07/02/2026
BAHAYA UJUB
Penyakit Hati yang Menggerogoti Keikhlasan
Ujub, atau perasaan kagum terhadap diri sendiri, merupakan salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya dalam Islam. Ujub dapat merusak amal ibadah dan membawa pada kesombongan.
Dalam Islam, terdapat berbagai bentuk ujub yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah uraian tentang macam-macam jenis ujub beserta dalil-dalilnya dari Al-Quran, Hadis, dan pandangan para ulama.
Macam-Macam Jenis Ujub
1. Ujub terhadap Amalan Ibadah
Riya dan Pamer.
Ujub ini muncul ketika seseorang merasa bangga dan kagum dengan amalan ibadahnya sendiri, seperti shalat, puasa, atau sedekah, dan ingin menunjukkan kepada orang lain.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2:264):
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu apapun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir."
Hadis tentang Riya:
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ قَالُوا: وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الرِّيَاءُ
"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil." Mereka bertanya, "Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Riya'." (HR. Ahmad).
2. Ujub terhadap Pengetahuan
Kebanggaan atas Ilmu.
Ujub ini terjadi ketika seseorang merasa bangga dan kagum dengan pengetahuannya, serta merasa lebih pintar atau lebih berilmu dari orang lain.
Hal ini dapat menyebabkan kesombongan dan meremehkan orang lain.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kahf (18:32-39), kisah dua orang laki-laki yang diberi kebun:
وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا
كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِم مِّنْهُ شَيْئًا ۚ وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا
وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا
"Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan untuk seorang di antara keduanya (dua buah kebun) dari anggur dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang. Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tidak mengurangi sedikitpun dari buahnya; dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu. Dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mu’min) ketika ia bercakap-cakap dengannya: 'Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.'"
3. Ujub terhadap Keturunan dan Keturunan
Bangga atas Asal Usul:
Ujub ini terjadi ketika seseorang merasa bangga dan kagum dengan keturunannya atau keluarganya, sehingga meremehkan orang lain yang tidak berasal dari keturunan atau keluarga yang sama.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat (49:13):
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
4. Ujub terhadap Kecantikan atau Keperkasaan
Bangga atas Penampilan Fisik
Ujub ini terjadi ketika seseorang merasa bangga dan kagum dengan penampilan fisiknya, baik itu kecantikan, keperkasaan, atau kekuatan, dan meremehkan orang lain yang tidak memiliki penampilan fisik yang sama.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qasas (28:79):
فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ فِى زِينَتِهِۦ ۖ قَالَ ٱلَّذِينَ يُرِيدُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا يَـٰلَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَآ أُوتِىَ قَـٰرُونُ إِنَّهُۥ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
"Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: 'Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.'"
Hadis tentang Kesombongan:
Rasulullah SAW bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ مَن كَانَ في قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِن كِبْرٍ
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan." (HR. Muslim).
Semoga bermanfaat.