27/06/2026
Sebagian anak mengisi liburan dengan istirahat dan bermain.
Tapi hari ini, santri Pesantren Imam Syafi’i memilih hadir sebagai relawan dalam kegiatan Khitan Massal Gratis di SD IT Imam Syafi’i.
Ada yang menata kursi, membersihkan tempat, mengangkat perlengkapan, membantu panitia, dan melayani masyarakat dengan wajah sederhana namun penuh semangat.
Mereka sedang belajar satu pelajaran besar:
Bahwa ilmu bukan hanya dihafal di kelas.
Adab bukan hanya dibaca di kitab.
Dakwah bukan hanya disampaikan dengan lisan.
Tapi ilmu, adab, dan dakwah harus tampak dalam pengorbanan.
Di saat liburan akhir tahun, mereka tetap bergerak.
Karena di pesantren ini, kami menanamkan prinsip:
“Belajar tak kenal libur,
Mondok tak kenal tamat,
Dakwah harus berkorban.”
Semoga kelak mereka tumbuh menjadi anak-anak yang shalih, kuat, peduli, rendah hati, dan bermanfaat untuk umat.
Ayah Bunda, anak yang baik bukan hanya pintar membaca buku.
Tapi juga terlatih melayani, terbiasa membantu, dan siap berkorban di jalan kebaikan.
Inilah pendidikan yang kami harapkan:
anak yang ilmunya hidup, adabnya terlihat, dan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Pesantren Imam Syafi’i — mendidik santri menjadi pribadi berilmu, beradab, dan siap berkhidmat untuk umat.