14/05/2026
Jumat, 15 Mei 2026
Aku Mengutus Engkau
Bacaan: Yekezkiel 2:8-11
Dalam kisah-kisah di Kitab Suci, kita menemukan bahwa ada saat dan situasi ketika Tuhan mengutus seseorang untuk menyampaikan firmanNya, Entah itu tentang hukuman ataupun tentang penghiburan serta tentang tindakan Allah yang menyelamatkan.
Demikianlah Allah memanggil dan mengutus Yehezkiel kepada bangsa lsrael yang sedang dalam pembuangan. Kepada Yehezkiel, Allah berfirman "Aku mengutus engkau kepada kaum lsrael, bangsa yang keras kepala'", Kepada Yehezkiel, Allah meniberikan firmanNya untuk menjadi santapannya. Allah memberi gambaran tentang situasi dan sikap bangsa lsrael dalam merespons firmanNya dan bagaimana reaksi yang harus dilakukan oleh Yehezkiel. Ini memberi gambaran bahwa sebagai seorang utusan Allah, Yehezkiel pertama-tama memiliki kesediaan untuk mendengarkan segala petunjuk dan memahami kondisi yang akan dihadapinya. la memberi diri diperlengkapi oleh Allah sendiri untuk menghadapi bukan bangsa asing melainkan bangsanya sendiri, yang oleh Allah disebut sebagal bangsa yang tegar hati, keras kepala atau kepala batu. Yehezkiel dibekai dengan sebuah pemahaman, bahwa ketika ia menyampaikan flrman Allah kepada umatNya dan umat menolak sesunggulhnya bukan Yehezkiel yang ditolaknya melainkan Allah sendiri.
Gereja, baik sebagai pribadi pun sebagai persekutuan Adalah juga utusan Allah, Gereja diutus kepada semua bangsa menurut bahasa dan budayanya masingmasing. Karena itu gereja Juga mesti sedia mendengar petunjuk Allah, menikmati firmanNya dan memahami situasi yang akan dihadapi sehingga dengan sungguh dan berani atas nama Allah menyampaikan kehendakNya entahkah orang mau menerimanya ataupun tidak, Amin.
copyright: rehat-bpsgt
Jika renungan ini membawa berkat rohani buat saudara maka silahkan bagikan / share kepada teman, keluarga, sahabat atau group di media sosial saudara, sekiranya dapat menjadi berkat rohani juga buat mereka. Tuhan dimuliakan