GBI Bukit Sion Ratahan

GBI Bukit Sion Ratahan Gereja Bethel Indonesia

25/05/2026

Contoh yang Layak Diikuti

Yesus berdiri dalam diam ketika dilucuti pakaian-Nya, diludahi, dipukuli, dan diejek. Ia berdiri di sana ketika mereka memilin duri menjadi mahkota dan menjejalkannya ke kepala-Nya. Ia menyaksikan mereka berjudi memperebutkan pakaian-Nya. Ia ditolak, dituduh, dipukuli, dilucuti, dan disalibkan—dan Ia menanggung semua ini dengan rela, karena kasih.

Bayangkan memiliki kuasa dan otoritas yang tak terbatas, dan melepaskan semuanya. Bayangkan Anda rela mengorbankan hidup agar orang lain dapat mengalami kasih Allah yang dalam dan tanpa syarat. Inil yang Yesus teladani bagi kita.

“yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
Filipi 2:6-8 PBTB2

Yesus tahu Dia milik Siapa, dan panggilan-Nya untuk dilakukan. Dia tahu bahwa pelayanan tanpa pamrih lebih penting daripada ego. Dia tahu bahwa kerendahan hati lebih besar daripada keangkuhan. Dan Dia tahu ketaatan-Nya kepada Allah membawa kita kepada kebebasan dan kemuliaan-Nya.

Yesus menunjukkan kerendahan hati dengan cara mengorbankan nyawa-Nya agar kita dapat mengenal kasih Allah secara pribadi. Dan jika kita mengaku sebagai pengikut Yesus, maka kita perlu memiliki sikap dan gaya hidup seperti Yesus. Tetapi kita hanya dapat melakukan ini dengan menyatu dengan Yesus sambil mengikuti teladan-Nya bersama-sama.

Jadi, bagaimana kita menyatu? Dengan menunjukkan kasih satu sama lain. Dan bagaimana kita menunjukkan kasih satu sama lain? Dengan mendahulukan orang lain dan memilih untuk tidak menyimpan kepahitan. Kasih sejati butuh kerelaan untuk melepas kesombongan, dan melayani tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

“Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnyaa.”
Yohanes 15:12-13 PBTB2

Jadi, kepada siapa Anda dapat menunjukkan kasih hari ini? Luangkan beberapa saat dan izinkan Tuhan mengajarkan bagaimana Anda dapat mempraktekkan kerendahan hati, tetap bersatu dalam kasih, dan melayani sesama tanpa pamrih hari ini.

Menemukan Istirahat dalam TuhanKapan terakhir kali Anda minum air dingin setelah berada di luar panas terik? Atau mungki...
24/05/2026

Menemukan Istirahat dalam Tuhan

Kapan terakhir kali Anda minum air dingin setelah berada di luar panas terik? Atau mungkin menyelam di danau di tengah musim panas? Sungguh lega bisa menyegarkan diri secara fisik, dan semua kita punya ide yang berbeda dalam cara menyegarkan diri.

Firman Tuhan memberitahukan kita bahwa Tuhan itu seperti Gembala yang menjaga kita. Dia melindungi kita dari bahaya dan Dia memastikan kita semua terpelihara.

Salah satu pekerjaan gembala adalah menyediakan penyegaran bagi para domba. Itu sebabnya penulis Mazmur 23 berkata bahwa Tuhan menuntunnya ke tempat yang tenang dan hijau. Hal-hal tersebut menyegarkan jiwanya.

Sudahkah Anda memeriksa jiwamu belakangan ini?

Terkadang saat kita belum disegarkan Tuhan, kita akhirnya hidup dalam ketergesa-gesaan. Kita membiarkan jiwa dan pikiran kita sibuk dari satu hal ke hal berikutnya. Kita menjadi cemas. Setelah cukup lama, kita mulai berpikir ada yang salah dengan diri kita.

Dalam Yohanes 10:11, Yesus berkata bahwa Dia adalah Gembala yang Baik, dan kita adalah domba-domba-Nya. Ini berarti bahwa Yesus menyediakan jalan yang benar untuk kita lalui, perlindungan rohani dan tuntunan melalui doa, dan juga penyegaran rohani bagi jiwa kita. Saat kita meluangkan waktu bersama Yesus, bagian dari pekerjaan-Nya adalah untuk menyegarkan kita.

Tapi untuk itu, kita harus mengikuti Dia ke tempat yang tenang. Kita harus meninggalkan kebisingan dan notifikasi dunia serta belajar untuk melambatkan langkah mengikuti Yesus. Kita tidak perlu terburu-buru sewaktu bersama-Nya.

Saat kita belajar untuk meneduhkan jiwa dengan menghilangkan gangguan, kita bisa mulai menikmati waktu bersama Yesus. Saat kita belajar untuk menikmati Yesus, maka Dia akan melakukan pekerjaan-Nya yakni menyegarkan jiwa kita yang kering dan lelah tanpa-Nya.

Jadi, ambil waktu sejenak hari ini tanpa gangguan dan ambil waktu bersama Yesus. Jika Anda merasa hal ini sulit, itu adalah indikasi bahwa jiwa Anda tidak terbiasa beristirahat. Hidup Anda akan jauh lebih sehat dan memuaskan jika Anda menjadikan penghiburan dari Tuhan sebagai kebiasaan sehari-hari.

12/05/2026

Kedekatan Itu Penting

"Orang yang bergaul dengan orang bijaksana, akan menjadi bijaksana; orang yang bergaul dengan orang bodoh, akan celaka."
Amsal 13:20 BIMK

Masuk akal, bukan? Jika Anda dikelilingi orang yang membuat keputusan buruk, tak lama lagi Anda akan mulai berlaku seperti mereka. Atau Anda mungkin disalahkan oleh sebab keputusan buruk orang lain hanya karena Anda bergaul dengan mereka. Pada akhirnya Anda akan "menderita kerugian".

Kita selalu ingin mengasihi mereka yang jauh dari Tuhan, tapi ada bedanya antara mengasihi seseorang dengan bergabung bersama mereka. Sebaliknya, jika Anda berjalan bersama orang bijak–melihat, bertanya, belajar, meniru–Anda juga dalam prosesnya akan menjadi bijak.

Jadi, Anda ingin menjadi orang yang bagaimana? Dan siapa saja dalam hidup Anda yang Anda anggap bijak? Mungkin orang tua, kakek/nenek, pastor, atau guru. Mungkin tetangga, pembimbing, atau seseorang yang Anda kagumi untuk alasan yang benar.

Sengaja ataupun tidak, kita semua dimuridkan oleh seseorang. Jika Anda ingin berjalan bersama orang bijak, kedekatan itu penting.

Temui mereka saat minum kopi atau makan siang. Berjalanlah bersama mereka. Undang mereka ke rumah. Belajar dari pengalaman mereka. Baca Alkitab bersama mereka. Tanya mereka secara langsung.

Seperti Amsal 1:7 berkata, "Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan."

Ternyata, Tuhan adalah mentor yang paling bijak. Jadi, bicaralah kepada-Nya sepanjang harimu, belajarlah dari-Nya dengan membaca Firman, dan luangkan waktu dengan orang lain yang ingin menjadi seperti-Nya.

11/05/2026

Yesus adalah Tuhan

Seberapa pun baiknya diri Anda, seberapa pun kerasnya Anda berusaha, atau seberapa pun usaha Anda untuk menjadi orang baik, dalam hal mengikuti Kristus, Anda tidak dapat mengusahakan jalan menuju Tuhan. Anda tidak dapat melakukan banyak hal baik untuk membuat timbangan menjadi berat di sisi Anda. Anda tidak dapat membeli, memenangkan, mengesankan, atau memanipulasi jalan Anda menuju keselamatan.

Tetapi Yesus telah membeli kebebasan Anda di kayu salib dan menawarkannya kepada Anda sebagai sebuah karunia.

Tapi Anda memiliki satu pekerjaan, seperti yang dijelaskan Paulus dalam suratnya kepada orang-orang Roma…

“Sebab jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dengan hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka engkau akan diselamatkan.”
Roma 10:9 PBTB2

Banyak orang percaya bahwa Yesus adalah seorang tokoh sejarah yang nyata. Banyak orang percaya bahwa Yesus adalah pribadi yang benar-benar baik. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa setan pun percaya bahwa hanya ada satu Tuhan (Yakobus 2:19).

Beberapa menit sebelum kematian mereka, dua penjahat digantung di kayu salib di samping Yesus. Salah satu penjahat mengolok-olok Dia, tetapi yang lain percaya kepada-Nya. Yesus memberi tahu penjahat yang percaya kepada-Nya bahwa dia akan segera berada di Surga. Dia menerima anugerah.

Anda lihat, kita semua telah berdosa dan tidak memenuhi standar kudus Tuhan. Kita semua membutuhkan anugerah-Nya, tetapi belum semua dari kita menerima anugerah-Nya.

Jadi, apakah Anda berusaha menjadi cukup baik bagi Tuhan? Berita buruknya adalah, Anda tidak akan bisa. Anda tidak pernah bisa menjadi cukup baik dengan kemampuan diri sendiri. Tapi kabar baiknya adalah, Yesus telah membuka jalan. Namun, tidaklah cukup dengan mengetahui bahwa Dia adalah pribadi yang nyata atau berpikir bahwa beberapa ajaran-Nya baik.

Dan pertanyaan terpenting: Maukah Anda menjadikan Dia sebagai Tuhan atas hidup Anda?

11/05/2026

Memberitakan Kabar Baik

Tepat sebelum Yesus meninggalkan bumi dan naik ke surga, Dia mengumpulkan murid-murid-Nya yang telah menemani-Nya selama tiga tahun terakhir. Ketika mereka duduk mengelilingi meja sambil makan bersama, Yesus menugaskan mereka untuk melanjutkan pekerjaan yang telah Dia mulai.

Yesus telah menghabiskan sebagian besar pelayanan-Nya untuk mewartakan kedatangan Kerajaan Allah, yang merupakan pemerintahan dan kekuasaan Allah. Tanggapan yang tepat terhadap kedatangan ini adalah agar orang-orang berubah dari cara hidup mereka yang lama dan percaya kepada Yesus.

Ucapan pertama Yesus dalam Injil Markus terdapat dalam Markus 1:15, dan itu merupakan pengumuman tentang kedatangan Kerajaan Allah. Dan ucapan terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya, yang dimulai dari Markus 16:15, dibangun di atas pengumuman-Nya yang pertama. Panggilan yang ditinggalkan Yesus bagi kita adalah untuk terus menyebarkan kabar baik Injil kepada orang lain.

Kabar baik ini adalah bahwa Yesus telah membawa kedatangan Kerajaan Allah ke bumi, dan melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Dia telah membuka jalan bagi semua orang untuk memiliki hidup baru di dalam Dia.

Tugas penginjilan ini, atau memberi tahu orang lain tentang Yesus, adalah hal pertama yang Yesus minta kepada para pengikut-Nya untuk dilakukan ketika Dia meninggalkan bumi. Menceritakan kepada orang lain tentang apa yang telah Yesus lakukan bagi mereka adalah salah satu hal terpenting yang dapat kita lakukan dengan waktu kita. Kita telah dianugerahi karunia terbesar—hidup kekal bersama Tuhan. Namun, karunia itu juga tersedia secara cuma-cuma bagi seluruh dunia.

Jadi, luangkanlah waktu hari ini untuk berdoa bagi orang-orang dalam hidup Anda yang belum mengenal pengharapan yang Yesus berikan. Berdoalah untuk keselamatan mereka, dan juga berdoalah untuk kesempatan membagikan kisah iman Anda sendiri kepada mereka.

Menceritakan kepada orang lain tentang Yesus bukan berarti Anda harus berdiri di sudut jalan sambil berseru-seru, tetapi itu berarti Anda harus melakukan percakapan secara aktif dan bermakna dengan orang lain. Ketika kita menceritakan kepada orang lain tentang hidup baru dan Kerajaan baru yang tersedia bagi mereka, kita melanjutkan pekerjaan yang ditinggalkan Yesus untuk kita lakukan.

07/05/2026

Panggilan Setiap Orang Kristen

Dalam kitab 1 Korintus, rasul Paulus menggunakan metafora yang merupakan bagian dari budaya mereka saat menyampaikan kebenaran penting. Paulus mengumpamakan pekerjaan penginjil dengan pekerjaan petani di ladang:

"Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang menumbuhkan."
1 Korintus 3:7

Pesan Paulus jelas: meski setiap orang Kristen diberi kuasa untuk melakukan tugas penginjilan, pada akhirnya Allahlah—Roh Kudus, yang menumbuhkan benih iman di dalam hati orang yang belum percaya. Artinya tanggapan orang terhadap Injil bukan bergantung pada kita sebagai orang percaya; tanggung jawab kita adalah dengan setia memberitakan kabar baik tentang hidup kekal.

Namun, jika mau jujur, banyak di antara kita orang Kristen yang menyimpan imannya hanya untuk diri sendiri. Ada orang-orang yang siap dan bersedia mendengarkan serta menanggapi pesan Injil Yesus Kristus—pengharapan akan hidup kekal. Dan Tuhan ingin memakai kita. Dia ingin memakai Anda!

Saat ini, di mana pun Anda berada—di tempat kerja Anda, di lingkungan Anda, di keluarga Anda, dan di kelompok teman Anda—di mana pun Anda berjalan bersama orang lain, Allah ingin membawa kabar baik tentang Yesus Kristus.
Dan Anda tidak pernah sendirian dalam panggilan ini. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan berjanji Roh-Nya akan menyertai dan memimpin Anda, memberi Anda kata-kata yang tepat untuk diucapkan saat Anda melangkah dalam iman (Matius 28:20).

Jadi, luangkan waktu sejenak dan pertimbangkan langkah selanjutnya yang dapat Anda ambil untuk mulai memberitakan Yesus kepada orang lain. Persiapkan diri Anda untuk melakukan percakapan tentang Kristus dengan tetangga, rekan kerja, atau teman Anda. Dan mintalah Tuhan untuk memberi Anda keberanian, sehingga pekerjaan baik yang telah Dia mulai dalam diri Anda juga dapat berakar pada orang lain.

Shalom pagi...
07/05/2026

Shalom pagi...

Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

05/05/2026

Orang yang Diubahkan

Pernahkah Anda merasa perlu mengerjakan ulang? Jika demikian, Anda tidak sendirian. Petrus juga melakukannya.

Petrus adalah salah satu dari dua belas murid Yesus, yang diundang oleh Yesus sendiri untuk meninggalkan kehidupannya sebagai nelayan dan bergabung dengan-Nya dalam pelayanan-Nya di bumi. Pada malam Yesus dikhianati, Petrus mengikuti Dia ke pengadilan palsu. Orang-orang di daerah tersebut secara terbuka dan agresif memusuhi Yesus. Bayangkan bagaimana rasanya dikelilingi oleh orang-orang yang mungkin akan memperlakukan Petrus sebagaimana mereka memperlakukan Yesus pada saat itu.

Dalam Matius 26 dan Lukas 22, kita melihat bahwa Petrus memilih untuk tidak menonjolkan diri. Dia ingin luput dari perhatian massal yang mengamuk. Namun hal itu tidak berlangsung lama—tiga orang berbeda mengenalinya sebagai pengikut Yesus dan menanyakan hal itu kepadanya. Setiap kalinya, Petrus menyangkal pernah mengenal Yesus.

Namun, jika kita melompati bagian Kitab Suci, kita mendapati Petrus melakukan hal yang sebaliknya. Dalam Kisah Para Rasul 2, Petrus berdiri di depan kerumunan besar orang yang mungkin menganiaya dia. Daripada menyangkal mengenal Yesus, ia menyatakan rahasia hidup: bertobat dan dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosa, dan menerima Roh Kudus.

Hal ini berisiko. Apa yang akan dipikirkan orang-orang? Bagaimana jika mereka menyerangnya seperti yang mereka lakukan terhadap Yesus? Namun, dia tetap berani. Dia adalah orang yang telah diubahkan dibandingkan dengan dirinya yang sebelumnya dalam kisah tersebut.

Bagaimana Petrus diubahkan? Dia dipulihkan oleh Yesus. Dia juga menerima karunia Roh Kudus.

Dua hal besar terjadi di antara bagian-bagian kitab suci ini: Yesus mengunjungi Petrus, dan dengan anugerah memulihkannya. Kedua, Roh Kudus turun dari surga bagi para pengikut Yesus. Melalui Roh Kudus datanglah kuasa, memampukan orang-orang percaya untuk menjalani kehidupan yang berani dan diubahkan (Kisah Para Rasul 2).

Kebanyakan dari kita menghadapi saat-saat seperti ini: saat-saat di mana jawaban yang benar adalah melangkah dengan berani bagi Yesus, dan jawaban yang mudah adalah tetap menundukkan kepala. Apa yang akan dipikirkan orang-orang? Apa yang akan mereka lakukan?

Inilah kabar baiknya: kita tidak pernah sendirian. Kita tidak harus berani sendirian. Roh Kudus akan menyertai kita setiap hari, memberi kita kekuatan untuk menjadi berani dan berubah. Kita dapat mengalami pembaruan setiap hari dengan bantuan-Nya.

Anda bisa mulai hari ini. Jadilah berani sekarang. Roh Kudus siap berjalan bersama Anda.

01/05/2026

Pertahankan

Saat Anda berjalan bersama teman, Anda harus menyelaraskan langkah Anda bersama. Jika salah satu dari Anda lebih cepat atau lambat, maka kalian tidak lagi berjalan bersama. Demikian halnya dengan perjalanan kita dengan Tuhan.

Rasul Paulus berkata seperti ini:
"Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh."
Galatia 5:25 PBTB2

Saat kita percaya bahwa Yesus adalah Juru Selamat kita, maka kita diberikan anugerah dan karunia Roh Kudus. Sederhananya, Roh Kudus adalah Tuhan. Kita diberikan Tuhan! Roh Kudus memimpin, membimbing, bekerja di dalam dan melalui kita.

Ada kalanya kita tergoda untuk berjalan mendahului Roh. Karena, jika kita jujur, terkadang langkah-Nya tidak selalu secepat yang kita inginkan. Kita bahkan mungkin mempertanyakan apakah Dia bekerja atau apakah Dia peduli. Itu sebabnya berjalan dengan Tuhan membutuhkan kesabaran.

Ada kalanya kita tergoda untuk berjalan lebih lambat di belakang Roh. Karena, terkadang, Dia mungkin membimbing kita ke tempat yang mungkin membuat kita tidak nyaman. Hal ini memerlukan upaya, niat, dan kekuatan fisik serta emosi. Itulah sebabnya berjalan bersama Tuhan membutuhkan keberanian.

Kita bisa menyelaraskan langkah kita dengan Roh Kudus dengan melangkah dekat dengan-Nya—memperhatikan-Nya, berbicara kepada-Nya, membaca Firman-Nya, dan berada di dalam komunitas orang-orang yang mengasihi-Nya.

Karena saat kita berkomitmen untuk tetap dekat dengan-Nya, satu hal yang pasti: Roh Kudus akan membimbing Anda—dalam setiap langkah yang Anda ambil.

27/04/2026

Kasih Yesus yang Besar

Kasih adalah awal segalanya. Anda dan saya dapat hidup dan bernapas saat ini karena Tuhan mengasihi kita. Tuhan menciptakan kita karena Dia ingin mengasihi manusia, dan kita adalah penerima kasih-Nya yang besar.

Dalam 1 Yohanes 4:9, Yohanes memberi tahu para pembacanya bahwa cara utama Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita adalah melalui Yesus. Bahkan ketika kita masih dianggap musuh Allah, Dia mengutus Yesus ke dunia untuk kita. Ketika Yesus berada di bumi, Dia menjalani kehidupan tanpa dosa sebagai perwakilan manusia kepada Allah. Kematian dan kebangkitan-Nya membuka jalan bagi kita untuk diampuni dari dosa-dosa kita dan memulai hubungan dengan Allah.

Sekarang Allah memberi kita kasih-Nya secara cuma-cuma. Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan kasih-Nya, dan tidak ada apa pun tentang kita yang membuat kita layak menerima kasih-Nya. Inilah mengapa Yohanes berkata bahwa kasih berasal dari Allah (1 Yohanes 4:7).

Kasih adalah tanggung jawab terbesar kita dalam hidup. Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa mengasihi Allah dan mengasihi sesama adalah dua perintah terbesar. Tetapi dasar dari semua ini adalah kasih Allah melalui Yesus.

Yohanes memberi tahu kita dalam 1 Yohanes 4:7-8 bahwa mereka yang benar-benar mengenal Allah akan mengasihi orang lain juga. Hubungan kita dengan Tuhan adalah contoh bagaimana kita harus mengasihi orang lain. Kita seharusnya tidak pernah menolak memberi sesuatu yang telah kita terima secara cuma-cuma. Dan karena kita telah menerima kasih dari Tuhan secara cuma-cuma, kita juga harus memberikan kasih secara cuma-cuma kepada orang lain.

Pertimbangkan beberapa cara Anda dapat mengasihi orang-orang di sekitar Anda. Terkadang meluangkan waktu bersama orang lain adalah cara terbaik untuk mengasihi mereka. Mungkin juga ada orang yang Anda kenal yang membutuhkan dorongan, atau membantu memenuhi kebutuhan mereka. Pikirkan satu atau dua hal yang dapat Anda lakukan minggu ini untuk menunjukkan kasih kepada seseorang dalam hidup Anda.

Address

Lorong GBI_Kelurahan Lowu Satu
Ratahan
95695

Opening Hours

05:00 - 21:00

Telephone

+6281244477889

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI Bukit Sion Ratahan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GBI Bukit Sion Ratahan:

Share