20/09/2021
SIMBAH KYAI SUYUTHI ABDURRAIS
Mungkin banyak yang bertanya-tanya siapakah sosok Simbah Kyai Suyuthi tersebut, adakah yang istimewa dengan sosok beliau...
Beliau adalah termasuk santri awal Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari kata salah satu adik ipar beliau. Bagi masyarakat Kebonkliwon beliau adalah sosok yang sangat kharismatik dan begitu disegani. Banyak cerita dari sesepuh bahwa orang-orang akan terdiam seketika saat melihat sosok beliau, bahkan ketika di Masjid mendengar suara Bakiyaknya (alas kaki dari kayu ketika dipakai akan berbunyi klotak-klotak) seisi Masjid mulai dari anak-anak sampai orang tua langsung terdiam dan masuk ke masjid padahal Simbah Kyai masih jauh dari masjid. Dan ketika beliau lewat dan ada orang duduk-duduk di jalan seketika mereka akan salah tingkah terdiam bahkan ada yang sembunyi menghindar sementara sampai beliau lewat, apalagi sampai berani menatap wajah beliau.
Sosok Kyai sepuh ini memang tidak setenar Kyai lain di Magelang karena beliau memang lebih fokus mendedikasi baktinya untuk masyarakat sampai beliaupun tidak pernah kerso bila diaturi ceramah di podium atau lebih dikenal dengan sosok Kyai Dampar. Banyak pitutur dari sesepuh pada saat beliau pulang dari pesantren, masyarakat Kebonkliwon belum banyak yang menjalankan sholat sehingga belum mencukupi untuk mendirikan jama'ah sholat jum'at dan beliau dedikasikan baktinya untuk membimbing masyarakat serta bersama tokoh-tokoh masyarakat yang lain memprakarsai berdirinya Masjid Baiturrahim Kebonkliwon.
Namun ada cerita menarik dari sosok Kyai Sepuh yang gemar laku tirakat dan hidup sederhana ini, yaitu saat wafat beliau. Banyak sesepuh yang sering menceritakan kisah wafatnya beliau yang luar biasa. Waktu itu 3 hari sebelum beliau wafat setelah sholat mengimami sholat Subuh beliau pergi ke makam membawa seceret air (ceret blirik kuno kecil) dan menyiram tanah sebelah pengimaman lalu berpesan bahwa beliau ingin dimakamkan disitu dan 3 hari setelahnya beliau wafat. Dan disinilah kejadian luar biasa tersebut, hari itu hari Rebon Pon seperti biasa beliau pergi ke Masjid untuk mengimami jama'ah namun ada kejadian aneh bahwa pada malam harinya pintu masjid dalam keadaan terbuka dengan lampu menyala semua tutur dari salah satu jama'ah waktu itu. Dan setelah pulang dari masjid beliau pagi-pagi sekali menyapu halaman rumah yang tampak aneh waktu itu karena masih terlalu pagi, ketika ada yang tanya "Mbah Kyai gasik sale nyampari" beliaupun menjawab "Mengko arak kerawuhan tamu okeh". Setelah agak siang seperti biasa kata Simbah Nyai Simbah Kyai sholat Dhuha dan setelah itu beliau meminta salah satu cucunya Saniyatul Hasanah untuk dipanggilkan tukang pijit yang bernama Mbah Madiyo dari Dusun Mandiran. Kemudian pada saat mau dipijit beliau meminta kepada tukang pijitnya untuk Syahadat 3 kali bersama-sama dengan beliau, dan setelah itu baru akan mulai dipijit ternyata beliau sudah wafat dengan posisi membujur ke Utara yang seolah-olah beliau sudah siap kapundut. Pada saat pemakaman ada kejadian luar biasa lagi menurut pitutur para sesepuh bahwa tanah untuk pemakaman yang 3 hari sebelumnya sehabis sholat Subuh telah disiram beliau sendiri pada saat digali seperti tanah musim hujan tidak keras sama sekali, padahal waktu itu saat kemarau panjang yang seharusnya tanahnya keras sekali, dan tanah untuk pemakaman beliau seharusnya banyak bongkahan batu bata saat pembangunan awal berdirinya masjid tapi saat digali semuanya tanah tanpa ada bongkahan batu bata sedikitpun, sedangkan beberapa hari sebelumnya ada yang meninggal dan membutuhkan air sampai beberapa drum saking kerasnya tanah yang digali karena kemarau yang sangat panjang waktu itu. Kejadian itu langsung menyebar dari mulut ke mulut di sekitar masyarakat dusun lain sehingga banyak yang penasaran dan membuktikan kejadian tersebut dengan datang melihat langsung pemakaman beliau, bahkan banyak juga yang ikut langsung menggali makam tersebut untuk sekedar menunjukan bakti terakhir mereka. Selain itu banyak juga para Kyai yang dekat dengan beliau saat menghadiri pemakaman beliau lalu berdo'a semoga kapundut seperti beliau.
Seperti itulah kisah dari Simbah Kyai Suyuthi yang sederhana, dan maha besar Allah yang selalu menunjukkan kebesarannya kepada setiap makhluk yang dikasihi dan dikehendakinya.
Lahul Fatihah...