Katolik Universal

Katolik Universal St. Pacianus berkata: “Kristen adalah nama saya, tetapi Katolik adalah nama belakang saya (my surn Kiril dari Yerusalem

St. Konsili ini menolak Monofisit. H.

Riwayat penggunaan kata "katolik" dalam Gereja
Ignatius dari Antiokhia

Sepucuk surat yang ditulis oleh Ignatius kepada umat Kristiani di Smyrna sekitar tahun 106 adalah bukti tertua yang masih ada mengenai penggunaan istilah Gereja Katolik (Surat kepada jemaat di Smyrna, 8). Gereja Katolik digunakan Ignatius untuk menyebut Gereja universal dalam persekutuan dengan Uskup Roma (Sri Paus). Kaum bida

ah tertentu pada masa itu, yang menyangkal bahwa Yesus adalah insan jasmaniah yang benar-benar menderita sengsara dan wafat, dan justru berkata bahwa "dia hanya tampak seolah-olah menderita sengsara" (Surat kepada jemaat di Smyrna, 2), bukanlah umat Kristiani sejati dalam pandangan Ignatius. Istilah Gereja Katolik juga digunakan dalam Kemartiran Polikarpus pada 155, dan dalam Canon Muratorianus, sekitar 177. Kyril dari Yerusalem (sekitar 315-386) mengimbau orang-orang yang sedang menerima bimbingan iman Kristiani darinya demikian: "Jika kalian berada di dalam kota-kota, jangan hanya bertanya di manakah Rumah Tuhan (karena sekte-sekte profan lainnya juga berusaha menyebut tempat-tempat mereka sendiri Rumah-Rumah Tuhan), jangan juga hanya bertanya di manakah Gereja, tetapi bertanyalah di manakah Gereja Katolik. Karena inilah nama khusus dari Gereja yang Kudus ini, bunda kita semua, yang adalah mempelai dari Tuhan kita Yesus Kristus, Putera Tunggal Allah" (Materi-materi Katekisasi, XVIII, 26). Theodosius I

Istilah Kristen Katolik termuat dalam undang-undang kekaisaran Romawi tatkala Theodosius I, Kaisar Romawi dari 379 sampai 395, mengkhususkan nama tersebut bagi para penganut "agama yang diajarkan kepada orang-orang Romawi oleh Rasul Petrus yang suci, karena agama itu telah terpelihara berkat tradisi yang kuat dan yang kini dianut oleh Pontif (Paus) Damasus dan oleh Petrus, Uskup Aleksandria ...sedangkan bagi orang-orang lain, karena menurut penilaian kami mereka adalah orang-orang gila yang bodoh, kami nyatakan bahwa mereka harus ditandai dengan sebutan nista sebagai kaum bidaah, dan tidak boleh menyebut tempat-tempat pertemuan mereka sebagai gereja-gereja." Undang-undang 27 Februari 380 ini termaktub dalam kitab 16 dari Codex Theodosianus. Undang-undang ini mengukuhkan Kristianitas Katolik sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi. Augustinus dari Hippo

Penggunaan istilah Katolik untuk membedakan Gereja "sejati" dari kelompok-kelompok bidaah juga dilakukan oleh Augustinus yang menulis demikian:

"Dalam Gereja Katolik, ada banyak hal lain yang layak membuat saya tetap berada dalam rahimnya. Kesepahaman orang-orang dan bangsa-bangsa membuat saya bertahan dalam Gereja; begitu p**a otoritasnya, dikukuhkan oleh mukjizat-mukjizat, disuburkan oleh pengharapan, diperbesar oleh kasih, dan diperkokoh oleh usia. Suksesi para imam membuat saya bertahan, mulai dari tahta Rasul Petrus sendiri, yang kepadanya Tuhan, sesudah kebangkitanNya, memberi tugas untuk menggembalakan domba-dombaNya (Jn 21:15-19), turun sampai para uskup yang ada sekarang. "Dan begitulah, akhirnya, dengan nama Katolik, yang, bukan tanpa alasan, di tengah-tengah begitu banyak bidaah, telah dipertahankan Gereja; sehingga, sekalipun semua kaum bidaah ingin disebut umat Katolik, namun bilamana ada orang asing yang bertanya di manakah Gereja katolik berhimpun, tidak satupun bidaah yang sanggup menunjuk kapel atau rumahnya sendiri. "Sebanyak itulah jumlah dan makna ikatan-ikatan mulia yang dimiliki nama Kristiani itu yang menahan seorang beriman agar tetap dalam Gereja Katolik, sebagaimana yang seharusnya ... Dengan kamu, di mana tak ada satu pun hal-hal ini untuk memikat atau menahan saya... Tak seorangpun dapat melepaskan saya dari iman yang mengikat pikiran saya dengan ikatan-ikatan yang begitu banyak dan begitu kuat pada agama Kristiani... Di pihak saya, saya tidak percaya akan injil kecuali digerakkan oleh otoritas Gereja Katolik."
— St. Augustinus (354–430): Melawan Epistola kaum Manikeus yang disebut Fundamental, bab 4: Bukti-bukti iman Katolik. Sejarah singkat gereja Katolik Roma

Awalnya, jemaat Kristen berada di bawah kepemimpinan besar lima daerah, yaitu Yerusalem, Antiokia, Aleksandria, Konstantinopel, dan Roma. Uskup Roma dikenal oleh 5 daerah sebagai "yang pertama", permasalahan dengan doktrin dan prosedur banyak mengambil Roma sebagai mas**an pendapat. Kursi Roma merupakan kursi dari suksesor Santo Petrus yang mendapat julukan "Pangeran Para Rasul" sebagai tanda persatuan Gereja. Perpecahan-perpecahan besar dalam struktur Gereja sebagai lembaga tercatat sebagai berikut:

Perpecahan pertama pada gereja terjadi pada saat Konsili Efesus (431), yang menyatakan status Perawan Maria sebagai Theotokos (Bunda Allah). Kebanyakan yang menolak hasil keputusan ini adalah Kristen Persia, gereja yang sekarang dikenal sebagai Gereja Timur Asiria. Perpecahan berikut terjadi setelah Konsili Khalsedon (451). Umat Kristen yang menolak ini dikenal sebagai Komuni Oriental Ortodoks. Perpecahan besar pertama dalam Gereja Katolik terjadi pada abad 11. Masalah perbedaan doktrin tentang rumusan Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel (lihat filioque). Gereja Katolik pun terbagi menjadi dua, yaitu "Barat" dan "Timur". Inggris, Perancis, Roma dan negara-negara Skandinavia termasuk Gereja "Barat" (Gereja Katolik Roma). Sedangkan Yunani, Rusia, Suriah, Mesir termasuk dalam Gereja "Timur" (Gereja Ortodoks Timur). Perpecahan ini dikenal sebagai Skisma Timur-Barat. Perpecahan terbesar dalam Gereja Katolik Roma terjadi pada abad ke-16 dengan adanya Reformasi Protestan yang melahirkan gereja-gereja Protestan. Perpecahan terakhir terjadi ketika Raja Henry VIII dari Inggris memisahkan seluruh gereja-gereja di kerajaannya dari persekutuan dengan Paus karena permintaannya untuk menikah kedua kalinya sementara istri pertamanya masih hidup ditolak. Kelompok gereja inilah yang dikenal sebagai Gereja Anglikan Inggris. Seluruh grup di atas kecuali Protestan masih menyebut persekutuan mereka sebagai Katolik. Dewasa ini, semakin banyak Gereja-Gereja Timur yang kembali ke dalam persekutuan penuh dengan Roma, namun dengan tetap mempertahankan tata cara beribadah mereka. Kelompok ini dikenal dengan sebutan Gereja Katolik Ritus Timur atau Gereja Katolik Timur. Gereja Katolik Roma

Secara umum, sebutan Gereja Katolik merujuk pada Gereja Katolik Roma. Kata Roma diatributkan pada Gereja ini karena Gereja Katolik mengimani Paus yang berkedudukan di kota Roma, Italia sebagai kepala gereja yang kelihatan, wakil Yesus Kristus di bumi, yang merupakan kepala utama gereja yang tak kelihatan. Paus adalah penerus Petrus turun temurun yang tidak terputuskan. Menurut tradisi gereja, Petrus menjadi uskup Roma dan menjadi martir di sana. Gereja Katolik dengan penambahan kata Roma sendiri sebenarnya tidak pernah menjadi nama resmi yang digunakan oleh Gereja Katolik. Sakramen

Gereja Katolik mengajarkan bahwa Yesus Kristus menginstitusikan tujuh sakramen, tidak lebih dan tidak kurang, baik menurut Kitab Suci maupun Tradisi Suci dan sejarah Gereja. Adapun sakramen yang diakui oleh Gereja Katolik Roma sebagai berikut:

Baptis
Pengakuan dosa
Ekaristi
Penguatan/Krisma
Imamat
Pernikahan
Pengurapan orang sakit

Dalam ajaran Katolik, sakramen adalah berkat penyelamatan khusus yang oleh Yesus Kristus diwariskan kepada gereja. Santo Agustinus menyebut sakramen sebagai "tanda kelihatan dari rahmat Allah yang tidak kelihatan". Katolik di Indonesia

Penyebaran agama Katolik sudah dimulai sejak kedatangan Portugis di Indonesia yang dilakukan oleh beberapa misionaris pada abad ke-16 dan abad ke-17 di bagian timur seperti di Maluku dan Flores, NTT. Agama katolik baru memasuki tanah Jawa pada masa pemerintahan Herman Willem Daendels di Batavia awal abad-19 dengan didirikan gereja pertama di sana pada tahun 1807 dan disertai dengan diakuinya oleh Vatikan. Pada tahun 2010, 6.907.873 orang (2.9%) dari total penduduk Indonesia sebanyak 237.641.326 orang, beragama Katolik. Sumber-sumber

^ (cf. Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon)
^ F.L. Cross, Oxford Dictionary of the Christian Church, 1977:175.
^ Christliche Religion, Oskar Simmel Rudolf Stählin, 1960, 150
^ J. Srawley (1900). "Ignatius Epistle to the Smyrnaeans". Diakses 2007-06-24.
^ "Seperti yang diyakini orang-orang tertentu, bahwa Dia hanya tampak seolah-olah menderita sengsara, sebagaimana mereka sendiri hanya tampak seolah-olah umat Kristiani". Ignatius menulis bahwa para juru bidaah tersebut tidak percaya akan realitas jasmani Kristus, yang sungguh-sungguh menderita sengsara dan yang dibangkitkan kembali: "Mereka tidak mengakui Ekaristi sebagai tubuh Penyelamat kita Yesus Kristus, yang menderita sengsara karena dosa-dosa kita, dan yang oleh Bapa, karena kebaikan-Nya, dibangkitkan kembali" (Surat kepada jemaat di Smyrna, 7) dan menyebut mereka "binatang dalam rupa manusia, yang bukan saja tidak boleh kamu terima, melainkan juga, jika mungkin, bahkan tidak boleh kamu temui" (Surat kepada Jemaat di Smyrna, 4).
^ "Catechetical Lecture 18 (Ezekiel # # )". Trinity Consulting. Diakses 2007-06-24.
^ Paul Halsall (June 1997). "Banning of Other Religions Theodosian Code XVI.i.2". Internet Medieval Sourcebook. Diakses 2007-06-24.
^ Augustine of Hippo (397). "Against the Epistle of Manichaeus called Fundamental". Christian Classics Ethereal Library. Diakses 2007-06-24.
^ Optatus of Mileve, The Schism of Donatists, 2:2-3 (c.A.D. 367), in GCC,55 , "You cannot deny that you know that in the city of Rome the Chair was first conferred on Peter, in which the prince of all the Apostles, Peter,sat ... in which Chair unity should be preserved by all, so that he should now be a schismatic and a sinner who should set up another Chair against that unique one."
^ http://www.jesuschristsavior.net/Sacraments.html
^ http://www.ewtn.com/library/PAPALDOC/JP2SEVEN.HTM
^ http://www.stjohnadulted.org/The08.doc

Mariah Carey says she isn’t the real “Queen of Christmas”—that title belongs to the Blessed Virgin Mary, the Mother of J...
04/12/2025

Mariah Carey says she isn’t the real “Queen of Christmas”—that title belongs to the Blessed Virgin Mary, the Mother of Jesus. ¡AT!

BERITA DUKA DARI BENGKULUInformasi dari Bengkulu:Selama ini tidak ada keluhan sakit dari Pater Fritz. Sebelum Natal Pate...
13/01/2025

BERITA DUKA DARI BENGKULU

Informasi dari Bengkulu:
Selama ini tidak ada keluhan sakit dari Pater Fritz. Sebelum Natal Pater Fritz pernah demam.

Kemarin minggu p**ang misa dari Stasi dan sampai pastoran jam 21.15. Lalu masih duduk rekreasi. Semua masih normal dan gembira, tidak ada tanda apa pun. Jam 23.30 Pater Octo dan Frater Beri masuk kamar. Pater Fritz bersama teman yang lain masih lanjut cerita.

Tanggal 13 Januari 2025, Pater Octo keluar dari kamar jam 05.30, dan berpikir Pater Fritz masih tidur.

Jam 07.00, karyawati datang, dari kejauhan mereka lihat ada orang yang tidur di kamar mandi di luar: ternyata karyawan lihat Pater Fritz yang pake Sarung di lantai kamar mandi.

Karyawati teriak histeris, dan Octa keluar dan lihat Pater Fritz sudah biru dan tidak ada napas lagi.

Ambulans datang jemput, Pater Fritz langsung dibawah ke rumah sakit dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Menurut dokter di Rumah Sakit: Pater Fritz meninggal karena Serangan Jantung!

Mohon setiap komunitas mempersembahkan misa untuk keselamatan konfrater kita. Tuhan berilah dia istirahat kekal dan cahaya abadi menyinari konfrater kami.

Cek di instagram update https://www.instagram.com/p/DEwJzaxzDph/?igsh=MXUzN3FraHp3emcyYg==

Like and Share page Kristen Katolik
21/08/2021

Like and Share page Kristen Katolik

Saint of The Day
Santo Pius X (Paus ke 257)

Pius X adalah paus kita yang ke-257. Ia dilahirkan pada tahun 1835 di Riese, Italia dan diberi nama Giuseppe Sarto. Guiseppe (Yosef) adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Dalam keluarga, ia biasa dipanggil dengan nama kesayangan "Beppi". Ayahnya seorang pegawai pos. Papa dan mama Sarto mengajarkan cinta kasih kepada Yesus dan Gereja-Nya kepada kedelapan anak mereka melalui teladan cinta kasih dalam rumah mereka.

Melebihi segalanya, Giuseppe ingin menyerahkan hidupnya untuk membawa banyak orang ke surga. Ia rindu menjadi seorang imam. Dan untuk itu, ia dan keluarganya harus banyak berkorban agar ia dapat bersekolah di seminari. Itu bukan masalah baginya. Ia bahkan biasa berjalan bermil-mil jauhnya dengan kaki telanjang ke sekolah agar sepatunya yang satu-satunya itu jangan sampai rusak. Ketika usianya 23 tahun, Giuseppe ditabhiskan menjadi seorang imam.

Don Sarto (sapaan orang Italia kepada para imam) berkarya di paroki-paroki miskin selama tujuhbelas tahun. Semua orang mengasihinya. Don Sarto biasa memberikan segala yang ia miliki demi membantu mereka yang membutuhkan. Seringkali saudarinya harus menyembunyikan sebagian pakaiannya agar jangan sampai Don Sarto tidak mempunyai pakaian untuk dikenakan. Bahkan setelah ia diangkat menjadi Uskup kota Mantua dan kemudian diangkat lagi menjadi Kardinal, ia masih s**a membagi-bagikan apa yang ia miliki kepada mereka yang berkekurangan. Ia bahkan tidak menyimpan apa-apa bagi dirinya sendiri.

Ketika Paus Leo XIII wafat pada tahun 1903, Kardinal Sarto diangkat menjadi paus. Ia memilih nama Pius X. Ketika Mama Sarto datang mengunjunginya di Vatican, Paus menunjukkan kepada ibunya cincin kepausannya. Mama Sarto berkata, "Kamu tidak akan mengenakan cincin itu hari ini, jika aku tidak terlebih dahulu mengenakan cincin ini.." sambil menunjukkan cincin perkawinannya.

Secara istimewa Paus Pius X dikenang karena kasihnya yang berkobar-kobar kepada Ekaristi Kudus. Bapa Suci mendorong semua orang untuk menyambut Yesus sesering mungkin, bahkan tiap hari! Ia juga menetapkan ketentuan yang mengijinkan anak-anak menyambut Komuni Kudus juga. Sebelumnya, anak-anak harus menunggu hingga usia 12-14 tahun untuk dapat menyambut Tuhan. Paus yakin bahwa Komuni Kudus memberi kekuatan yang diperlukan untuk melakukan segala sesuatu demi kasih kepada Yesus!

Paus Pius X percaya teguh dan amat mencintai iman Katolik. Ia menghendaki setiap orang Katolik mengenal dan mencintai keindahan kebenaran ajaran iman Katolik. Ia amat peduli pada tiap-tiap orang, mengenai kebutuhan rohani maupun kebutuhan jasmaninya. Ia mendorong para imam dan para katekis membantu orang banyak mengenal iman mereka. Paus mengerahkan banyak upaya untuk memperbaharui liturgi. Sepanjang hidupnya ia tertarik pada musik-musik sakral dan mendorong digunakannya Lagu-lagu Gregorian di setiap paroki.

Namun demikian, ia menjelaskan bahwa ia beranggapan usaha untuk menggantikan segala bentuk musik Gereja lainnya dengan Lagu Gregorian tidaklah dikehendaki. Ia mendorong digunakannya juga komposisi modern dalam liturgi, selama komposisi modern ini memenuhi standard musik liturgi Gereja. Paus Pius X juga merevisi Ibadat Harian Gereja.

Ketika pecah Perang Dunia I, Paus merasa amat menderita. Ia tahu bahwa akan ada banyak orang terbunuh. Ia mengatakan, "Aku akan dengan senang hati menyerahkan nyawaku demi menyelamatkan anak-anakku yang malang dari penderitaan yang mengerikan ini."

Paus Pius X wafat pada tanggal 20 Agustus 1914. Dalam surat wasiatnya ia menulis, "Saya dilahirkan miskin, saya hidup miskin, saya berharap mati miskin." Paus Pius X dikanonisasi oleh Paus Pius XII pada tahun 1954. Pestanya dirayakan setiap tanggal 21 Agustus.

Sumber: katakombe.org ; luxveritatis7.wordpress.com

♡ Valentine ✞

Selamat pagi teman2, kemarin telah terjadi peretasan page Kristen Katolik oleh pihak yg tidak bertanggung jawab.AT selak...
21/08/2021

Selamat pagi teman2, kemarin telah terjadi peretasan page Kristen Katolik oleh pihak yg tidak bertanggung jawab.

AT selaku owner page sudah berusaha claim/ mengambil alih kembali page tsb namun gagal.

Owner dan kami para admin sudah dikick sehingga tidak bisa mengendalikan lagi.

Dengan ini kami menyerah dan memutuskan untuk membuat page yang baru.

Namun yang menjadi persoalan, tadi pagi masih terlihat aktivitas di story sedangkan hacker tidak mengubah nama dan icon yang membawa Kristen Katolik sebagai identitas kita.

Dengan ini kami mohon partisipasi teman2 untuk bersedia ikut melaporkan page ini 🙏🏻
Semoga usaha mereport massal bisa membuat page ini di banned dan ditutup permanen oleh facebook.

Langkah2 pelaporan sebagai berikut.

Page satu: Klik link menuju page Kristen Katolik 👇 https://www.facebook.com/KATOLIK.itu.Universal/

Page kedua: klik link menuju page Bangga Menjadi Katolik 👇
https://www.facebook.com/BANGGA.MENJADI.KATOLIK/

Kemudian seperti yang tertera pada gambar:

1. Klik menu titik tiga di bawah tombol like atau 👍

2. Klik "Cari dukungan atau laporkan Halaman"

3. Pilih opsi alasan pelaporan : "Penipuan dan Halaman Palsu" > "Subjek Halaman ini berubah"

4. Laporkan dan lanjutkan dengan unlike/blokir. Selesai.

Perlu diperhatikan alasan pelaporan harus sama agar peluang ditindaklanjuti segera dilakukan facebook.

Mohon bantuan untuk meneruskan pesan ini agar semakin banyak yg ikut mereport ya.

Terimakasih untuk partisipasi teman2 semua. Damai Kristus. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

04/04/2021

*INSPIRASI PAGI*
Mengalami Yesus yang Bangkit
Senin, 5 April 2021 – Hari Senin dalam Oktaf Paskah

Matius 28:8-15

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan s**acita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

***

Bacaan Kitab Suci hari ini berisi tentang perjumpaan dua orang perempuan dengan Yesus yang bangkit (bacaan Injil, Mat. 28:8-15), dan bagaimana Petrus dengan berani tampil di depan umum untuk mewartakan siapakah Yesus Kristus itu (bacaan pertama, Kis. 2:14, 22-32).

Pada hari Pentakosta, Petrus tampil di depan orang banyak. Ia meringkas seluruh perjalanan hidup Yesus Kristus selama di dunia. Dengan terus terang dan penuh semangat, Petrus menjelaskan tentang karya-karya Yesus, hingga saat kematian dan kebangkitan-Nya. Petrus bersaksi dan mewartakan Kristus yang bangkit dengan sungguh-sungguh, dengan penuh keberanian, dan dengan keyakinan diri yang sangat kokoh.

Keberanian dan kepercayaan diri yang kokoh terlihat juga dalam bacaan Injil hari ini. Maria Magdalena dan Maria yang lain sebelumnya datang ke makam Yesus dengan perasaan sedih. Sikap itu berubah secara total, di mana mereka kemudian menjadi pribadi-pribadi yang penuh s**acita dan berani untuk mewartakan kebangkitan Kristus kepada murid-murid yang lain. Ini terjadi karena mereka dijumpai secara langsung oleh Yesus yang bangkit. Pengalaman perjumpaan sungguh merupakan pengalaman yang mengubah. Dari orang-orang yang ketakutan, putus asa, dan tak berpengharapan, mereka berubah menjadi saksi-saksi yang gigih dan berani.

Perayaan Paskah sesungguhnya merupakan perayaan perjumpaan dengan Kristus yang bangkit. Umat beriman diajak untuk menghidupi dan merasakan secara lebih dekat bagaimana rasanya berjumpa dengan Dia yang bangkit. Hanya dengan itu, orang bisa beralih dari cara hidup yang lama menuju cara hidup yang baru. Menjadi saksi kebangkitan Tuhan hanya bisa sungguh dihidupi jika orang sungguh merasakan secara mendalam pengalaman perjumpaan dengan Dia yang menderita dan bangkit dalam peristiwa Paskah. Merayakan Paskah berarti merayakan pengalaman konkret kebangkitan Kristus dengan seluruh jiwa dan raga kita. Perayaan ini harus menjadi dasar, sekaligus api yang mengobarkan semangat kesaksian kita.

*Timoteus Ata Leu Ehaq MSC* (Pengajar Filsafat di Seminari STF Pineleng, Manado)

04/04/2021

*MADAH HARIAN PAGI (Senin, 5 April 2021)*

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengadu kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

DOA
Allah, sumber kehidupan, Engkau selalu menambah umat-Mu dengan anggota baru. Semoga kami, hamba-hamba-Mu ini, hidup sesuai dengan sakramen pembaptisan yang telah kami terima dalam iman. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

03/04/2021

*MADAH HARIAN PAGI (Minggu, 4 April 2021 - Hari Raya Paskah)*

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengadu kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

DOA
Allah, pemberi hidup, Engkau membukakan kami pintu kehidupan abadi karena kemenangan Putera-Mu atas maut. Kebangkitan-Nya kami rayakan hari ini. Semoga kami diperbaharui oleh Roh-Mu dan bangkit dalam terang kehidupan. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

03/04/2021

🌟DoaPagi🌟
04.04.2021 - Luk 24:13-35
Bapa, kisah Injil hari ini penuh makna bagi mereka yang ingin lebih dalam memahami Yesus.

Yang pertama yang sebaiknya diingat tentang Yesus ialah kesiapsediaan-Nya sebagai Guru bagi mereka yang mau menangkap arti nubuat-mubuat Perjanjian Lama tentang Mesias. Nubuat-nubuaut itu dengan jelas berbicara tentang penderiaan yang harus ditanggung oleh Yesus. Buat apa? Supaya Ia dicari sebagai yang hidup. Jangan lagi mencari-Nya sebagai orang mati. Yesus datang ke bumi bukan terutama untuk mati, melainkan untuk menghidupkan orang-orang mati lewat kebangkitan-Nya.

Kedua, berita tentang Yesus yang sudah bangkit, sudah diketahui oleh beberapa perempuan yang telah mengunjungi makan-Nya! Tetapi, apa yang terjadi? Para perempuan itu tidak dipercayai. Para rasul yang berkumpul di Yerusalm menganggap berita para perempuan itu sebagai hal yang tidak masuk di akal. Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus lebih percaya pada beberapa perempuan yang selalu mengasihi-Nya daripada pada rasul-rasul yang sungguh sibuk dengan argumentasi tanpa usaha menemukan Yesus yang bukan sekali saja menunjukkan kuasa ilahi-Nya.

Yang ketiga, Petrus, pimpinan komunitas murid Yesus, adalah satu-satunya yang mengecek kebenaran berita para perempuan. Tetapi, dia begitu kaget, sehingga enggan bercerita lebih jauh tentang apa yang dia saksikan di makam Yesus.

Yang keempat, adalah pertemuan Yesus dengan dua murid yang sedang menuju kota Emais. Mereka sudah tahu bahwa Yesus bangkit dari mati. Tetapi, mereka pun tidak menerimanya sebagai kenyataan. Namun, Yesus menolong mereka untuk paham melalui tidakan dan kata yang mengingatkan Ekaristi kudus.

Yang kelima, mungkin paling penting untuk diingat: kedua murid itu, langsung pada malam itu, p**ang ke Yerusalem. Mereka tidak mau menyimpan berita s**acita itu buat mereka sendiri. Dua murid Yesus bukan rasul, tetapi mereka segera kembali ke Yerusalem, tempat berkumpulnya para rasul. Gereja sejati bukan hirarki saja tetapi semua orang yang telah menerima Yesus sebagai satu-satunya Andalan-Nya.

Bapa, sudilah melengkapi kekurangan refleksi dan doa ini. Engkau Mahabaik. Selalu ingat kami yang lemah. Amin.
🌿Stefan Leks🌿

30/03/2021

*INSPIRASI PAGI*
Dipanggil untuk Bertanggung Jawab
Rabu, 31 Maret 2021 – Hari Rabu dalam Pekan Suci

Matius 26:14-25

Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?” Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

***

“Bukan aku, ya Tuhan?” Ungkapan ini disampaikan oleh para murid ketika Yesus berkata bahwa di antara mereka ada seorang yang akan mengkhianati-Nya. Kita ketahui kemudian bahwa orang itu ternyata adalah Yudas. Dalam refleksi menjelang Tri Hari Suci, saya ingin mengajak kita semua untuk merenungkan ungkapan tersebut, “Bukan aku, ya Tuhan?”

Meski Yudas bertanggung jawab atas pengkhianatannya terhadap Yesus, saya tidak ingin menghakimi Yudas. Saya ingin kita masing-masing mengucapkan sendiri perkataan tersebut, “Bukan aku, ya Tuhan?” Bayangkan berbagai peristiwa yang kita alami akhir-akhir ini: Pandemi Covid-19, bencana alam, kerusakan lingkungan, dan berbagai peristiwa lain. Tuhan memandang dengan sedih keadaan dunia, lalu memandang kita, dan kita menjawab, “Bukan aku, ya Tuhan?”

Ketika saya mengucapkan kalimat tersebut, saya malu. Rasanya saya “cuci tangan” atas segala keadaan dunia yang rusak dan berantakan. Meskipun bukan saya yang menyebabkan munculnya virus corona, sudahkah saya memperhatikan protokol kesehatan agar saya menjaga diri saya sendiri dan orang-orang di sekitar saya? Sudahkah saya berperan aktif untuk mengurangi risiko penularan Covid-19?

Kita tidak bisa berkata, “Bukan aku, ya Tuhan?”, sebab kita harus bertanggung jawab atas berbagai hal yang terjadi di sekitar kita. Kita tidak bisa “cuci tangan” seolah-olah kita tidak terlibat, seolah-olah kita bersih. Mengembangkan sikap tanggung jawab hendaknya menjadi keutamaan yang perlu kita sadari dan kita usahakan.

Bertanggung jawab berarti mau repot dan bersedia turun tangan. Yesus ingin kita menjadi pribadi-pribadi yang bertanggung jawab. Kita tidak perlu berkata “Bukan aku, ya Tuhan?” Sebaliknya, baiklah kita tanggap untuk membantu Tuhan dalam menghadirkan kebaikan di sekitar kita.

*Ernest Justin SJ* (Staf Pusat Pastoral Yogyakarta)

30/03/2021

🌟DoaPagi🌟
31.03.2021 - Mat 26:14-25
Bapa, Yudas Iskariot pergi sendiri kepada imam-imam kepala Yahudi sambil bertanya apa yang akan mereka beri kepadanya sebagai upah atas kesediaannya menyerahkan Yesus.

Mereka langsung beri kepadanya 120 dinar, yang senilai upah seorang buruh selama empat bulan. Mulai saat itu, Yudas mencari kesempatan terbaik untuk mewujudkan rencananya.

Bapa, transaksi menyedihkan ini terjadi beberapa hari menjelang Hari Raya Paskah. Pada waktu itu, kota Yerusalem ramai dikunjungi para peziarah yang datang dari segala penjuru dunia. Jadi, ada banyak orang yang siap berdoa, memuji-muji Allah Israel, berpesta istimewa, tetapi ada p**a seorang murid Yesus yang memikirkan pengkhianatan.

Sementara ini, murid-murid Yesus yang lain -seturut petunjuk Yesus- sedang pergi ke kota, menghubungi seorang bapak yang sudah dikenal, sambil berkata, “Kata Guru, saat-Ku hampir tiba; di rumahmu Aku ingin merayakan Paskah bersama dengan murid-murid-Ku!” Malamnya semuanya siap. Malam itulah kini dikenal sebagai malam perjamuan terakhir Yesus bersama para murid-Nya.

Di saat yang demikian khusyuk, Yesus bersabda, “Sungguh Aku berkata kepadamu, salah seorang dari antara kamu akan menyerahkan Aku.” Murid-murid Yesus sangat sedih mendengarnya. Mereka masing-masing bertanya, “Kiranya bukan aku, ya Tuhan!?” Mereka sedih, tetapi apakah mereka sungguh paham sabda Yesus ini?

Bagaimana mereka mengartikannya? Sebab orang yang tak berminat mengkhianati, lebih-lebih yang tak pernah memikirkan kemungkinan seburuk ini, kiranya tidak begitu saja bisa membayangkan cara dan akibatnya!

Bapa, mengapa Yesus begitu berterus terang? Apakah Ia mau menyadarkan murid-murid-Nya supaya mereka selalu waspada? Ataukah Ia begitu menghargai kejujuran? Bukankah Ia pernah bersabda, “Tidak ada yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui!?” (Luk 12:2dst)

Ya! Dosa selalu s**a disembunyikan padahal kebiasaan menyembunyikan dosa dan menyimpannya dalam hati dapat menyebabkan penyakit jiwa yang paling parah. Termasuk dosa mengkhianati Yesus!

Sehari sebelum disalibkan, Yesus teguh berpegang pada sabda-Nya! Lebih baik mengejutkan orang, bahkan malu luar biasa daripada menyimpan dosa di hati yang jijik dengan baunya. Lebih baik segera meninggalkan hidup sebagai pemboros harta Bapa dan p**ang kepada-Nya daripada tetap mengurusi yang najis.

Bapa, di tengah perjamuan malam terakhir bersama para murid-Nya, Yesus mengucapkan kata kebenaran. Ia bukan hanya beri tahukan akan terjadi pengkhianatan! Ia malah membenarkan bahwa Yudaslah pengkhianat itu. Pada saat Yudas bertanya, “Bukan aku, ya Rabi!?” Yesus langsung menjawab, “Engkau telah mengatakannya!” Hanya Yudas menyapa Yesus “Rabi”. Murid-murid lain menyapa Yesus, “Tuhan”.

Bapa, inilah kisah paling menyedihkan... Sahabat berbalik menjadi bukan musuh saja melainkan malah pengkhianat. Bapa, kami semua rapuh, dan Engkau sering memandang kami sambil melihat betapa kami ‘main peranan orang gagah dan kuat’. Bapa, ampunilah kami. Buatlah kami selalu mengandalkan-Mu, hingga napas terakhir. Amin.
🌿Stefan Leks🌿

30/03/2021

*MADAH HARIAN PAGI (Rabu, 31 Maret 2021)*

Salib suci nan mulia
Kayu paling utama
Tiada yang menandingi
Daun bunga buahnya

Kayu paku bahagia
Memangku pangkal hidup
Pohon bungkukkan dahanmu
Lemaskanlah uratmu

Lembutkanlah juga kerasmu
Yang jadi bawaanmu
Sediakan batang empuk
Bagi tubuh rajamu.

Engkaulah kayu yang pantas.
Mentahtakan penebus
Menyajikan tempat labuh
Bagai bumi yang karam

Berhias darah suci
Anak domba sejati.
Terpuji terhormatilah
Allah mahakuasa

Bapa bersama putera
Dan Roh Kudus penghibur
Yang jaya bertakhta mulia
Selalu selamanya. Amin.

DOA
Tuhan yang maha bijaksana, menurut rencana-Mu Putra-Mu menanggung derita di kayu salib untuk mematahkan kuasa musuh kami. Semoga kami, hamba-hamba-Mu, Kauanugerahi kurnia kebangkitan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Address

Gereja Olilit
Saumlaki
97664

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Katolik Universal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share