Kisah-Kisah NABI Muhammad SAW

Kisah-Kisah NABI Muhammad SAW bukan hanya dongeng/ sejarah semata, tpi ini fakta ilahi tentang rosul SAW yang kita semua wajib tau. MAU PAHALA,,? klik tulisan SHARE di setiap setatus

tolong share ya @+[327707800678473:] tanda(+) hapus

15/02/2017

Kisah Nabi Muhammad SAW dengan Lelaki yang Ingin Berzina

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berzina tidak hanya mendapat laknat Allah ketika di dunia. Melainkan ketika dihisab di akhirat. Ketua PP Muhammdiyah Yunahar Ilyas menuturkan kisah Nabi Muhammad SAW ketika dihampiri seorang pemuda yang hendak berzina.

"Kisah ini harus menjadi cermin bagi para lelaki pelaku zina,"ungkapnya saat dihubungi Republika, Ahad (10/5).

Yunahar menjelaskan, berdasarkan hadits, suatu ketika Rasulullah didatangi oleh seorang pemuda yang ingin berzina, dia berkata, "Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk berzina (mendengar hal itu) orang-orang mencelanya dan berkata, 'Cukup..cukup'. Kemudian Nabi bersabda,“Suruhlah dia mendekat!”

Lalu pemuda itu pun mendekati Rasulullah hingga jaraknya dekat sekali, kemudian duduk. Setelah itu Nabi berkata kepadanya : “Apakah kamu s**a jika perzinaan terjadi pada ibumu?”

Pemuda itu menjawab : “Tidak, demi Allah”. Nabi melanjutkan pertanyaan nya, “Demikian p**a orang lain, mereka tidak s**a jika perzinaan terjadi pada ibu-ibu mereka.”

Nabi bertanya kembali, “Apakah engkau s**a jika perzinaan terjadi pada puterimu?”

Dia menjawab : “Tidak, demi Allah”. Nabi menjawab : “Demikian p**a orang lain, mereka tidak s**a jika perzinaan terjadi pada puteri-puteri mereka.”

Nabi bertanya kembali : “Apakah engkau s**a jika perzinaan terjadi pada saudara perempuanmu?” Pemuda itu menjawab, “Tidak demi Allah.”

Nabi menjawab, “Demikian p**a orang lain, tidak s**a perzinaan terjadi pada saudara perempuan mereka.”

Nabi bertanya kembali, “Apakah engkau s**a jika perzinaan terjadi pada saudara wanita ayahmu (bibi dari pihak ayah)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak demi Allah.” Nabi menjawab, “Demikian p**a orang lain, tidak s**a perzinaan terjadi pada bibi mereka.”

Nabi bertanya kembali : “Apakah engkau s**a jika perzinaan terjadi pada saudara wanita ibumu (bibi dari pihak ibu)?” Pemuda itu menjawab, “Tidak demi Allah.” Nabi menjawab, “Demikian p**a orang lain, tidak s**a perzinaan terjadi pada bibi mereka.”

Kemudian Nabi meletakkan tangannya pada tubuh pemuda itu dan berdoa, “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya”

Setelah doa ini, pemuda itu tidak pernah terpikirkan dengan perbuatan zina sedikitpun. Pemuda ini adalah pemuda yang jujur, pemuda yang takut bermaksiat kepada Allah. Dia tidak ingin nafsunya yang menggebu-gebu menjadikannya terjatuh dalam perzinahan. Maka dia “meminta izin” untuk berzina kepada Nabi.

Maka Nabi menasehati dan mendoakannya. Hingga hilanglah keinginan untuk bermaksiat kepada Allah. Demikianlah nasehat dan doa dapat menghilangkan kemungkaran.

Sesunggguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan zina, telah menerangkan kejinya, buruknya, dan jahatnya. Bahkan Dia melarang dari mendekatinya. "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS al-Isra : 32)

Nabi bersabda," Tidaklah pezina melakukan zina di saat berzina sedangkan dia dalam keadaan beriman."

Rep: c94 / Red: Muhammad Hafil

14/02/2017

Kisah Sahabat Nabi: Khabbab bin Arats

Khabbab bin Arats adalah seorang pandai besi yang ahli membuat alat-alat senjata, terutama pedang. Senjata dan pedang buatannya dijualnya kepada penduduk Makkah dan dikirimnya ke pasar-pasar.

Sejak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Khabbab pun mendapatkan kedudukan yang tinggi di antara orang-orang yang tersiksa dan teraniaya. Ia mendapat kedudukan itu di antara orang-orang yang walau pun miskin dan tak berdaya, tetapi berani dan tegak menghadapi kesombongan, kesewenangan dan kegilaan kaum Quraisy.

Dan dengan keberanian luar biasa, Khabbab memikul tanggung jawab semua itu sebagai seorang perintis.

Sya’bi berkata, "Khabbab menunjukkan ketabahannya, hingga tak sedikit pun hatinya terpengaruh oleh tindakan biadab orang-orang kafir. Mereka menindihkan batu membara ke punggungnya, hingga terbakarlah dagingnya.”

Kafir Quraisy telah merubah semua besi yang terdapat di rumah Khabbab yang dijadikannya sebagai bahan baku untuk membuat pedang, menjadi belenggu dan rantai besi. Lalu mereka masukkan ke dalam api hingga menyala dan merah membara, kemudian mereka lilitkan ke tubuh, pada kedua tangan dan kedua kaki Khabbab.

Pernah pada suatu hari ia pergi bersama kawan-kawannya sependeritaan menemui Rasulullah SAW, bukan karena kecewa dan kesal atas pengorbanan, hanyalah karena ingin dan mengharapkan keselamatan.

Mereka berkata,"Wahai Rasulullah, tidakkah anda hendak memintakan pertolongan bagi kami?"

Rasulullah SAW pun duduk, mukanya jadi merah, lalu sabdanya: "Dulu sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang disiksa, tubuhnya dikubur kecuali leher ke atas. Lalu diambil sebuah gergaji untuk menggergaji kepalanya, tetapi siksaan demikian itu tidak sedikit pun dapat memalingkannya dari agamanya. Ada p**a yang disikat antara daging dan tulang-tulangnya dengan sikat besi, juga tidak dapat menggoyahkan keimanannya. Sungguh Allah akan menyempurnakan hal tersebut, hingga setiap pengembara yang bepergian dari Shana’a ke Hadlramaut, tiada tahut kecuali pada Allah Azza wa Jalla."

Khabbab dengan kawan-kawannya mendengarkan kata-kata itu, bertambahlah keimanan dan keteguhan hati mereka. Dan masing-masing berikrar akan membuktikan kepada Allah dan Rasul-Nya hal yang diharapkan dari mereka, ialah ketabahan, kesabaran dan pengorbanan.

Demikianlah, Khabbab menanggung penderitaan dengan sabar, tabah dan tawakkal. Orang-orang Quraisy terpaksa meminta bantuan Ummi Anmar, yakni bekas majikan Khabbab yang telah membebaskannya dari perbudakan. Wanita tersebut akhirnya turun tangan dan turut mengambil bagian dalam menyiksa dan menderanya.

Wanita itu mengambil besi panas yang menyala, lalu menaruhnya di atas kepala dan ubun-ubun Khabbab, sementara Khabbab menggeliat kesakitan. Tetapi nafasnya ditahan hingga tidak keluar keluhan yang akan menyebabkan algojo-algojo tersebut merasa puas dan gembira.

Pada suatu hari Rasulullah SAW lewat di hadapannya, sedang besi yang membara di atas kepalanya membakar dan menghanguskannya. Hingga kalbu Rasulullah pun bagaikan terangkat karena pilu dan iba hati. Rasulullah kemudian berdoa, "Ya Allah, limpahkanlah pertolongan-Mu kepada Khabbab!"

Dan kehendak Allah pun berlakulah, selang beberapa hari, Ummi Anmar menerima hukuman qishas. Seolah-olah hendak dijadikan peringatan oleh Yang Maha Kuasa baik bagi dirinya maupun bagi algojo-algojo lainnya. Ia diserang oleh semacam penyakit panas yang aneh dan mengerikan. Menurut keterangan ahli sejarah ia melolong seperti anjing.

Dan orang memberi nasihat bahwa satu-satunya jalan atau obat yang dapat menyembuhkannya ialah menyeterika kepalanya dengan besi menyala. Demikianlah, kepalanya yang angkuh itu menjadi sasaran besi panas, yang disetrikakan orang kepadanya tiap pagi dan petang

Jika orang-orang Quraisy hendak mematahkan keimanan dengan siksa, maka orang-orang beriman mengatasi siksaan itu dengan pengorbanan. Dan Khabbab adalah salah seorang yang dipilih oleh takdir untuk menjadi guru besar dalam ilmu tebusan dan pengorbanan. Boleh dikata seluruh waktu dan masa hidupnya dibaktikannya untuk agama yang panji-panjinya mulai berkibar.

Di masa-masa dakwah pertama, Khabbab. tidak merasa cukup dengan hanya ibadah dan shalat semata, tetapi ia juga memanfaatkan kemampuannya dalam mengajar. Didatanginya rumah sebagian temannya yang beriman dan menyembunyikan keislaman mereka karena takut kekejaman Quraisy, lalu dibacakannya kepada mereka ayat-ayat Alquran dan diajarkannya. Ia mencapai kemahiran dalam belajar Alquran yang diturunkan ayat demi ayat dan surat demi surat.

Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan mengenai dirinya, bahwa Rasuiullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa ingin membaca Alquran tepat sebagaimana diturunkan, hendaklah ia meniru bacaan Ibnu Ummi Abdin (Khabbab bin Arats)!"

Hingga Abdullah bin Mas’ud menganggap Khabbab sebagai tempat bertanya mengenai soal-soal yang bersangkut paut dengan Alquran, baik tentang hapalan maupun pelajarannya.

Khabbab adalah juga yang mengajarkan Alquran kepada Fatimah binti Khatthab dan suaminya Sa’id bin Zaid ketika mereka dipergoki oleh Umar bin Khatthab yang datang dengan pedang di pinggang untuk membuat perhitungan dengan agama Islam dan Rasulullah SAW.

Khabbab bin Arats menyertai Rasulullah SAW dalam semua peperangan dan pertempurannya, dan selama hayatnya ia tetap membela keimanan dan keyakinannya. Dan ketika Baitul Mal melimpah-ruah dengan harta kekayaan di masa pemerintahan Umar dan Utsman RA, maka Khabbab beroleh gaji besar, karena termasuk golongan Muhajirin yang mula pertama masuk Islam.

Penghasilannya yang cukup ini memungkinkannya untuk membangun sebuah rumah di Kufah, dan harta kekayaannya disimpan pada suatu tempat di rumah itu yang dikenal oleh para shahabat dan tamu-tamu yang memerlukannya. Hingga bila di antara mereka ada sesuatu keperluan, ia dapat mengambil uang yang diperlukannya dari tempat itu.

Walaupun demikian, Khabbab tak pernah tidur nyenyak dan tak pernah air matanya kering setiap teringat akan Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang telah membaktikan hidupnya kepada Allah. Mereka beruntung telah menemui-Nya sebelum pintu dunia dibukakan bagi kaum Muslimin dan sebelum harta kekayaan diserahkan ke tangan mereka.

Ketika para sahabatnya datang menjenguk ketika ia sakit, mereka berkata, "Senangkanlah hati anda wahai Abu Abdillah, karena anda akan dapat menjumpai teman-teman sejawat anda."

Khabbab berkata sambil menangis, "Sungguh, aku tidak merasa kesal atau kecewa, tetapi kalian telah mengingatkanku kepada para sahabat dan sanak saudara yang telah pergi mendahului kita dengan membawa semua amal bakti mereka, sebelum mereka mendapatkan ganjaran di dunia sedikit pun juga. Sedang kita masih tetap hidup dan beroleh kekayaan dunia, hingga tak ada tempat untuk menyimpannya lagi kecuali tanah."

Kemudian Khabba menunjuk rumah sederhana yang telah dibangunnya itu, lalu ditunjuknya p**a tempat untuk menaruh harta kekayaannya. "Demi Allah, tak pernah saya menutupnya walau dengan sehelai benang, dan tak pernah saya menghalangi siapa pun yang meminta," ujarnya.

Dan setelah itu ia menoleh kepada kain kafan yang telah disediakan orang untuknya. Maka ketika dilihatnya mewah dan berlebih-lebihan, air matanya mengalir. "Lihatlah ini kain kafanku. Bukankah kain kafan Hamzah paman Rasulullah SAW ketika gugur sebagai salah seorang syuhada, hanyalah burdah berwarna abu-abu, yang jika ditutupkan ke kepalanya terbukalah kedua ujung kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan ke ujung kakinya, terbukalah kepalanya?"

Khabbab berp**ang pada tahun 37 Hijriyah. Dengan demikian, si pembuat pedang di masa jahiliyah telah tiada lagi. Demikian halnya guru besar dalam pengabdian dan pengorbanan dalam Islam telah berp**ang.
Lukman Hakim Di Jakarta Jumat, Juli 24, 2015

13/02/2017

3 Penyesalan Sahabat Nabi Yang Bernama Sya'ban Sebelum Mati
OLEH INFO ISLAM


Ada seorang sahabat bernama Sya’ban radhiallahu anhu. Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan sahabat – sahabat yang lain. (Diantara teman-teman tidak mengenal beliau sebagai sahabat Nabi bukan?)
Namun, ada suatu kebiasaan yang unik dari Sya’ban yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai, beliau selalu beritikaf dipojok depan masjid. Beliau mengambil posisi di pojok bukan supaya mudah senderan atau mau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah.
Kebiasaan yang unik ini sudah dipahami dan diketahui oleh sahabat lain bahkan oleh RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam, bahwa Sya’ban radhiallahu anhu selalu berada di posisi tersebut termasuk saat sholat berjamaah.

Pada suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam mendapati bahwa Sya’ban radhiallahu anhu tidak berada di posisinya seperti biasa. Rasul Shallallahu’alaihi Wa Sallam pun bertanya kepada jamaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban radhiallahu anhu. Namun tak seorangpun jemaah yang melihat Sya’ban radhiallahu anhu.

Sholat subuh pun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban radhiallahu anhu. Namun beliau belum juga datang.
Khawatir sholat subuh kesiangan, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah tanpa Syaban radhiallahu anhu.

Seusai sholat subuh berjamaah, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya kepada jamaah, “apa ada diantara kalian yang mengetahui kabar dari Sya’ban radhiallahu anhu?” Lagi, tak ada seorangpun yang menjawab. Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya lagi, “apa ada diantara kalian yang mengetahui di mana rumah Sya’banradhiallahu anhu?”. Akhirnya, kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’banradhiallahu anhu.RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam yang khawatir terjadi sesuatu dengan Sya’ban radhiallahu anhu meminta diantarkan ke rumahnya.

Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Rasul Shallallahu’alaihi Wa Sallam dan jamaah sebelum sampai ke rumah Sya’ban. Rombongan Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha (kira-kira 2-3 jam perjalanan). Sampai di depan rumah tersebut Rasulallah Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengucapkan salam. Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tersebut.

“Benarkah ini rumah Sya’ban?” Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya.
“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tersebut. “
Bolehkah kami menemui Sya’ban, yang tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?” .
Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban radhiallahu anhu menjawab:
“Beliau telah meninggal dunia tadi pagi”
Innalilahi wa inna ilaihirojiun…Subhanallah, satu – satunya penyebab dia tidak solat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya….

Kemudian istri Sya’ban bertanya kepada Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam

“Ya Rasulallah, ada sesuatu yang masih menjadi pertanyaan bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya ia berteriak tiga kali dengan masing-masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya”.
“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Di masing-masing teriakannya ia berucap tiga kalimat
“Aduuuh kenapa tidak lebih jauh…”
“Aduuuh kenapa tidak yang baru… ”
“Aduuuh kenapa tidak semua…”

Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun melantukan ayat yang terdapat dalam surat ke-50, Surat Qaaf ayat 22 yang artinya: “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam”

Tafsir Alquran Surat Qaaf ayat 22 yaitu menjelaskan saat Sya’ban radhiallahu anhu dalam keadaan sakratul maut perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (Bayangkan, dalam waktu sekejap perjalanan hidup kita dinampakkan dan semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala , “….maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam (QS Qaaf : 20)”

Apa yang dilihat oleh Sya’ban radhiallahu anhu (atau orang yang sakratulmaut) tidak bisa disaksikan oleh yang lain.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam Surat Qaaf ayat 22,

Pertama, dalam pandangannya yang tajam itu ia melihat semua perbuatannya ketika ia p**ang-pergi dari Masjid untuk sholat berjamaah lima waktu. Masih ingatkan, rombongan Nabi ketika menuju rumah Sya’ban dengan perjalanan jalan kaki sekitar 2-3 jam, tentu bukanlah jarak yang dekat meskipun dengan naik onta sekalipun. Dalam pengelihatan yang tajam itu p**a Sya’ban diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah-langkah nya ke Masjid dan Ia melihat surga sebagai ganjarannya. Saat melihat itu ia berucap: “Aduuuh kenapa tidak lebih jauh…” Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban, mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih banyak dan surga yang didapatkan lebih indah.

Kedua, Dalam adegan dimana semua perbuatan kita diperlihatkan. Sya’ban diperlihatkan ganjaran dan perbuatannya ketika melihat seseorang yang terbaring kedinginan, ketika dalam perjalanan menuju masjid, kemudian Ia membuka baju yang paling luar dan memberikan pakaian terluar itu kepada orang tersebut dan memapahnya untuk bersama-sama ke masjid melakukan sholat berjamaah. Orang itu pun terselamatkan dari mati kedinginan dan bahkan melakukan sholat berjamaah.Dalam adegan dimana semua perbuatan dan ganjaran kita diperlihatkan. Sya’ban pun kemudian melihat ganjaran berupa surga yang sebagai balasan memakaikan baju luar jeleknya kepada orang tersebut. Itulah mengapa Syaban berteriak “Aduh, kenapa tidak yang baru… ” Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban. Jika dengan baju jelek saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yang begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yang lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yang baru.

Ketiga, Selanjutnya kalimat yang ketiga. “Aduuuh kenapa tidak semua…”. Berikutnya Sya’ban melihat lagi suatu adegan saat ia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci (untuk haji, umroh atau bekerja) sudah tentu tahu sebesar apa ukuran roti disana (Lebih besar 3 kali dari ukuran rata-rata roti Indonesia). Ketika ia baru saja hendak memulai sarapan, munculah seorang pengemis di depan pintu yang meminta diberikan sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal tersebut, Sya’ban merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar, demikian p**a segelas susu itu pun ia bagi dua. Kemudian mereka makan bersama-sama. Allah Subhanahu wa ta’ala kemudian memperlihatkan ganjaran dari perbuatan Sya’ban dengan surga yang indah. Itulah mengapa ia berteriak “Aduh, kenapa tidak semua…” Sya’ban kembali menyesal. Seandainya dia memberikan semua roti dan susu itu kepada pengemis tersebut, tentulah dia akan mendapat surga yang jauh lebih indah.

Semoga dengan Kisah ini menambah keimanan kita untuk selalu taat Kepada Allah... aminnn..

13/06/2016

AZAB BAGi WANITA
Merinding bacanya,
"Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab, "Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.
Aku lihat perempuan yang telinganya tuli dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi saw.
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu? *Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya. *Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.
*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas. *Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan s**a mengumpat orang lain.
*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya. *Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.
*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang s**a memfitnah dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan,
Sahabat ku Aamiinkan Doa nya,
Allahumma ya Allah,,Ampuni dosa dosa ke orang tua kami,,dan ampuni dosa dosa wanita"muslimah yg hadir di sini
Dan Ya Allah jadikanlah kami wanita "yg sholehah yg selalu taat pada pada perintahMu,dan taat pada suami,,
Allahumma ya ALLAH tanamkan di hati kami perasaan selalu rindu kepada-Mu, ingatkanlah selalu kami tentang dahsyatnya hari akhirat-Mu agar hamba tidak tertipu dengan kesenangan dunia sesaat ini, ya ALLAH, ya Tuhan kami, Penguasa hati kami, tetapkanlah hati kami dalam taqwa dan istiqomah agar tetap dijalan-Mu sampai akhir hayat nanti.,,.. Aamiin ya Rabbal'alamin
Barokalla,hu alaikum wa ahlikum

23/11/2015

KISAH HIKMAH TERBAIK. SAAT NABI MENANGISI NASIB KAUM WANITA

Suatu ketika Ali bin Thalib bersama Fatimah, mendatangi Rasulullah SAW dan melihat beliau sedang menangis. Lalu dia bertanya mengapa Rasulullah SAW menangis. Beliau menjawab; “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan sedang disiksa dengan berbagai siksaan di dalam neraka. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena menyaksikan mereka disiksa dengan sangat berat dan mengerikan.”

Putri Rasulullah SAW itu, kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan gada dari api neraka,” kata Nabi SAW.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan mahramnya.”

Perempuan yang digantung payudaranya adalah istri yang menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan mahramnya dan s**a mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang lain yang bukan mahram dan dia bersolek supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan mahramnya.

Mendengar itu, Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Betapa wanita itu digambarkan sebagai tiang negara, rusak tiang, maka rusak p**a negara, akhlak dan moral.

Meski demikian, laki-laki yang bermaksiat kepada Allah juga tidak sedikit yang masuk neraka. Ayah-ayah yang membiarkan anak perempuannya tidak memakai kerudung dan mengumbar aurat di depan orang lain.

Surga dan Neraka adalah soal pilihan. Tergantung bagaimana manusia menjalani hidupnya di alam jagat raya. Kalau mau selamat, maka patuhlah kepada Al-Qur`an dan hadits, balasannya adalah surga dengan segala kenikmatan di dalamnya. Kalau mau celaka dengan mendurhakai Al-Qur`an dan hadits, maka Allah sudah menyediakan penjara yang sangat mengerikan, yaitu neraka dengan api dan siksaan yang sangat pedih dan tidak terbayangkan oleh manusia sebelumnya.

Dalam sebuah hadits yang diwirayatkan oleh Abu Hurairah RA., Rasulullah SAW bersabda:

“Neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.” (Hr. Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya wanita adalah aurat, maka jika dia keluar (rumah) setan akan mengikutinya (menghiasainya agar menjadi fitnah bagi laki-laki), dan keadaannya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah ’Azza wa Jalla) adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.” (Hr. Ibnu Khuzaimah no. 1685, Ibnu Hibban no. 5599, dan ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Ausath no. 2890, dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban)

Tabarruj akan membawa laknat dan dijauhkan dari rahmat Allah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Akan ada di akhir umatku (nanti) wanita-wanita yang berpakaian (tapi) telanjang, di atas kepala mereka (ada perhiasan) seperti punuk unta, laknatlah mereka karena (memang) mereka itu terlaknat (dijauhkan dari rahmat Allah SWT).” (Hr. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamush Shagir hlm. 232 dinyatakan shahih sanadnya dalam kitab Ilbaabul Mar`atil Muslimah hlm. 125)

Allah ’Azza wa Jalla berfirman:

“Wahai istri-istri Nabi, tinggallah kalian di rumah-rumah kalian. Janganlah kalian keluar rumah dengan berdandan ala perempuan-perempuan jahiliah sebelum Islam datang. Laksanakanlah shalat, keluarkanlah zakat dan taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah berkehendak menyelamatkan kalian dari semua perbuatan yang buruk, dan membersihkan jiwa kalian dari syirik sebersih-bersihnya.” (Qs. Al-Ahzab [33]: 33)

Astahgifurllahal 'Aadziim
Semoga yang menulis Aamiin pada komentar dibawah ini terhindar dari siksa api neraka sangat pedih dan dosa2 kita diampuni oleh Allah SWT. Aamiin

Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat.....

16/04/2015

NABI MUHAMMAD
MEMOHONKAN SYAFAAT
UNTUK SELURUH UMAT
KISAH ISLAM ·

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Saya adalah pemimpin semua orang pada hari
kiamat. Tahukah kalian sebabnya apa? Allah
Subhanahu wa Ta’ala mengumpulkan orang-orang
yang terdahulu dan orang-orang yang akhir di suatu
dataran tinggi. Mereka dapat dilihat oleh orang
yang melihat dan dapat mendengar orang yang
memanggil. Matahari dekat sekali dari mereka.
Semua orang mengalami kesusahan dan penderitaan
yang mereka tidak mampu memikulnya. Lantas
orang-orang berkata, ‘Apakah kalian tidak tahu
sampai sejauh mana yang kalian alami ini? Apakah
kalian tidak memikirkan siapa yang dapat
memohonkan syafaat kepada Rabb untuk kalian?’
Lantas sebagian orang berkata kepada sebagian
lain, ‘Ayah kalian semua, Nabi Adam ‘alaihissalam ’.

Mereka pun mendatangi beliau, lalu mereka berkata,
‘Wahai Nabi Adam! Engkau adalah ayah semua
manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakanmu
dengan kekuasaan-Nya dan meniupkan ruh-Nya ke
dalam tubuhmu. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga
memerintahkan kepada malaikat untuk bersujud,
sehingga mereka pun bersujud kepadamu. Di
samping itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan
tempat tinggal kepadamu di surga. Sudilah kiranya
engkau memohonkan syafaat kepada Rabbmu untuk
kami? Bukankah engkau tahu apa yang kami alami
dan sampai sejauh apa menimpa kami?’ Nabi Adam
‘alaihissalam menjawab, ‘Sungguh hari ini Rabbku
sangat murka. Belum pernah Dia murka seperti ini
sebelumnya dan Dia tidak akan murka seperti ini
lagi setelahnya. Sungguh, Dia melarangku akan
suatu pohon, tetapi saya berbuat maksiat. Diriku,
diriku, diriku. Pergilah ke selain aku.
Pergilah
kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam ’.

Lantas mereka mendatangi Nabi Nuh ‘alaihissalam ,
lalu mereka berkata, ‘Wahai Nuh! Engkaulah Rasul
pertama di muka bumi ini. Allah Subhanahu wa
Ta’ala telah menyebut dirimu hamba yang banyak
bersyukur. Bukankah engkau mengetahui apa yang
sedang kita alami sekarang? Sudilah kiranya engkau
memohonkan syafaat kepada Rabbmu untuk kami?’
Nabi Nuh ‘alaihissalam menjawab, ‘Sungguh, hari
ini Rabbku sangat murka. Belum pernah Dia murka
seperti ini sebelumnya dan Dia tidak akan murka
seperti ini lagi setelahnya. Sungguh, saya
mempunyai suatu dosa mustajab yang telah saya
gunakan untuk mendoakan kebinasaan pada kaumku.
Diriku, diriku, diriku, pergilah ke selain aku.
Pergilah pada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ’.

Kemudian mereka pun mendatangi Nabi Ibrahim
‘alaihissalam , lalu mereka bertanya, ‘Wahai
Ibrahim! Engkau adalah Nabi Allah dan kekasih
Allah di antara penduduk bumi. Mohonkanlah syafaat
kepada Rabbmu untuk kami. Bukankah engkau telah
mengetahui keadaan yang sedang kami alami?’ Lalu
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menjawab, ‘Sungguh,
hari ini Rabbku sangat murka. Belum pernah Dia
murka seperti ini sebelumnya dan Dia tidak akan
murka seperti ini lagi setelahnya. Sesungguhnya
saya pernah berdusta sebanyak tiga kali. Diriku,
diriku, diriku, pergilah ke selain aku. Pergilah pada
Nabi Musa ‘alaihissalam ’.

Selanjutnya mereka mendatangi Nabi Musa
‘alaihissalam , lalu mereka berkata, ‘Wahai Nabi
Musa! Engkau adalah utusan Allah Subhanahu wa
Ta’ala . Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi
keutamaan kepadamu dengan kerasulan dan kalam-
Nya yang melebihi orang lain. Mohonkanlah syafaat
kepada Rabbmu untuk kita. Bukankah engkau
mengetahui keadaan yang sedang kita alami?’
Lantas Nabi Musa ‘alaihissalam menjawab,
‘Sungguh, hari ini Rabbku sangat murka. Belum
pernah Dia murka seperti ini sebelumnya dan Dia
tidak akan murka seperti ini lagi setelahnya.
Sungguh, saya pernah membunuh seorang manusia
padahal saya tidak diperintahkan untuk
membunuhnya. Diriku, diriku, diriku, pergilah ke
selain aku. Pergilah pada Nabi Isa ‘alaihissalam ’.

Setalah itu, mereka pun mendatangi Nabi Isa
‘alaihissalam , lalu mereka berkata, ‘Wahai Nabi
Isa! Engkau adalah utusan Allah Subhanahu wa
Ta’ala dan yang diciptakan dengan kalimat-Nya
yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan
(dengan tiupan) ruh dari-Nya. Engkau dapat
berbicara dengan orang-orang ketika masih dalam
buaian. Mohonkanlah syafaat kepada Rabbmu untuk
kita. Bukankah engkau mengetahui keadaan yang
sedang kita alami?’ Lantas Nabi Isa ‘alaihissalam
menjawab, ‘Sungguh, hari ini Rabbku sangat murka.
Belum pernah Dia murka seperti ini sebelumnya dan
Dia tidak akan murka seperti ini lagi setelahnya.’
Nabi Isa tidak menyebutkan dosa yang
diperbuatnya. ‘Diriku, diriku, diriku, pergilah ke
selain aku. Pergilah pada Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam ’.

Lalu mereka mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam , selanjutnya mereka berkata, ‘Wahai
Muhammad! Engkau adalah utusan Allah Subhanahu
wa Ta’ala dan penutup para nabi. Allah Subhanahu
wa Ta’ala telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu
dan yang akan datang. Mohonkanlah syafaat kepada
Rabbmu untuk kita. Bukankah engkau mengetahui
keadaan yang sedang kita alami?’ Lantas saya
berangkat hingga saya sampai di bawah Arsy.
Kemudian saya bersujud kepada Rabbku. Lantas
Allah Subhanahu wa Ta’ala ajarkan padaku pujian-
pujian kepada-Nya serta keindahan sanjungan
terhadap-Nya yang belum pernah Dia ajarkan
kepada selain diriku. Lalu dikatakan, ‘Wahai
Muhammad! Angkatlah kepadamu. Ajukanlah
permohonan, niscaya permohonanmu dikabulkan.
Mohonlah syafaat, pastilah akan diterima
syafaatmu.’ Selanjutnya aku mengangkat kepalaku,
lalu saya berkata, ‘Ummatku, wahai Rabbku, umatku
wahai Rabbku, ummatku wahai Rabbku!’ Lantas
dikatakan, ‘Wahai Muhammad! Masukkanlah umatmu
yang tidak peru dihisab dari pintu surga ke sebelah
kanan. Mereka juga sama dengan orang-orang lain
di selain pintu tersebut.’ Kemudian beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Demi Dzat
yang mengauasai diriku, sesungguhnya jarak anara
dua daun pintu dari beberapa daun pintu surga
sama dengan jarak antara Mekah dan Hajar atau
antara Mekah dan Bushra’.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah
Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah
Cetakan 1

Address

Rembang

Telephone

0178178028

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kisah-Kisah NABI Muhammad SAW posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share