21/03/2022
Semangat Sahabat XIII
===============
Sebuah Kisah
Suatu ketika, Yunus bin ‘Abdul A’la -seorang murid Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i- berbeda pendapat dengan Imam Syafi’i, gurunya, karena satu permasalahan yang sempat muncul saat pengajian di majelis.
Saat itu Yunus dihinggapi perasaan sedikit emosi, ia tidak setuju atas pendapat gurunya sembari berdiri sambil menunjukan ekspresi marah dan meninggalkan pengajian lalu pulang ke rumah. Saat malam tiba, Yunus mendengar suara pintu rumahnya diketuk oleh seseorang.
“Siapa?” Tanya Yunus.
“Muhammad bin Idris,” jawab orang yang mengetuk pintu. Pikiran Yunus menerawang pada siapa saja yang namanya Muhammad bin Idris.
“Ini Syafi’i,” terdengar susulan jawaban dari luar.
Waktu pintu dibuka, Yunus kaget luar biasa, gurunya datang ke rumah mengunjunginya. Setelah dipersilahkan masuk dan duduk, Imam Syafi’i berkata,
"Hai Yunus, ratusan masalah menyatukan kita, apakah hanya karena satu masalah kita berpisah. Janganlah engkau berupaya untuk selalu menang dalam setiap perdebatan, karena memenangkan hati lebih utama dari pada memenangkan perdebatan," pesan Imam Syafi'i.
Lebih lanjut, Imam Syafii mengatakan,
لا تهدم الجسور التي بنيتها وعبرتها فربما تحتاجها للعودة يوما ما!
yang artinya kurang lebih "jangan kau hancurkan jembatan yang sudah kau bangun dan kau seberangi. Karena bisa jadi engkau membutuhkannya untuk kembali di satu hari nanti."
Imam Syafii melanjutkan dawuhnya, "Upayakan engkau selalu membenci kesalahan, bukan membenci pelakunya. Marahlah engkau pada maksiat, tapi maafkan pelakunya. Kritiklah pendapat orang, namun tetap hormatilah orang yang mengatakannya," demikian pesan sang guru kepada muridnya itu.
_________________
Disadur dari Habib Husain bin Anis al-Habsy, Solo (pernah terbit di duta.co)
===============