Bangga Menjadi Katolik

Bangga Menjadi Katolik Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu . Jadikanlah semua bangsa muridku (Yoh 20:21; Mat 28:19).

The loaves and fishes will multiply...
17/04/2026

The loaves and fishes will multiply...

04/07/2025

Anak Domba Allah
VOC. Vincenzo Singers

¡AT!

Like and share page Kristen Katolik 🙏🏻
21/08/2021

Like and share page Kristen Katolik 🙏🏻

Saint of The Day
Santo Pius X (Paus ke 257)

Pius X adalah paus kita yang ke-257. Ia dilahirkan pada tahun 1835 di Riese, Italia dan diberi nama Giuseppe Sarto. Guiseppe (Yosef) adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Dalam keluarga, ia biasa dipanggil dengan nama kesayangan "Beppi". Ayahnya seorang pegawai pos. Papa dan mama Sarto mengajarkan cinta kasih kepada Yesus dan Gereja-Nya kepada kedelapan anak mereka melalui teladan cinta kasih dalam rumah mereka.

Melebihi segalanya, Giuseppe ingin menyerahkan hidupnya untuk membawa banyak orang ke surga. Ia rindu menjadi seorang imam. Dan untuk itu, ia dan keluarganya harus banyak berkorban agar ia dapat bersekolah di seminari. Itu bukan masalah baginya. Ia bahkan biasa berjalan bermil-mil jauhnya dengan kaki telanjang ke sekolah agar sepatunya yang satu-satunya itu jangan sampai rusak. Ketika usianya 23 tahun, Giuseppe ditabhiskan menjadi seorang imam.

Don Sarto (sapaan orang Italia kepada para imam) berkarya di paroki-paroki miskin selama tujuhbelas tahun. Semua orang mengasihinya. Don Sarto biasa memberikan segala yang ia miliki demi membantu mereka yang membutuhkan. Seringkali saudarinya harus menyembunyikan sebagian pakaiannya agar jangan sampai Don Sarto tidak mempunyai pakaian untuk dikenakan. Bahkan setelah ia diangkat menjadi Uskup kota Mantua dan kemudian diangkat lagi menjadi Kardinal, ia masih s**a membagi-bagikan apa yang ia miliki kepada mereka yang berkekurangan. Ia bahkan tidak menyimpan apa-apa bagi dirinya sendiri.

Ketika Paus Leo XIII wafat pada tahun 1903, Kardinal Sarto diangkat menjadi paus. Ia memilih nama Pius X. Ketika Mama Sarto datang mengunjunginya di Vatican, Paus menunjukkan kepada ibunya cincin kepausannya. Mama Sarto berkata, "Kamu tidak akan mengenakan cincin itu hari ini, jika aku tidak terlebih dahulu mengenakan cincin ini.." sambil menunjukkan cincin perkawinannya.

Secara istimewa Paus Pius X dikenang karena kasihnya yang berkobar-kobar kepada Ekaristi Kudus. Bapa Suci mendorong semua orang untuk menyambut Yesus sesering mungkin, bahkan tiap hari! Ia juga menetapkan ketentuan yang mengijinkan anak-anak menyambut Komuni Kudus juga. Sebelumnya, anak-anak harus menunggu hingga usia 12-14 tahun untuk dapat menyambut Tuhan. Paus yakin bahwa Komuni Kudus memberi kekuatan yang diperlukan untuk melakukan segala sesuatu demi kasih kepada Yesus!

Paus Pius X percaya teguh dan amat mencintai iman Katolik. Ia menghendaki setiap orang Katolik mengenal dan mencintai keindahan kebenaran ajaran iman Katolik. Ia amat peduli pada tiap-tiap orang, mengenai kebutuhan rohani maupun kebutuhan jasmaninya. Ia mendorong para imam dan para katekis membantu orang banyak mengenal iman mereka. Paus mengerahkan banyak upaya untuk memperbaharui liturgi. Sepanjang hidupnya ia tertarik pada musik-musik sakral dan mendorong digunakannya Lagu-lagu Gregorian di setiap paroki.

Namun demikian, ia menjelaskan bahwa ia beranggapan usaha untuk menggantikan segala bentuk musik Gereja lainnya dengan Lagu Gregorian tidaklah dikehendaki. Ia mendorong digunakannya juga komposisi modern dalam liturgi, selama komposisi modern ini memenuhi standard musik liturgi Gereja. Paus Pius X juga merevisi Ibadat Harian Gereja.

Ketika pecah Perang Dunia I, Paus merasa amat menderita. Ia tahu bahwa akan ada banyak orang terbunuh. Ia mengatakan, "Aku akan dengan senang hati menyerahkan nyawaku demi menyelamatkan anak-anakku yang malang dari penderitaan yang mengerikan ini."

Paus Pius X wafat pada tanggal 20 Agustus 1914. Dalam surat wasiatnya ia menulis, "Saya dilahirkan miskin, saya hidup miskin, saya berharap mati miskin." Paus Pius X dikanonisasi oleh Paus Pius XII pada tahun 1954. Pestanya dirayakan setiap tanggal 21 Agustus.

Sumber: katakombe.org ; luxveritatis7.wordpress.com

♡ Valentine ✞

EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISERabu, 27 Januari 2021Bac. I, Ibr. 10 : 11 - 18Injil, Mrk. 4 : 1 - 20Pekan Biasa ...
26/01/2021

EMBUN ROHANI PAGI dari Kota AMBON MANISE
Rabu, 27 Januari 2021
Bac. I, Ibr. 10 : 11 - 18
Injil, Mrk. 4 : 1 - 20
Pekan Biasa III

Linknya: *https://youtu.be/kDDTllFhAl4*

JAGALAH YESUS DI DALAM HATIMU

" _Firman itu adalah Yesus. Maka sesaat ketika engkau membaca dan mendengar Firman serta meresapkannya di dalam hatimu, maka saat itulah engkau telah mengizinkan Yesus masuk dan tinggal di dalam hatimu_ ."

Dalam Injil hari ini Yesus berbicara tentang penabur, benih, tanah yang menerimanya dan musuh-musuh dari benih tersebut. Intinya, saat Anda memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat maka saat itulah Yesus telah masuk dan tinggal di dalam hatimu. Maka tugas kita adalah menjaga agar Yesus tetap betah tinggal di dalam hati dan jiwa kita.

Hari ini kita diingatkan akan beberapa hal penting yakni;

1) Yesuslah yang berinisiatif untuk datang dan tinggal di dalam hati kita bukan karena hebat atau kudusnya kita, melainkan karena Ia ingin agar Dia menjadi milik kita sehingga keselamatan mendatangi kita;

2) Adalah tugas kita untuk menjaga agar Yesus tetap tinggal di dalam hati dan jiwa kita;

3) Kita harus tetap berjaga karena ada banyak musuh yang ingin memisahkan kita dari Yesus.

Akhirnya bila sabda-Nya saja adalah Diri-Nya maka apalagi sesaat ketika engkau menerima Tubuh dan Darah-Nya dalam Misa Kudus? Dia sendiri mendatangimu dan tinggal di dalam hati dan jiwamu.

Selamat beraktivitas untuk para sahabat

Salam, doa dan berkat Tuhan tercurah
Bapa, Putra dan Roh Kudus untukmu, kawan. Amin

( Romo Inno Ngutra _alias_ Rinnong - Duc in Altum )

Video dari INNO NGUTRA

25/01/2021

*INSPIRASI PAGI*
Menghadirkan Shalom bagi Semua Orang
Selasa, 26 Januari 2021 – Peringatan Wajib Santo Timotius dan Titus

Lukas 10:1-9

Kemudian dari itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.”

***

Injil Lukas adalah “Injil Pewartaan”. Dalam Injil yang ditulisnya, Lukas amat menekankan sabda dan pewartaan Tuhan. Injil hari ini dengan bagus memperlihatkan pola misi dan pewartaan para murid.

Pertama, tujuh puluh murid diutus berdua-dua. Mereka adalah kelompok murid lain di luar kedua belas pengikut terdekat Yesus. Angka tujuh puluh bisa saja nyata, tetapi bisa juga simbol yang menunjuk pada banyaknya misionaris dalam jemaat perdana, zaman Lukas. Mengacu pada Kej. 10, angka tujuh puluh sesuai dengan jumlah suku bangsa di dunia. Jadi, misi dan pewartaan para murid ditujukan kepada segenap bangsa, di setiap rumah maupun kota. Misi itu dijalankan secara bersa

24/01/2021

*INSPIRASI PAGI*
Pertobatan dan Pengutusan Paulus
Senin, 25 Januari 2021 – Pesta Bertobatnya Santo Paulus

Kisah Para Rasul 9:1-22

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa darinya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.

Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat.” Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!” Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.” Tetap

22/01/2021

*INSPIRASI PAGI*
Berani Mengambil Keputusan
Sabtu, 23 Januari 2021 – Hari Biasa Pekan II

Markus 3:20-21

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun p**a, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

***

Seorang teman menceritakan bahwa keluarganya menentang keputusannya untuk hidup membiara. Mereka pernah datang ke biara untuk menjemputnya p**ang. Namun, ia berteguh hati untuk tetap tinggal di situ. Ia bersikap demikian karena meyakini bahwa hidup membiara adalah panggilannya. Syukur kepada Allah, ia masih setia sampai saat ini.

Keluarga Yesus menganggap Yesus sudah tidak waras lagi dan hendak menjemput-Nya p**ang. Hal ini tidak lepas dari sepak terjang Yesus di muka publik. Ia melakukan banyak mukjizat, berdebat dengan pemuka-pemuka Yahudi, dan mengajar dengan penuh kuasa. Tindakan-tindakan-Nya itu membuat gempar dan menjadi perbincangan hangat di mana-mana. Kabar tersebut sampai kepada keluarga-Nya dan mereka menilainya sebagai sesuatu yang tidak wajar. Itulah risiko yang harus diambil Yesus karena pewartaan-Nya. Ia tidak takut dengan penilaian semacam itu dan tetap melanjutkan karya-karya-Nya.

Teladan Yesus itu perlu kita ikuti. Kita perlu berani mengambil risiko dalam pekerjaan, terutama dalam melakukan hal-hal yang baik dan benar. Tentu sebelumnya, kita harus yakin dan mempertimbangkan secara matang atas setiap pilihan yang kita ambil. Kita perlu memiliki manajemen risiko untuk mengukur risiko-risiko yang mungkin muncul, mengukur p**a kemampuan kita dalam menghadapinya. Mari kita berlatih untuk berani dalam menghadapi berbagai macam tantangan, didasari oleh keyakinan akan kebenaran dan kebaikan perjuangan kita.

*Ays Laratmase MSC* (Pembina Postulan MSC, Pineleng)

21/01/2021

*INSPIRASI PAGI*
Bekerja dalam Tim
Jumat, 22 Januari 2021 – Hari Biasa Pekan II

Markus 3:13-19

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

***

Yesus sadar bahwa Ia tidak bisa bekerja sendirian. Ia perlu melibatkan banyak orang dalam karya pewartaan-Nya. Oleh karena itu, Yesus membentuk kelompok rasul. Ia mendidik mereka dan memberi kuasa kepada mereka. Para rasul berasal dari kalangan jelata, bukan kaum elite. Namun, Yesus berhasil membentuk mereka menjadi pribadi-pribadi yang tangguh. Ketika Yesus kembali kepada Bapa, para rasul meneruskan karya-karya-Nya. Mereka pergi ke mana-mana untuk mewartakan Injil. Berkat para rasul, Gereja Kristus tersebar di seluruh dunia dan berdiri kokoh hingga saat ini.

Cara Yesus dalam mengelola karya pewartaan ini menyadarkan kita akan betapa pentingnya teamwork. Dengan bekerja dalam tim, kita memperkaya satu sama lain, baik itu berkaitan dengan ide-ide, metode, maupun strategi kerja. Tidak hanya itu, keberadaan tim juga membuat kita bekerja dalam semangat persaudaraan. Kita berbagi mimpi dan harapan, serta membangun jaringan-jaringan kebaikan. Dengan begitu, hasil kerja kita kiranya lebih efektif dan efisien.

Tantangan teamwork adalah semangat single fighter. Kita mungkin pernah berjumpa dengan orang yang s**a bekerja sendirian. Bisa jadi kita sendiri termasuk dalam tipe ini. Single fighter adalah orang yang s**a bekerja sendirian. Ketika bekerja bersama orang lain, ia cende

20/01/2021

*INSPIRASI PAGI*
Menjadi Pribadi Integral
Kamis, 21 Januari 2021 – Peringatan Wajib Santa Agnes

Markus 3:7-12

Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

***

Diakui oleh teman adalah hal biasa, tetapi diakui oleh lawan tentu saja luar biasa. Roh-roh jahat mengakui Yesus sebagai Anak Allah. Dari mana mereka mengenal Yesus? Seperti malaikat, roh-roh jahat itu memiliki pengetahuan yang sifatnya abadi. Jadi, wajar kalau mereka tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Yesus adalah pribadi yang memiliki integritas di dalam hidup. Kata-kata-Nya selaras dengan perbuatan-Nya. Karena itu, kuasa Yesus menjadi sangat nyata. Apa yang Ia sabdakan, itulah yang Ia laksanakan. Integritas diri yang sangat kokoh ini membuat Yesus sungguh berwibawa di hadapan siapa saja, termasuk di hadapan roh-roh jahat.

Membangun integritas diri tidak mudah, namun tidak berarti tidak mungkin. Tidak mudah karena kita memiliki kecenderungan untuk melakukan hal yang bertentangan dengan perkataan kita sendiri. Perasaan dan keinginan yang tidak teratur sering melemahkan diri kita. Ada yang dilemahkan oleh ketakutannya; ada yang dilemahkan oleh kemalasannya; yang lain dilemahkan oleh kesombongannya.

Membangun integritas menjadi mungkin kalau kita bersikap disiplin. Secara khusus, kita perlu membangun self-discipline. Kita perlu berlatih untuk

19/01/2021

*INSPIRASI PAGI*
Menjadi Pribadi Visioner
Rabu, 20 Januari 2021 – Hari Biasa Pekan II

Markus 3:1-6

Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

***

Yesus masih berkonflik dengan orang Farisi perihal aturan. Kali ini Ia menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya. Yesus konsisten dengan pendirian-Nya. Ia mengutamakan rasa kemanusiaan, sehingga menyembuhkan orang sakit itu meskipun saat itu adalah hari Sabat.

Karena berpegang teguh pada prinsip tersebut, Yesus tidak gentar di hadapan lawan-lawan-Nya. Ia tidak takut dipersalahkan atau dijatuhi tuduhan oleh orang Farisi. Sikap ini jelas menunjukkan bahwa Yesus berani mengambil risiko demi keselamatan sesama daripada menyenangkan lawan-lawan-Nya.

Kita tahu salah satu penyakit yang sering muncul dalam suatu kelompok adalah sikap ABS, yakni Asal Bapa Senang. Sikap ini membuat orang taat secara buta, s**a memuji atasan dengan alasan yang dibuat-buat, serta selalu berusaha mempertahankan status quo. Dampaknya, orang tidak punya prinsip hidup, tidak visioner, dan tidak mampu bersikap kritis. Berbeda pendapat dianggap salah; bersikap kritis dipandang melawan. Akhirnya, hati nurani dan akal budi akan menjadi tumpul.

Yesus hari ini menginspirasi kita agar menjadi pribadi ya

18/01/2021

*INSPIRASI PAGI*
Taat dengan Pengertian
Selasa, 19 Januari 2021 – Hari Biasa Pekan II

Markus 2:23-28

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

***

Yesus hari ini mengkritik sikap legalistik orang Farisi. Mereka sangat kaku dalam menerapkan aturan-aturan keagamaan. Sikap kaku ini mengikis rasa kemanusiaan mereka. Yesus mengingatkan orang-orang itu bahwa hukum ada untuk manusia. Ia menginginkan agar mereka menyadari semangat tersebut. Aturan hendaknya dilaksanakan dengan penuh kesadaran, sehingga sikap “taat secara buta” harus dihindari.

Situasi masyarakat kita sekarang ini agaknya sering kali berbanding terbalik dengan keadaan zaman Yesus. Di tengah masyarakat, berkembang kecenderungan kuat untuk melanggar aturan. Kita sering mendengar perkataan nyeleneh seperti ini, “Aturan dibuat untuk dilanggar.” Tidak heran ketika ada aturan dibuat, banyak orang kemudian berusaha mencari celah yang memungkinkan mereka untuk melanggarnya tanpa hukuman. Akibatnya, melanggar aturan seolah-olah menjadi hal yang lumrah dan wajar.

Yesus menyadarkan kita bahwa aturan ada untuk manusia. Aturan dibuat untuk menata hidup kita supaya lebih baik. Apalagi kita ini adalah makhluk sosial, makhluk yang hidup dalam kebersamaan. Oleh karena itu, kita membutuhkan aturan untuk mengelola ke

Address

Jalan Budi Utomo
Saumlaki
99991

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bangga Menjadi Katolik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share