03/05/2026
03052026-JAMU 🍵 (JALAN BERSAMAMU)
👣✝️⛪️👣
PELAYANAN SEBAGAI BATU PENJURU
“Datanglah kepada Yesus, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” (TB 1Ptr 2:4-5)
Teman seperjalanan, dibandingkan dengan emas, batu mungkin lebih murah. Dibandingkan dengan emas, batu sangat tidak mewah. Dibandingkan dengan emas, batu tidak dilirik dan dipilih oleh manusia. Namun, yang murah, tidak mewah dan tidak dilirik ini kerap dijadikan manusia untuk menjadi pondasi rumahnya agar manusia terlindungi dan mendapat rasa aman.
Dalam kehidupan kita, Yesus pun kerap diperlakukan demikian. Dia kerap kita nomor duakan. Yesus kerap dikalahkan dengan kesenangan-kesenangan kita. Banyak dari kita lebih memilih berlibur ke berbagai macam tempat daripada ke gereja. Bahkan ketika di tempat liburan ada gereja, kita pun jarang datang menghampirinya. Kita juga kerap datang ke gereja dengan persiapan yang apa adanya; berbeda jika kita datang ke pesta teman yang kerap menuntut kita untuk tampil maksimal. Kita datang kepada Yesus kalau butuh saja. Begitu kebutuhannya terpenuhi, Dia kembali tak dihiraukan. Namun pada akhirnya, Yesus menjadi yang paling dicari pada saat kita tak berdaya karena kita ingin masuk dalam kerajaan-Nya.
Walaupun diperlakukan demikian, Yesus tetap menjadi pondasi yang kuat untuk kita. Dia berdiri kokoh untuk kita, menjaga kita supaya tidak jatuh; sekalipun jatuh, Ia akan mendorong kita untuk bangkit lagi. “Batu yang sederhana” itu memiliki fungsi dan kekuatan yang besar. Karena itu, jangan pernah menyepelekan yang sederhana itu. Seperti batu, banyak hal-hal sederhana dalam kehidupan kita yang sebetulnya memiliki kekuatan dan bisa menjadi pondasi yang kokoh untuk kita berdiri. Salah satunya adalah pelayanan. Ada banyak orang yang berkarya untuk melayani. Di perusahaan, ada OB. Di rumah makan, ada waitress. Di rumah, ada ART atau bahkan ibu rumah tangga. Di gereja, ada pelayan-pelayan umat yang berkarya di dewan dan komunitas lainnya. Karya pelayanan kerap dipandang sebelah mata, bahkan ditolak. Namun, coba bayangkan jika karya pelayanan ini dihilangkan dari hidup kita. Saya yakin hidup kita akan menjadi kacau berantakan.
Mari kita memberi tempat yang terhormat untuk “batu pelayanan” ini. Kita patut memberikan penghargaan tinggi kepada orang-orang yang sudah mau melaksanakan karya pelayanan. Baik p**a jika kita memberikan reward ketika orang-orang yang melayani kita dapat menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Selain itu, mari kita juga ambil bagian dalam karya pelayanan itu. Ingat, pelayanan itu sederhana, tapi penting dan memiliki kekuatan yang besar. Karena itulah, kita patut ikut serta di dalamnya. Mari kita mohon rahmat agar kita tidak pernah lagi menyepelekan pelayanan karena Yesus pun hadir di dunia untuk melayani. Inilah tanda bahwa pelayanan itu penting dan menjadi salah satu pondasi kita untuk berdiri dengan kokoh. Mari kita saling melayani. Tuhan memberkati.
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:33)
Jalan Bersama-Mu, menguatkanku untuk bisa Jalan Bersamamu - 03052026
salam JAMU
moBramahendra