasuh Majelis Sholawat Bintang Sembilan, Kubang – Kampar
9. KH Rohmat Afifi, Kota Dumai
10. Buya Amrizal Ketua MUI Bengkalis
11. KH Abdullah Subakat, Pengasuh Ponpes Hidayatul Mubarokah Kota Pekanbaru
12. Abah Kyai Mujissin Pengasuh Majelis Taklim Nur Rahmah Provinsi Riau, Pekanbaru
13. Tuan Guru Fadly Pengasuh Ponpes Sholawat, Kab. Bengkalis
14. Dr. H. Rizal Akbar, asli putra Melayu Riau. Beliau Pengurus Yayasan Sekolah Tinggi Tafaqquh fid Diin, Kota Dumai. Bisa jg beliau calon Ketua NU Riau.
15. Dr (Hc) HM. Rusli Zainal, SE, MP
Beliau adalah mantan gubernur Riau yang legendaris dan dikenal visioner
Tentu masih banyak para ulama dan kiai NU yang belum disebutkan dari berbagai kab/kota lainnya di wilayah Riau. Tinggal para pembaca budiman tambahkan dan usulkan.

Harus Keturunan Pendiri NU
Mengingat kehadiran Calon Ketua NU Provinsi Riau yang masih memiliki darah keturunan pendiri NU termasuk sulit di Bumi Lancang Kuning (apalagi selain dzurriyah Pendiri NU, jg berkemampuan bahasa Arab, Inggris dan bahasa asing lainnya serta kuat secara ekonomi maupun akses pemerintahan), maka ketua NU Riau tak harus yg masih punya darah pembesar Nahdlatul Ulama. Nama-nama tersebut diatas setidaknya bisa mewakili untuk hadir sebagai nahkoda NU Riau yang punya kharisma dan pengetahuan.
Jangan sampai yang terpilih untuk Periode 2024 nanti adalah orang yang tak berkapasitas. Diharapkan yang terpilih adalah punya background Master Degree atau Doktor ataupun Profesor Doktor. Ini jika NU Riau dirasa perlu untuk punya wibawa plus. Jika tidak, S1 pun tidak masalah. Jika diminimalkan, maka setidaknya kriterianya adalah sbb:
1. Pendidikan minimal S1
2. Punya latarbelakang pesantren atau bisa membaca kitab berbahasa Arab. Tak harus fasih berbahasa Arab/Inggris/bahasa asing lainnya. Memahami kitab kuning adalah tradisi NU. Tidakkah NU Riau ingin tampil berwibawa dan dipandang sejajar? Atau, menjadi hebat minimal di Bumi Sumatera.

Selain itu, idealnya seorang petinggi Nahdlatul Ulama selevel Ketua NU Provinsi tentu wajib mengerti secara general tentang hukum Islam baik Al Quran dan ilmu Al Quran; Hadis dan Ilmu Hadis; Fiqh dan Ushul Fiqh, dst. Ini jika benar ingin muncul di Riau seorang pemimpin Nahdlatul Ulama yg berkelas dan bergengsi.
Mari kita simak Ketua Umum PBNU sekarang KH Yahya Cholil Staquf. Beliau handal kitab kuning dan tentunya berlatarbelakang dunia pesantren. Dapat disimak di video media massa bahwa Kiai Yahya juga mengisi pengajian kitab kuning. Artinya, seorang ketua Tanfidziyyah NU memang harus bisa bahasa Arab atau kitab kuning. Kenapa demikian? Karena ini adalah Nahdlatul Ulama, organisasinya para ulama dan kiai. Bukan organisasi sembarangan, yang lantas pimpinannya dari kalangan yang tidk jelas dasar keilmuan agamanya.
3. Pernah menjabat sebagai pengurus NU level Provinsi atau Kab/Kota. Ini agar tidak shock atau grogi p**a nantinya. Selain itu, tak terdengar atau muttafaq bainal ulama pernah "semacam menjual nama NU" untuk kepentingan dirinya.
4. Telah sekian tahun domisili di tanah Melayu Riau, meski tak harus lahir di Bumi Riau.
5. Memiliki akses ke pemerintahan level provinsi, dan stakeholders lainnya.
6. Memiliki akses ke sejumlah ulama/kyai level nasional dan kab/kota, minimal mengenal dekat 10 ulama atau kyai level nasional dan 15 ulama atau kyai level kab/kota.
7. Memiliki dana pribadi - bukan dari sponsor - minimal Rp 50 jt. Ini agar yg bersangkutan punya “muruuah wal haibah” serta menghindari gosip. Juga, bukan karena untuk menuruti "permintaan sponsor dari manapun". Lebih-lebih sponsor yang – maaf – meminta barter dukungan politik di Riau.
8. Dikenal dermawan atau sedekah sosialnya bagus serta bukan dermawan dengan menggunakan uang negara atau hasil mengajukan proposal ke pihak atau instansi tertentu.
9. Handal di mimbar atau bisa berpidato di hadapan publik dengan menggunakan istilah-istilah yg menjadi tradisi Nahdlatul Ulama serta menguasai secara umum sejarah berdiri dan perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama.
10. Sanggup menulis surat pernyataan berisi a.l. misalnya;
- Tidak menjual nama NU untuk kepentingan pribadi.
- Mengabdikan diri untuk memajukan NU
- Menjadikan NU berkontribusi pada negara.
- Membawa NU yang terbaik di Sumatera.

e. Agenda Besar NU Riau
Giat ini dibagi 2 (dua), jangka pendek (short term) dan jangka panjang (long term) selama 5 tahun.
1. Konsolidasi Internal PWNU Riau & Banom yg ada. Lalu, persiapan pelantikan oleh PBNU, dll. Untuk hal ini, pasti butuh energi, waktu dan juga biaya.
2. Silaturrahim/Audiensi ke Pemprov Riau, Polda, Korem, BIN, Kejati, dll
3. Silaturrahim ke Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau, Ormas Muhammadiyah Provinsi Riau, MUI Provinsi Riau.
4. Konsolidasi dengan NU Kab/Kota se-Riau.
5. Mencari/Mengupayakan kantor Sekretariat NU Provinsi Riau yang layak (memiliki fasilitas yang diperlukan untuk internal maupun menyambut tamu-tamu eksternal)
6. Membuat berbagai program, termasuk secara mendasar adalah menghidupkan kembali tradisi amaliah ke-NU-an (Bahtsul Masaail, Istighosah, dll) di Kantor NU Riau. Juga, membuat langkah mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Riau. Tinggal dibuat Tim Pelaksana yg terdiri dari para profesor, doktor, dll.
7. Membuat sinergitas dengan para stakeholders terkait untuk kegiatan keagamaan-sosial-kebangsaaan level provinsi dan kab/kota. Juga, menginisiasi seminar atau pertemuan skala internasional ataupun antar negara bertempat di wilayah Riau.
8. Memberikan sikap / statemen atas hal-hal kekinian di level provinsi maupun nasional dan internasional.
9. Mengupayakan berbagai terobosan ekonomi kreatif-produktif. Restorasi ekonomi Nahdliyyin bersifat sangat urgent. Tak hanya di Riau, tetapi dalam skala nasional.
10. Memberikan pelbagai masukan konstruktif ke PBNU, melaksanakan berbagai instruksi PBNU dan selalu berkoordinasi meminta arahan dari pimpinan PBNU agar terwujud soliditas PWNU dan PBNU.
11. Dan masih banyak lagi.

Pemimpin NU yang Ambisius

Harus diwaspadai munculnya calon ketua PWNU Riau yang tidak kompeten dan yang ambisius. Atau, yang berpotensi menggunakan money politic untuk menjabat. Sebab, hal ini jelas hanya merendahkan martabat NU. Kunci suara ada di 12 kab/kota. Jika para ketua NU Kab/kota benar-benar menggunakan suara hati, memiliki wawasan luas dan menyadari bahwa NU adalah organisasinya para Ulama/ Kyai, maka pasti mereka akan memilih Ketua NU Riau yang berkarakter atau berkemampuan luar biasa.
12 kab/kota tersebut yang bertanggungjawab di dunia dan akhirat - apapun gelar dan status sosial mereka - terhadap hadirnya figur pemimpin NU Riau yang punya wibawa dan high calibre. Jika tidak, maka hanya akan mengundang tertawaan dari banyak kalangan sekaligus kita bersama-sama bisa menilai kualitas setiap ketua NU Kab/Kota.

Saya yakin bahwa 12 ketua NU Kabkota di Riau tidak tergiur dengan politik dagang sapi dalam memilih Ketua NU Provinsi Riau. Jika salah memilih, percayalah bahwa sejarah akan mencatat apa yang kita perbuat.

Keseriusan Ketua NU Kab-Kota
Ketua NU 12 kabkota - jika benar ingin ketua NU Riau yang karismatik dan berkemampuan tinggi - harus menyuarakan di sidang tatib atau pemilihan calon ketua NU Riau hal sebagai berikut:
1. Tes Membaca Al Quran agar diketahui tajwid nya
2. Tes membaca kitab kuning, misalnya Durratun Nasihin, Ushul Fiqh dan Fiqh, dll.
3. Tes tulisan mengarang dlm bahasa arab/inggris
4. Tes pengetahuan tarikh Islam dari Rasulullah SAW s.d. Abbasiyah.
5. Tes pengetahuan umum tentang sejarah Indonesia pra kemerdekaan dan peran NU.
6. Tes pengetahuan sejarah berdirinya NU dan perjalanan NU dari masa ke masa.
7. Tes pengetahuan umum terkait beragam isu vital atau strategis di Indonesia yang kira-kira nanti NU Riau bisa ikut memberi masukan konstruktif.
8. Tes pengetahuan tentang Riau dan progres yang dibutuhkan Riau dimana NU Riau bisa ikut kontribusi nyata nantinya.
9. Dll

Tes atau bahasa keren sekarang adalah fit and proper test atau uji kelayakan bisa diusulkan oleh Para Pimpinan NU Kab/kota se-Riau. Tim penguji berasal dari Tim Caretaker PBNU, PWNU dan Syuriah kab/kota. Para calon diuji satu persatu selama 1 jam minimal.

Apabila hal ini dilakukan, saya yakin 100 persen bahwa akan banyak calon ketua NU Riau yang mengundurkan diri. Sehingga, yang tersisa dan yang terpilih sebagai ketua NU Provinsi Riau benar-benar sosok yang handal, berkemampuan dan meyakinkan kita semua bahwa ia akan mampu menjadi nahkoda organisasi Nahdlatul Ulama yang luar biasa bagi NU Bumi Melayu Riau.

Akan tetapi, jika tidak dilakukan hal diatas atau tidak diusulkan oleh NU kab/kota dan kemudian Ketua NU terpilih di tahun 2024 adalah orang yang tidak bisa mengaji al Quran dengan baik, tidak mampu membaca kitab kuning, tidak punya akses ke pemerintahan, maka KESALAHAN BESAR tersebut ada pada yang memilihnya. Dan, bisa dipastikan NU KULTURAL yg akan lebih kuat dikenal di masyarakat.

Para Ulama/Kiai Pendiri Nahdlatul Ulama...Alfatihah.

Abdul Halim Mahally, LL.B (Hons), MPIR
Dewan Pendiri NU Istimewa (PCI-NU) Pakistan, (28/5/05)
Syuriah NU Provinsi Riau, 2015-2023

 Pengasuh Majelis: Abah Kyai MujissinKetua Panitia: KRA. Abdul Halim Mahali, LL.B (Hons), MPIR :1. Gubernur Riau & jajar...
06/02/2024


Pengasuh Majelis:
Abah Kyai Mujissin
Ketua Panitia:
KRA. Abdul Halim Mahali, LL.B (Hons), MPIR
:
1. Gubernur Riau & jajaran
2. Kapolda Riau & jajaran
3. Danrem 031/Wirabima & jajaran
4. Rektor UIN Suska, UIR, UNRI, UNILAK
5. Islamic Boarding School (IBS, ICBS, SMU Plus)
6. Ponpes Kota Pekanbaru
- Ponpes Nurul Huda Al Islami
- Ponpes Babussalam
- Ponpes Darul Hikmah
- Ponpes Teknologi Riau
7. Kapolresta Pekanbaru & Jajaran
8. Pj. Walikota Pekanbaru & Pj. Bupati Kampar
9. Kapolres Kampar
10. Muspika Kecamatan
11. Masyarakat umum

06/02/2024

UNDANGAN UMUM
Pengasuh Majelis:
Abah Kyai Mujissin
Ketua Panitia:
KRA. Abdul Halim Mahali, LL.B (Hons), MPIR
:
1. Gubernur Riau & jajaran
2. Kapolda Riau & jajaran
3. Danrem 031/Wirabima & jajaran
4. Rektor UIN Suska, UIR, UNRI, UNILAK
5. Islamic Boarding School (IBS, ICBS, SMU Plus)
6. Ponpes Kota Pekanbaru
- Ponpes Nurul Huda Al Islami
- Ponpes Babussalam
- Ponpes Darul Hikmah
- Ponpes Teknologi Riau
7. Kapolresta Pekanbaru & Jajaran
8. Pj. Walikota Pekanbaru & Pj. Bupati Kampar
9. Kapolres Kampar
10. Muspika Kecamatan
11. Masyarakat umum

05/02/2023

GUS KAUTSAR PONPES AL FALAH
Nyantri tanggung2 jg bahaya, Gus. Ngaji kitab blm khatam, bahasa Arab blm "mudeng", fiqh & ushul fiqh amburadul, baru sebatas bisa tawassul, khatib + ngaji Al Qur'an, LALU mengada2 bicara hukum fiqh, dst🙊🤦‍♂️

TELAH TERBIT BUKU TERBARU:Maulana Habib Luthfi Bin Yahya Pimpinan Forum Sufi Dunia (World Sufi Forum). Ditulis dgn bahas...
19/12/2022

TELAH TERBIT BUKU TERBARU:
Maulana Habib Luthfi Bin Yahya Pimpinan Forum Sufi Dunia (World Sufi Forum). Ditulis dgn bahasa sederhana, mudah dipahami, informatif, dan untuk semua kalangan.

Kata Sambutan:

Prof. Dr. Ari Kuncoro Rektor UI
KH. Abdul Hakim Mahfudz Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, Jawa Timur
KHR. Azaim Ibrahimy Pengasuh Ponpes Salafiyah Sukorejo, Situbondo, Jatim
Dr. Griven Putera Sastrawan Melayu Riau

https://bintangpustaka.com/toko-buku/pendidiakn/maulana-habib-luthfi-merawat-nkri/

Harga (Rp 155 ribu)
Harga Diskon Rp 115 ribu
Kontak:
Mr. Fajar WA 0853 7483 8235
Mr. Misbach: 0813 6549 4351

MAULANA HABIB LUTHFI DAN MAKAM PEMBUKA SYIAR ISLAM (MERANTI): Sayyid Qomar Abdullah (wafat 1500 M) di Batang Malas, Kec....
26/11/2022

MAULANA HABIB LUTHFI DAN MAKAM PEMBUKA SYIAR ISLAM (MERANTI): Sayyid Qomar Abdullah (wafat 1500 M) di Batang Malas, Kec. Tebing Tinggi Barat, Kab. Kep. Meranti, Riau.

27 Februari 2022, sy duduk berempat dgn Maulana Wa Syaikhona Habib Luthfi Bin Yahya ditemani KH Mustain Yusuf Kab. Batang dan Gus Anwar Pekalongan. Ketika sy informasikan ttg makam Sayyid Qomar Abdullah tsb, Maulana Al Habib Luthfi Bin Yahya (Rais Aam Jam'iyyah Thoriqoh Al Mu'tabaroh dan Ketua Forum Sufi Dunia) langsung bertanya "yg terletak di hutan tsb yaa?".

Sy terkejut sekali kok Maulana Al Habib Luthfi Bin Yahya sdh mengetahuinya. Padahal beliau blm pernah dtg dan baru sy buatkan jadwal rencana beliau ke Batang Malas utk ziarah ke makam tsb.

Sy spontan menjawab, "Sohiih Ya Syaikhona. Makamnya di hutan karet Desa Batang Malas"

Sore Kamis jelang Lailatul Jum'ah Al Mubarokah, Jumat terakhir di Bulan Mei 2022 / Syawal Idul Fitri 2022, tiba2 sy ingin mengungkapkan atau berbagi salah satu Rahasia / Keunikan Kab. Kep**auan Meranti. Yaitu, ttg makam seorang Ulama di Desa Batang Malas.

Awal kisahnya adalah seorang Mursyid/Khalifah Thoriqoh asal Ponorogo Jawa Timur (klo tdk salah namanya Mbah Yai Nurhamim) dtg mendadak ke Bumi Melayu Meranti Riau tahun 2018 lalu. Sy blm pernah bertemu beliau. Hanya ditelfn oleh Komandan Banser Kab. Kep. Meranti Pak Peno saat di Kota Pekanbaru, ditanya dimanakah makam tertua & bersejarah seorang tokoh agama/syiar Islam di Kep**auan Meranti?

Malam itu, Mbah Yai Nurhamim berada di kediaman Kyai Khusairi Desa Gogok yg skrg Anggota DPRD, alhamdulillah. Sy beri jawaban pertama. Cobalah ke Makam Syeikh KH. Imam Affandi Hassan di samping masjid Desa Insit di Kec. Tebing Tinggi Barat. Beliau adlh Pembuka Tarekat pertama di bbrp kabupaten pesisir wilayah Riau. Sanad ilmunya dari Jawa Tengah (Berjan) sblm ke Johor Malaysia. Sy diberitahu bahwa Mbah Yai Tarekat tsb sdh ke makam itu tetapi rupanya bukan disitu.

Akhirnya terpaksa sy jawab "coba dari Desa Gogok lurus ke Areal Makam di Batang Malas yg cuma 5 km". Krn Pak Komandan Banser ini blm mengetahui arah pemakaman, maka sy telfn kakak sy Hj. Nur Hasanah Mahally agar suaminya menunggu di simpang empat Masjid Bersejarah Al Mujahidin Batang Malas ba'da Magreb. Kebtulan abang ipar sy ini, Ust. M. Alwi H. Syukur, adlah muadzzin yg kdg merangkap imam Sholat Shubuh dan jg cucunya Syekh KH. Imam Affandi dari ibunya, Ibu Nyai Khatidjah. "Mba, tlg Pak Alwi berkenan menunggu di perempatan masjid, sholat Isya'nya ditunda dan antarkan tamu2 ke makam".

Sy lalu telfon Pak Kyai Syahruddin Kasim Pengasuh Majlis Ta'lim Rasulullah yg berdomisili di desa sebelah: Kundur. Beliau berkenan hadir dan ikut mendampingi. Tidak lama kemudian Mbah Yai dari Jawa tsb tiba di pemakaman. Menurut cerita Pak Kyai Syahruddin keesokan harinya, Mbah Yai Hamim melihat "Sinar Terang Besar dan terkagum-kagum" krn menurut beliau, biasanya beliau menemukan makam para orang sholeh atau waliyullah baru sebesar lamlu petromak cahayanya.

Pak Kyai Syahruddin melanjutkan ceritanya yg dari keterangan Mbah Yai Hamim bahwa "ini makam Sayyid Qomar Abdullah. Wafat tahun 1500 M". Beliau kemudian kembali ke kota Selatpanjang dan Pak Kyai Syahruddin ikut mendampingi hingga larut malam. Mbah Yai Hamim memberikan 13 jenis Sholawat yg diperolehnya di makam Sayyid Qomar Bin Abdullah dan memberikannya kepada Pak Kyai Syahruddin utk dibacakan setiap kali ziarah ke malam tsb. Sampai hari ini sy selalu lupa menanyakan ke-13 Sholawat tsb😢. Ada bnyk rahasia disampaikan Mbah Yai Hamim ttg makam tsb kepada Pak Kyai Syahruddin.

Malam harinya, saya silaturrahim ke rumah Mbah Bejo di Jl. Sidodadi, Arengka, Kota Pekanbaru mendampingi Kepala BIN Riau Marsekal TNI Rakhman Haryadi, M.Sc, NSS, MBA. Kebetulan saya yang membawa beliau ke Mbah Bejo bebrp bulan sblumnya, sosok yang memiliki kemampuan ttg spritual dan saya membuatkan Majlis Ta'lim untuk mengaji Kitab, dll yang diikuti jamaah beragam kalangan: TNI AU, PNS, Kontraktor Bangunan, Arsitek, Pecinta Kicau Mania (Burung Murai Batu), Seniman, dsb.

Saya sampaikan cerita dari Pak Kyai Syahruddin Kasim tentang ditemukannya Makam Sayyid Qomar Abdullah di Desa Batang Malas. Dan tiba-tiba, Jenderal Rakhman mengatakan sambil melihat- tapi tidak ke saya, melainkan ke Mbah Bejo.

" Saya tanggal 20 Maret 2018 bersama Kapolda Jendral Nandang dan Korem Wirabima Silaturrahim Ulama se-Meranti di kediaman Ibunda Pak Mahali ini. Yang aneh, kaki saya bergetar turun dari mobil, seperti sulit menjejak. Padahal saya ini jenderal, hampir seluruh wilayah Indonesia telah saya datangi. tetapi di Desa Batang Malas saya merasakan keanehan dengan bumi tsb".

Pak Jenderal Rakhman lalu menoleh ke saya dan mengatakan "saya buka ini karena Pak Mahali menceritakan perihal makam tadi. Seandainya tadi tidak diceritakan, saya juga tidak akan menceritakan keanehan yang saya alami saat berada di Desa Batang Malas.

Mendengar statemen beliau, saat itu, saya tidak banyak komentar. Hanya saya sampaikan, "Mbah Bejo dan Pak Jenderal Rakhman, semoga saya tidak ada hubungan dengan makam tsb". Pun saya diam saja ketika Mbah Bejo ikut menyampaikan "Gus, Panjenengan tidak bisa lari dari rentetan peristiwa yang ada disitu".

Saya tersenyum khawatir karena sesungguhnya saya tidak ingin ada keterkaitan dengan makam tsb. Hal ini terlepas dari cerita Pak Kyai Syahruddin bahwa Mbah Yai Hamim berpesan agar saya ikut serta sebagai (..... ) kalau ada haul kecil di makam tsb. Saya juga sudah tanyakan ke Pak Kyai Syahruddin kenapa Mbah Yai Hamim menyebut nama saya, sementara saya belum pernah bertemu dan merasa tidak mengenalnya. sayang, Pak Kyai Syahruddin hanya tersenyum dan menjawab "mohon maaf, saya juga tidak mengetahuinya".

Walhasil, Pak Kyai Syahruddin selaku Pengasuh Ponpes Raudhatul Ulum Playar & Badal Thoriqoh Desa Kundur (Hp 0813 - 65605096) lebih bnyk mengetahui dan memegang rahasia yg ada sjk 2018 lalu.

Diantaranya adlah beliau menyampaikan pesan penting dari Mbah Yai Hamim dari Shohibul Maqbaroh bahwa "Kabupaten ini akan berkemajuan luar biasa jika pemimpinnya bisa dan mampu menghormati Agama dan Para Alim Ulamanya dengan sempurna". Wallahu'lam Bisshowab.

PEMBUKAAN PENGAJIAN KITAB SHUBUH JUM'AT 13 MEI 2022Intisari Kitab Ihya 'Ulumuddin (Imam Ghazali) & Durrotun Nasihin (Sye...
17/05/2022

PEMBUKAAN PENGAJIAN KITAB SHUBUH JUM'AT 13 MEI 2022

Intisari Kitab Ihya 'Ulumuddin (Imam Ghazali) & Durrotun Nasihin (Syekh Al Khawbawy) di Masjid Artistik & Futuristik Al-Mujahidin. Judul, "KUNCI HIDUP TENTERAM DAN MUDAH MASUK SURGA: Tidak Menipu, Tidak Dengki (Hasad/Iri) dan Tidak Membuat Hoax/Fitnah". Pukul 05:00 sd 05:30 WIB.

Pembukaan Pengajian yg semula dihentikan karena masuknya Bulan Suci Ramadhan 1443 H ini dihadiri Jamaah Sholat Shubuh Masjid Al Mujahidin Batang Malas, Camat Kota Tembilahan, Kepala Desa Kundur, dan disusul oleh rombongan Sekcam Tebing Tinggi Barat. Lalu dilanjutkan sarapan pagi bersama pukul 05:30 sd 06:00 WIB.

Pengajian Kitab Kuning di Masjid Al Mujahidin terbuka untuk umum, dan pertama di Kab. Kep. Meranti Provinsi Riau sejak Juli 2021 lalu. Kitab yg dikaji terdiri dari berbagai jenis. Para ustadznya juga dari berbagai tempat, diantaranya adalah KH. Syahruddin Kasim Pengasuh Ponpes Raudhatul Ulum Playar, Desa Kundur, Kyai Ma'ruf Syafii Pengasuh Ponpes al Kautsar Batang Malas, Ust. Riyadul Ibad, Dr. Kyai Chanifuddin, Ust. Khairul Ma'na, dll.

Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai penyakit hati🤲🇲🇨

OPENING PENGAJIAN KITAB SHUBUH JUM'ATIntisari Kitab Ihya 'Ulumuddin (Imam Ghazali) & Durrotun Nasihin (Syekh Al Khawbawy...
17/05/2022

OPENING PENGAJIAN KITAB SHUBUH JUM'AT

Intisari Kitab Ihya 'Ulumuddin (Imam Ghazali) & Durrotun Nasihin (Syekh Al Khawbawy) di Masjid Artistik & Futuristik Al-Mujahidin. Judul, "KUNCI HIDUP TENTERAM DAN MUDAH MASUK SURGA: Tidak Menipu, Tidak Dengki (Hasad/Iri) dan Tidak Membuat Hoax/Fitnah". Pukul 05:00 sd 05:30 WIB.

Pembukaan Pengajian yg semula dihentikan karena masuknya Bulan Suci Ramadhan 1443 H ini dihadiri Jamaah Sholat Shubuh Masjid Al Mujahidin Batang Malas, Camat Kota Tembilahan, Kepala Desa Kundur, dan disusul oleh rombongan Sekcam Tebing Tinggi Barat. Lalu dilanjutkan sarapan pagi bersama pukul 05:30 sd 06:00 WIB.

Pengajian Kitab Kuning di Masjid Al Mujahidin terbuka untuk umum, dan pertama di Kab. Kep. Meranti Provinsi Riau sejak Juli 2021 lalu. Kitab yg dikaji terdiri dari berbagai jenis. Para ustadznya juga dari berbagai tempat, diantaranya adalah KH. Syahruddin Kasim Pengasuh Ponpes Raudhatul Ulum Playar, Desa Kundur, Kyai Ma'ruf Syafii Pengasuh Ponpes al Kautsar Batang Malas, Ust. Riyadul Ibad, Dr. Kyai Chanifuddin, Ust. Khairul Ma'na, dll.

Semoga Allah menjauhkan kita dari berbagai penyakit hati🤲🇲🇨

Assalamualaikum WrWbYth. Bapak/Ibu SekalianHal:  Ijin menyampaikan RE-OPENING PENGAJIAN KITAB KUNING SHUBUH JUM'AT DI MA...
12/05/2022

Assalamualaikum WrWb

Yth. Bapak/Ibu Sekalian

Hal:

Ijin menyampaikan RE-OPENING PENGAJIAN KITAB KUNING SHUBUH JUM'AT DI MASJID AL- MUJAHIDIN BATANG MALAS yg dihentikan sementara seiring masuknya Bulan Suci Ramadhan 1443 H.

Hari: Jum'at ba'da Sholat Shubuh
Tanggal: 13 Mei 2022
Rujukan Kitab: IHYA 'ULUMUDDIN
Tajuk: "Kunci Hidup Tenteram dan Mudah Masuk Surga: Tidak Menipu, Tidak Dengki/Iri & Tidak Hoax/Fitnah Orang"

05:00-05:30 WIB Pengajian Kitab
05:30-06:00 WIB Sarapan Pagi

Wassalamualaikum WrWb

Salam Takzim, Salam Idul Fitri🤝🤝🤝
🕌🕋🕋🕋🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Address

Selat Panjang Kel. , Tebing Tinggi, Kep**auan Meranti
Selatpanjang
28791

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Al Mujahidin Batang Malas, Kab. Kep. Meranti: Antik & Bersejarah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share