27/05/2016
PERSIAPAN MENYAMBUT HR. TUBUH DAN DARAH KRISTUS
+++
(Dipost ulang oleh admin)
LIMA HAL YANG PERLU DILAKUKAN SEBELUM MENERIMA KOMUNI
Saudara/i terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
“Sakramen yang terluhur ialah Ekaristi mahakudus, di dalamnya Kristus Tuhan sendiri dihadirkan, dikurbankan dan disantap, dan melaluinya Gereja selalu hidup dan berkembang. Kurban Ekaristi, kenangan wafat dan kebangkitan Tuhan, di mana Kurban salib diabadi-kan sepanjang masa, adalah puncak seluruh ibadat dan kehidupan kristiani dan sumber yang menandakan serta menghasilkan kesatuan umat Allah dan menyempurnakan pembangunan tubuh Kristus. Sedang-kan sakramen-sakramen lain dan semua karya kerasulan gerejawi melekat erat dengan Ekaristi mahakudus dan diarahkan kepadanya.” Begitu indahnya rumusan yang diuraikan pada Kitab Hukum Kanonik mengenai Sakramen Ekaristi (No. 897). Sakramen-sakramen Gereja saling mengikat dan berpaut pada Ekaristi.
Begitu agung dan luhurnya Ekaristi, diaturlah tata cara perayaannya sedemikian indah seraya tidak melupakan partisipasi aktif umat beriman. Oleh sebab itu, hal-hal yang perlu kita ketahui dan siapkan sebelum menyambut komuni adalah sebagai berikut:
1. Memberi hormat sebelum menerima Komuni dari tangan pelayan Liturgi
Begitu dekatnya kita dengan sang pencipta, sang penebus, dan yang mahakuasa dalam rupa roti dan anggur. Sebelum menerima komuni, umat beriman hendaklah memberikan tanda hormat kepada Tubuh dan darah Kristus dengan membungkukkan seturut penetapan yang sama (PUMR No. 49). “Ketika menyambut Komuni, umat hendaknya berlutut atau berdiri, sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Konferensi Uskup”, yang keputusannya diberi recognitio oleh Takhta Apolistik. “Tetapi jika Komuni disambut sambil berdiri, maka hendaklah umat memberi suatu tanda hormat sebelum menyambut Sakramen, seturut penetapan yang sama.”(RS No. 90)
2. Katakan “AMIN” setelah pelayan mengatakan “TUBUH/ dan DARAH KRISTUS”
Begitu rendah hatinya Allah. Sang maha karya dengan tanganNya kini Ia berada di tangan manusia dalam rupa roti. Ketika pelayan memperlihatkan hosti dan mengatakan “Tubuh Kristus”, katakanlah “Amin” dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu (Mat 22:37) Dengan kata ‘amin’ berarti percaya, benar. Kita mempercayai bahwa hosti yang diterimakan oleh pelayan adalah Tubuh Tuhan dengan jiwa dan keallahanNya.”Kalau komuni dibagikan hanya dalam rupa roti, imam mengangkat sedikit dan menunjukkan hosti kepada masing-masing orang yang menyambut sambil berkata: Tubuh Kristus. Masing-masing orang menjawab: Amin, lalu menyambutnya entah dengan lidah entah dengan tangan. Begitu diterima, hosti hendaknya langsung dimakan.”(PUMR No. 161)
3. Jangan melangkah terlalu jauh untuk menyantap Tubuh/ dan Darah Kristus
Ketika hosti suci diletakkan diatas tangan umat beriman, jangan melangkah terlalu jauh dari lokasi pelayan komuni untuk menyantap tubuh Tuhan. Sama sekali tidak dibenarkan komuni yang telah diterima dan menyantapnya di tempat duduknya. Pelayan seraya menerimakan tubuh Kristus, ia juga harus memperhatikan apakah tubuh Tuhan yang telah diterimakan telah disantap. Kemuliaan tubuh Tuhan harus dijunjung tinggi. Untuk menghindari bahaya pelecehan hosti suci (profanisasi) maka santaplah komuni setidaknya disamping pelayan komuni. “Walaupun tiap orang tetap selalu berhak menyambut Komuni pada lidah jika ia menginginkan demikian, namun kalau ada orang yang ingin menyambut Komuni di tangan, di wilayah-wilayah di mana Konferensi Uskup setempat – dengan recognitio oleh Takhta Apostolik – telah mengizinkannya, maka hosti kudus harus harus diberikan kepadanya. Akan tetapi harus diperhatikan baik-baik agar hosti dimakan oleh si penerima itu pada saat masih berada di hadapan petugas Komuni; sebab orang tidak boleh menjauhkandiri sambil membawa Roti Ekaristi di tangan. Jika ada bahaya profanasi, maka hendaknya Komuni Suci tidak diberikan di tangan.”(RS No.92)
4. Jika komuni tangan, perhatikan telapak tangan apakah ada remahan hosti atau tidak
Jika umat beriman menerima tubuh Tuhan di tangan, hal kecil namun perlu diperhatikan dengan baik. Hosti yang kita terima di tangan kadang menyisakan remah di telapak tangan. Walaupun hanya secuil seperti kerikil kecil, itu tetaplah tubuh Kristus! Maka jangan dibiarkan, tetapi segeralah disantap.
5. Jangan pulang, karena Pesta Tuhan belum selesai!
Bukanlah tindakan yang mulia. Kebiasaan buruk meninggalkan Misa sebelum doa sesudah komuni dan berkat perutusan merupakan tindakan tidak mencintai. Bersabarlah dan tetap berdoa. Ucap syukur dan renungkan kesengsaraan Kristus dan kebangkitanNya, sebab Ekaristi adalah Kristus mati bagi umat manusia. Panjatkan permohonan bagi mereka yang minta didoakan, dan doakan mereka yang tidak pernah didoakan. Eratkan diri dengan Kristus lebih mendalam melalui doa dan komuni suci. (Baca juga: Habis Komuni – Pulang?)
Setelah diuraikan di atas, mari kita perbaiki beberapa hal yang belum kita praktikkan, hayati setiap tindakan liturgisnya. Kristus mengasihimu!
dicopy dari: https://spesalvifactisumus.wordpress.com/2016/04/17/lima-hal-yang-perlu-diketahui-sebelum-menerima-komuni/
Spe Salvi FS