Renungan Harian Toraya - Rehat

Renungan Harian Toraya - Rehat Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Renungan Harian Toraya - Rehat, Religious organisation, Rantepao.

Renungan Harian Toraya (REHAT) adalah renungan pengembangan dari bacaan harian Alkitab Gereja Toraja untuk seluruh kalangan, khususnya seluruh orang Toraja dimanapun berada.

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Sabtu, 2 September 2023

*JANGAN SAMPAI MENJADI HATER*
(Da Siamo Mimendadi To Mabiri’)
Bacaan Alkitab dari Matius 12:22-37

Jangan menghabiskan waktu menjawab atau menjelaskan sesuatu kepada orang yang membencimu. Itulah nasihat orang bijak kepada mereka yang mengambil hati perkataan dan sikap orang yang membencinya. Memang sia-sia saja untuk menanggapi pembenci (hater) sebab penjelasan apapun tidak akan membuatnya berubah.
Orang Farisi membenci Yesus bukan karena Yesus berbuat jahat. Mereka membenci Yesus (menjadi hater) justru karena kehadiran Yesus selalu baik dan telah menyebabkan semakin banyak orang mengikuti-Nya. Lantas orang Farisi merasa kepentingannya terganggu dan pengaruhnya kian merosot.
Tindakan Yesus yang menyembuhkan orang buta dan bisu disambut gembira oleh orang banyak. Mereka mengungkapkan, “Ia ini agaknya Anak Daud.” Namun, orang Farisi malah mengatakan, “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” Mereka telah menjadi orang yang merasa selalu benar, bahkan merasa berhak menentukan kebenaran; siapapun yang berbeda pasti dianggap salah.
Tanggapan Yesus memaksudkan dua hal sekaligus. Demi kasih-Nya yang sempurna dan tak berubah, penolakan keras dan bersifat hujat itu akan diselesaikan Yesus melalui pengorbanan- Nya. Akan tetapi, setelah pengampunan disempurnakan di dalam dan melalui pengorbanan-Nya, maka berlakulah perjanjian baru (last covenant = perjanjian terakhir). Barang siapa percaya akan selamat dan barang siapa tidak percaya akan binasa. Jika orang menolak-Nya, tidak akan ada lagi karya lain untuk pengampunan. Itulah makna dari ungkapan “menghujat Roh.” Jangan sampai kita menjadi hater, orang yang merasa diri benar, dan membenci orang yang sesungguh-Nya mengerjakan dan menyatakan kebenaran Allah di dalam Kristus. Amin.

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Jumat, 1 September 2023

*MESKIPUN ENGKAU KECIL*
(Moi Ammu Bitti’)
Bacaan Alkitab dari Wahyu 3:7-13

Sesungguhnya, rasa kurang percaya diri, bahkan rasa minder dapat sangat mengganggu dan menghambat banyak hal. Ia menjadi hambatan dalam membangun hubungan yang sehat. Ia juga menghambat kita untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita tak dapat mencapai hasil-hasil maksimal. Dalam kondisi tertentu, malahan ia bisa membuat pekerjaan jadi berantakan.
Orang Kristen di Filadelfia mengalami gangguan percaya diri oleh karena mereka melihat dirinya sebagai kelompok kecil (minor) potensi tidak berarti, merasa kecil dan lemah. Rasa tertekan demikian diperparah oleh adanya tekanan orang-orang Yahudi palsu (ay. 9).
Dalam kondisi demikianlah mereka menerima penguatan dari Tuhan melalui wahyu yang diterima dan dituliskan oleh Yohanes. Yohanes menegaskan bahwa Tuhan sendirilah yang membuat diri dan kehadiran mereka menjadi berarti. Malahan, mereka yang kecil itu juga bisa menjadi sokoguru (tiang). Artinya, keberadaan mereka juga penting dalam persekutuan umat Tuhan. Bukan karena kemampuan mereka, tetapi karena Allah mengasihinya dan mereka menang dalam iman (menuruti Firman- Nya dan tidak menyangkal nama-Nya - ay. 8-9).
Rupanya jumlah dan potensi yang biasa kita pertimbangkan dan utamakan, bukanlah yang utama. Kita menjadi berarti dalam terwujudnya kehidupan umat Allah karena Allah sendiri yang menghendaki-Nya. Dia sendirilah yang membuat kita berarti, dan dari sudut kita sebagai orang percaya, keteguhan iman (mengakui nama-Nya) dan ketaatan pada firman-Nya itulah yang utama dan terpenting. Kalaupun kecil dan tak memiliki potensi yang cukup, kamu tak perlu merasa minder. Apalah juga gunanya kalau kita besar dari segi jumlah dan potensi, tetapi tidak ada keteguhan iman dan ketaatan kepada-Nya. Amin.

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Minggu, 31 Agustus 2023

*MENGADU KEPADA TUHAN*
(Sumarro loko Puang)
Bacaan Alkitab dari Mazmur 83:10-19

Dalam dunia persaingan, sering terjadi permufakatan permutakatan yang dibangun untuk tuiuan menguasai sesuatu entah dalam kaitan politik, bisnis atau lapangan pekerjaan. Akibat dari persaingan ini, terjadilah peperangan. kerusuhan, manipulasi hukum, intimidasi dll. Tentu bagi yang merasa kecil, minoritas atau sebagai pendatang di suatu wilayah, akan merasa tertekan dan terancam
Israel mengalami tekanan karena ancaman dari permufakatan beberapa bangsa yang cukup kuat dan memiliki fasilitas perang yang memadai. Israel dianggap sebagai musuh bagi mereka, sehingga bermufakat untuk menghancurkan Israel. Musuh semakin dekat, kekuatannya sangat mengancam dan Israel sungguh merasa bahwa mereka tidak akan mampu bertahan apalagi untuk melawan berperang.
Namun demikian, Israel punya pengalaman masa lalu ketika Tuhan menghukum para pemimpin bangsa seperti Midian, Sizera, Yabin, Oreb, Zeel, Zebah dan Sulman yang bemufakat untuk menghancurkan Bait Allah. Peristiwa itu mengingatkan mereka akan Kedahsyatan Tuhan melawan dan menghukum bangsa-bangsa yang dengan arogannya ingin melawan Tuhan.
Doa Asaf kelihatannya seperti mengadu dan menuduh Tuhan tidak peduli dengan keadaan yang sedang mengancam mereka, namun dalam doa itu kita dapat melihat keyakinan mereka terhadap kemahakuasaan Tuhan yang dapat menaklukkan musuh yang mengancam umat-Nya. Pemazmur memohon agar Tuhan menimpakan hukuman kepada para musuh sehingga mereka akan mengenal dan mencari Tuhan (17) serta mengakui nama TUHAN, sebagai satu-satunya Yang Mahatinggi atas seluruh bumi. Ingat bahwa Tuhan menghukum musuh-musuh-Nya, tetapi mendengar dan menjawab keluhan umat-Nya yang setia. Amin.

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Rabu, 30 Agustus 2023

*DIA TIDAK DIAM*
(Tae’ra anna Ma’pakappa tu Puang)
Bacaan Alkitab dari Mazmur 83:1-9

Sering kita merasa prihatin, emosi, marah ketika kita mendengar apalagi menyaksikan orang percaya mengalami tekanan dan ancaman, penolakan untuk membangun rumah ibadah, larangan beribadah dan lain-lain, dan akhirnya kadang kita bertanya mengapa Tuhan membiarkan tindakan seperti itu? sementara kita percaya bahwa Tuhan berkuasa untuk membela umat-Nya.
Mazmur 83 adalah sebuah ratapan dimana umat Tuhan sedang meratap karena sedang menghadapi ancaman yang sangat serius dari beberapa bangsa yang sedang membentuk kekuatan militer untuk melawan mereka. Ketakutan mereka sangat jelas dari kata-kata yang diungkapkan “Ya Allah, janganlah Engkau bungkam, janganlah berdiam diri dan janganlah berpangku tangan, ya Allah!(2). Dalam ancaman itu, Allah seakan-akan diam dan tampaknya tidak melakukan apa-apa, sementara musuh- musuh itu benar-benar ingin menghancurkan negeri mereka (5) dan menduduki tempat-temapt kediaman Allah (13).
Dalam keadaan yang sangat terdesak, mereka berdoa agar Tuhan melakukan penghukuman seperti yang pernah dilakukan- Nya terhadap musuh-musuh Israel pada zaman hakim-hakim (10- 13). Pemazmur yakin bahwa Tuhan mampu melepaskan umat-Nya dari ancaman yang sedang dialami, bahkan Tuhan berkuasa menghukum setiap bangsa yang memberontak terhadap DIA.
Hal yang wajar ketika seseorang terdesak dan terancam, maka dia akan merasa takut dan mungkin saja putus asa sehingga merasa seakan-akan Tuhan tidak peduli. Namun dari Mazmur ini kita dapat belajar bahwa walaupun Israel sedang merasa terancam dan sangat takut, bahkan merasa seakan-akan Tuhan berdiam diri terhadap keadaan yang dialaminya, tetapi mereka tetap percaya bahwa Tuhan akan menolong mereka. Amin.

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Selasa, 29 Agustus 2023

*DIA BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU*
(Mintu’na lan Kuasan-Na)
Bacaan Alkitab dari Matius 8:14-17

Tuhan menghendaki agar kita benar-benar memiliki iman yang besar, yaitu iman yang ditanam dalam hati dan dirawat dengan baik sehingga ia terus bertumbuh dan menghasilkan buah. Firman Tuhan yang didengar akan membangkitkan iman jika firman itu diyakini dan dilakukan. Karena itu penting untuk terus melatih iman dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian yang terjadi dalam kehidupan ini. Iman yang bertumbuh akan memampukan kita memuliakan Tuhan, dan memberi kemenangan atas segala pencobaan hidup.
Injil Matius menceriterakan beberapa mujizat yang dilakukan Yesus untuk membuktikan kepada dunia bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias yang dijanjikan. Matius mengutip Yesaya 53:4 “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah”, untuk menyatakan bahwa apa yang disampaikan dahulu, kini telah dibuktikan oleh Yesus melalui pelayanan-Nya di dunia ini.
Penyembuhan ibu mertua Petrus adalah mujizat pertama dari sekian mujizat yang dilakukan untuk Petrus. Dua kali Yesus membuat Petrus menangkap ikan yang cukup banyak (Luk.5:1-11; Yoh.21:1-8), Yesus memampukan Petrus berjalan di atas air (Mt.14:22-23), dan beberapa lagi Mujizat yang lain. Selain menyembuhkan penyakit, juga berkuasa atas setan, Dia mengusir setan-setan dari banyak orang sekaligus, bahkan alam pun tunduk atas perintah-Nya ketika Dia meredakan angina ribut. Jelas sekali dalam pelayanan-Nya, Yesus tidak hanya menyampaikan firman yang berisi petunjuk-petunjuk hidup tetapi juga menunjukkan bahwa Ia berkuasa atas segala sesuatu. Oleh sebab itu, yakinlah akan kuasa Yesus maka Dia akan menolongmu. Amin.

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Senin, 28 Agustus 2023

*PEMARANGA MELOI*
(Perhatikan dengan seksama)
Bacaan Alkitab dari 2 Tesalonika 2:1-13

Den pa’pakilala napokada to kinaa nakua tae’ anna mintu’ nabang tu ulelean dipatongan, Parallu dipemaranga sia dipelalan. Buda ulelean sia pangadaran lendu’ mammi’na dirangi apa sitonganna ulelean tangmanassa. Iamoto sipatuki’ tu la marea, apapole’ raka totemo budabangmo temai kareba sia pangadaran tu madomi’ kaissanan sia titale’ lulako-ludiomai, mui tongan tu garonto’na, apa mukkun tiparanta’ sae lako mukkun kerangan, yaraka na tepokki tau saelako mendadimo kareba mepatia’bak, sia mebaa lako lalan pusa.
Susimo pa’pakilalana Rasulu’ Paulus lanmai te pa’basanta kumua da anna den madomi'bang saling sia tigiang, da’ naden misa' tau umpapusakomi moi umba nakua. Kombongan dio Tesalonika napussakki ba’tupira-pira pangadaran, saelako tangmanassamo tu kadanna Puang Matua tu mangka naadaranni Rasulu’ Paulus. Sitonganna inang mangkadolomo napokadan Paulus kumua iatu to ma’papusa inangla bu’tu undinna (5), iamo tu to pabali-bali sia ussanga madao kalena na iatu mintu'na disanganna kapenomban sia dipenombainna, naurunganni unnesung lan banuanNa Puang Matua sia ungganti kalena kumua iamo deata (4). Ia deata bulituk disanga “Patua’ ba’tang” battuananna iamo la untua’ katuanta tama kasanggangan. Napogau’ duka tomai tanda manga lananai umpatu’tun sala mata kapatongananta sae lako budamo tau tibalik unnea Puang Matua. Apa ladikatottongi kumua ia tu to ma’papusa sia unturu’ lalan pusa manassa lanarampoi ukungan diomai Puang Matua.
Iamoto sipatu tongan dipemaranga melo tomai ma’rupa- rupa pangadaran. La manda’ki’ umpentoi tu pangadaran Sura’ Madatu. Ia tu pangadaranna deata bulituk, tu’tun lako kama’biran lino, apa ia tu pangadaran-Na Puang Matua simata-mata tu’tun lako Kristus. Yamoto pemaranga meloi. Amin.

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Minggu, 27 Agustus 2023

*BERANI BERSIKAP*
(Batta’ tumanan)
Bacaan Alkitab dari Efesus 5:1-21

Bunglon’ adalah sebuah istilah atau peribahasa yang menggambarkan karakter atau watak seseorang yang tidak konsisten atau orang yang tidak teguh dalam pendirian atau biasa disebut orang plinpan. Dalam KBBI Bunglon adalah sebutan khusus untuk jenis kadal yang memiliki kemampuan mengubah warna kulitnya. Keistimewaan bunglon adalah dapat mengubah- ubah warna kulit luarnya, bahkan mengkombinasikan warna dasar yang dimiliknya untuk menyesuaikan keadaan disekitarnya. Sebenarnya istilah bunglon tidak selamanya berarti negatif. Bagi seseorang, sangat penting untuk belajar dan dapat beradaptasi dengan lingkungan dimana dia berada. Ada peribahasa mengatakan “dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Yang terpenting bahwa ia mampu mempertahankan identitasnya atau nilai-nilai atau prinsip-prinsip kehidupan yang sesungguhnya.
Orang Kristen harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana dia berada, tetapi ia harus mampu menunjukkan identitasnya sebagai orang percaya. Tidak seperti bunglon dalam arti negative bahwa ia menyesuaikan diri dengan apa saja yang terjadi di sekitarnya, entah baik atau buruk. Rasul Paulus sangat tegas mengatakan bahwa orang Kristen tidak boleh berdiam diri terhadap perbuatan-perbuatan kegelapan dan segala perlakuan bejat, harus berani mengungkapkan, menegur bahkan menentang ketidakbenaran.
Orang percaya harus menunjukkan bahwa dia memihak kepada Allah, dan menjadikan Firman Allah sebagai pedoman sehingga tidak disesatkan dengan ajaran yang hampa (6). Orang Percaya adalah orang yang telah berada dalam terang Kristus sehingga harus memancarkan terang Kristus kepada orang yang ada di sekitarnya. Kebaikan, kebenaran dan keadilan, itulah warna yang harus tampak dari kehidupan orang percaya. Amin

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Sabtu,26 Agustus 2023

*DI BALIK KESALAHAN*
(Salian diomai kasalan)
Bacaan Alkitab dari Keluaran 2:11-22

Kata orang bijak “ Kesalahan adalah guru termahal” karena dengan kesalahan itu dapat mengajarkan banyak hal. Jika dimaknai dengan dengan tepat, maka kesalahan itu dapat memperbaiki karakter seseorang. Yang sombong bisa menjadi rendah hati, yang jahat dapat menjadi bijaksana, dst. Ketika Musa telah menginjak usia dewasa ia pernah melakukan kesalahan yakni ketika Musa membunuh orang Mesir yang sedang menganiaya orang Ibrani (11-12), dan ketika Musa menganggap dirinya sebagai seorang pemimpin orang Ibrani (13-14). Seharusnya dalam peristiwa ini Musa menghadap Firaun untuk mengakui kesalahannya jangan justru melarikan diri. Hal inilah yang membuat Firaun marah sehingga ia berusaha untuk mendapatkan Musa untuk dibunuh (15). Kesalahan yang dilakukan Musa membuatnya kehilangan rasa nyaman. Tempat dimana dia telah merasa nyaman dan menikmati kemewahan yakni istana, harus ditinggalkan. Musa melarikan diri ke Midian.
Dalam pelariannya, Allah justru membawanya kepada kehidupan yang berbanding terbalik dengan keadaan yang dialaminya di Istana Firaun. Dia menjalani hidup sebagai penggembala kambing domba, yang bukan miliknya, melainkan milik imam Midian Sesudah itu, dia menikahi Rehuellah Zipora, putri imam itu (21-22).Peristiwa ini mengajari Musa tentang dirinya yang sebenarnya. Sampai akhirnya, Ia sadar bahwa dia hanya seorang pendatang yang tak punya nilai apa-apa (22).
Kita mungkin pernah mengalami seperti yang dialami Musa. Kesalahan yang kita lakukan menganggu bahkan membuat kita gelisah dan takut? Ingat! Lari dari masaalah tidak akan menolong. Akuilah kesalahan itu, bertobat kepat Tuhan, Dia akan menolong kita. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”.(1 Pet.5:7). Amin

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Jumat 25 Agustus 2023

*KEKAYAAN, HIKMAT DAN PENGETAHUAN*
(Kasugiran kakinaanNa Puang Matua sia kapaissananNa)
Bacaan Alkitab dari Roma 11:25-36

Melalui perikop ini Paulus menasihati jemaat di Roma yang baru saja bertobat dan mengikut Kristus. Paulus menegaskan agar orang Kristen non Yahudi jangan bermegah dan bersikap sombong terhadap orang Yahudi, karena jika demikian maka sebenarnya mereka sama saja dengan kelakuan orang Yahudi, dan mereka akan menerima hukuman yang sama seperti orang Yahudi. Tidak ada alasan bagi orang percaya untuk menyombongkan diri karena baik orang Yahudi maupun non Yahudi semuanya tergantung kepada anugerah Allah.
Dalam praktek hidup beragama, termasuk dalam praktek hidup bergereja, sering dijumpai bahwa agama sering menjadi alasan untuk memegahkan diri dengan memandang kelompoknya sebagai yang paling benar, sementara kelompok agama yang lain dianggap salah (istila yang sering didengar kafir). Tidak masuk akal ketika orang menganggap diri beragama tetapi sangat gampang menghina praktek hidup keagamaan orang lain. Kesombongan, fitnah, intimidasi, arogansi keagamaan tidak satupun agama mengajarkan dan menghendakinya.
Rasul Paulus menekankan tentang kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah yang sangat dalam dan sungguh tak terselidiki. Kekayaan Allah dianugerahkan kepada kita dan kepada seluruh ciptaan-Nya. Kekayaan Allah itu dianugrahkan agar kita turut menikmatinya. Tidak sama dengan manusia yang berusaha mengumpulkan kekayaan dan dianggapnya sebagai miliknya sendiri untuk dinikmati sendiri. Hikmat Allah adalah hikmat yang menyelamatkan manusia, beda dengan hikmat manusia yang hanya mementingkan diri dan membawa kepada kebinasaan. Pengetahuan Allah adalah pengetahuan yang membawa berkat dan meyakinkan anugerah keselamatan bagi semua orang.
Hiduplah dalam anugerah Allah.Amin

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Kamis,24 Agustus 2023

*MEMBOHONGI HATI NURANI*
(Tangmalolo lako tanan pa’inaan)
Bacaan Alkitab dari Roma 2:1-16

Adakah orang yang tidak pernah berlaku jahat dalam hidupnya? Atau adakah orang yang tidak pernah membohongi kata hatinya? Entah disadari atau tidak, pada titik tertentu mungkin kita pernah jatuh dalam dosa dan mencoba memberikan argumen kepada sesama untuk meyakinkan bahwa sesungguhnya kita tidak berdosa.
Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa kecemaran itu bukan hanya terjadi di luar kita tetapi juga terjadi di dalam hati dan hidup kita. Dalam ayat 11 dikatakan ”Allah tidak memandang bulu” artinya Allah memperlakukan semua orang sama, sehingga tidak bisa dengan alasan apapun untuk kita bersembunyi dibalik kehendak Allah. Dalam kebiasan orang Toraja ketika berdalih atas kesalahan yang dilakukan sering mengatakan “na tolinopiki’, batu raka tangmalilu” artinya, wajar sebagai manusia jika ia salah, pastilah manusia pernah khilaf. Benar bahwa manusia sarat dengan kelemahan dan keterbatasan, tetapi tidak bisa jadi alasan untuk membenarkan kesalahan yang dilakukan. Dosa tetap dosa, dan konsekuensinya adalah hukuman. Dan karena itu kita harus bertbat. Membohongi kata hati ketika kita sudah tahu bahwa suatu kesalahan kita telah buat, atau mungkin sebelum dilakukan sudah jelas bahwa itu adalah salah, namun kita masih berusaha mencari alasan untuk dijadikan dalil jika hal itu diketahui orang lain atau membawa akibat buruk. Sesungguhnya membohongi kata hati akibatnya adalah kegelisahan dan penderitaan, namun itulah yang sering terjadi dan dilakukan manusia. Karena itu sangat penting untuk terus bergaul akrab dengan Allah sehingga hati nurani kita makin diteguhkan untuk tetap berpegang pada kebenaran Allah. Semakin sering hati nurani kita dibohongi, maka kita akan semakin gampang terjebak dengan hal-hal duniawi dan akhirnya kita akan semakin jauh dari kebenaran Allah. Amin.

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

03/09/2023

*Renungan Harian Toraya (ReHaT)*
Rabu,23 Agustus 2023

*MENCERMINKAN KEMULIAAN ALLAH*
(Umpapayan kamala’biran-Na Puang Matua)
Bacaan Alkitab dari Mazmur 8:1-10

Apa yang saudara pikirkan ketika mencermati kemajuan IT dalam berbagai bidang ilmu termasuk ilmu kedokteran. Adakah kita sadar bahwa ternyata manusia adalah ciptaan Allah yang sangat luar biasa. Karena itu ketika pemazmur mempelajari langit, bulan dan matahari dan semua yang telah diciptakan Allah. Kemudian, ia dikejutkan dengan karya utama dari Pencipta, yaitu manusia: “Apakah manusia,. Sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya,?” (ay.5). Dan dia berseru dalam kesadaran yang mengejutkannya;
”Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah dan memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya.” (ay. 6-7). Ketika kita membandingkan alam semesta ciptaan Tuhan yang begitu besar, manusia hanyalah sebutir pasir di lautan luas. Siapakah manusia hingga patut diperhitungkan oleh Tuhan?Ayat 6-9, adalah penegasan kembali karya sekaligus perintah Allah pada manusia untuk menguasai binatang di darat, laut, dan udara, menguasai segala ciptaan Tuhan (bnd. Kejadian 1:26-28).
Pemazmur mengawali dan mengakhiri Pujiannya dengan mengakui keagungan Allah diantara seluruh ciptaan. Dan di antara seluruh ciptaan, Pemazmur menyebut manusia sebagai ciptaan yang dimahkotai kemuliaan dan hormat. artinya manusia diberi kekhususan lebih dari ciptaan lainnya, karena itu manusia diberi mandat untuk berkuasa atas ciptaan lainnya. Inilah tanggungjawab mulia yang diberikan Tuhan kepada kita yang patut dihargai dan dilakukan dalam rangka mewujudkan maksud Allah kepada seluruh ciptaan-Nya agar dapat memancarkan kemuliaan Allah.amin

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

22/08/2023

Renungan Harian Toraya (ReHaT)
Selasa,22 Agustus 2023

IBADAH YANG PALSU
(Kamenomban tang tangan)
Bacaan Alkitab dari Matius 16:5-12

Kenyataan membuktikan bahwa sebagian orang Kristen yang hidup keagamaannya tidak mencerimankan nilai ajaran Kristus melalui tingka dan tutur katanya. Banyak yang sibuk mengurus urusan Tuhan tetapi ia sendiri tidak dekat dengan Tuhan. Hidup keagamaan seperti itulah yang selalu diperdebatkan oleh Tuhan Yesus dengan orang-orang Yahudi, seperti orang- orang Farisi, ahli Taurat, Saduki dan lain sebagainya. Mereka fasih dan piawai bicara tentang ajaran. Selain itu, mereka sangat ketat menjalankan hukum Taurat dan aturan keagamaan. Dengan kefasihannya, mereka memperdaya rakyat jelata dengan menjadikan kebenaran Allah berdasarkan pendapat dan paham mereka sendiri. Karena itu, Yesus mengingatkan para murid-Nya agar waspada terhadap orang seperti itu yang disebut-Nya ragi orang Farisi dan Saduki (6, 12).

Di kalangan orang-orang Yahudi, kata "ragi" menyimbolkan sesuatu yang jahat, korup, dan merusak. Ragi orang Farisi adalah formalitas agama dan kemunafikan yang dibungkus dalam kesalahan. Sedangkan ragi orang Saduki, yaitu skeptisisme, rationalisme, dan anti kebangkitan orang mati. Namun, murid Yesus tidak menangkap arti di balik analogi Yesus. Yang mmereka pahami bahwa Yesus sedang berbicara tentang hal jasmaniah (5, 7). Mereka belum memahami maksud Yesus tentang bahaya kemunafikan rohani dari kaum Farisi dan Saduki. Mereka menyangka bahwa Yesus marah karena lalai membawa bekal (8- 10). Nantilah ketika Yesus menghardik para murid-Nya barulah mereka menyadari bahwa bukan roti yang dimaksud oleh guru- Nya, melainkan ajaran dan perilaku orang Farisi dan Saduki yang munafik (11-12). Karena itu perlu disadari bahwa mestinya ibadah ritual yang kita lakukan berbanding lurus dengan perilaku, jangan sekedar seremoni untuk mendapat sanjungan manusia. Amin

Copyright @ BPSGT

"Bagikan ReHaT ini melalui media sosial yang anda gunakan untuk berinteraksi kepada saudara lainnya disekitar anda, supaya mereka juga turut menikmati kasih Tuhan melalui Yesus Kristus juruselamat kita dan dapatkan juga informasi pelayanan Gereja Toraja melalui Aplikasi Gereja Toraja yang bisa diunduh atau download di PlayStore & AppStore, serta media daring atau online lainnya seperti di TS Channel Youtube, Facebook, dan sebagainya”

Address

Rantepao

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Renungan Harian Toraya - Rehat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share