Makam Simbah Kyai Suyuthi

Makam Simbah Kyai Suyuthi Simbah Kyai Suyuthi adalah tokoh sesepuh berasal dari Dusun Kebonkliwon Kebonrejo Salaman Magelang

06/11/2024

Eling Sangkang Paraning Dumadi
Pasrah Sumarah Ing Ngarsane Gusti
Kreti Dharma Adhiluhung Mukti
Mendhak Lembah Manah Laku Pramesti

FILOSOFI GAPURA MAKAM DUSUN KEBONKLIWONGapura makam Dusun Kebonkliwon dibangun pada tahun 2020 dengan Suryo Sengkolo "Sw...
29/09/2023

FILOSOFI GAPURA MAKAM DUSUN KEBONKLIWON

Gapura makam Dusun Kebonkliwon dibangun pada tahun 2020 dengan Suryo Sengkolo "Swargo Kaasto Luhur Manembah" yang penuh dengan sarat makna nasehat untuk kita bahwa Swargo utawi kamulyan ing ndalem Gusti Allah meniko waget dipun gayuh kanti manembah ingkang luhur. Hal itu juga selaras dengan firman Allah "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa". Selain itu Suryo Sengkolo "Swargo Kaasto Luhur Manembah" tersebut juga sebagai pengingat angka tahun pembangunan gapuro makam tersebut yaitu pada tahun 2020. Swargo berwatak angka 0 Kaasto 2 Luhur 0 serta Manembah berwatak angka 2. Dalam Sengkalan dibaca secara terbalik sehingga menunjukan angka tahun 2020 sesuai dengan pembangunan gapuro makam tersebut. Selain Suryo Sengkolo tersebut ada makna filosofi juga pada gapura makam tersebut bahwa bagian paling bawah gapura terdapat 6 tingkatan pertama yang menunjukan Rukun Iman. Bagian diatasnya terdapat bentuk balok persegi 4 sisi dalam sufisme Islam Jawa melambangkan sedulur papat yaitu sifat-sifat amarah sufiyah aluamah mutmainah dan kelimanya pancer adalah gapura itu sendiri dalam wujud diri manusia sejati sebagai pengendali sifat-sifat tersebut. Bagian tingkatan selanjutnya terdapat 3 tingkatan melambangkan Iman Islam dan Ikhsan, serta di bagian paling atas terdapat 7 tingkatan yang bermakna Pitulungan karena semuanya tidak akan lepas dari pertolongan Gusti Allah Subhanahu Wata'ala, sehingga makna filosofis gapuro makam Dusun Kebonkliwon tersebut menjadi pengingat tahun pembangunannya dan menjadi nasehat bagi siapapun yang berziarah bahwa Swargo Kaasto Luhur Manembah.

Semuanya

Mendoakan leluhur sebelum paginya kita acara selamatan peresmian jalan pertanian di Kebonkliwon.
27/02/2023

Mendoakan leluhur sebelum paginya kita acara selamatan peresmian jalan pertanian di Kebonkliwon.

Ziarah putro wayah soho buyut Simbah Kyai Suyuthi Kebonkliwon.
13/05/2022

Ziarah putro wayah soho buyut Simbah Kyai Suyuthi Kebonkliwon.

Innalillahi wainnailaihi roji'unTelah berpulang ke rahmatullah Simbah K.H Ahmad Suhadi bin Simbah Kyai Suyuthi Kebonkliw...
10/05/2022

Innalillahi wainnailaihi roji'un

Telah berpulang ke rahmatullah Simbah K.H Ahmad Suhadi bin Simbah Kyai Suyuthi Kebonkliwon, mohon do'anya semoga Husnul Khotimah.

Aamiin Aamiin Aamiin 🤲🏻🤲🏻

Keluarga Besar Kyai Suyuthi Kebonkliwon 🙏🏻🙏🏻

Dua tahun berlalu 🤲🏻🤲🏻🤲🏻
16/04/2022

Dua tahun berlalu 🤲🏻🤲🏻🤲🏻

SIMBAH KYAI SUYUTHI ABDURRAISMungkin banyak yang bertanya-tanya siapakah sosok Simbah Kyai Suyuthi tersebut, adakah yang...
20/09/2021

SIMBAH KYAI SUYUTHI ABDURRAIS

Mungkin banyak yang bertanya-tanya siapakah sosok Simbah Kyai Suyuthi tersebut, adakah yang istimewa dengan sosok beliau...

Beliau adalah termasuk santri awal Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari kata salah satu adik ipar beliau. Bagi masyarakat Kebonkliwon beliau adalah sosok yang sangat kharismatik dan begitu disegani. Banyak cerita dari sesepuh bahwa orang-orang akan terdiam seketika saat melihat sosok beliau, bahkan ketika di Masjid mendengar suara Bakiyaknya (alas kaki dari kayu ketika dipakai akan berbunyi klotak-klotak) seisi Masjid mulai dari anak-anak sampai orang tua langsung terdiam dan masuk ke masjid padahal Simbah Kyai masih jauh dari masjid. Dan ketika beliau lewat dan ada orang duduk-duduk di jalan seketika mereka akan salah tingkah terdiam bahkan ada yang sembunyi menghindar sementara sampai beliau lewat, apalagi sampai berani menatap wajah beliau.

Sosok Kyai sepuh ini memang tidak setenar Kyai lain di Magelang karena beliau memang lebih fokus mendedikasi baktinya untuk masyarakat sampai beliaupun tidak pernah kerso bila diaturi ceramah di podium atau lebih dikenal dengan sosok Kyai Dampar. Banyak pitutur dari sesepuh pada saat beliau pulang dari pesantren, masyarakat Kebonkliwon belum banyak yang menjalankan sholat sehingga belum mencukupi untuk mendirikan jama'ah sholat jum'at dan beliau dedikasikan baktinya untuk membimbing masyarakat serta bersama tokoh-tokoh masyarakat yang lain memprakarsai berdirinya Masjid Baiturrahim Kebonkliwon.

Namun ada cerita menarik dari sosok Kyai Sepuh yang gemar laku tirakat dan hidup sederhana ini, yaitu saat wafat beliau. Banyak sesepuh yang sering menceritakan kisah wafatnya beliau yang luar biasa. Waktu itu 3 hari sebelum beliau wafat setelah sholat mengimami sholat Subuh beliau pergi ke makam membawa seceret air (ceret blirik kuno kecil) dan menyiram tanah sebelah pengimaman lalu berpesan bahwa beliau ingin dimakamkan disitu dan 3 hari setelahnya beliau wafat. Dan disinilah kejadian luar biasa tersebut, hari itu hari Rebon Pon seperti biasa beliau pergi ke Masjid untuk mengimami jama'ah namun ada kejadian aneh bahwa pada malam harinya pintu masjid dalam keadaan terbuka dengan lampu menyala semua tutur dari salah satu jama'ah waktu itu. Dan setelah pulang dari masjid beliau pagi-pagi sekali menyapu halaman rumah yang tampak aneh waktu itu karena masih terlalu pagi, ketika ada yang tanya "Mbah Kyai gasik sale nyampari" beliaupun menjawab "Mengko arak kerawuhan tamu okeh". Setelah agak siang seperti biasa kata Simbah Nyai Simbah Kyai sholat Dhuha dan setelah itu beliau meminta salah satu cucunya Saniyatul Hasanah untuk dipanggilkan tukang pijit yang bernama Mbah Madiyo dari Dusun Mandiran. Kemudian pada saat mau dipijit beliau meminta kepada tukang pijitnya untuk Syahadat 3 kali bersama-sama dengan beliau, dan setelah itu baru akan mulai dipijit ternyata beliau sudah wafat dengan posisi membujur ke Utara yang seolah-olah beliau sudah siap kapundut. Pada saat pemakaman ada kejadian luar biasa lagi menurut pitutur para sesepuh bahwa tanah untuk pemakaman yang 3 hari sebelumnya sehabis sholat Subuh telah disiram beliau sendiri pada saat digali seperti tanah musim hujan tidak keras sama sekali, padahal waktu itu saat kemarau panjang yang seharusnya tanahnya keras sekali, dan tanah untuk pemakaman beliau seharusnya banyak bongkahan batu bata saat pembangunan awal berdirinya masjid tapi saat digali semuanya tanah tanpa ada bongkahan batu bata sedikitpun, sedangkan beberapa hari sebelumnya ada yang meninggal dan membutuhkan air sampai beberapa drum saking kerasnya tanah yang digali karena kemarau yang sangat panjang waktu itu. Kejadian itu langsung menyebar dari mulut ke mulut di sekitar masyarakat dusun lain sehingga banyak yang penasaran dan membuktikan kejadian tersebut dengan datang melihat langsung pemakaman beliau, bahkan banyak juga yang ikut langsung menggali makam tersebut untuk sekedar menunjukan bakti terakhir mereka. Selain itu banyak juga para Kyai yang dekat dengan beliau saat menghadiri pemakaman beliau lalu berdo'a semoga kapundut seperti beliau.

Seperti itulah kisah dari Simbah Kyai Suyuthi yang sederhana, dan maha besar Allah yang selalu menunjukkan kebesarannya kepada setiap makhluk yang dikasihi dan dikehendakinya.

Lahul Fatihah...

30/08/2021

Acara ziarah makam Simbah Kyai Suyuthi dilanjutkan acara Merti Dusun semua warga keliling kampung bersholawat bersama.

Ziarah makam Simbah Kyai Suyuthi bersama Jam'iyah NU Kebonrejo Salaman Magelang
03/04/2021

Ziarah makam Simbah Kyai Suyuthi bersama Jam'iyah NU Kebonrejo Salaman Magelang

Makam simbah kyai Salim bin simbah kyai Nur Iman Mlangi (Raden Mas Sandiyo) bin Sri Susuhunan Amangkurat Jawi Kartosuro ...
12/02/2021

Makam simbah kyai Salim bin simbah kyai Nur Iman Mlangi (Raden Mas Sandiyo) bin Sri Susuhunan Amangkurat Jawi Kartosuro Mataram.

Pulosari, Salam, Magelang

Address

Salaman

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Makam Simbah Kyai Suyuthi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Makam Simbah Kyai Suyuthi:

Share