20/02/2026
Apa yang frater pelajari selama hidup di biara Kamilian?
Selama kurang lebih tujuh tahun saya tinggal dan menjalani proses pembinaan di Biara Kamilian, saya sungguh mengalami perjalanan hidup yang penuh makna.
Saya awalnya datang dengan memikul banyak keraguan, "apakah saya merasakan at home di tempat ini? Tetapi waktu membuktikan bahwa tempat ini menjadi ruang pembentukan diri yang luar biasa bagi saya.
Saya menemukan bahwa di tempat ini, ada satu kelebihan yakni kami para pengikut St. Kamilus didorong untuk memberikan pelayanan yang ekstra dan khas dalam merawat dan mendampingi orang sakit serta mereka yang menderita.
Selain itu, kehidupan komunitas di biara ini juga memberikan kekuatan tersendiri bagi saya. Hidup bersama dalam doa, karya, dan keseharian membentuk saya untuk belajar rendah hati, dan terbuka terhadap perbedaan. Memang tidak selalu mudah, tetapi justru dalam dinamika itulah saya belajar arti persaudaraan sejati. Kami saling meneguhkan dalam panggilan dan saling menguatkan saat menghadapi tantangan.
Selama kurang lebih tujuh tahun tinggal di Biara Kamilian, saya merasakan perubahan besar dalam cara pandang dan cara menjalani hidup. Saya menjadi pribadi yang lebih peka terhadap penderitaan sesama, lebih disiplin dalam mengatur waktu, dan lebih mendalam dalam relasi dengan Tuhan. Doa bukan lagi kewajiban, melainkan kebutuhan. Pelayanan bukan lagi beban, melainkan sumber sukacita.
Bagi saya, Biara Kamilian bukan sekadar tempat tinggal, tetapi rumah pembentukan hati. Di sinilah saya belajar bahwa hidup yang bermakna adalah hidup yang diberikan bagi orang lain.
Fr. Anold Mbaling, MI
(Frater Kamilian yang sedang menjalani studi Pascasarjana di IFTK Ledalero)