Muhammadiyah Purworejo

Muhammadiyah Purworejo Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Muhammadiyah Purworejo, Religious organisation, Plaosan Gang V Kompleks PAYM Purworejo, Purworejo.

27/02/2026
Selamat Hari Lahir NU yang ke-100
31/01/2026

Selamat Hari Lahir NU yang ke-100

Kegiatan di PKU Muhammadiyah Kutoarjo dalam rangka:1. Penyerahan Ambulance oleh Sinergi Surya Medika MPKU PP Muhammadiya...
26/01/2026

Kegiatan di PKU Muhammadiyah Kutoarjo dalam rangka:
1. Penyerahan Ambulance oleh Sinergi Surya Medika MPKU PP Muhammadiyah;
2. Sosialisasi Rencana Perubahan Klinik Utama menjadi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kutoarjo;
3. Tabligh Akbar Tarhib Ramadhan 1447 oleh Prof. Dr. Syafiq A. Mughni (Ketua PP Muhammadiyah)

HARI BERMUHAMMADIYAH DAN PERESMIAN REVITALISASI SATUAN PENDIDIKAN BERSAMA MENDIKDASMEN DI SMK MUHAMMADIYAH PURWODADIPurw...
25/01/2026

HARI BERMUHAMMADIYAH DAN PERESMIAN REVITALISASI SATUAN PENDIDIKAN BERSAMA MENDIKDASMEN DI SMK MUHAMMADIYAH PURWODADI

Purwodadi — SMK Muhammadiyah Purwodadi menjadi tuan rumah kegiatan Hari Bermuhammadiyah dan Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh warga Muhammadiyah, simpatisan, serta orang tua dan wali murid SMK Muhammadiyah Purwodadi dengan jumlah jamaah kurang lebih 2.000 orang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peresmian Ruang Praktik Siswa (RPS) Perhotelan SMK Muhammadiyah Purwodadi Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan vokasi dan penguatan kompetensi peserta didik agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Setelah pengguntingan pita oleh Pak Menteri, dilanjutkan Hotel Tour dipandu oleh Kepala SMK Muhammadiyah Purwodadi Sumarjo, M.Pd.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo Drs. H. Pudjiono dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta jajarannya yang telah berkenan hadir dalam Hari Bermuhammadiyah. Muhammadiyah siap bersinergi dengan Pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Berbagai saran dan masukan untuk kemajuan Amal Usaha Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo akan ditindaklanjuti. Termasuk di dalamnya menyempurnakan RPS Perhotelan menjadi bagian dari mewujudkan target kinerja PDM dalam Key Performance Indicator (KPI) berupa adanya Training Center untuk berbagai kegiatan Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo.

Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H. menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta jajarannya untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Purworejo. Pemerintah Daerah siap bersinergi dengan semua pihak, termasuk Muhammadiyah untuk mewujudkan Purworejo BERSERI (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius dan Inovatif).

Dalam taushiyahnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menegaskan pentingnya membangun sekolah yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga kuat dalam budaya dan nilai. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

“Sekolah jangan hanya megah dalam fasilitas fisiknya saja, tetapi harus mampu membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Sekolah harus memiliki daya tarik yang membuat orang ingin datang,” ujar Menteri.

Dengan gaya komunikatif, Menteri juga menyampaikan pesan tersebut dalam Bahasa Jawa agar lebih membumi dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Sekolah boleh megah, tetapi jangan sampai megahi,” tuturnya, yang disambut antusias oleh jamaah.

Lebih lanjut, Menteri mengingatkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi unggul yang seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan fisik. Ia merujuk pada gambaran Al-Qur’an tentang kepemimpinan ideal sebagaimana tertuang dalam Surat Al-Baqarah ayat 247, yaitu bashtotan fil ‘ilmi wal j**m.

“Al-Qur’an mengajarkan bahwa pemimpin dan generasi unggul adalah mereka yang memiliki keluasan ilmu dan kekuatan fisik. Ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan jasmani dalam membangun diri dan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus membentuk karakter, ketangguhan, dan kesiapan peserta didik dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri juga mengingatkan pentingnya menempatkan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar secara tepat sesuai dengan konteks dan landasan keilmuan yang benar.

“Amar ma’ruf nahi munkar harus dikembalikan pada maknanya yang benar, dilaksanakan dengan ilmu, hikmah, dan kebijaksanaan, agar benar-benar membawa kemaslahatan,” tegasnya.

Kegiatan Hari Bermuhammadiyah dan peresmian revitalisasi satuan pendidikan sebanyak 20 Satuan Pendidikan di Kabupaten Purworejo menjadi ajang bagi Muhammadiyah bersinergi dengan semua pemangku kepentingan bidang pendidikan untuk memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Salah satu penerima dana program revitalisasi yaitu Cahyo Winarno, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMA Negeri 3 Purworejo) memberi testimoni dan ucapan terima kasih kepada Pak Menteri untuk diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto.

Kegiatan Hari Bermuhammadiyah dan peresmian revitalisasi satuan pendidikan itu menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah dan dunia pendidikan untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan sekolah yang unggul, berkarakter, serta relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Kegiatan ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Purwodadi Sudarno, A.Ma.

24/01/2026

Hari Bermuhammadiyah dan Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMK Muhammadiyah Purwodadi Kabupaten Purworejo bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed.

Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2025
24/11/2025

Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2025

Refleksi Milad Muhammadiyah: Syukur yang Dimanifestasikan dengan Gerak Dakwah Tanpa HentiMilad Muhammadiyah selalu menja...
19/11/2025

Refleksi Milad Muhammadiyah: Syukur yang Dimanifestasikan dengan Gerak Dakwah Tanpa Henti

Milad Muhammadiyah selalu menjadi momen yang sarat makna. Ia bukan sekadar peringatan lahirnya sebuah organisasi, melainkan ruang untuk menyelami kembali ruh gerakan yang telah lebih dari satu abad menebar manfaat. Di setiap miladnya, Muhammadiyah diajak untuk kembali menghidupkan kesadaran bahwa syukur terbaik adalah tindakan. Bahwa rasa terima kasih kepada Allah harus diterjemahkan menjadi kerja nyata, sebagaimana pesan kuat dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 41: "Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan ringan maupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah."

Ayat ini memikul pesan abadi: jangan menunggu waktu lapang untuk berbuat, jangan menunggu kondisi ideal untuk bergerak. Dakwah harus tetap berjalan dalam keadaan senang maupun sempit, dalam situasi mudah maupun sulit. Inilah semangat yang telah menghidupkan Muhammadiyah sejak hari pertama ia berdiri. Sebuah semangat yang mendorong setiap warganya,dimanapun berada,untuk menjadi pelaku perubahan, cahaya yang menebar kebaikan, dan tenaga yang menggerakkan kemajuan.

Sejarah mencatat bahwa pendiri Muhammadiyah, Kyai Haji Ahmad Dahlan, telah memberikan teladan paling nyata tentang bagaimana syukur itu diwujudkan melalui pengorbanan. Dalam kisah yang sering diceritakan, Kyai Dahlan menjual barang-barang berharganya, bahkan perabot rumah, demi memastikan para murid tetap bisa belajar. Di tengah keterbatasan, beliau tetap melangkah, tetap berjuang, tetap memberikan yang terbaik bagi agama dan kemanusiaan. Ketika ditanya mengapa ia harus mengorbankan begitu banyak, Kyai Dahlan dengan keyakinan berkata: “Jika untuk agama, apa lagi yang dapat kita tahan?”

Teladan inilah yang seharusnya menginspirasi warga Muhammadiyah saat ini. Bahwa perjuangan tidak boleh hanya berhenti pada kata-kata. Bahwa dakwah harus hadir dalam
kerja-kerja nyata yang menyentuh masyarakat: pada sekolah yang mencerdaskan, pada layanan kesehatan yang memuliakan, pada kepedulian sosial yang menyelamatkan, pada pemberdayaan yang memandirikan, dan pada kaderisasi yang melahirkan pemimpin-pemimpin pencerah.

Milad ini mengajak setiap anggota persyarikatan untuk menyalakan kembali api komitmen. Untuk kembali menyadari bahwa kita adalah bagian dari gerakan besar yang telah terbukti mengubah wajah bangsa. Gerakan yang tidak mengenal kata berhenti. Gerakan yang selalu mencari jalan, bahkan ketika jalan itu terasa terjal.

Kini, tugas kita adalah menjaga bara itu tetap menyala. Menjadikan dakwah sebagai gerak yang bukan hanya rutin, tetapi menggugah. Menjadikan langkah kita sebagai bukti bahwa Muhammadiyah hadir untuk melayani, bukan dilayani; memberi, bukan meminta; dan memajukan, bukan menunggu.

Milad ini adalah ajakan untuk kembali menguatkan hati, bahwa setiap amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi sinar yang menerangi umat. Bahwa setiap langkah, seberapapun sederhananya, akan menambah panjang jejak kebaikan. Dan bahwa setiap warga Muhammadiyah, dimanapun berada, adalah harapan yang menyalakan masa depan umat.

Dengan semangat At-Taubah 41, mari terus bergerak. Mari berjihad dengan harta, tenaga, pikiran, dan jiwa. Mari lanjutkan warisan besar Kyai Ahmad Dahlan dengan keteguhan yang sama. Dan mari jadikan milad ini bukan hanya perayaan, tetapi deklarasi untuk terus menebar manfaat.

Muhammadiyah lahir untuk bergerak. Muhammadiyah bergerak untuk mencerahkan. Dan selama ada yang berani melangkah, cahaya itu tidak akan pernah padam.

Nur Ngazizah (Ketua PDA Purworejo,Dosen UMPWR)

Aisyiyah Purworejo Gelar Seminar Politik untuk Dorong Perempuan Berdaya dan Berperan dalam Pengambilan KebijakanPurworej...
17/11/2025

Aisyiyah Purworejo Gelar Seminar Politik untuk Dorong Perempuan Berdaya dan Berperan dalam Pengambilan Kebijakan

Purworejo – Pimpinan Daerah `Aisyiyah (PDA) Purworejo menggelar Seminar Pendidikan Politik Perempuan pada Ahad (16/11) di Auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo. Mengusung tema “Gerakan Perempuan Aisyiyah untuk Politik Keadilan dan Kemanusiaan”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk mendorong peningkatan kapasitas politik perempuan di tingkat daerah.

Acara tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari berbagai unsur Aisyiyah, seperti Pimpinan Daerah, Cabang, dan Ranting Aisyiyah; kepala sekolah Amal Usaha Aisyiyah; komunitas dan organisasi perempuan Muhammadiyah; pegawai RSU Aisyiyah; serta organisasi otonom Muhammadiyah. Jumlah kehadiran yang besar menunjukkan antusiasme perempuan Purworejo untuk memahami peran mereka dalam dinamika politik nasional maupun daerah.

Misi Meningkatkan Melek Politik Perempuan
Ketua PDA Purworejo Nur Ngazizah menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan memperkuat kesadaran politik perempuan. “Perempuan harus memahami sistem politik dan demokrasi agar dapat berpartisipasi secara aktif, baik sebagai pemilih maupun sebagai pengambil kebijakan,” ujarnya dalam sambutan. Ia menegaskan bahwa selama ini partisipasi politik perempuan masih tertinggal karena berbagai hambatan struktural dan kultural.

“Kami mengedukasi dan juga memberikan pencerahan kepada para aktivis 'Aisyiyah agar berpartisipasi aktif di bidng politik. Politik disini bukan saja terjun pada partai politik saja tetapi bagaimana kita bisa berkontribusi berkolaborasi bersinergi nyata dalam pembangunan di Kabupaten Purworejo. Nah, peran perempuan 'Aisyiyah terutama bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan pemerintah yang berpihak pada perempuan dan anak. Tentunya pemberdayaan perempuan dan anak ini akan sangat erat dengan 'Aisyiyah karena bisa berkontribusi pada tingkat yang paling bawah sejak dari dasawisma, PKK, Desa kelurahan masing-masing. Bukan politik pragmatis tetapi yang bisa mengambil startegi dan peran untuk bisa aktif dalam masyarakat. Sehingga perempuan berkemajuan bisa kit wujudkan bersama-sama. Harapannya selepas mengikuti pendidikan politik kali ini semakin bisa bergerak di cabang dan ranting untuk membangun Purworejo dimana semua perempuan aktif dan berdaya di masyarakat untuk mensejahterakan umat.” ungkap Nur Ngazizah.

Menurutnya, beberapa faktor yang menghambat perempuan terjun ke dunia politik antara lain minimnya literasi politik, kurangnya dukungan lingkungan, serta kuatnya budaya patriarki yang membatasi peluang perempuan untuk tampil. Karena itu, ia berharap seminar ini menjadi momentum bagi perempuan untuk membangun kepercayaan diri dan memperluas pengetahuan politik mereka.

Selain itu, tujuan kegiatan ini mencakup upaya membentuk jejaring antarperempuan, meningkatkan kewaspadaan terhadap paham radikal dan terorisme, memahami proses legislasi, serta membangun motivasi agar perempuan berani tampil sebagai pemimpin. Seminar ini juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran politik perempuan guna mewujudkan pemilu yang lebih inklusif.

Rangkaian Acara Diawali Penampilan Siswa dan Launching Program
Sebelum memasuki sesi materi, acara dibuka dengan pra-acara yang menampilkan kreativitas siswa-siswi PAUD Aisyiyah dan SD Aisyiyah Unggulan Purworejo. Selain itu, PDA Purworejo juga meluncurkan sejumlah program majelis dan lembaga yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
Di sela-sela kegiatan, dilakukan p**a pengukuhan 43 kepala sekolah Amal Usaha Aisyiyah dari TK dan PAUD se-Kabupaten Purworejo. Pengukuhan ini menjadi simbol penguatan peran perempuan dalam dunia pendidikan. Acara juga dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur Milad Muhammadiyah ke-113, serta launching lagu cahaya dunia dari LBSO PDA Purworejo,bazar UMKM dan juga menyanyikan bersama lagu panggilan jihad dan launching Lagu Perempuan Berkemajuan yang menjadi representasi semangat pemberdayaan perempuan dalam Aisyiyah.

Narasumber Paparkan Beragam Perspektif
Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai sektor pemerintahan, lembaga pemilu, organisasi masyarakat, hingga komisioner perlindungan anak. Kehadiran narasumber yang beragam memberikan sudut pandang komprehensif terkait posisi dan peran perempuan dalam dunia politik.

1. Bupati Purworejo: “Perempuan adalah agen perubahan daerah.”
Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, S.H., menyampaikan materi mengenai Peran Perempuan dalam Pembangunan Daerah: Pengalaman dan Tantangan. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan optimal tanpa melibatkan perempuan.
“Perempuan memiliki perspektif yang khas dan sangat dibutuhkan dalam merumuskan kebijakan publik. Mereka mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan daerah,” ujarnya. Ia juga menceritakan pengalaman selama memimpin pemerintahan daerah, termasuk tantangan dalam memperluas peran perempuan di bidang publik.

2. Kesbangpol: Perempuan perlu melek literasi digital untuk mencegah radikalisme
Plt. Kepala Kesbangpol Kabupaten Purworejo, Agus Miswanto, S.IP., M.Si., mengingatkan bahaya radikalisme dan terorisme yang kini banyak menyebar melalui media sosial. Dalam materinya, ia menyampaikan bahwa perempuan sering menjadi sasaran penyebaran paham ekstrem.
“Perempuan memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan keluarga. Literasi digital adalah benteng utama untuk mencegah penyebaran ideologi berbahaya,” ujarnya. Ia mendorong peserta agar lebih kritis terhadap konten keagamaan yang mereka terima, terutama di platform digital.

3. DPRD: Perempuan harus hadir dalam pembuatan regulasi
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo memaparkan pentingnya perempuan terlibat dalam proses legislasi. Menurutnya, kebijakan publik akan lebih adil dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat apabila ada keterwakilan perempuan dalam penyusunannya.
Ia menjelaskan bahwa perempuan sering menjadi kelompok yang terdampak kebijakan, sehingga mereka berhak menyuarakan kepentingan melalui jalur legislasi. “Keterlibatan perempuan bukan hanya soal kuota, tetapi bagaimana mereka dapat mengadvokasi isu-isu masyarakat secara efektif,” katanya.

4. KPU: Politik perempuan menuju pemilu inklusif
Ketua KPU Purworejo, Jarot Sarwosambodo, S.E., menekankan pentingnya kesadaran politik perempuan menjelang pemilu. Ia mengajak peserta untuk menjadi pemilih cerdas serta memahami mekanisme pemilu agar tidak mudah terpengaruh informasi keliru.
“Kesadaran politik akan mendukung terwujudnya pemilu yang inklusif. Pemilu yang inklusif berarti memberi ruang seluas-luasnya bagi perempuan, baik sebagai pemilih maupun calon pemimpin. Keterlibatan perempuan adalah indikator kualitas demokrasi,” ujarnya.

5. KPAI dan PWM Jawa Tengah: Pendidikan politik perempuan berbasis nilai keislaman
Komisioner KPAI, Dr. Dyah Puspitarini, S.Pd., M.Pd., membagikan pengalaman Aisyiyah dalam pemberdayaan perempuan melalui pendidikan politik. Ia menyebut bahwa pendidikan politik berbasis nilai keislaman yang berkemajuan mampu membentuk perempuan yang kritis dan berkarakter.
Sementara itu, Sekretaris MPKSDI PWM Jawa Tengah, Muhammad Zuhron Arofi, M.Pd.I., menegaskan bahwa nilai Islam berkemajuan memberikan kerangka etis bagi perempuan untuk berperan di ruang publik tanpa meninggalkan identitas keagamaannya.

Diharapkan Tingkatkan Partisipasi Politik Perempuan
Dengan rangkaian materi yang komprehensif, seminar ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan politik perempuan Purworejo dan memperkuat jejaring mereka dalam memperjuangkan kesetaraan gender di bidang politik. Melalui pemahaman yang lebih baik, perempuan diharapkan mampu menjadi pemilih cerdas sekaligus berani tampil sebagai pengambil keputusan.

Aisyiyah Purworejo berkomitmen terus menghadirkan ruang pemberdayaan bagi perempuan. Seminar ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mendorong hadirnya perempuan berkemajuan yang aktif, kritis, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

PDM Purworejo Dukung Penguatan Peran Politik Perempuan dalam Seminar Pendidikan Politik Perempuan AisyiyahPurworejo (16/...
16/11/2025

PDM Purworejo Dukung Penguatan Peran Politik Perempuan dalam Seminar Pendidikan Politik Perempuan Aisyiyah

Purworejo (16/11/2025) - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo hadir dan memberikan dukungan penuh dalam kegiatan Seminar Pendidikan Politik Perempuan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Purworejo, Ahad (16/11/2025) atau bertepatan dengan 25 Jumadilula 1447 H. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) dengan diikuti para pimpinan dan anggota Aisyiyah, aktivis perempuan, dosen, serta perwakilan organisasi masyarakat/partai politik.

Seminar yang mengusung tema Gerakan Perempuan Aisyiyah untuk Politik Keadilan dan Kemanusiaan” ini menjadi ruang strategis bagi perempuan Muhammadiyah untuk memperkuat kesadaran politik, meningkatkan literasi kebangsaan, dan meneguhkan peran perempuan dalam pembangunan umat dan bangsa.

PDM Purworejo, memberikan apresiasi atas inisiatif Aisyiyah dalam memberikan pendidikan politik yang mencerahkan dan inklusif. Keterlibatan PDM disebut sebagai bentuk sinergi antara Persyarikatan dan organisasi otonom dalam menghadapi dinamika sosial-politik di tingkat lokal maupun nasional.

Dalam sambutannya, Ketua PDM Purworejo yang dibacakan Sekretaris PDM menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi sentral dalam gerakan Muhammadiyah. Melalui Aisyiyah, peran dan kontribusi perempuan bukan hanya terlihat dalam ranah pendidikan, kesehatan, dan sosial, tetapi juga pada aspek politik yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat.

“Aisyiyah telah lama menjadi pilar penting dalam pembinaan umat. Dalam konteks hari ini, pendidikan politik menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Perempuan harus hadir, terlibat, dan memengaruhi kebijakan publik agar selaras dengan nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujar perwakilan PDM dalam sambutannya.

Ketua PDM Purworejo sepenuhnya mendukung langkah Aisyiyah dalam menguatkan kapasitas politik perempuan Muhammadiyah. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun masyarakat yang tercerahkan sesuai dengan visi Islam berkemajuan.

Sementara itu, Ketua PDA Purworejo dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan politik yang dihadapi perempuan di berbagai bidang kehidupan. Menurutnya, literasi politik perempuan harus terus ditingkatkan agar perempuan dapat menjadi bagian penting dari proses pengambilan keputusan di tingkat keluarga, masyarakat, hingga negara.

“Perempuan Aisyiyah tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus siap mengambil peran, memberikan pandangan, dan ikut menentukan arah kebijakan publik. Seminar ini menjadi langkah awal untuk memperluas kapasitas dan wawasan tersebut,” tuturnya.

Para narasumber seminar menyampaikan materi yang meliputi pendidikan politik, kesadaran berorganisasi, strategi advokasi kebijakan, hingga isu-isu kemanusiaan yang relevan dengan peran perempuan. Mereka menekankan bahwa politik tidak harus dipahami sebatas kontestasi kekuasaan, tetapi juga sebagai ikhtiar menghadirkan nilai kemaslahatan dalam kehidupan berbangsa.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang diikuti antusias oleh peserta. Banyak peserta menyampaikan pandangan kritis dan pengalaman lapangan terkait peran perempuan dalam berbagai ruang sosial maupun institusional. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang progresif.

Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas kader Aisyiyah di Purworejo. Mereka berharap seminar ini dapat mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang mampu menginspirasi dan mengambil peran dalam politik kebijakan publik.

Dengan terselenggaranya seminar ini, PDM Purworejo kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung gerakan perempuan berkemajuan yang menjadi ciri khas Aisyiyah sejak masa pendiriannya. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata sinergi semua stakeholders dalam memperkuat pendidikan politik yang inklusif, membebaskan, dan mencerahkan.
---

PWM JATENG BEKALI KADER MUHAMMADIYAH PURWOREJO DENGAN PELATIHAN MANAJEMEN REPUTASI DIGITALPurworejo (9/11/2025) — Di era...
09/11/2025

PWM JATENG BEKALI KADER MUHAMMADIYAH PURWOREJO DENGAN PELATIHAN MANAJEMEN REPUTASI DIGITAL

Purworejo (9/11/2025) — Di era digital yang serba cepat dan terbuka, menjaga citra organisasi menjadi tantangan tersendiri bagi setiap lembaga, termasuk Muhammadiyah. Menyadari pentingnya hal tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo menggelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi pada Ahad, 18 Jumadil Awal 1447 H bertepatan dengan 9 November 2025, bertempat di SMK Muhammadiyah Purworejo.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah),.yakni Ikhwanusshofa dan Sholihin, yang telah berpengalaman dalam bidang komunikasi dan pengelolaan media digital organisasi. Peserta pelatihan terdiri atas unsur pimpinan Muhammadiyah tingkat daerah dan cabang, perwakilan amal usaha Muhammadiyah (AUM), serta organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah se-Kabupaten Purworejo.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Drs. H. Pudjiono selaku Ketua PDM Purworejo. Dalam sambutannya, Pudjiono menegaskan bahwa menjaga nama baik organisasi di dunia digital merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Reputasi digital adalah bagian dari wajah dakwah kita. Dunia maya kini bukan hanya tempat bersosialisasi, tetapi juga ruang dakwah yang membentuk opini publik. Karena itu, warga dan kader Muhammadiyah harus mampu memanfaatkannya dengan bijak, profesional, dan beretika,” ujar Pudjiono saat membuka kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh elemen Muhammadiyah. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir kader-kader yang cakap dalam mengelola informasi serta mampu menjaga citra positif Muhammadiyah di berbagai platform digital.

Sesi pertama pelatihan dipandu oleh Ikhwanusshofa, yang memaparkan materi mengenai strategi membangun dan menjaga reputasi digital organisasi. Ia menjelaskan bahwa reputasi digital tidak hanya bergantung pada tampilan media sosial, tetapi juga pada konsistensi nilai, respons terhadap kritik, dan kemampuan mengelola isu publik.

“Reputasi digital Muhammadiyah harus mencerminkan nilai-nilai keislaman yang berkemajuan. Jangan sampai kita ikut arus informasi yang tidak jelas sumbernya. Setiap unggahan harus memiliki nilai dakwah dan membawa manfaat,” tutur Ikhwanusshofa.

Sementara itu, Sholihin dalam sesi kedua membahas pengelolaan komunikasi digital efektif. Ia memberikan panduan praktis tentang penyusunan konten media sosial, manajemen krisis digital, serta pentingnya kerja sama antarlembaga dalam menjaga kredibilitas organisasi.

Menurutnya, banyak organisasi yang kehilangan kepercayaan publik bukan karena substansi dakwahnya melemah, melainkan karena kesalahan dalam komunikasi digital.

“Satu unggahan yang salah bisa berdampak panjang. Karena itu, setiap admin media sosial Muhammadiyah harus dibekali pemahaman etika komunikasi dan tata kelola konten yang baik,” jelasnya.

Pelatihan yang berlangsung interaktif tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam mengelola media sosial lembaga masing-masing.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PDM Purworejo untuk memperkuat kapasitas kader dalam menghadapi tantangan era digital.

“Kami ingin pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membangun tim komunikasi digital yang solid di lingkungan Muhammadiyah Purworejo,” ujar salah satu panitia seusai kegiatan.

Melalui pelatihan ini, Muhammadiyah Purworejo berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga marwah organisasi di ruang digital, sekaligus memperkuat peran dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan di dunia maya.

Mari sukseskanSalah satu kegiatan syiar Milad Muhammadiyah ke-113
03/11/2025

Mari sukseskan
Salah satu kegiatan syiar Milad Muhammadiyah ke-113

Address

Plaosan Gang V Kompleks PAYM Purworejo
Purworejo
54111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Muhammadiyah Purworejo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Muhammadiyah Purworejo:

Share

Susunan Pengurus PDM Kab. Purworejo - Periode Muktamar Ke-47 2015-2020

Ketua : Drs. H. Pudjiono

Wakil Ketua : H. Dandung Danadi

Wakil Ketua : H. Sartu Ali Muhsin, S.Pd.I.