Evangelion For Live

Evangelion For Live Kami Ada Utk Melayani Gereja² & Bangsa
Kami juga bukan nyari image tapi benar-benar pelayanan 100%

Permanently closed.

Kami Melayani dengan Tulus, dengan segenap hati & segenap jiwa, & Mengutamakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari

16/08/2021

Renungan Harian Evangelion
Iman yang Berpadu
Yakobus 2:14-26

Ajaran Kristen tentang keselamatan berdasarkan iman dan bukan perbuatan adalah hal yang alkitabiah. Akan tetapi, banyak orang Kristen justru terlena sehingga tidak lagi melihat pentingnya perbuatan sebagai bukti nyata dari iman yang dimilikinya.

Yakobus menunjukkan ada iman yang mati, yaitu iman yang tidak disertai perbuatan (17). Ia tidak memisahkan antara iman dan perbuatan, tetapi ia menunjukkan imannya dengan perbuatan-perbuatannya (18). Iman yang benar mustahil tanpa disertai perbuatan yang benar. Iman tanpa perbuatan sungguh menyedihkan, karena disejajarkan dengan iman yang dimiliki setan-setan (19).

Teladan iman yang sejati dapat kita jumpai melalui kehidupan bapa orang beriman, Abraham. Imannya kepada Allah ditunjukkan melalui keberaniannya mengorbankan anaknya, Ishak. Allah pun memperhitungkan tindakannya sebagai kebenaran. Demikian juga dengan Rahab, seorang wanita yang dipandang rendah dan berdosa. Menurut penafsiran Yahudi, dikatakan bahwa Rahab sudah melacurkan diri selama 40 tahun, yaitu sejak ia berusia 10 tahun. Namun, ia pun dibenarkan karena keberaniannya menyambut para pengintai Israel dengan mempertaruhkan nyawanya. Keberaniannya itu adalah bukti dari imannya. Pesan Yakobus semakin jelas bahwa iman tanpa perbuatan adalah seperti mayat, tubuh tanpa roh. Iman seharusnya berpadu dengan perbuatan.

Allah menghendaki iman dinyatakan dalam perbuatan-perbuatan kita. Iman dan perbuatan adalah kesatuan yang tidak terpisahkan. Melalui perbuatan, kita menunjukkan dan membuktikan iman yang sejati di dalam kehidupan kita.

Kini kita bisa mulai berpikir, bagaimana mengekspresikan secara nyata iman kita kepada Kristus? Caranya adalah dengan mengisi hidup kita dengan mengasihi, memerhatikan pimpinan atau karyawan, suami atau istri atau anak-anak. Melalui perbuatan-perbuatan tersebut, kita berharap orang-orang yang kita kasihi juga merasakan iman yang sejati.

Kiranya, seluruh perbuatan kita menyatakan iman yang sejati kepada Allah. Amin😇🙏🏻

03/08/2021

Renungan Harian Evangelion For Live
Sudahkah Anda Dilahirkan Kembali?
1 Yohanes 5:1-5

Dilahirkan kembali adalah syarat bagi setiap orang untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Frasa "lahir dari Allah" ditujukan kepada setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus (1). Setiap orang yang lahir dari Allah mengasihi anak-anak Allah dan melakukan perintah-Nya (2). Kasih kepada Allah ditandai dengan ketaatan dan kemenangan iman (3-5).

Kelahiran kembali sepenuhnya adalah karya Allah. Dia yang melayakkan orang untuk berkenan di hadapan-Nya. Manusia tidak berkontribusi apa-apa. Namun, tanda dan konsekuensi kelahiran kembali memiliki tanda, yaitu iman, kasih, dan ketaatan.

Ketiga tanda ini muncul dan bertumbuh secara alami dalam diri seseorang setelah ia dilahirkan kembali. Kelahiran kembali membuat seseorang senantiasa percaya di dalam hidupnya bahwa Yesus adalah Kristus. Kepercayaan inilah yang membuat dirinya mampu mengalahkan keinginan daging dan keangkuhan hidup.

Lebih lanjut, kelahiran kembali menjadikan seseorang memiliki relasi yang penuh kasih dengan Allah dan orang-orang lain yang juga telah dilahirkan kembali. Jelas, mengasihi Allah tidak dapat dipisahkan dari mengasihi sesama anak-anak Allah. Mengasihi anak-anak Allah adalah wujud ketaatan dalam menuruti perintah Allah di dalam hidup yang baru.

Pertanyaan awal, "Sudahkah Anda dilahirkan kembali?" mengingatkan kita kepada peristiwa percakapan Yesus dengan Nikodemus. Seperti yang telah disampaikan oleh Yesus kepada Nikodemus, kelahiran kembali adalah karya Roh Kudus (bdk. Yoh 3:3-8). Peristiwanya pun terjadi secara mistis, tidak terjangkau akal manusia.

Peristiwa dilahirkan kembali memang sulit untuk dijelaskan, namun kita meyakini bahwa Allahlah yang sepenuhnya bekerja. Meskipun sulit untuk dijelaskan, tanda-tanda seseorang yang telah dilahirkan kembali mudah dikenali. Oleh karena itu, muncul pertanyaan berikutnya: "Dapatkah kita mendeskripsikan tanda-tandanya?" Jika ya, biarkan orang-orang yang ada di sekitar kita ikut merasakan tanda-tanda kelahiran kembali tersebut. Amin😇🙏🏻

25/06/2021

Renungan Harian Evangelion For Live
Motivasi yang Benar
Yesaya 48:12-22

Tuhan Allah telah menebus bangsa Israel. Di sini Allah memberikan lima perintah kepada bangsa-Nya yang masing-masing disertai alasan.

Pertama, hendaklah mereka mendengarkan Tuhan karena Ia adalah Allah yang tetap sama. Ia terdahulu dan terkemudian (12-13). Kedua, hendaklah mereka berhimpun karena Allah akan melaksanakan kehendak-Nya terhadap bangsa yang menindas Israel, yakni Babel dan Kasdim (14-15). Ketiga, hendaklah mereka mendekat karena Allah tidak pernah berfirman secara tersembunyi (16). Keempat, hendaklah mereka memerhatikan perintah-perintah Allah karena Allah akan melimpahkan damai sejahtera (17-18). Kelima, hendaklah mereka memberitakan dengan sorak-sorai karena Allah telah menuntun mereka secara sempurna (20-21).

Bagian ini termasuk nubuat Yesaya mengenai rencana Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari bangsa Babel, melalui Koresh, raja Persia (lih. Yes 45). Tuhan sendirilah yang menulis skenario agar Israel dibuang ke Babel akibat kesalahan mereka yang tidak setia kepada Tuhan. Tetapi, Tuhan sendiri juga yang merencanakan kepulangan mereka ke tanah mereka. Hal ini supaya Israel tahu bahwa hanya satu Tuhan yang benar dan setia, yakni Tuhan Allah Israel.

Kata yang sering diulang "Aku", "Akulah", dan "Ia" adalah kata-kata yang mengajarkan bahwa bukan karena kelebihan manusia, maka manusia itu dipanggil dan dipakai Tuhan. Tuhan bisa memakai Raja Koresh yang bukan dari bangsa Israel untuk menjadi alat-Nya. Hal ini dimaksudkan agar umat Israel tahu bahwa Tuhan adalah subjek segala sesuatu. Hal inilah yang mendasari kelima perintah tersebut. Umat Israel melakukan perintah-perintah tersebut bukan karena legalitas semata, tetapi karena kesadaran akan Tuhan dan karya-karya-Nya yang ajaib.

Oleh karena itu, seharusnya kita bersyukur dan merendahkan hati kita, serta melakukan kelima perintah Tuhan dalam bacaan hari ini dengan sukacita. Mari kita bangun ketaatan yang dilandaskan pada alasan dan motivasi yang benar, yakni Tuhan sendiri, hingga kita pun hidup dalam damai sejahtera Tuhan. Amin😇🙏🏻

04/06/2021

Renungan Harian Evangelion
Sombong Awal Kejatuhan
Yesaya 39:1-8

Kesombongan manusia adalah awal dari kehancuran. Secara tidak langsung manusia meninggikan diri sendiri dan melupakan karya Allah dalam keberhasilannya; seakan-akan semua itu dimiliki karena kekuatannya sendiri.

Raja Babel, Merodakh-Baladan bin Baladan, mengirim utusan untuk menjumpai Hizkia yang telah sembuh dari sakit. Hizkia merasa senang atas kunjungan tersebut sehingga ia memperlihatkan harta benda dan persenjataan yang dimilikinya (2). Ketika Nabi Yesaya mendengar apa yang dilakukan Hizkia, ia menubuatkan bahwa semua kekayaan Hizkia akan diambil dan rakyatnya akan dibuang ke Babel (5-7).

Ketika Hizkia dengan sukacita menjumpai utusan raja Babel dan tergoda untuk menunjukkan kebesarannya dengan memperlihatkan semua harta benda yang dimiliki kerajaannya, hal itu didasari oleh keinginannya untuk mencari nama besar di depan utusan raja Babel. Kerajaan Babel adalah kerajaan besar dan kaya, fakta itu memancing Hizkia untuk mengagungkan kerajaannya. Hal tersebut dipandang tidak layak di mata Nabi Yesaya. Raja hanya hamba Allah. Hizkia seharusnya mengagungkan Allah atas apa yang dimilikinya. Tanpa Allah, Hizkia dan kerajaannya tidak akan berarti.

Untuk menyadarkan Hizkia, Nabi Yesaya menegurnya lewat nubuat bahwa semua kekayaan dan rakyatnya akan ditawan oleh Kerajaan Babel. Ketika semuanya tidak ada, tidak ada lagi kebanggaan Hizkia. Apa yang dinubuatkan Yesaya adalah cara Allah menegur kesombongan Hizkia. Maka, Hizkia pun menerima teguran tersebut dan mengakui kekeliruannya.

Segala yang kita miliki adalah karya kasih Allah dalam kehidupan ini. Semuanya mempunyai tujuan untuk memuliakan Allah. Jangan sampai kita mencuri kemuliaan-Nya dengan menghilangkan peran Allah. Akuilah kasih-Nya dalam semua keberhasilan yang ada dan muliakanlah keagungan-Nya selalu.

Mintalah hikmat Tuhan agar kita tidak jatuh ke dalam kesombongan yang memuliakan nama kita sendiri. Mari kita tetap rendah hati demi memuliakan nama-Nya. [JMS]

Amin😇🙏🏻

02/06/2021

Renungan Evangelion For Live
Berdoa Melihat Kuasa Allah
Yesaya 37:21-38

Selalu ada jawaban bagi doa. Nabi Yesaya datang menyampaikan jawaban Allah atas doa Raja Hizkia.

Allah menyatakan bahwa Sanherib telah mencela dan menghujat Allah Yang Mahakuasa (23-25). Allah menegaskan kuasa-Nya atas kehidupan manusia, termasuk Raja Sanherib (26-29). Kepada Raja Hizkia, Allah menjanjikan tanda-Nya yang akan memulihkan umat-Nya. Namun, mengenai Raja Sanherib, Allah menyatakan kehancurannya. Allah menyatakan nubuat tersebut melalui kematian 185.00 orang dalam kemah Asyur dan akhirnya kematian Sanherib sendiri (36-38).

Dasar untuk hidup percaya kepada Allah adalah sepenuh hati mengakui kuasa-Nya dan mengikuti pimpinan-Nya. Ini artinya ada penyerahan diri yang total kepada Allah. Selalu ada jawaban atas doa-doa kita. Allah selalu punya cara untuk menyatakan kuasa-Nya. Baik dalam mukjizat yang luar biasa maupun dalam kehidupan sehari-hari yang biasa, kita perlu percaya kepada-Nya.

Kuasa Allah selalu nyata melindungi umat-Nya. Sekalipun berat kenyataan yang kita hadapi, keyakinan teguh pada kuasa-Nya akan membawa kebaikan. Inilah jalan hidup orang percaya, yaitu berada dalam pimpinan Allah Yang Mahakuasa.

Jangan mengandalkan kemampuan manusia untuk mengukur Allah. Hal itu akan membawa kita pada kesalahan fatal. Kita bisa saja menghujat Allah dengan meragukan kuasa-Nya, tetapi pada akhirnya Ia akan membuktikan kuasa-Nya dengan cara-Nya dan dalam waktu-Nya. Maka, dalam segala keadaan biarlah kita tetap rendah hati di hadapan kemahakuasaan-Nya. Allah akan melaksanakan kehendak-Nya dan mendatangkan kebaikan bagi umat milik-Nya.

Di dunia post-modern ini, ada kalanya kuasa doa diragukan. Padahal doa adalah salah satu cara kita untuk masuk ke dalam kuasa Allah. Kita perlu berdoa dan membawa diri kita untuk mengakui dan percaya di dalam kuasa Allah. Biarkan Allah menyatakan kuasa-Nya atas segala yang kita doakan. Marilah kita berdoa kepada Allah semesta alam dan hidup dalam kuasa-Nya. Amin😇🙏🏻

17/05/2021

🤩Renungan Harian Evangelion For Live🤩
Kepada-Mu, Aku Berlindung!
Mazmur 142

Berada dalam kejaran musuh? Siapakah yang dapat melindungi saya? Ke manakah saya harus berlindung? Hal inilah yang dialami oleh Daud ketika ia berada dalam kejaran musuhnya.

Daud bersembunyi di dalam gua dan menaikkan doanya kepada Allah. Baginya, Allah adalah tempat perlindungan yang tepat. Dalam kelemahan dan kesesakannya, Daud membutuhkan pertolongan Allah untuk melepaskannya. Sudah dua kali Daud berada dalam bahaya besar di dalam gua. Daud mengeluhkan jerat yang dipasang baginya (3). Hal ini mungkin menunjuk kepada jerat yang dilakukan Saul (lih. 1Sam 18:21). Namun, di balik keluhannya, ia terhibur oleh kemahatahuan Allah.

Allah tahu jalan hidup Daud (4). Ketika jiwa Daud kewalahan, bingung, dan putus asa, serta siap untuk tenggelam di bawah beban kesedihan dan ketakutan, Allah tahu jalannya. Ketika Daud berjuang seorang diri (5), Allah tahu kondisi Daud dalam segala aspeknya. Daud mengambil jalan yang tepat dengan berseru dan berlindung kepada Allah. Daud percaya bahwa Allah memihaknya, sehingga ia akan selamat dan memuji Allah. Demikianlah orang-orang benar akan datang dan turut bersukacita karena pembebasan Allah (8).

Dalam hidup akan selalu ada masalah, baik karena kelalaian kita atau karena perangkap orang lain. Situasi terjepit sering memaksa kita untuk mencari perlindungan dan tempat pengungsian. Bila salah berlindung, kita akan berakhir pada kebinasaan.

Belajarlah dari Daud untuk senantiasa menyerahkan segala sesuatu kepada Allah, dan percaya bahwa Allah adalah Pribadi yang Mahatahu. Allahlah yang membela orang benar dan memberi perlindungan di kala kesesakan. Hiduplah dengan hati yang percaya sepenuhnya kepada Allah agar seruan doa kita didapati-Nya berkenan di hadapan-Nya.

Tempat perlindungan kita ialah Allah. Kepada-Nya kita menyerahkan pergumulan kita dan berlindung dari segala jerat musuh, supaya pada akhirnya kita melihat pembebasan dari-Nya dan mulut kita kembali memuji nama Tuhan Yang Maha Pelindung. Amin😇🙏🏻

Minta dukungannya Untuk menfollow akun Instagram Milik Mimin yaitu di :

13/03/2021

Renungan Harian Evangelion For Live
Mati Satu Biji, Menghasilkan Banyak Buah
Yohanes 12:20-36

Yohanes 12 adalah narasi tentang orang-orang yang menerima Yesus dan yang menolak Dia. Di antara mereka ada orang-orang Yahudi dan juga orang-orang Yunani.

Ada beberapa orang Yunani datang kepada Filipus-seorang murid Yesus berbangsa Yahudi, namun mempunyai nama Yunani-karena mereka ingin bertemu dengan Yesus (20-21). Merespons kedatangan mereka, Yesus menyatakan bahwa inilah saatnya Anak Manusia dipermuliakan. Kedatangan orang Yunani bagi Yesus menjadi petunjuk bahwa masa pelayanan Yesus kepada bangsa Yahudi sudah berakhir dengan banyak penolakan dan Ia akan diterima oleh bangsa-bangsa bukan Yahudi.

Akan tetapi, sebelum misi kepada bangsa-bangsa dicapai, terlebih dahulu Yesus harus mati. Ia menggambarkan diri-Nya seperti satu biji gandum yang mati di dalam tanah, akan bertumbuh, dan menghasilkan banyak buah. Kematian-Nya adalah bentuk pemuliaan bagi diri-Nya. Bagi orang yang menolak-Nya, kematian yang akan diganjarkan kepada-Nya adalah suatu kehinaan, tetapi di hadapan Allah, itulah saat Bapa memuliakan-Nya. Dan bagi Yesus, kematian yang hina itu akan menjadi cara Allah untuk menarik semua orang datang kepada-Nya.

Siapakah yang akan dapat mendekat kepada Yesus dan dihormati oleh Bapa? Mereka adalah orang-orang yang sama seperti Yesus, yang tidak mencintai nyawanya di dunia ini. Hal yang utama dalam hidup mereka adalah melayani Yesus dan menjadi seperti biji gandum yang mati.

Ini sungguh sebuah tantangan yang harus dipikirkan secara sungguh-sungguh, pola hidup yang dapat dijalani hanya apabila kita berjalan dalam terang dan percaya kepada terang, yaitu Yesus. Bapa telah mempermuliakan Yesus yang rela menggenapi rencana-Nya. Bapa juga akan mempermuliakan kita sebagai anak-anak-Nya apabila kita-dengan tidak memikirkan lagi tentang kenyamanan diri-melayani Yesus dengan sepenuh hati dan berkorban bagi-Nya, serta memberitakan kematian-Nya dan berbuah bagi-Nya. [INK]

Baca Gali Alkitab 2

Yohanes 12:37-43

Apa saja yang dapat menghalangi orang-orang di luar sana untuk percaya kepada Yesus? Bukan hanya mereka, kita yang telah menjadi Kristen sejak lahir pun belum tentu sungguh-sungguh percaya kepada Yesus. Tentu banyak dan bermacam-macam penyebabnya, mulai dari latar belakang pemahaman sampai situasi dan kondisi yang sedang dialami.

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa respons orang-orang setelah melihat mukjizat-mukjizat yang Yesus lakukan? (37)
2. Apa bunyi firman yang pernah disampaikan oleh Nabi Yesaya yang tergenapi saat itu? (38)
3. Menurut Yesaya, siapakah yang telah membuat orang-orang menjadi tidak percaya dan apa yang dilakukan-Nya? (39-40)
4. Mengapa Yesaya mengucapkan perkataan seperti yang terdapat dalam ayat 40? (41)
5. Beberapa orang menjadi percaya, namun tidak berani mengungkapkannya, mengapa demikian? (42-43)

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Siapakah sesungguhnya yang dapat membuat orang menjadi percaya kepada Allah, atau sebaliknya, menjadi tidak percaya?
2. Mengapa Allah menutup mata manusia dan membuat hatinya degil sehingga mereka tidak bisa percaya?
3. Apa yang menjadi penghalang, baik yang ada di dalam maupun di luar diri Anda, untuk percaya kepada Allah?

Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda menyingkirkan penghalang-penghalang yang menghalangi Anda untuk percaya kepada Allah?

Pokok Doa:
Memohon agar diberi keberanian untuk percaya kepada Yesus dan untuk mengakui-Nya di hadapan dunia.
Amin😇🙏🏻

12/03/2021

Andalkan Tuhan Yesus di dalam Segala Bidang

Address

Sekadau

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Evangelion For Live posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share