GP Ansor Kembaran

GP Ansor Kembaran Berbagi informasi dan kegiatan Ansor PAC Kembaran
Banser Satkoryon Kembaran
Banyumas

07/11/2019

Assalamu'alaikum wr.wb

Kepada.
Yth. Sahabat Ansor Banser
Se Kab. Banyumas

Perkenankan Kami memohon doa restu dan dukungan Sahabat semua, Insya Alloh PC GP. Ansor Kab. Banyumas akan memberangkatkan Kontingen Resmi PC. GP. Ansor Banyumas pada acara *KEMAH BAKTI III PW GP. ANSOR JAWA TENGAH* yang akan dilaksanakan di Pantai Tirta Bandengan Kab. Jepara pada hari Jum'at - Ahad, 8-10 November 2019

Semoga segala sesuatunya lancar, tidak ada halangan, dan mampu menjuarai lomba-lomba pada acara tsb.

Terima kasih,
Wassalamu'alaikum wr.wb

Hormat Kami,
Ketua Kontingen

Mohammad Luqman
Mengetahui,
Ketua PC GP. Ansor Banyumas

A. Zainudin Masdar
-----------------------------------------

Catt.
*Jika Sahabat ingin berangkat ke Jepara,diharapakan berangkat Sabtu, karena Ahad dini hari Pukul 02.00 WIB dilakukan ijazahan dan gemblengan dari Ulama Sepuh Jateng*

*NU TITIPAN RASULULLAH SAW.**NU Adalah Titipan Penting dari Rasulullah Muhammad SAW**NU berdiri bukan karena pesanan seb...
06/11/2019

*NU TITIPAN RASULULLAH SAW.*

*NU Adalah Titipan Penting dari Rasulullah Muhammad SAW*

*NU berdiri bukan karena pesanan sebab iri hati. NU berdiri karena dorongan kepedulian para wali atas negeri ini. Mengoyak NU, menghardik kiai, melawan santri, hingga mentarget NU hilang dari muka bumi hanya misi para pembenci. Ini adalah cacatan kecil yang pernah tayang di situs Dutaislam. com, bisa dibaca sebagai refleksi dan inpirasi sekaligus niat hati-hati mempertahankan keutuhan NKRI, sebagaimana permintaan Mbah Hasyim Asya'ri.*

*1. Rasulullah Mengatakan, Tolong Islam Aswaja Ini Bawa Hijrah ke Indonesia*
http://www.dutaislam.com/2016/06/rasulullah-mengatakan-tolong-islam-aswaja-ini-bawa-hijrah-ke-indonesia.html

*2. Catat, 26 Tahun Lagi, NU Akan Menjadi Ormas Penyangga Perdamaian Dunia*
http://www.dutaislam.com/2016/11/catat-26-tahun-lagi-nu-akan-menjadi-ormas-penyangga-perdamaian-dunia.html

*3. Mengapa Saya Memilih NU dan Beribadah Bersama NU?*
http://www.dutaislam.com/2016/08/mengapa-saya-memilih-nu-dan-beribadah-bersama-nu.html

*4. Kenapa Harus Istiqamah Berjuang di NU? (Meneladani Mbah Maimoen Zubair)*
http://www.dutaislam.com/2017/01/kenapa-harus-istiqamah-berjuang-di-nu.html

*5. Embrio NU di Indonesia adalah Ulama Besar Haramain*
http://www.dutaislam.com/2016/08/embrio-nu-di-indonesia-adalah-ulama-besar-haramain.html

*6. Dari 10 Program Perjuangan yang Ditulis KH. Hasyim Asy'ari Ini, dari Doeloe NU Sangat Visioner*
http://www.dutaislam.com/2017/01/dari-10-program-perjuangan-yang-ditulis-kh-hasyim-asyari-ini-dari-doeloe-nu-sangat-visioner.html

*7. Kalau Tidak Ada KH Hasyim As’ary, Tidak Ada NKRI*
http://www.dutaislam.com/2016/05/kalau-tidak-ada-kh-hasyim-asary-tidak-ada-nkri.html

*8. Karomah dan Laku Hidup KH Hasyim Asy'ari Pendiri NU*
http://www.dutaislam.com/2016/04/karomah-dan-laku-hidup-kh-hasyim-asyari-pendiri-nu.html

*9. Pada Mulanya, Cikal Bakal Pendiri NU, Muhammadiyah dan Masyumi, Satu Sanad Ilmu*
http://www.dutaislam.com/2017/01/pada-mulanya-cikal-bakal-pendiri-nu-muhammadiyah-dan-masyumi-satu-sanad-ilmu.html

*10. Ini Tiga Sebab Berdirinya NU (Bantahan Situs Sebelah yang Mengaburkan Sejarah)*
http://www.dutaislam.com/2017/01/ini-tiga-sebab-berdirinya-nu-bantahan-situs-sebelah-yang-mengaburkan-sejarah.html

*11. NU Itu Lucu, Sudah Tua Tapi Masih Terlihat Belia*
http://www.dutaislam.com/2016/05/nu-itu-lucu-sudah-tua-tapi-masih-terlihat-belia.html

*12. Fantastis, NU Jadi Ormas Aswaja Terbesar Dunia Dengan 194 Cabang Negara*
http://www.dutaislam.com/2016/11/fantastis-nu-jadi-ormas-aswaja-terbesar-dunia-dengan-194-cabang-negara.html

*13. Mewaspadai Skenario Penggembosan NU oleh Minhum*
http://www.dutaislam.com/2016/12/mewaspadai-skenario-penggembosan-nu-oleh-minhum.html

*14. NU Ditarget Hancur dari Indonesia Paling Cepat Tahun 2020*
http://www.dutaislam.com/2016/12/nu-ditarget-hancur-dari-indonesia-tahun-2020.html

*15. Kiai NU Dihujat Itu Biasa, Hanya Sejarah yang Terulang Saja*
http://www.dutaislam.com/2016/12/kiai-nu-dihujat-itu-biasa-hanya-sejarah-yang-terulang-saja.html

*16. Kekecualian NU*
http://www.dutaislam.com/2015/11/kekecualian-nu.html

Buka linknya dulu baru share bila itu bermanfaat dan menambahkan faedah untuk umat.

teks pidato kh as'ad syamsul arifin situbondo ini awalnya berbahasa madura. isinya menerangkan sejarah awal berdirinya nahdlatul ulama.

02/11/2019

Assalamualaikum wr wb....
Salam Tangguh Salam Kemanusiaan dan Selamat Jiwa...
Prinsip Penanggulangan Bencana adalah ""Tanggap Tangkas Tangguh""...apa artinya..:
1.Tanggap terhadap segala ancaman bencana yang ada di sekitar kita
Contoh :
a.Kita bermukim di daerah yang rawan bencana longsor kita harus berusaha mengetahui tentang tanda2 akan terjadi longsor

b.Banjir biasanya bisa kita pelajari dari siklus kejadian tahun2 sebelumnya sehingga kita bisa mengantisipasi kapan kemungkinan banjir akan terjadi dan pencegahan yang paling mudah kita lakukan adalah tidak membuang sampah di bantaran sungai maupun di saluran air lainnya

c.Angin puting beliung biasanya terjadi pada musim penghujan dan waktu sore hari...
Mari kita antisipasi datangnya musim penghujan ini dengan cara :

a.Bila kita bermukim di daerah yang banyak pepohonan mari kita kurangi dahan dan ranting yang berlebihan untuk mengurangi beban pohon agar tidak mudah roboh

b.Bila kita bermukim di daerah yang terbuka mari kita pastikan bahwa atap rumah kita siap menghadapi musim penghujan dan angin

2.Tangkas...karena kita sudah mengantisipasi sejak dini diharapkan kita bisa bertindak secara cepat, tepat dan selamat
3.Tangguh...dengan masyarakat yang terlatih diharapkan kita bisa secara mandiri mengurangi resiko bencana

Sedikit berbagi pengalaman semoga bermanfaat...
"KENALI ANCAMANNYA KURANGI RESIKONYA """💪🏿💪🏿💪🏿🇮🇩🇮🇩🇮🇩

By kusworo BHV """



21/10/2019

*KENYATAAN HARUZ DIKABARKAN !!!*

*Membongkar Fakta Sejarah Hari Pahlawan 10 November dan Resolusi Jihad 22 Oktober yang Disembunyikan !!!*

Banyak orang yang tidak paham fakta adanya fatwa resolusi jihad 22 Oktober 1945 karena tidak ditulis dalam buku sejarah di sekolah. Ada apa sebenarnya?

Sejarah pertempuran 10 November, awalnya tidak ada yang mau mengakui fatwa & resolusi jihad itu pernah ada. Tulisanya Prof. Ruslan Abdul Gani, yang ikut terlibat, resolusi jihad disebut tidak pernah ada.

B**g tomo yang pidato teriak-teriak, dalam bukunya juga tidak pernah menyebutkan bahwa fatwa & resolusi jihad pernah ada. Laporan tulisan mayor Jendral Sungkono juga tidak menyebut pernah ada fatwa & resolusi jihad.

Karena itu banyak orang menganggap fatwa & resolusi jihad itu hanya dongeng dan ceritanya orang NU saja. “Di antara elemen bangsa Indonesia yang tidak memiliki peran dan andil dalam usaha kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia itu hanya golongan pesantren hususnya NU”.

Itu kesimp**an seminar nasional di perguruan tinggi negeri besar di Jakarta tentang perjuangan menegakkan Negara Republik Indonesia pada tahun 2014. Bahkan dengan sinis salah seorang menyatakan, “Organisasi PKI, itu saja pernah berjasa. Karena pernah melakukan pemberontakan tahun 1926 melawan Belanda. NU tidak pernah”. Aneh.

Pandangan ini juga pernah dianut oleh tokoh-tokoh LIPI. Gus Dur juga mengkonfirmasi kalau sejarah ulama dan Kyai memang sudah lama ingin dilenyapkan. Tahun 1990 ada peringatan 45 tahun pertempuran 10 November. Yang jadi pahlawan besar dalam pertempuran 10 November diumumkan dari golongan itu.

Yakni orang terpelajar yang berpendidikan tinggi. Nama-nama mereka muncul tersebar di televisi, koran, dan majalah. “Itu ceritanya, 10 November yang berjasa itu harusnya Kyai Hasyim Asy'ari dan poro Kyai. Kok bisa yang jadi pahlawan itu wong-wong sosialis?”. Itu komentar Nyai Sholihah, ibu Gus Dur.

Dari situlah Gus Dur diminta untuk klarifikasi. Lalu Gus Dur klarifikasi, menemui tokoh-tokoh tua & senior di kalangan kelompok sosialis, mengenai 10 November. Sambil ketawa-ketawa mereka menjawab, “Yang namanya sejarah dari dulu kan selalu berulang, Gus. Bahwa sejarah sudah mencatat, orang bodoh itu makanannya orang pintar”.

“Yang berjasa orang bodoh, tapi yang jadi pahlawan wong pinter. Itu biasa, Gus”, katanya kepada Gus Dur. Gus dur marah betul dibegitukan. Sampai tahun 90-an NU masih dinganggap bodoh mereka. Tahun 91, Gus Dur melakukan kaderisasi besar-besaran anak muda NU.

Anak-anak santri dilatih mengenal analisis sosial (ansos) dan teori sosial, filsafat, sejarah, geopolitik, & geostrategi. Semua diajari. Supaya tidak lagi dianggap bodoh. Dan kemudian berkembang hingga kini. “Saya termasuk yang ikut pertama kali kaderisasi itu. karena itu agak faham”, kata KH. Agus Sunyoto.

Saat penulis sejarah Indonesia menyatakan fatwa dan resolusi jihad tidak ada, KH. Agus Sunyoto menemukan tulisan sejarawan Amerika, Frederik Anderson. Dalam tulisanya tentang penjajahan jepang di Indonesia thn 42 sampai 45, ia menulis begini:

22 Oktober 1945 pernah ada resolusi jihad yg dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Surabaya. Tanggal 27 Oktober, Koran Kedaulatan Rakyat juga memuat lengkap resolusi jihad. Koran Suara Masyarakat di Jakarta, juga memuat resolusi jihad.

Peristiwa ini ada, sekalipun wong Indonesia tidak mau menulisnya, karena menganggap NU yang mengeluarkan fatwa sebagai golongan lapisan bawah. Sejarah dikebiri. Dokumen-dokumen lama yang sebagian besar berbahasa Belanda, Inggris, Perancis, Jepang, dan sebagainya, dibongkar.

Patahlah semua anutan doktor sejarah yang menyatakan NU tidak punya peran apa-apa terhadap kemerdekaan.

Ketika Indonesia pertama kali merdeka 45, kita gak punya tentara. Baru dua bulan kemudian ada tentara. Agustus, September, lalu pada 5 Oktober dibentuk tentara keamanan rakyat (TKR). Tanggal 10 Oktober diumumkanlah jumlah tentara TKR di Jawa saja. Ternyata, TKR di Jawa ada 10 divisi. 1 divisi isinya 10.000 prajurit.
Terdiri atas 3 resimen dan 15 batalyon.

Artinya TKR jumlahnya ada 100.000 pasukan. Itu TKR pertama. Yang nanti menjadi TNI. Dan komandan divisi pertama TKR itu bernama Kolonel KH. Sam’un, pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga masih Kyai, yakni kolonel KH. Arwiji Kartawinata (Tasikmalaya). Sampai tingkat resimen Kyai juga yang memimpin.

Fakta, resimen 17 dipimpin oleh Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Di batalyon pun banyak komandan Kyai. Komandan batalyon TKR Malang misalnya, dipimpin Mayor KH. Iskandar
Sulaiman yang saat itu menjabat Rais Suriyah NU Kabupaten Malang. Ini dokumen arsip nasional, ada Sekretariat Negara dan TNI.

Tapi semua data itu tidak ada di buku bacaan anak SD/SMP/SMA. Seolah tidak ada peran Kyai. KH. Hasyim Asy'ari yang ditetapkan pahlawan oleh B**g Karno pun tidak ditulis. Jadi jasa para Kyai dan santri memang dulu disingkirkan betul dari sejarah berdirinya Republik Indonesia ini.

Waktu itu, Indonesia baru berdiri. Tidak ada duit untuk bayar tentara. Hanya para Kyai dengan santri-santri yang menjadi tentara dan mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Hanya para Kyai, dengan tentara-tentara Hizbulloh yang mau korban nyawa tanpa dibayar. Sampai sekarang pun, NU masih punya tentara swasta namanya Banser, yang gak dibayar.

Tentara itu baru menerima bayaran pada tahun 1950. Selama 45 sampai perjuangan di tahun 50-an itu, tidak ada tentara yang dibayar negara. Kalau mau mikir, 10 November Surabaya adalah peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Kok bisa ada pertempuran besar yg terjadi setelah perang dunia selesai 15 Agustus.

Sebelum pertempuran 10 November, ternyata ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945. Kok ‘ujug-ujug’ muncul perang 4 hari di ceritanya gimana? Jawabnya: Karena sebelum tanggal 26 Oktober, Surabaya bergolak,
setelah ada fatwa resolusi jihad PBNU pada tanggal 22 Oktober. Kini diperingati sbg Hari Santri.

Tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang dan bertempur dg penduduk Surabaya. Perang selesai kok. Begitu pikirnya. Tapi karena masarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, mereka siap nyerang Inggris, yang waktu itu mendarat di Surabaya. Sejarah inilah yang selama ini ditutupi.

Jika resolusi jihad ditutupi, orang yang membaca sekilas peristiwa 10 November akan menyebut tentara Inggris ‘ora waras’. Ngapain Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab? Tapi kalau melihat rangkaian ini dari resolusi jihad, baru masuk akal. “Oya, marah mereka karena jenderal dan pasukannya dibunuh arek-arek Bonek Suroboyo”.

Fatwa Jihad muncul krn Presiden Soekarno meminta fatwa kepada
PBNU: apa yg harus dilakukan warga Negara Indonesia kalau diserang musuh mengingat Belanda ingin kembali menguasai. B**g Karno juga menyatakan bagaimana cara agar Negara Indonesia diakui dunia. Sejak diproklamasikan 17 Agustus dan dibentuk 18 Agustus, tidak ada satupun negara di dunia yang mau mengakui.

Oleh dunia, Indonesia diberitakan sebagai Negara boneka bikinan Jepang. Bukan atas kehendak rakyat. Artinya, Indonesia disebut sebagai negara yang tidak dibela rakyat. Fatwa dan Resolusi Jihad lalu dimunculkan oleh PBNU. Gara-gara itu, Inggris yang mau datang 25 Oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya karena penduduk Surabaya sudah siap perang.

Ternyata sore hari, Gubernur Jawa Timur mempersilakan. “Silahkan Inggris masuk tapi di tempat yang secukupnya saja”. Ditunjukkanlah beberapa lokasi, kemudian mereka masuk. Tanggal 26 Oktober, ternyata Inggris malah membangun banyak pos-pos pertahanan dengan karung-karung pasir yang ditumpuk & diisi senapan mesin.

“Lho, ini apa maunya Inggris. Kan sudah tersiar kabar luas kalau
Belanda akan kembali menguasai Indonesia dengan membonceng tentara Inggris”, begitu kata arek-arek. Pada 26 Oktober sore hari, pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dari kampung-kampung keluar ‘nawur’ pasukan inggris. “Ayo ‘tawur..tawuran..’!”.

Para pelaku mengatakan, itu bukan perang mas, tp tawuran. Kenapa? Gak ada komandanya, gak ada yg memimpin. “Pokoke wong krungu jihad..
jihad… Mbah hasyim.. Mbah hasyim…”. Berduyun-duyun, arek2 Suroboyo sudah, keluar rumah semua dan
langsung tawur sambil teriak ‘ALLOHU AKBAR’ dan itu berlangsung 27 Oktober.

Mereka bergerak karena seruan jihad Mbah Hasyim itu disiarkan lewat
langgar-langgar, masjid-masjid, dan spiker-spiker. Pada 28 Oktober, tentara ikut arus arek2, ikut gelut dengan Inggris. Massa langsung dipimpin tentara. Dalam pertempuran 28 Oktober ini, 1000 lebih tentara Inggris mati dibunuh.

Tapi tentara tidak mau mengakui, karena Indonesia meski sudah merdeka, belum ada yang mengakui. Itu jadi urusan besar tingkat dunia jika ada kabar tentara Indonesia bunuh Inggris. Tentara tidak mau ikut campur. Negara belum ada yang mengakui kok sudah klaim bunuh tentara Inggris. Itu semua ikhtiyar arek-arek Suroboyo kabeh.

Pada 29 Oktober pertempuran itu masih terus terjadi. Inggris akhirnya mendatangkan presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta utk mendamaikan. Pada 30 Oktober ditandatanganilah kesepakatan damai tidak saling tembak-menembak. Yang tanda tangan Gubernur Jatim juga. Sudah damai, tapi massa kampung tidak mau damai.

Pada 30 Oktober, akhirnya Brigadir Jenderal Mallaby digranat arek-arek Suroboyo. Mati mengenaskan di tangan pemuda Ansor. Ditembak, mobilnya digranat di Jembatan Merah. Sejarah kematian Mallaby ini tidak diakui oleh Inggris. Ada yang menyebut Mallaby mati dibunuh secara licik oleh Indonesia. Aneh, jenderal mati tp disembunyikan sebabnya karena malu.

Inggris marah betul. Masa negara kolonial kalah. Mereka malu & bingung. Perang sudah selesai, tapi pasukan Inggris kok diserang, jenderalnya dibunuh. Apa ini maksudnya? “Kalau sampai tanggal 9 Nopember jam 6 sore pembunuh Mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang-orang surabaya masih yang memegang bedil, meriam dst. tidak menyerahkan senjata kepada tentara Inggris, maka tanggal 10 Nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibombardir lewat darat, laut, dan udara," begitu amuk jenderal tertinggi Inggris.

Datanglah tujuh kapal perang langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak. Meriam Inggris sudah diarahkan ke Surabaya. Diturunkan p**a meriam Howidser yang khusus untuk menghancurkan bangunan. Satu skuadron pesawat tempur dan pesawat pengebom juga siap dipakai. Surabaya kala itu memang mau dibakar habis karena Inggris marah kepada pembunuh Mallaby.

Pada 9 November jam setengah empat sore, Mbah Hasyim yang baru p**ang usai Konferensi Masyumi di Jogja sebagai ketua, mendengar kabar arek-arek Suroboyo diancam Inggris. “Fardhu a'in bagi semua umat Islam yang berada dalam jarak 94 kilo dari Kota Surabaya untuk membela Kota Surabaya”. 94 kilo itu- jarak dibolehkannya solat qoshor.

Wilayah Sidoarjo, Tulungagung, Trenggalek,Kediri,n wilayah Mataraman, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jombang datang semua karena dalam jarak radius 94 kilo. Dari Kediri, Lirboyo ini datang dipimpin Kyai Mahrus. Seruan Mbah Hasyim langsung disambut luar biasa. Bahkan Cirebon yang lebih dari 500 kilo datang- ke Surabaya ikut seruan jihad PBNU.

Anak-anak kecil bahkan orang-orang dari lintas agama juga ikut perang. Orang Konghucu, Kristen, dan Budha semua ikut jihad. Selain Mallaby, pertempuran di Surabaya Brigadir jendral: Loder Saimen. Luar biasa pengorbanan arek-arek Surabaya, para Kyai, dan santri. Tapi lihat, apa yg dilakukan pemerintah di kemudian hari kepada para Kyai ini? Dimanip**asi.

Demikian kultweet dari *KH. Agus Sunyoto* saat
menghadiri bedah buku "Fatwa dan Resolusi Jihad" di Pondok Lirboyo 3 November 2017.

*Selamat menyambut Hari Santri tanggal 22 Oktober !!!*

Monggo bisa disebarluaskan *DEMI KEBENARAN YANG NYATA !!!*

11/10/2019

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Sekilas Info:
Program PBNU.
Bagi Warga NU, Kader Ansor/BANSER/Rijalul Ansor yang ingin usaha menjadi Agen dan distributor Gas Lpj dan BBM. Masing-masing Kecamatan akan dibentuk 1 agen besar dan 20 pangkalan. Modal disediakan oleh BJB (Bank Jawa Barat) dengan syarat dan ketentuan berlaku. Bagi yang berminat silahkan menghubungi Pon Pes Miftahul Huda Pesawahan Rawalo Banyumas🙏🙏

Nama Yang bisa dihubungi:

1. KH. Khanan Masykur
2. Ibu Nyai Umniyatul Labibah Al Hafidzoh

.

GP ANSOR dan BANSER SATKORYON Kebasen  kirim tumpeng dan ucapan HUT TNI ke KORAMIL KebasenTumpeng berasal dari kata Tumi...
05/10/2019

GP ANSOR dan BANSER SATKORYON Kebasen kirim tumpeng dan ucapan HUT TNI ke KORAMIL Kebasen

Tumpeng berasal dari kata Tumindak Lempeng, diserahkan Kasatkoryon Banser Ndan Amir Triono, kepada Pelda Agus Sutiyono selaku Bati Komsos di KORAMIL Kebasen.

Danramil Kebasen, Kapten Sentot Priyanto mengucapkan terimakasih kepada ANSOR BANSER lewat telepon karena beliau sedang mengikuti acara di Korem, dan berpesan untuk senantiasa bekerjasama dalam menjaga keutuhan NKRI.


TNI ke 74

World Clean up Day atawa dina nuturi runtah basa gaule banyumas.Sabtu, 21 Muharam/september 2019 Ansor Banser satkoryon ...
21/09/2019

World Clean up Day atawa dina nuturi runtah basa gaule banyumas.
Sabtu, 21 Muharam/september 2019 Ansor Banser satkoryon Kembaran bersama seluruh elementasyarakat dari tingkatan muspika sampai masyarakat umum melaksanakan kegiatan pungut sampah untuk memperingati hasi sampah sedunia, dimana ini dilakukan serentak di seluruh dunia, tidak terkecuali, Ansor Banser sebagai organisasi yang peduli ikut langsung bersama yang lain.



resikkl....

Ansor Banser Banyumas Cup 2019Selasa 10 Sep 2019, Twin Tiger FC berlaga kembali live di lap kedung banteng, kick off mul...
11/09/2019

Ansor Banser Banyumas Cup 2019
Selasa 10 Sep 2019, Twin Tiger FC berlaga kembali live di lap kedung banteng, kick off mulai pukul 15.30 wib. Pertandingan berjalan seru dan menarik berkali kali kubu lawan bangun serang dapat dipatahkan, begitu juga sebaliknya akhir skor di babak pertama masih 0-0. Dilanjut babak le dua penonton serta pendukung dari dua tim kesebelasan selalu menyemangati, dan sampai babak ke 2 selesai dan tambahan waktu skor masih sama 0-0 dan akhirnya pun diadakan adu pinalti untuk menentukan hasilnya, dan alhamdulillah berkat doa semua akhirnya adu pinalti dimenangkan oleh tim twin tiger fc dari kesebelasan PAC Kembaran, dan akan melanjutkan ke babak selanjutnya dan akan bertemu dengan kesebelasan PAC Cilongok pada tanggal 12 September 2019


09/09/2019

THE POWER OF NIAT

Suatu hari seorang murid mengadukan kepada gurunya tentang kesulitannya dalam mencari penghidupan di negerinya. Maka ia berniat untuk berikhtiar ke negeri seberang,

"Guru, saya minta ijin mau pergi ke India. Di sana ada sahabat ayah saya yang sangat baik dan berkecukupan. Barangkali ia akan bantu saya memberi pekerjaan."

"Tidak, saya tidak mengijinkan."

Murid tersebut terkejut juga karena gurunya melarang. Tetapi demi ketaatan pada sang guru, akhirnya ia tetap tinggal. Hingga beberapa lama berselang, ia masih kesulitan dalam hal rezeki maka menghadaplah kembali kepada gurunya,

"Guru, di sini tak ada harapan buat saya. Ijinkan saya pergi ke India, sebab ada satu orang dermawan yang kenal akrab dengan ayah saya, dan ia pasti akan memberi pertolongan."

"Tidak, saya tidak mengijinkan."

Lagi-lagi gurunya tidak setuju dengan gagasannya. Maka dibatalkanlah kembali rencananya sambil bertanya-tanya dalam hati apakah ada yang salah dengan dirinya hingga gurunya tak kunjung mengijinkan?

Saat introspeksi diri itulah maka sadarlah ia akan kesalahannya. Rupanya kekeliruan tersebut ada pada faktor niatnya. Ia pun bertaubat, kemudian kembali kepada gurunya.

"Guru, aku minta ijin ke India. Untuk mencari rezeki Allah. Barangkali saja Allah berikan aku rezeki saat di India kelak."

"Nah, sekarang aku ijinkan! Kemarin engkau berniat untuk bergantung pada manusia, maka aku melarang. Tetapi sekarang engkau berniat untuk bergantung kepada Allah, maka aku mengijinkan."

Kisah ini terjadi di Yaman, dan guru dalam cerita di atas adalah Al-Imam Hasan bin Segaf As-Segaf, seorang ulama terkemuka pada kisaran tahun 1200-an Hijriah.

Betapa seringnya kita meletakkan niat yang kurang tepat pada apa yang akan kita perbuat. Oleh karena itu, mari kita perbaiki.

Saat keluar dari rumah untuk berangkat kantor, janganlah berniat agar kantor memberi bayaran. Melainkan niatlah untuk mencari rezeki Allah, yang barangkali Allah titipkan melalui kantor tersebut.

Atau mungkin ketika berjualan barang dagangan, tidaklah tepat jika berniat untuk mengejar keuntungan dari para konsumen. Melainkan berniatlah untuk mencari rezeki Allah, yang mungkin saja Allah siapkan kepada para konsumen tersebut.

Atau ketika kita sakit, kemudian menujulah kita ke dokter. Kurang pas rasanya jika berniat agar dokter menyembuhkan kita. Melainkan berniatlah untuk mencari kesembuhan dari Allah, yang barangkali dengan wasilah sang dokter tersebut.

Perhatikanlah bedanya, mana yang niatnya semata-mata bergantung kepada mahluk. Dan mana p**a yang niatnya bergantung kepada Allah.



,ngader,makaryo

_*CARA MEMUTUS SIKLUS ANAK NAKAL*_"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ? Dala...
03/09/2019

_*CARA MEMUTUS SIKLUS ANAK NAKAL*_

"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ?

Dalam satu hadist berbunyi :

*رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِد*ِ
_*“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”*_

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya ditemukan satu tulisan menarik bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Akhirnya jadilah siklus anak baik (lihat 👇siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat 👇siklus 2)

Siklus Anak Baik ( siklus 1)
_*Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik*_

Siklus Anak Nakal ( siklus 2)
_*Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal*_

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

*Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?* ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.
Anak Nakal -> *ORANGTUA RIDHO* ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. *Bagaimana caranya kita sebagai orangtua/guru bisa ridho ketika anak kita nakal?*
ini kuncinya:
*َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ“*

*Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).*

*Caranya* orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab:

_*Jika kalian melihat anakmu/anak didik mu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya.*_
*Umar Bin Khattab*

Ada satu do'a seperti 👇, artinya:

_*"Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (dg menyebutkan nama anak) dg ridho yang paripurna, ridho yg sempurna dan ridho yg paling komplit. Maka turunkanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya."*_

_*Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tau.*_

_*Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.*_

_*Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil*_

Semoga bermanfaat..🙏

Address

Purwokerto

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GP Ansor Kembaran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share