Pemuda Advent Jemaat Parepei Timur Remboken

Pemuda Advent Jemaat Parepei Timur Remboken Pelayanan dan Penginjilan. Orang Muda Memiliki Semangat yg tiada duanya untuk itu Mereka Terpanggil Untuk menyelesaikan Pekabaran Tiga Malaikat.

05/01/2025
PAGI ITU DI LADANG JAGUNG, 23 OKTOBER 1844(176 Tahun Kekecewaan Besar 22 Oktober 1844)Matahari pagi baru saja bersinar d...
22/10/2020

PAGI ITU DI LADANG JAGUNG, 23 OKTOBER 1844
(176 Tahun Kekecewaan Besar 22 Oktober 1844)

Matahari pagi baru saja bersinar di atas Erie Canal Village di Port Gibson, New York. Burung merpati dengan indahnya terbang meliuk – liuk sepanjang Canal itu, sambil melewati perahu yang sedang tertambat di dermaga kecil. Terlihat di sisi yang lain ada perahu penumpang yang sedang menurunkan penumpang dan para petani yang membawa gandum ke gudang untuk disimpan… dan itulah rutinitas pagi itu di tanggal 23 Oktober 1844.

Tapi bagi kelompok kecil kaum yang percaya pada ajaran Millerite Adventist yang kini sedang berkumpul di salah satu peternakan di Port Gibson – pagi itu bukanlah pagi yang indah, karena sepanjang malam mereka telah menghabiskan waktu mereka untuk berdoa, berharap, menunggu, bernyanyi, bahkan di sepanjang hari kemarin sejak matahari 22 Oktober 1844 itu bersinar. Ketika jam di dinding telah melewati tengah malam dan datang pada jam – jam kecil pagi subuh, hati mereka mendadak menjadi gundah dan galau. Karena penantian mereka atas pengertian tentang Nubuatan Daniel ternyata salah. Dunia akan berakhir dan Yesus akan datang pada 22 Oktober, 1844 ternyata keliru.

Kenapa bisa ? Di mana salahnya ? Mereka sudah menyelidiki nubuatan Alkitab dengan teliti bersama ribuan anggota kaum pengikut William Miller dan kemudian tiba pada kesimpulan bahwa Yesus akan datang pada 22 Oktober 1844.

Tapi Masih salah ....

Mereka sudah membagi – bagikan dan memberikan semua harta kekayaan milik mereka kepada para tetangga dengan pesan selamat tinggal karena mereka akan pulang ke Surga pada 22 Oktober 1844.

Mereka tidak lagi perlu mempersiapkan bekal di lumbung mereka untuk musim dingin yang segera akan datang. Semua telah diberikan kepada orang lain. Bahkan ladang yang sisa sudah tak diurus lagi dan dibiarkan saja karena Yesus akan datang. Semua binatang peliharaan di peternakan mereka sudah dibagi2kan kepada para tetangga agar mereka bersedia untuk pulang ke Surga.

Jika ada kesalahan antara mereka dengan tetangga maka mereka datang untuk meminta maaf sambil menyerahkan rumah, pekarangan, pertanian mereka dan seisi yang ada pada mereka karena Yesus akan menggantinya di kerajaan Surga nanti.

Tapi…. Ketika lewat tengah… setelah sepanjang hari mereka bernyanyi.. berdoa dan membaca firman TUHAN… ternyata Yesus tidak jadi datang.

Bubar satu persatu dengan muka kusut karena semalaman tidak tidur. Pakaian terbaik yang mereka kenakan untuk pulang ke surga sudah kusut.

Perasaan gundah, galau bercampur malu pun muncul. Entah mereka bingung mau pulang tapi lewat mana ? Karena pasti orang akan Tanya : “Pace, kenapa belum ke Surga?”.

Semua menghilang pergi pada jalan mereka masing – masing.

Tapi pagi itu, Hiram Edson dan beberaa teman diundang berkumpul di lumbung gandumnya dan kemudian mereka berdoa sungguh – sungguh.

Mereka berdoa untuk bertanya mengapa ini tidak terjadi.

Selesai berdoa, mereka mencoba kembali ke rumah untuk makan pagi sekalian menguatkan orang – orang yang lagi murung dan diam membisu di rumah karna Yesus tidak jadi datang.

Karena malu dilihat orang, mereka tidak mau melewati jalan umum atau jalan utama supaya jangan dicemooh dan dihina masyarakat, maka mereka mengambil jalan pintas melewati kebun jagung milik Keluarga Edson.

Jalan secepat mungkin.

Diam tak berbicara.

Hening karena malu.

Tetapi diam dalam penasaran, kenapa Yesus tidak datang.

Di tengah perjalanan di kebun jagung itu, Edson terhenti dan pandangan matanya terarah ke Langit, dan dari atas sana tahta Surga itu terlihat jelas karena langit terbuka, dan dilihatlah satu pemandangan yang luar biasa di mana: “Bukannya Imam Besar keluar dari Bilik yang Maha suci di kaabah Surga untuk datang ke Dunia pada Hari Kesepuluh, bulan ketujuh pada akhir nubuatan 2300 petang dan pagi (yang dihitung jatuh pada 22 Oktober 1844), melainkan Imam Besar itu berpindah dari Bilik Suci dan berpindah untuk melakukan pelayanan di Bilik Yang Maha Suci”.

Ohh penglihatan ini sungguh menjawab doa mereka bahwa perhitungan mereka sudah tepat tetapi makna dari perhitungan itu yang belum tepat.

Ini membuat Hiram Edson bergembira lalu dengan cepat menuju rumah di mana mereka berkumpul, lalu mengajak teman – temannya untuk menyelidiki kembali catatan kitab suci untuk memastikan apa yang baru saja dilihatnya.

Kemudian bersama dengan O.R.L. Crosier and Franklin B. Hahn mereka menyiarkan akan kabar ini secara manual maupun tertulis. Risalah Day-Dawn ditulis untuk memberitahu kabar baik dan juga menerangkan mengapa ada penundaan yang mengakibatkan kekecewaan besar ini.

Edson's understanding of what would soon come to be called "The Great Disappointment" offered discouraged Adventists a new perspective on their Millerite experience and pushed them back to study again the Bible passages that had come to be so familiar. Edson studied his new understanding of a special ministry of Jesus in the heavenly sanctuary with two area Adventists, O.R.L. Crosier and Franklin B. Hahn. Crosier, a schoolteacher, wrote an article about their new insights while staying at the Edson and Hahn homes. It was first published in a paper they called the Day-Dawn and was later reprinted in a local newspaper.2 In order to print the latter publication, Edson and his wife agreed to sell some of their wedding silverware-just the first of many sacrifices the couple would make for the cause of the Lord.

The Day-Dawn article explained why Jesus hadn't come as expected by using Christ's parable of the wise and foolish virgins recorded in the Gospel of Matthew. Five key ideas were advanced: why the article was needed; the explanation and application of the parable; a discussion of the antitypical day of atonement; what they called "our chronology from events"; and finally, an explanation for why "the Bridegroom tarried." In addition to its special insights into biblical truth, the publication was significant because it illustrated that these Adventist believers thought of Bible truth as progressive. They were willing to receive new biblical truth, but only after studying and investigating the claims for themselves.

Hari ini kita sudah hampir tiba di 22 Oktober 2020.

Entah... Untuk kesekian kalinya kita telah melewati tanggal 22 Oktober dan 23 Oktober.

Mungkin Orang Advent yang menanti kedatangan Yesus yang hidup di 2020 sudah tidak merasakan getaran besar yang ditimbulkan oleh harapan yang menyala - nyala dalam hati untuk kedatangan Yesus sebesar yang di rasakan generasi 1844 yang kecewa itu.

Tapi ini yang saya mau sampaikan di tengah malam menjelang 22 Oktober 2020 ini: Sejak kekecewaan Besar di 22 Oktober 1844 dan Pagi yang baik di ladang jagung pada 23 Oktober 1844, kita kini masuk pada fase yang disebut masa ‘Injury time’. Sejak itu tidak ada lagi penentuan waktu. Imam Besar ada di bilik yang maha suci. Kapan Yesus akan keluar untuk menjemput kita? Tidak ada yang tahu.

Mari mengambil sikap seperti Hiram Edson yang mengajak teman – teman untuk menyelidiki firman TUHAN, berdoa dan bergumul dengan TUHAN untuk mendapat pengertian yang besar tentang rencana TUHAN bagi keselematan diri kita.

Ada banyak hal dalam perjalanan rohani ini yang mungkin akan membuat kita jadi kecewa, sakit hati dan bimbang... tetapi kekecewaan besar itu hanya sekali terjadi dan itu sudah dinubuatkan Alkitab.

Jangan bikin kekecewaan sendiri. Dari pada complain ke sana kemari membuat iman jadi lemah, mending kumpul teman dan sahabat untuk bedoa dan saling menguatkan, TUHAN s**a yang begini dan dia akan beri tahu apa yang terbaik.

Teruslah bersandar pada Firman TUHAN dan jadilah kuat karena Yesus akan segera datang.

Arise! Shine ! Jesus is coming !

21/05/2020

Suatu Amaran dalam penyelidikan Alkitab dan Tulisan Roh Nubuat.

Firman Tuhan:
Wahyu 22:18
Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
Yesaya 8:20
"Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Roh Nubuat:
Demikian juga sekarang kebenaran firman Allah tidak selaras dengan kebiasaan manusia serta dengan kecenderungan bawaan mereka, dan beribu-ribu orang menolak terangnya. Manusia yang didorong oleh Setan meragukan firman Allah, dan memilih untuk menggunakan pertimbangan mereka yang bebas.
Kerinduan Segala Zaman II, hl.209.1
Janganlah baca firman Allah itu dalam rangka pikiran-pikiranmu sendiri melainkan selidiklah ia dengan teliti dan dalam doa disertai pikiran yang tiada bercampur prasangka. Dan jikalau sementara membaca, engkau mendapat keyakinan, dan engkau melihat bahwa pikiran-pikiran yang ada padamu tidak sesuai dengan perkataan Allah, janganlah engkau mencoba hendak menyesuaikan perkataan itu dengan perasaanmu itu. Sesuaikanlah pendapatmu dengan perkataan Allah. Jangan biarkan hal-hal yang tadinya engkau yakini atau biasa kau lakukan memerintah pikiranmu. Bukalah mata pikiranmu untuk melihat perkara-perkara yang ajaib yang muncul dari hukum Tuhan. Periksalah apa yang sudah tertulis, lalu injakkanlah kakimu di atas Batu Karang Kekal itu.
AML 241.1
Tetapi manusia tidak dibiarkan begitu saja tanpa adanya seorang guru Ilahi yang telah disediakan Allah sebagai wakilNya, yaitu Roh Kudus.
Para nabi dan Bapa I, hl. 9.1
Janganlah sekali-kali Alkitab dipelajari tanpa doa. Sebelum kita membuka halaman-halamannya kita haruslah memohon terang dari Roh Kudus, dan penerangan itu memang akan diberikan.
Kebahagiaan Sejati, hl.84.4

Kesimpulan dan saran:
1. Jika membuka Alkitab dan Tulisan Roh Nubuat harus didahului dengan Doa dan penyerahan kepada Roh Kudus untuk menerangi pikiran.
2. Hidupkan Firman itu sebelum anda menyampaikan kepada orang lain.
3. Jangan membawa pikiran untuk mengatur Firman, biarkan perkataan Firman yg berkuasa atas pikiran.
4. Perhatikan konteks, bahasa, sejara penulisan, disinilah digunakan 5W1H (kapan,dimana,apa,mengapa,bagaimana,siapa).

Semoga bermanfaat, Tuhan Yesus memberkati.

Address

Jln. Raya Remboken-Kawangkoan, Jaga 1 Desa Parepei
Remboken
95681

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pemuda Advent Jemaat Parepei Timur Remboken posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share